Changed By Suffering (Diubahkan Oleh Penderitaan)

Ayub 42:1-6 Maka jawab Ayub kepada TUHAN: “Aku tahu, bahwa Engkau sanggup melakukan segala sesuatu, dan tidak ada rencana-Mu yang gagal. Firman-Mu: Siapakah dia yang menyelubungi keputusan tanpa pengetahuan? Itulah sebabnya, tanpa pengertian aku telah bercerita tentang hal-hal yang sangat ajaib bagiku dan yang tidak kuketahui. Firman-Mu: Dengarlah, maka Akulah yang akan berfirman; Aku akan menanyai engkau, supaya engkau memberitahu Aku. Hanya dari kata orang saja aku mendengar tentang Engkau, tetapi sekarang mataku sendiri memandang Engkau. Oleh sebab itu aku mencabut perkataanku dan dengan menyesal aku duduk dalam debu dan abu.”

Kelahiran yang baru adalah tujuan, dan untuk menuju sebuah kelahiran yang baru kita harus mengalami proses (pengalaman yang baru). Markus 2:12c “Yang begini belum pernah kita lihat.”

Mari kita belajar dari Ayub:

  1. Ayub belajar mengenal kedaulatan Tuhan yang sifatnya absolute. Ayub 42:2 “Aku tahu, bahwa Engkau sanggup melakukan segala sesuatu, dan tidak ada rencana-Mu yang gagal (yang dapat digagalkan, terjemahan lain). Siapakah Ayub? Ayub 1:1 Ada seorang laki-laki di tanah Us bernama Ayub; orang itu saleh dan jujur; ia takut akan Allah dan menjauhi kejahatan. Ketika pagar perlindungan atas segala kepunyaan Ayub diangkat maka iblis bisa menjamahnya (Ayub mengalami proses), Ayub 1:20-22 Maka berdirilah Ayub, lalu mengoyak jubahnya, dan mencukur kepalanya, kemudian sujudlah ia dan menyembah katanya: “Dengan telanjang aku keluar dari kandungan ibuku, dengan telanjang juga aku akan kembali ke dalamnya. TUHAN yang memberi, TUHAN yang mengambil, terpujilah nama TUHAN!” Dalam kesemuanya itu Ayub tidak berbuat dosa dan tidak menuduh Allah berbuat yang kurang patut. Seperti Ayub, kita harus menjaga perkataan kita ketika mengalami proses. Jawaban doa menuju kelahiran yang baru, dapat saja: ya, tidak, tunggu, ataupun masalah yang baru (untuk mendewasakan kerohanian kita). Ayub 2:6 Maka firman TUHAN kepada Iblis: “Nah, ia dalam kuasamu; hanya sayangkan nyawanya.” [Ada batas ketahanan dalam setiap pencobaan.] 1 Korintus 10:13 Pencobaan-pencobaan yang kamu alami ialah pencobaan-pencobaan biasa, yang tidak melebihi kekuatan manusia. Sebab Allah setia dan karena itu Ia tidak akan membiarkan kamu dicobai melampaui kekuatanmu. Pada waktu kamu dicobai Ia akan memberikan kepadamu jalan ke luar, sehingga kamu dapat menanggungnya. Yeremia 29:11 Sebab Aku ini mengetahui rancangan-rancangan apa yang ada pada-Ku mengenai kamu, demikianlah firman TUHAN, yaitu rancangan damai sejahtera dan bukan rancangan kecelakaan, untuk memberikan kepadamu hari depan yang penuh harapan. Masalah terasa berat jika kita mengandalkan diri sendiri. Ketika kita menggandalkan kekuatan Tuhan, kita dapat menanggung segala perkara!
  2. Ayub belajar mengenal hikmat (pikiran) Tuhan. Ayub 2:3-4 Firman TUHAN kepada Iblis: “Apakah engkau memperhatikan hamba-Ku Ayub? Sebab tiada seorang pun di bumi seperti dia, yang demikian saleh dan jujur, yang takut akan Allah dan menjauhi kejahatan. Ia tetap tekun dalam kesalehannya, meskipun engkau telah membujuk Aku melawan dia untuk mencelakakannya tanpa alasan.” Lalu jawab Iblis kepada TUHAN: “Kulit ganti kulit! Orang akan memberikan segala yang dipunyainya ganti nyawanya. Proses pendewasaan rohanu selalu membawa kebaikan bagi kita, namun ketika kita menggunakan pikiran manusia tentu kita akan salah mengerti maksud Tuhan. Taat ketika kita mengerti, itu biasa. Namun taat ketika tidak mengerti berarti kita memiliki iman yang besar!
  3. Belajar mengenal pribadi Tuhan. Ayub 42:5 Hanya dari kata orang saja aku mendengar tentang Engkau, tetapi sekarang mataku sendiri memandang Engkau. Ketika kita mengalami proses yang bertubi-tubi, saat itulah kita mengenal pribadi-Nya! Semua yang terjadi dimaksudkan Tuhan agar kita semakin serupa dengan-Nya.
  4. Belajar mengenal diri sendiri agar tidak jatuh dalam dosa dan mengalami kegagalan. Ayub 42:6 Oleh sebab itu aku mencabut perkataanku dan dengan menyesal aku duduk dalam debu dan abu.” [Memohon ampun atas segala prasangka buruk terhadap Tuhan selama diproses.] Yeremia 17:5-8 Beginilah firman TUHAN: “Terkutuklah orang yang mengandalkan manusia, yang mengandalkan kekuatannya sendiri, dan yang hatinya menjauh dari pada TUHAN! Ia akan seperti semak bulus di padang belantara, ia tidak akan mengalami datangnya keadaan baik; ia akan tinggal di tanah angus di padang gurun, di negeri padang asin yang tidak berpenduduk. Diberkatilah orang yang mengandalkan TUHAN, yang menaruh harapannya pada TUHAN! Ia akan seperti pohon yang ditanam di tepi air, yang merambatkan akar-akarnya ke tepi batang air, dan yang tidak mengalami datangnya panas terik, yang daunnya tetap hijau, yang tidak kuatir dalam tahun kering, dan yang tidak berhenti menghasilkan buah. Ketika Ayub berdamai dengan Tuhan maka segala yang hilang dari hidup Ayub dikembalikan! Ayub 42:10, 12-15 Lalu TUHAN memulihkan keadaan Ayub, setelah ia meminta doa untuk sahabat-sahabatnya, dan TUHAN memberikan kepada Ayub dua kali lipat dari segala kepunyaannya dahulu. TUHAN memberkati Ayub dalam hidupnya yang selanjutnya lebih dari pada dalam hidupnya yang dahulu; ia mendapat empat belas ribu ekor kambing domba, dan enam ribu unta, seribu pasang lembu, dan seribu ekor keledai betina. Ia juga mendapat tujuh orang anak laki-laki dan tiga orang anak perempuan; dan anak perempuan yang pertama diberinya nama Yemima, yang kedua Kezia dan yang ketiga Kerenhapukh. Di seluruh negeri tidak terdapat perempuan yang secantik anak-anak Ayub, dan mereka diberi ayahnya milik pusaka di tengah-tengah saudara-saudaranya laki-laki.
Advertisements

Mempersiapkan Kirbat Yang Baru

Tahun 2019 adalah tahun kelahiran yang baru, ini berbicara tentang dari yang tidak ada menjadi ada. 1 Korintus 2:9 Tetapi seperti ada tertulis: “Apa yang tidak pernah dilihat oleh mata, dan tidak pernah didengar oleh telinga, dan yang tidak pernah timbul di dalam hati manusia: semua yang disediakan Allah untuk mereka yang mengasihi Dia.”

Markus 2:12 Dan orang itu pun bangun, segera mengangkat tempat tidurnya dan pergi ke luar di hadapan orang-orang itu, sehingga mereka semua takjub lalu memuliakan Allah, katanya: “Yang begini belum pernah kita lihat.”

Tahun tsb merupakan tahun pengalaman yang baru maka kita pun harus mempersiapkan kirbat yang baru. Dengan cara bagaimana? Jangan menoleh ke belakang! Lukas 17:28-32 Demikian juga seperti yang terjadi di zaman Lot: mereka makan dan minum, mereka membeli dan menjual, mereka menanam dan membangun. Tetapi pada hari Lot pergi keluar dari Sodom turunlah hujan api dan hujan belerang dari langit dan membinasakan mereka semua. Demikianlah halnya kelak pada hari, di mana Anak Manusia menyatakan diri-Nya. Barangsiapa pada hari itu sedang di peranginan di atas rumah dan barang-barangnya ada di dalam rumah, janganlah ia turun untuk mengambilnya, dan demikian juga orang yang sedang di ladang, janganlah ia kembali. Ingatlah akan isteri Lot!

Lalu, apa yang harus kita tanggalkan untuk mempersiapkan kirbat yang baru tsb?

  1. Tanggalkan kepahitan dan luka di masa lalu dengan melepaskan pengampunan kepada orang yang menyakiti kita. Ada 2 zat dalam tubuh kita yang bekerja dengan bertolak belakang, yaitu: beta endorfin menyehatkan tubuh kita (zat ini aktif ketika kita bersukacita), nor adrenalin menghancurkan tubuh kita seperti racun yang mematikan (zat ini aktif ketika kita kepahitan). Efesus 4:31 Segala kepahitan, kegeraman, kemarahan, pertikaian dan fitnah hendaklah dibuang dari antara kamu, demikian pula segala kejahatan.
  2. Tanggalkan kegagalan dan kesalahan di masa lalu dengan terus memperbaiki diri (semakin intim dengan Tuhan sehingga lebih peka mendengar suara-Nya). Kita harus meneladani Daud dalam hal ini, bagaimana Daud yang meskipun seorang ahli perang namun dalam situasi darurat (terdesak), Daud mencari Tuhan terlebih dahulu (bukan mengandalkan kemampuan sendiri). 1 Samuel 30:4, 6-8 Lalu menangislah Daud dan rakyat yang bersama-sama dengan dia itu dengan nyaring, sampai mereka tidak kuat lagi menangis. Dan Daud sangat terjepit, karena rakyat mengatakan hendak melempari dia dengan batu. Seluruh rakyat itu telah pedih hati, masing-masing karena anaknya laki-laki dan perempuan. Tetapi Daud menguatkan kepercayaannya kepada TUHAN, Allahnya. Lalu Daud memberi perintah kepada imam Abyatar bin Ahimelekh: “Bawalah efod itu kepadaku.” Maka Abyatar membawa efod (=perlengkapan doa) itu kepada Daud. Kemudian bertanyalah Daud kepada TUHAN, katanya: “Haruskah aku mengejar gerombolan itu? Akan dapatkah mereka kususul?” Dan Ia berfirman kepadanya: “Kejarlah, sebab sesungguhnya, engkau akan dapat menyusul mereka dan melepaskan para tawanan.” Dalam hal sekecil apapun, pertama-tama kita harus berdoa dan menanyakan petunjuk Tuhan!
  3. Tanggalkan ketakutan akan masa depan dengan teguh beriman dan percaya kepada Tuhan. Yeremia 29:11 Sebab Aku ini mengetahui rancangan-rancangan apa yang ada pada-Ku mengenai kamu, demikianlah firman TUHAN, yaitu rancangan damai sejahtera dan bukan rancangan kecelakaan, untuk memberikan kepadamu hari depan yang penuh harapan. Dalam hal ini kita harus meneladani Abraham bagaimana ia terlebih dahulu mempersilahkan Lot untuk memilih tempat yang terbaik (secara mata jasmani) karena tidak memungkinkan untuk mereka tinggal di satu tempat, dengan demikian Abraham hanya mendapatkan tempat sisa. Namun demikian, Abraham memandang masa depannya di tempat tsb dengan mata rohani sehingga Tuhan pun berkenan mengikat perjanjian dengannya (berbanding terbalik dengan akhir hidup Lot). Kejadian 12:1-3 Berfirmanlah TUHAN kepada Abram: “Pergilah dari negerimu dan dari sanak saudaramu dan dari rumah bapamu ini ke negeri yang akan Kutunjukkan kepadamu; Aku akan membuat engkau menjadi bangsa yang besar, dan memberkati engkau serta membuat namamu masyhur; dan engkau akan menjadi berkat. Aku akan memberkati orang-orang yang memberkati engkau, dan mengutuk orang-orang yang mengutuk engkau, dan olehmu semua kaum di muka bumi akan mendapat berkat.” Seperti Abraham, kita boleh tenang menghadapi masa depan karena kita percaya bahwa rencana Tuhan adalah yang terbaik bagi kita!
  4. Tanggalkan dosa dengan hidup dalam pertobatan dan takut akan Tuhan.

Mengalami Kuasa Kebangkitan Yesus Kristus

Filipi 3:10 Yang kukehendaki ialah mengenal Dia dan kuasa kebangkitan-Nya dan persekutuan dalam penderitaan-Nya, di mana aku menjadi serupa dengan Dia dalam kematian-Nya,

Bagaimana agar kita mengalami kuasa kebangkitan Yesus Kristus?

  1. Memiliki ambisi yang sangat besar untuk mengenal Yesus Kristus dan kuasa kebangkitan-Nya (turning point), inilah target utama dalam kehidupan kita. Filipi 3:7-8 Tetapi apa yang dahulu merupakan keuntungan bagiku, sekarang kuanggap rugi karena Kristus. Malahan segala sesuatu kuanggap rugi, karena pengenalan akan Kristus Yesus, Tuhanku, lebih mulia dari pada semuanya. Oleh karena Dialah aku telah melepaskan semuanya itu dan menganggapnya sampah, supaya aku memperoleh Kristus,
  2. Memiliki persekutuan dalam penderitaan-Nya sehingga terbukalah “akses” kita kepada Bapa (hidup lebih dari pemenang).
  3. Menjadi serupa dengan Yesus Kristus dalam kematian-Nya. 1 Yohanes 2:6 Barangsiapa mengatakan, bahwa ia ada di dalam Dia, ia wajib hidup sama seperti Kristus telah hidup. Mindset kita adalah melakukan kehendak Bapa.

Ibadah Yang Sejati

Roma 12:1-2

Karena itu, saudara-saudara, demi kemurahan Allah aku menasihatkan kamu, supaya kamu mempersembahkan tubuhmu sebagai persembahan yang hidup, yang kudus dan yang berkenan kepada Allah: itu adalah ibadahmu yang sejati. Janganlah kamu menjadi serupa dengan dunia ini, tetapi berubahlah oleh pembaharuan budimu, sehingga kamu dapat membedakan manakah kehendak Allah: apa yang baik, yang berkenan kepada Allah dan yang sempurna.”

Shalom!

Setiap orang yang percaya kepada Tuhan harus mengerti kehendak Tuhan. Di dalam diri kita ada kehendak Tuhan, kehendak manusia dan kehendak bebas (jurang antara kehendak Tuhan dan manusia). Kehendak manusia selalu bertentangan dengan kehendak Tuhan, karenanya kehendak kita harus ditundukan kepada kehendak Kristus. Ketika kita tunduk kepada kehendak Tuhan, berarti kita adalah manusia yang terkendali (tidak liar) maka perkenanan Tuhan pun turun atas kita. Secara manusiawi, kita cenderung membalas kejahatan dengan kejahatan dan mengandalkan kekuatan sendiri dalam menyelesaikan masalah; sedangkan kehendak Tuhan menginginkan agar kita selalu mengampuni dan mengandalkan Tuhan. Orang yang mengandalkan Tuhan tidak pernah mengenal ‘musim’ tertentu dalam hidupnya karena pasti semua musim dalam hidupnya adalah musim yang baik. Tuhan memang memberikan kita kehendak bebas tetapi Ia tidak menghendaki kita menggunakannya di luar jalan Tuhan.

2 Korintus 10:5 berkata Kami mematahkan setiap siasat orang dan merubuhkan setiap kubu yang dibangun oleh keangkuhan manusia untuk menentang pengenalan akan Allah. Kami menawan segala pikiran dan menaklukkannya kepada Kristus” Pikiran Kristus adalah ide, maksud, tujuan dan konsep Ilahi. Ketika kita mengenakan pikiran Kristus pasti kita akan menjadi orang yang berbeda (orang yang di atas rata-rata) dan dimampukan untuk melakukan kebenaran. Ingatlah bahwa semua yang baik belum tentu benar, tetapi semua yang benar sudah pasti baik. Good idea is totally different with God’s idea. Tetapi carilah dahulu Kerajaan Allah dan kebenarannya, maka semuanya itu akan ditambahkan kepadamu.” (Matius 6:33) Itulah inti dari kekristenan yang sejati. Ketika kita memulai sesuatu dengan Roh maka kita harus mengakhirinya dengan Roh pula, bukan dengan kedagingan. Kita boleh mempunyai visi kehidupan pribadi tetapi kita harus menyelaraskannya dengan visi Tuhan. Mungkin seakan ‘pintu tertutup’ bagi impian kita, namun percayalah bahwa rancangan Tuhan lebih tinggi daripada rancangan kita. Relakanlah ketika sepertinya mimpi kita tidak selaras dengan mimpi Tuhan, pilihlah untuk melaksanakan mimpi-Nya Tuhan karena Ia yang genggam kehidupan kita dan mengetahui apa yang terbaik bagi kita, maka pastilah mimpi tersebut adalah jalan yang terbaik bagi kita. Bagian kita hanyalah berserah, percaya dan taat, selanjutnya adalah bagian Tuhan untuk mewujudkan Apa yang tidak pernah dilihat oleh mata, dan tidak pernah didengar oleh telinga, dan yang tidak pernah timbul di dalam hati manusia: semua yang disediakan Allah untuk mereka yang mengasihi Dia.” (1 Korintus 2:9) Karena itu, saudara-saudaraku yang kekasih, berdirilah teguh, jangan goyah, dan giatlah selalu dalam pekerjaan Tuhan! Sebab kamu tahu, bahwa dalam persekutuan dengan Tuhan jerih payahmu tidak sia-sia.” (1 Korintus 15:58) Kita harus melakukan terobosan hidup tetapi bukan dengan kehendak manusia, kita harus mewujudkannya sesuai dengan kehendak Kristus. Iblis selalu berusaha melemahkan iman kita dan membuat kita ragu tetapi ketika kita mengenakan pikiran Kristus, maka kita akan selalu dikuatkan dan berjalan dalam iman kepada Kristus.

Perkataan Yang Membuka Pintu-Pintu Mujizat

Amsal 18:21

Hidup dan mati dikuasai lidah, siapa suka menggemakannya, akan memakan buahnya.”

Shalom!

Lidah itu seperti pedang bermata dua bagi kita. Ketika kita mengatakan hal yang baik, maka hal yang baik pulalah yang akan terjadi dalam kehidupan kita, begitu juga sebaliknya. Karenanya, kita harus dewasa dalam berkata-kata agar apa yang kita katakana bisa memberkati orang lain dan menyentuh hati Tuhan. Yakobus 3:1-12 berkata Saudara-saudaraku, janganlah banyak orang di antara kamu mau menjadi guru; sebab kita tahu, bahwa sebagai guru kita akan dihakimi menurut ukuran yang lebih berat. Sebab kita semua bersalah dalam banyak hal; barangsiapa tidak bersalah dalam perkataannya, ia adalah orang sempurna, yang dapat juga mengendalikan seluruh tubuhnya. Kita mengenakan kekang pada mulut kuda, sehingga ia menuruti kehendak kita, dengan jalan demikian kita dapat juga mengendalikan seluruh tubuhnya. Dan lihat saja kapal-kapal, walaupun amat besar dan digerakkan oleh angin keras, namun dapat dikendalikan oleh kemudi yang amat kecil menurut kehendak jurumudi. Demikian juga lidah, walaupun suatu anggota kecil dari tubuh, namun dapat memegahkan perkara-perkara yang besar. Lihatlah, betapa pun kecilnya api, ia dapat membakar hutan yang besar. Lidah pun adalah api; ia merupakan suatu dunia kejahatan dan mengambil tempat di antara anggota-anggota tubuh kita sebagai sesuatu yang dapat menodai seluruh tubuh dan menyalakan roda kehidupan kita, sedang ia sendiri dinyalakan oleh api neraka. Semua jenis binatang liar, burung-burung, serta binatang-binatang menjalar dan binatang-binatang laut dapat dijinakkan dan telah dijinakkan oleh sifat manusia, tetapi tidak seorang pun yang berkuasa menjinakkan lidah; ia adalah sesuatu yang buas, yang tak terkuasai, dan penuh racun yang mematikan. Dengan lidah kita memuji Tuhan, Bapa kita; dan dengan lidah kita mengutuk manusia yang diciptakan menurut rupa Allah, dari mulut yang satu keluar berkat dan kutuk. Hal ini, saudara-saudaraku, tidak boleh demikian terjadi. Adakah sumber memancarkan air tawar dan air pahit dari mata air yang sama? Saudara-saudaraku, adakah pohon ara dapat menghasilkan buah zaitun dan adakah pokok anggur dapat menghasilkan buah ara? Demikian juga mata air asin tidak dapat mengeluarkan air tawar.”

Hal yang harus kita perhatikan dalam berkata-kata agar perkataan kita membuka pintu-pintu mujizat, yaitu:

  1. Perkataan yang dewasa kepada Tuhan. Markus 7:24-30 berkata Lalu Yesus berangkat dari situ dan pergi ke daerah Tirus. Ia masuk ke sebuah rumah dan tidak mau bahwa ada orang yang mengetahuinya, tetapi kedatangan-Nya tidak dapat dirahasiakan. Malah seorang ibu, yang anaknya perempuan kerasukan roh jahat, segera mendengar tentang Dia, lalu datang dan tersungkur di depan kaki-Nya. Perempuan itu seorang Yunani bangsa Siro-Fenisia. Ia memohon kepada Yesus untuk mengusir setan itu dari anaknya. Lalu Yesus berkata kepadanya: “Biarlah anak-anak kenyang dahulu, sebab tidak patut mengambil roti yang disediakan bagi anak-anak [orang Yahudi asli] dan melemparkannya kepada anjing. [gentile: bukan orang keturunan Yahudi]” Tetapi perempuan itu menjawab: “Benar, Tuhan. Tetapi anjing yang di bawah meja juga makan remah-remah yang dijatuhkan anak-anak.” Maka kata Yesus kepada perempuan itu: “Karena kata-katamu itu, pergilah sekarang sebab setan itu sudah keluar dari anakmu.” Perempuan itu pulang ke rumahnya, lalu didapatinya anak itu berbaring di tempat tidur, sedang setan itu sudah keluar.” Dari seorang perempuan Siro-Fenisia tersebut, kita dapat belajar bahwa ia memiliki iman kepada Tuhan Yesus meskipun ia bukan seorang Yahudi. Perempuan ini begitu percaya bahwa Tuhan Yesus yang telah melakukan mujizat-mujizat bagi orang lain, masih sanggup melakukan mujizat yang sama dalam hidupnya juga. Bahkan melalui perkataannya, kita tahu bahwa perempuan tersebut tidak hanya mengejar mujizat Tuhan semata tetapi mencari pribadi Yesus sendiri Tetapi carilah dahulu Kerajaan Allah dan kebenarannya, maka semuanya itu akan ditambahkan kepadamu.” (Matius 6:33) Segelap apapun keadaan hidup kita, percayalah bahwa pintu mujizat akan terbuka bagi kita ketika kita mengucapkan perkataan yang menyentuh hati Tuhan (perkataan yang penuh harapan kepada Tuhan). Kejarlah perkenanan-Nya! Sekalipun pohon ara tidak berbunga, pohon anggur tidak berbuah, hasil pohon zaitun mengecewakan, sekalipun ladang-ladang tidak menghasilkan bahan makanan, kambing domba terhalau dari kurungan, dan tidak ada lembu sapi dalam kandang, namun aku akan bersorak-sorak di dalam TUHAN, beria-ria di dalam Allah yang menyelamatkan aku. ALLAH Tuhanku itu kekuatanku: Ia membuat kakiku seperti kaki rusa, Ia membiarkan aku berjejak di bukit-bukitku.” (Habakuk 3:17-19) Percayalah Tuhan pasti tepati janji-Nya bagi kita dengan cara-Nya yang ajaib ketika kita tidak membatasi cara-Nya bekerja dalam hidup kita!
  2. Perkataan yang dewasa kepada sesama. 1 Samuel 17:32-33 berkata Berkatalah Daud kepada Saul: “Janganlah seseorang menjadi tawar hati karena dia; hambamu ini akan pergi melawan orang Filistin itu.” Tetapi Saul berkata kepada Daud: “Tidak mungkin engkau dapat menghadapi orang Filistin itu untuk melawan dia, sebab engkau masih muda, sedang dia sejak dari masa mudanya telah menjadi prajurit.”” Marilah kita belajar mengatakan hal yang membangun kepada sesama, bukannya perkataan yang saling melemahkan satu sama lain.
  3. Perkataan yang dewasa kepada diri sendiri. 1 Samuel 17:34-37 berkata Tetapi Daud berkata kepada Saul: “Hambamu ini biasa menggembalakan kambing domba ayahnya. Apabila datang singa atau beruang, yang menerkam seekor domba dari kawanannya, maka aku mengejarnya, menghajarnya dan melepaskan domba itu dari mulutnya. Kemudian apabila ia berdiri menyerang aku, maka aku menangkap janggutnya lalu menghajarnya dan membunuhnya. Baik singa maupun beruang telah dihajar oleh hambamu ini. Dan orang Filistin yang tidak bersunat itu, ia akan sama seperti salah satu dari pada binatang itu, karena ia telah mencemooh barisan dari pada Allah yang hidup.” Pula kata Daud: “TUHAN yang telah melepaskan aku dari cakar singa dan dari cakar beruang, Dia juga akan melepaskan aku dari tangan orang Filistin itu.” Kata Saul kepada Daud: “Pergilah! TUHAN menyertai engkau.”” Marilah kuatkan iman kita sendiri dengan tidak memberi diri untuk diintimidasi oleh perkataan yang melemahkan diri sendiri. Patahkan setiap kuasa perkataan negatif di dalam nama Tuhan Yesus!