First Love (Coming Back To Jesus)

Kisah Para Rasul 13:22

Setelah Saul disingkirkan, Allah mengangkat Daud menjadi raja mereka. Tentang Daud Allah telah menyatakan: Aku telah mendapat Daud bin Isai, seorang yang berkenan di hati-Ku dan yang melakukan segala kehendak-Ku. (TB)

God removed him from office and put King David in his place, with this commendation: ‘I’ve searched the land and found this David, son of Jesse. He’s a man whose heart beats to my heart, a man who will do what I tell him.’ (MSG bible)

BERKENAN = HATI TUHAN BERDETAK KENCANG KETIKA MELIHAT KITA

Detak hati (heart beats) inilah pertanda first love. 

Wahyu 2:1-3  “Tuliskanlah kepada malaikat jemaat [bukan hanya gembala/pengerja, tetapi keseluruhan anggota gereja] di Efesus: Inilah firman dari Dia, yang memegang ketujuh bintang itu di tangan kanan-Nya dan berjalan di antara ketujuh kaki dian emas itu. Aku tahu segala pekerjaanmu: baik jerih payahmu maupun ketekunanmu. Aku tahu, bahwa engkau tidak dapat sabar terhadap orang-orang jahat, bahwa engkau telah mencobai mereka yang menyebut dirinya rasul, tetapi yang sebenarnya tidak demikian, bahwa engkau telah mendapati mereka pendusta. Dan engkau tetap sabar dan menderita oleh karena nama-Ku; dan engkau tidak mengenal lelah.

Wahyu 2:4-5  Namun demikian Aku mencela engkau, karena engkau telah meninggalkan kasihmu yang semula. Sebab itu ingatlah betapa dalamnya engkau telah jatuh! Bertobatlah dan lakukanlah lagi apa yang semula engkau lakukan. Jika tidak demikian, Aku akan datang kepadamu dan Aku akan mengambil kaki dianmu dari tempatnya, jikalau engkau tidak bertobat.

Jemaat Efesus memberikan pelayanan terbaik pada Tuhan, tetapi dicela Tuhan karena kehilangan kasih mula-mula.

Matius 22:34-38  Ketika orang-orang Farisi mendengar, bahwa Yesus telah membuat orang-orang Saduki itu bungkam, berkumpullah mereka dan seorang dari mereka, seorang ahli Taurat, bertanya untuk mencobai Dia:”Guru, hukum manakah yang terutama dalam hukum Taurat?” Jawab Yesus kepadanya: “Kasihilah Tuhan, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap akal budimu. Itulah hukum yang terutama dan yang pertama.

Matius 5:13  “Kamu adalah garam dunia. Jika garam itu menjadi tawar, dengan apakah ia diasinkan? Tidak ada lagi gunanya selain dibuang dan diinjak orang. [Ketika cinta kita kepada Tuhan sudah hambar, maka apapun yang kita lakukan tak ada gunanya. Ketika kita tak lagi menjadi garam bagi dunia, kita tak ada gunanya bagi dunia.]

Kita memang masih dapat melayani Tuhan meski tanpa kasih mula-mula (who knows?), tetapi konteksnya seperti ayat berikut:

Matius 7:21-23  Bukan setiap orang yang berseru kepada-Ku: Tuhan, Tuhan! akan masuk ke dalam Kerajaan Sorga, melainkan dia yang melakukan kehendak Bapa-Ku yang di sorga. Pada hari terakhir banyak orang akan berseru kepada-Ku: Tuhan, Tuhan, bukankah kami bernubuat demi nama-Mu, dan mengusir setan demi nama-Mu, dan mengadakan banyak mujizat demi nama-Mu juga? Pada waktu itulah Aku akan berterus terang kepada mereka dan berkata: Aku tidak pernah mengenal kamu! Enyahlah dari pada-Ku, kamu sekalian pembuat kejahatan!”

Kata mengenal dalam Bahasa yunani memiliki pengertian “memiliki hubungan seperti suami istri”. Kita harus peka apa yang menyukakan Tuhan, jangan hanya menuntut hak kita kepada Tuhan tanpa melakukan kewajiban kita kepada-Nya.

Kita bisa meminta karunia-karunia pada Tuhan. Kita adalah “unseen warrior” (prajurit yang tak terlihat). A warrior never says “off”. 

Wahyu 2:5-7  Sebab itu ingatlah betapa dalamnya engkau telah jatuh! Bertobatlah dan lakukanlah lagi apa yang semula engkau lakukan. Jika tidak demikian, Aku akan datang kepadamu dan Aku akan mengambil kaki dianmu dari tempatnya, jikalau engkau tidak bertobat. Tetapi ini yang ada padamu, yaitu engkau membenci segala perbuatan pengikut-pengikut Nikolaus, yang juga Kubenci. Siapa bertelinga, hendaklah ia mendengarkan apa yang dikatakan Roh kepada jemaat-jemaat: Barangsiapa menang, dia akan Kuberi makan dari pohon kehidupan yang ada di Taman Firdaus Allah.” (=mendapat berkat)

7 tanda kehilangan first love:

– Kristus tidak lagi menjadi pusat kehidupan Anda

– Kelalaian dan kemalasan Anda bersekutu dengan Tuhan dan tidak banyak menghabiskan waktu dalam doa, penyembahan dan merenungkan firman Tuhan

– Anda mengijinkan keluarga, teman-teman, pekerjaan dan keinginan sendiri berada di antara persekutuan Anda dengan Allah

– Kehilangan keintiman dalam persekutuan Anda dengan Allah

– Anda terjebak dalam pelayanan-pelayanan yang mandul (tidak berbuah, stag)

– Anda menjadi lebih toleransi dengan dosa

– Anda tidak memiliki gairah yang menyala-nyala bagi jiwa-jiwa yang terhilang

Advertisements

Satu Pelayanan, Banyak Karunia

1 Petrus 4:10  Layanilah seorang akan yang lain, sesuai dengan karunia yang telah diperoleh tiap-tiap orang sebagai pengurus yang baik dari kasih karunia Allah.

3 karunia Allah, yaitu:
1) Karunia dasar (motivational gifts) – Roma 12:6-8 (7 macam karunia (charisma/diberikan cuma-cuma) dari Bapa untuk semua orang percaya). Karunia ini digunakan secara vertikal (memuliakan Allah), horizontal (melayani sesama) dan internal (membuat kita menjadi bahagia & produktif).
2) Karunia jawatan (ministry gifts) – Efesus 4:11 (5 macam karunia (domata) dari Anak untuk orang yang masuk pelayanan). Semua jawatan tersebut ada dalam diri Yesus, yaitu rasul, nabi, penginjil, gembala dan pengajar.
3) Karunia pernyataan manifestasi Roh Kudus (manifestation gifts) – 1 Koritus 12:7-11 (9 macam karunia dari Roh Kudus untuk membangun jemaat, bersifat supranatural).

Karunia Roh Kudus memperlengkapi kita untuk berfungsi di bidang masing-masing dalam pelayanan/marketplace sebagai saksi Kristus bagi orang-orang. Orang yang dipanggil ke dalam jabatan pendoa syafaat bukan hanya membawa “beban rohani” di hadapan tahta Allah, melainkan juga mengilhami orang lain dengan karunia dan panggilan yang sama.

1 Korintus 12:4-6  Ada rupa-rupa karunia, tetapi satu Roh. Dan ada rupa-rupa pelayanan, tetapi satu Tuhan. Dan ada berbagai-bagai perbuatan ajaib, tetapi Allah adalah satu yang mengerjakan semuanya dalam semua orang.

Unity in diversity: berbeda-beda karunia mendukung kesatuan tubuh Kristus. Karunia yang dimiliki mempengaruhi gaya berdoa kita, berikut tipe-tipe pendoa syafaat sesuai karunia yang dimiliki:
1) Pendoa syafaat administratif: memiliki karunia kepemimpinan, memberi, memberi nasehat, iman dan administratif.
2) Pendoa syafaat gaya cafetaria: kehidupan doa mereka terus berubah-ubah dan bisa membedakan pimpinan Roh Kudus (fleksibel).
3) Pendoa syafaat krisis: berdoa untuk masa-masa darurat dan bisa mengenali kapan peristiwa traumatis telah terjadi, memiliki karunia nubuat, kemurahan, iman, penyembuhan, penggembalaan, pelayanan.
4) Pendoa syafaat bangsa-bangsa: berdoa bagi bangsa-bangsa di dunia dan berdoa dalam kebangunan rohani terakhir yang terbesar sebelum Kristus datang, memiliki gabungan karunia penginjilan, nubuat, iman dan kemurahan.
5) Pendoa syafaat yang dimotivasi belas kasihan: berdoa didorong oleh belas kasihan untuk situasi-situasi, memiliki karunia konseling, penyembuhan, memberi, dan menolong.
6) Pendoa syafaat doa penginjilan: berdoa untuk penginjilan, pelayanan dan bantuan kepada orang lain, berdoa bagi jiwa yang terhilang, merupakan “lutut” dalam tubuh Kristus, memiliki karunia iman, pelayanan dan penginjilan.
7) Pendoa syafaat daftar doa: memiliki karunia administratif dan guru, bersikap disiplin dan berdoa dengan setia, teratur hingga tuntas sesuai daftar doa.
8) Pendoa syafaat profetik: memiliki karunia nasehat, iman, hikmat, perkataan pengetahuan dan membedakan roh, merupakan “mata dan telinga” bagi tubuh Kristus, mendengar dari Tuhan hampir sebanyak mereka berbicara kepada Tuhan.
9) Pendoa syafaat dengan tugas khusus: bertugas khusus untuk berdoa bagi pemimpin, memiliki karunia penggembalaan, dapat merasakan pergumulan para pemimpin, perhatian khusus untuk melindungi dan memelihara tubuh Kristus.
10) Pendoa syafaat peperangan atau pejuang doa: menyadari peperangan di udara, memiliki karunia iman, perkataan pengetahuan, membedakan roh dan nubuat, merupakan mata bagi tubuh Kristus.

Note: Masing-masing orang menempati posisinya tersendiri dalam tubuh Kristus dan tidak bisa “menempati” posisi orang lain (memaksakan diri). Setiap orang memiliki gabungan karunia yang berbeda-beda untuk saling mendukung dalam kesatuan tubuh Kristus.