Doa Mengerang & Sukacita Melahirkan

Efesus 6:12 karena perjuangan kita bukanlah melawan darah dan daging, tetapi melawan pemerintah-pemerintah, melawan penguasa-penguasa, melawan penghulu-penghulu dunia yang gelap ini, melawan roh-roh jahat di udara.

Kita jangan tertipu dengan melawan sesama manusia yang telah menyakiti kita, melainkan kita harus ingat bahwa ada roh jahat yang menunggangi orang tsb sehingga melakukan perbuatan yang menyakiti kita.

[1 Yohanes 4:4 Kamu berasal dari Allah, anak-anakku, dan kamu telah mengalahkan nabi-nabi palsu itu; sebab Roh yang ada di dalam kamu, lebih besar dari pada roh yang ada di dalam dunia. — ayat ini ditujukan bagi kita untuk berperang di level roh-roh jahat (intimidasi, ketakutan, kekuatiran, sakit penyakit, dan segala hal yang membuat kita berdosa secara pribadi).

Iblis memiliki hierarki, jika roh-roh jahat berada di level personal (peperangan perorangan) maka penghulu-penghulu berada di level komunitas (peperangan terhadap roh-roh jahat yang menunggangi orang lain).

Sedangkan penguasa-penguasa berada di level daerah jadi peperangannya pun memerlukan kesatuan orang-orang percaya satu daerah (tidak bisa hanya didoakan oleh satu orang). Dan pemerintah-pemerintah berada di level negara, maka perlu kesatuan orang-orang percaya satu negara untuk memeranginya (contoh: diadakan doa serentak di 500 kota untuk Pemilu 2019).

Terakhir Lucifer (pemimpin tertinggi dalam hierarki iblis), hanya bisa diperangi oleh Tuhan Yesus sendiri.

Karena itu, penuaian jiwa yang terbesar dan terakhir ada di tangan kita semua (bukan hanya tugas Gembala Pembina & Gembala Sidang saja), kita bahkan membutuhkan kesatuan seluruh gereja (berbagai denominasi) untuk hal ini!]

Iblis membentuk 5 pasukan roh:
1) peperangan
2) cinta uang/tamak
3) agamawi
4) misteri (sakit penyakit)
5) penyelewengan seksual & pesta pora

Masing-masing roh tsb saling membantu (unity). Jika roh-roh jahat saja demikian, terlebih kita sebagai orang-orang yang dipenuhi Roh Kudus dalam kebenaran: harus unity! Iblis sangat gencar mencari jiwa-jiwa untuk menemaninya di neraka kelak, maka kita pun harus gencar menginjili jiwa-jiwa agar masuk surga!

Jadilah pendoa syafaat yang melihat dengan mata rajawali (melihat masalah dari atas), bukan dengan mata manusiawi. Doa-doa kita harus sesuai dengan visi gembala, yaitu: penuaian jiwa.

Doa mengerang diawali dengan berbahasa Roh sampai ada sesuatu yang terasa di sekitar perut bagian atas sehingga kita ingin melepaskannya (mengerang) seperti wanita yang sedang melahirkan anak, setelah terasa lepas (=lahir) maka terimalah urapan sukacita atas kelahiran bayi-bayi rohani tsb: tertawalah!

Advertisements