A Gift For Dad

 “Hal ini kutuliskan bukan untuk memalukan kamu, tetapi untuk menegor kamu sebagai anak-anakku yang kukasihi. Sebab sekalipun kamu mempunyai beribu-ribu pendidik dalam Kristus, kamu tidak mempunyai banyak bapa. Karena akulah yang dalam Kristus Yesus telah menjadi bapamu oleh Injil yang kuberitakan kepadamu. Sebab itu aku menasihatkan kamu: turutilah teladanku! Justru itulah sebabnya aku mengirimkan kepadamu Timotius, yang adalah anakku yang kekasih dan yang setia dalam Tuhan. Ia akan memperingatkan kamu akan hidup yang kuturuti dalam Kristus Yesus, seperti yang kuajarkan di mana-mana dalam setiap jemaat. Tetapi ada beberapa orang yang menjadi sombong, karena mereka menyangka, bahwa aku tidak akan datang lagi kepadamu. Tetapi aku akan segera datang kepadamu, kalau Tuhan menghendakinya. Maka aku akan tahu, bukan tentang perkataan orang-orang yang sombong itu, tetapi tentang kekuatan mereka. Sebab Kerajaan Allah bukan terdiri dari perkataan, tetapi dari kuasa. Apakah yang kamu kehendaki? Haruskah aku datang kepadamu dengan cambuk atau dengan kasih dan dengan hati yang lemah lembut?” (1 Korintus 4:14-21)

  1. Hindari mempermalukan anak
  2. Otoritas seorang ayah
  3. Turutilah teladanku
  4. Perlunya tim sekerja
  5. Tetap terlibat
  6. Memberikan pilihan (diskusi)

 

Advertisements

Every Day Is A Mother’s Day

Masyarakat internasional memperingati Mother’s Day setiap minggu ke-2 dalam Bulan Mei. Mari kita merenungkan potensi yang Tuhan beri dalam diri seorang ibu.

Many things we can give as a Mother.

Mother = something or someone that gives rise to or exercises protecting care over something else, origin or source (Oxford Advanced learner’s Dict)

Segala sesuatu yang ada dalam sebuah keluarga bersumber dari sentuhan seorang ibu. Moms, what kind of source are you?

Outstanding = Excellent

Ikuti teladan wanita dalam Amsal 31:29 dikatakan wanita tersebut melakukan melebihi (excel = do extremely well) dari yang orang lain lakukan.

Tuhan tidak hanya menginginkan kemampuan terbaik kita sebagai ibu, tetapi seluruh sisi terbaik yang kita miliki sesuai dengan kehendak-Nya mencakup penundukan diri dan komitmen total kita dalam mengasuh dan mendidik anak-anak kita. Semua pengorbanan yang kita berikan bagi keluarga kita tidak akan pernah sia-sia, bahkan semuanya itu akan mendatangkan penghargaan Tuhan atas hidup kita. So Moms, do it in Excellent ways

Talented

The Mom Ministry merupakan satu pelayanan yang Tuhan beri kekuatan extra. Peran ibu mencakup psikolog, perawat, negosiator, ahli keuangan handal, guru, juru masak, merangkap ahli listrik, air dan pertukangan, bahkan sebagai pebisnis ulung. Moms, Give Thanks for the Gift!

Heavenly Atmosphere

Kekuatan seorang ibu berasal dari kasih yang ibu miliki bagi anak-anak dan suaminya. Dekapan yang penuh kasih mengimpartasikan kekuatan dan kepercayaan diri yang besar. Suami dan anak-anak merasa sangat diterima sebagaimana mereka adanya. Kasih yang demikian mengingatkan kita pada kasih dan penerimaan Tuhan Yesus bagi anak-anaknya (Matius 11:28). Let’s create that at your home sweet home Moms…!

Everlasting Spirit

Sebagai seorang ibu, kita sangat perlu tempat perhentian. Sebuah tempat agar kita dapat dikuatkan, disegarkan, dipulihkan, atau sekedar tempat untuk kita beristirahat.

Yesaya 40:31 “Tetapi orang-orang yang menanti-nantikan TUHAN mendapat kekuatan baru (renew their strength): mereka seumpama burung rajawali yang naik terbang dengan kekuatan sayapnya, mereka berlari dan tidak menjadi lesu, mereka berjalan dan tidak menjadi lelah.” Luar biasa Tuhan kita, sangat terencana dalam memberi kemampuan dan menjamin tersedianya tempat untuk kita mengisi ulang. Always depend on God Moms!

Radiant = Bright with Joy and Hope

Dalam Amsal 31:25b dan 30b digambarkan wanita yang senantiasa memancarkan sukacita dan pengharapan keluar dalam dirinya. Ia memilih untuk bersyukur dalam segala keadaan dan tetap menaruh harap pada Tuhan. Puji-pujian didapatnya karena Tuhan berkenan pada apa yang dilakukannya. Ekspresi pengucapan syukur dapat memberkati banyak orang di sekitar kita. Moms…be ready for the God’s Favor!

Setelah kita tahu betapa besar potensi yang Tuhan beri pada seorang ibu, mari kita jadikan setiap hari menjadi hari kemenangan dan penuh berkat as a Mother… Every Day is A Mother’s Day with HIM

Mendidik Anak

 “Didiklah orang muda menurut jalan yang patut baginya, maka pada masa tuanya pun ia tidak akan menyimpang dari pada jalan itu.” – Amsal 22:6

“Train up a child in the way he should go, and when he is old he will not depart from it.” – Proverbs 22:6

Mendidik anak merupakan suatu proses latihan (train up) yaitu suatu aktivitas berulang-ulang untuk menghasilkan suatu keterampilan tertentu.

Dalam mendidik anak, orang tua menyampaikan pengajaran, norma-norma dan nilai-nilai hidup, aturan, hukum, firman maupun cerita-cerita serta pengalaman yang mengandung didikan, mengajarkan pengenalan akan Tuhan.

Cara mendidik anak:

Perintah dan Ajaran

                Amsal 6:20-23 “Hai anakku, peliharalah perintah ayahmu, dan janganlah menyia-nyiakan ajaran ibumu…”

Ayah dan ibu memiliki tugas spesifik dalam bekerjasama mengelola rumah tangga.

Perintah/command = control over something/someone and responsible for them, tell them what to do.

Ajaran/instruction = information that explain how to do or use something.

Menetapkan Aturan

Aturan membuat apa yang boleh dan tidak boleh dilakukan menjadi jelas dan membuat anak merasa nyaman karena orang tua member dunia yang terdefinisi baginya. Anak-anak juga akan terlindungi dari konsekuensi akibat perbuatan yang terlarang.

Keteladanan

                Keteladanan lebih berpengaruh dari pada sekedar pekataan (10%) maupun apa yang anak lihat (50%). Keteladanan merupakan cara yang efektif (80%) untuk merubah dan membentuk sampai pada kehidupan selanjutnya karena keteladanan memberikan contoh, pendampingan/keterlibatan orang tua, solusi tentang apa yang anak pelajari.

Tanpa keteladanan, orang tua akan kehilangan otoritas, dicemooh, dan dianggap munafik.

Disiplin

Disiplin X Hukuman

Disiplin adalah tindakan korektif yang dilakukan pada waktu yang tepat dan tentu saja proporsional serta relevan dengan pelanggaran yang dilakukan.

Bentuk pendisiplinan harus sesuai firman Tuhan, berbeda bagi anak perempuan dengan anak pria karena ada perbedaan respon dan emosi, dan harus sesuai dengan kesalahannya.

Fokus Didikan Harus Tetap Kepada Anak

                Hindari orang tua memarahi dengan mengatakan… “Papa/Mama malu kamu berbuat demikian” atau “Kamu merusak martabat keluarga kita”

Ini menunjukan bahwa sebenarnya fokus kita, yang kita pertahankan dan kasihi bukanlah si anak, tetapi diri kita sendiri, nama baik kita, nama marga atau reputasi kita.

Reward

Reward memberikan penerimaan, merupakan apresiasi atau penghargaan, memotivasi orang untuk melakukan hal yang sama sekali lagi, serta membangun hubungan pribadi.

Bentuk reward yang diberikan pada anak dapat berupa kasih sayang, pujian, hadiah.

Hati Bapa dalam Amsal 13:24

Orang tua yang mendidik anaknya dengan rotan dan meratapinya dengan air mata

Bahasa Kasih Terhadap Anak

Yohanes 15:11-12

Semuanya itu Kukatakan kepadamu, supaya sukacita-Ku ada di dalam kamu dan sukacitamu menjadi penuh. Inilah perintah-Ku, yaitu supaya kamu saling mengasihi, seperti Aku telah mengasihi kamu.”

Dalam buku ‘The 5 Love Languages of Children’ Gary Chapman dan Ross Campbell memberikan wawasan yang berharga untuk orang tua mencintai anak-anaknya. Ternyata teramat penting bagi orang tua untuk memahami apa bahasa kasih dirinya dan apa bahasa kasih anaknya sehingga masing-masing merasa bahwa mereka dikasihi. Orang tua perlu mengekspresikan kasih kepada anaknya dengan cara yang paling mudah dan paling mungkin dipahami dan diterima oleh anak-anaknya.

Bahasa Kasih berupa WAKTU

Anak ini ingin menghabiskan banyak waktu dan menikmati saat bersama dengan orang tua. Seorang anak dengan bahasa kasih waktu akan merasa sangat diabaikan jika tidak mempunyai cukup waktu individu dengan orang tua.

Ajaklah dia untuk memasak atau berolah raga bersama, ciptakanlah percakapan asyik dengannya. Ingatlah bahwa yang dia dambakan adalah waktu kebersamaan dimana ia merasa terhubung, bukan hanya kedekatan secara fisik.

Bahasa Kasih KATA-KATA

Anak ini perlu mendengar bahwa orang tua mencintai bahkan mempercayainya. Dia juga akan merasa dikasihi bila diberi pujian dan kata-kata positif yang menegaskan hal yang baik tentang dirinya.

Ia pandai mengekspresikan rasa kasihnya melalui kata-kata baik secara lisan maupun tulisan. Hilangkanlah kata-kata kecaman, kata-kata kasar yang merendahkan saat berbicara dengannya.

Bahasa Kasih SENTUHAN

Anak ini sangat membutuhkan sentuhan. Dia akan senang berpelukan, dipeluk, berpegangan tangan, duduk dekat orang tua. Anak merasa dikasihi dan dihargai bila disentuh. Namun perlu diingat bahwa sentuhan fisik merupakan bahasa kasih yang harus digunakan pada saat yang tepat, di tempat yang tepat, dan dengan cara yang tepat. Mengecup dan memeluk bayi adalah tepat, tetapi hasilnya akan sangat berbeda kalau kita terapkan pada anak remaha dan di depan teman-temannya.

Bahasa Kasih PEMBERIAN

Orang-orang yang bahasa kasihnya adalah pemberian, senang mengekspresikan kasihnya dengan memberikan hadiah maupun pemberian lainnya. Baginya mengasihi berarti memberikan hadiah. Hadiah yang orang tua berikan hendaklah diberikan dengan penuh ketulusan hati hanya karena orang tua mengasihi anaknya bukan karena ia telah melakukan sesuatu atau karena ia senantiasa menyenangkan hati kita.

Pemberian orang tua dalam hal ini dapat berupa hal-hal sederhana, seperti catatan kecil dalam lunch box yang anak bawa ke sekolah, trantir es krim rasa favoritnya, menempel stiker di berkas ulangan hariannya. Anak perlu menerima hal-hal tersebut untuk merasa dicintai dan mengetahui bahwa orang tua peduli.

Bahasa Kasih TINDAKAN

Bila bahasa kasih anak Anda adalah tindakan maka lakukanlah tindakan nyata untuk membuat mereka merasa dicintai. Besar kecilnya tindakan itu tidak masalah. Orang tua dapat mengantarnya untuk bermain ke rumah temannya, membantu mempersiapkan semua keperluan pentas baletnya, membantu mengerjakan project science dari guru sekolahnya. Anak ini akan merasa dikasihi dan dihargai saat menerima pertolongan dari orang lain. Ia bisa saja tidak banyak bicara dan mungkin saja jarang sekali memberi hadiah, namun ia siap sedia memberikan pertolongan dan bantuan di saat dibutuhkan.

Semakin orang tua memahami bagaimana anak-anak memberi dan menerima cinta, semakin dekat hubungan yang bisa terjalin antara orang tua dan anak, “…dan sukacitamu menjadi penuh”.

Generasi Anak Panah

“Seperti anak-anak panah di tangan pahlawan, demikianlah anak-anak pada masa muda. Berbahagialah orang yang telah membuat penuh tabung panahnya dengan semuanya itu. Ia tidak akan mendapat malu, apabila ia berbicara dengan musuh-musuh di pintu gerbang.”

(Mazmur 127:4-5)

Berbicara mengenai peran orang tua, maka kita sedang berbicara anak-anak panah di tangan pahlawan. Beberapa hal menarik mengenai “anak-anak panah” dan “pahlawan” sbb:

ANAK PANAH

  1. Berbagai bentuk arrowhead. Anak-anak yang Tuhan percayakan pada setiap orang tua adalah pribadi unik yang Tuhan ciptakan sempurna. Dengan  memahami keunikan setiap anak maka orang tua dapat memakai pola asuh yang tepat untuk memaksimalkan seluruh potensi setiap anak-anaknya.
  2. Senjata yang mematikan. Pada zaman Raja Salomo, anak panah adalah senjata yang paling ditakuti, siapa yang terbaik menggunakan panah, dialah yang paling banyak membunuh musuh. Anak-anak yang tidak diarahkan dengan baik berpotensi untuk melakukan hal-hal bodoh yang tidak hanya merugikan dirinya melainkan merugikan orang-orang disekitarnya tetapi dampaknya akan sangat berbeda untuk anak-anak yang diarahkan dengan tepat…mereka akan melakukan hal0hal yang besar dan menjadi berkat bagi orang lain.

PAHLAWAN

  1. Hanya orang yang tepat. Seorang yang memegang panah hanyalah orang terpilih yang terlatih untuk menggunakannya. Maka dari itu orang tua harus terus-menerus berlatih dan memperlengkapi dirinya sedemikian rupa supaya dapat mengarahkan anak-anaknya menjadi pribadi-pribadi terbaik untuk kemuliaan Tuhan. Seorang pahlawan dituntut untuk memiliki stamina yang prima baik secara fisik maupun mental untuk mengatasi segala kondisi dan terus berjuang untuk mencapai tujuannya. Jangan patah semangat bahkan menyerah apabila setiap hal yang kita tanamkan pada anak-anak belum terlihat hasilnya dalam waktu singkat. Dibutuhkan waktu dan proses yang panjang untuk membentuk seorang anak.
  2. Punya batas waktu. Sebelum diluncurkan anak panah harus berada pada sebuah busur sementara waktu. Pada saat yang tepat, Sang Pahlawan akan melepaskan anak panah tersebut menuju sasaran yang tepat. Begitu pula dengan waktu terbatas yang dimiliki oleh setiap orang tua dalam mendampingi anak-anaknya. Orang tua harus dapat menggunakan waktu yang ada dengan bijaksana. Kita dapat mengoptimalkan waktu tersebut dengan hal-hal yang bersifat membangun, memperlengkapi dan memperkaya anak-anak kita secara fisik, emosi, moral dan spiritual.

Jadilah orang tua yang berbahagia karena tabung panahnya terisi dengan anak-anak panah yang luar biasa.