Doa Yang Menghidupkan Injil Tuhan (Pentacostal Prayer)

Pasukan doa adalah penggerak terjadinya Pentakosta ke-3. Lukas 1:16-17 ia akan membuat banyak orang Israel berbalik kepada Tuhan, Allah mereka, dan ia akan berjalan mendahului Tuhan dalam roh dan kuasa Elia untuk membuat hati bapa-bapa berbalik kepada anak-anaknya dan hati orang-orang durhaka kepada pikiran orang-orang benar dan dengan demikian menyiapkan bagi Tuhan suatu umat yang layak bagi-Nya.”

1 Timotius 2:1-6 Pertama-tama aku menasihatkan: Naikkanlah permohonan, doa syafaat dan ucapan syukur untuk semua orang, untuk raja-raja dan untuk semua pembesar, agar kita dapat hidup tenang dan tenteram dalam segala kesalehan dan kehormatan. Itulah yang baik dan yang berkenan kepada Allah, Juruselamat kita, yang menghendaki supaya semua orang diselamatkan dan memperoleh pengetahuan akan kebenaran. Karena Allah itu esa dan esa pula Dia yang menjadi pengantara antara Allah dan manusia, yaitu manusia Kristus Yesus, yang telah menyerahkan diri-Nya sebagai tebusan bagi semua manusia: itu kesaksian pada waktu yang ditentukan.

Dasar dari pendoa syafaat yang menghidupkan Injil Tuhan, yaitu:

1) Damai sejahtera. Berdampak pada perubahan kehidupan di sekitar kita menuju ke arah yang lebih baik.

2) Firman Allah. Yohanes 1:14 Firman itu telah menjadi manusia, dan diam di antara kita, dan kita telah melihat kemuliaan-Nya, yaitu kemuliaan yang diberikan kepada-Nya sebagai Anak Tunggal Bapa, penuh kasih karunia dan kebenaran.

Berdoa harus dilandasi oleh hati yang murni. Amsal 30:5-6 Semua firman Allah adalah murni. Ia adalah perisai bagi orang-orang yang berlindung pada-Nya. Jangan menambahi firman-Nya, supaya engkau tidak ditegur-Nya dan dianggap pendusta.

Berdoa harus dilandasi oleh paradigma baru yang sesuai dengan firman Tuhan (seorang pendoa syafaat harus mendapatkan dan menyampaikan pesan Tuhan). Ibrani 4:12-13 Sebab firman Allah hidup dan kuat dan lebih tajam dari pada pedang bermata dua mana pun; ia menusuk amat dalam sampai memisahkan jiwa dan roh, sendi-sendi dan sumsum; ia sanggup membedakan pertimbangan dan pikiran hati kita. Dan tidak ada suatu makhluk pun yang tersembunyi di hadapan-Nya, sebab segala sesuatu telanjang dan terbuka di depan mata Dia, yang kepada-Nya kita harus memberikan pertanggungan jawab.

Mazmur 139:17 Dan bagiku, betapa sulitnya pikiran-Mu, ya Allah! Betapa besar jumlahnya! Kesulitan mengetahui pikiran Allah dapat diatasi melalui doa (Yeremia 33:3,6-9).

Pentakosta ke-3 akan terjadi di dalam komunitas yang berdampak dan bertumbuh (pasukan doa) seperti terjadi pada murid-murid Tuhan Yesus.

Advertisements

Urapan Yobel (Urapan Kemerdekaan)

(Pengurapan yang berdampak terjadinya pembebasan seutuhnya)

Lukas 4:18-19  “Roh Tuhan ada pada-Ku, oleh sebab Ia telah mengurapi Aku, untuk menyampaikan kabar baik kepada orang-orang miskin; dan Ia telah mengutus Aku untuk memberitakan pembebasan kepada orang-orang tawanan, dan penglihatan bagi orang-orang buta, untuk membebaskan orang-orang yang tertindas, untuk memberitakan tahun rahmat Tuhan telah datang.”

Pertanyaannya: Apakah Roh Tuhan ada pada kita?

Yesaya 10:27  Pada waktu itu beban yang ditimpakan mereka atas bahumu akan terbuang, dan kuk yang diletakkan mereka atas tengkukmu akan lenyap.”

Waktu kita menerima pengurapan dari Tuhan maka kehidupan kita akan mengalami perubahan sebab segala kuk dan beban yang mengikat kita akan dilenyapkan oleh pengurapan dari Tuhan. Pengurapan adalah pemberdayaan Roh Kudus atas kehidupan kita, sedangkan arti daripada pemberdayaan adalah Roh Kudus yang mengambil alih seluruh kehidupan kita. Jadi, pengurapan yang akan mengajar segala sesuatu & diberdayakan oleh Roh Kudus lebih lagi dalam kehidupan kita. Kita tidak akan pernah mengerti & tidak tahu bagaimana Roh Kudus bekerja dalam hidup kita, tetapi bagi setiap orang yang lapar & haus akan pengurapan maka mereka akan mendapatkan sesuatu daripada Roh Kudus sendiri yang akan mengajar mereka secara pribadi.

Proses mengalami Pengurapan Yobel:
1) Mengerti atas Restorasi Pondok Daud
DNA kita: Prajurit2 Tuhan yg gagah perkasa yg mempunyai gaya hidup doa, pujian dan penyembahan bersama-sama siang dan malam yang melakukan kehendak Bapa pada zaman ini.
2) Hidup bergaul dengan Allah.
Bergaul itu dengan yang hidup, bersifat 2 arah (ada komunikasi), dan menyenangkan (tidak menyebalkan). Pola proses hidup bergaul dgn Allah: Hidup yang tergantung atas Firman tuhan > Berusahalah dalam melayani Tuhan secara sempurna di hadapan Allah > Gaya hidup doa, pujian dan penyembahan. Jangan mencobai Tuhan!
Proses keselamatan: Pembenaran (dibenarkan karena iman) > Pengudusan (proses pemurnian karakter seperti Kristus) > Pemuliaan (dimuliakan Tuhan bersama umat kudus-Nya setelah bertahan sampai akhir tidak menyangkal Tuhan)
3) Mengerti panggilan Tuhan (taat & setia)
Tetap taat & setia melayani Tuhan, semakin berat goncangannya…semakin giat melayani Tuhan, meski tak dibayar.