The Kingdom Facility

Shalom!

Sia-sialah apa yang kita capai dalam perjalanan iman jika pada saat terakhir kita gagal untuk setia, karenanya setialah sampai akhir. Kasih  karunia memampukan kita untuk sampai kepada tujuan akhir, bukan mempersingkat perjalanan iman kita. Dalam perjalanan menuju garis akhir pertandingan iman, Tuhan telah menyediakan fasilitas Kerajaan Surga bagi kita. Fasilitas Kerajaan Surga itu adalah ‘rest area’, sebuah tempat untuk memulihkan energi kita dan memantapkan kembali perjalanan kita.

Lukas 5:15-16 berkata “Tetapi kabar tentang Yesus makin jauh tersiar dan datanglah orang banyak berbondong-bondong kepada-Nya untuk mendengar Dia dan untuk disembuhkan dari penyakit mereka. Akan tetapi Ia mengundurkan diri ke tempat-tempat yang sunyi dan berdoa.

Tuhan Yesus mengetahui waktu yang Tuhan tentukan untuk Ia beristirahat dan menyendiri bersama Bapa (Matius 5:1). Itulah sebabnya Yesus bukannya memegahkan diri dan melayani banyak orang yang berbondong-bondong mengikuti Dia di tengah-tengah ‘ketenaran-Nya’ (Matius 4:24-25), karena bagi-Nya “God’s rest area” adalah tempat terindah dibanding tempat lain di dunia ini. Hanya dengan menyendiri di hadirat-Nyalah kita bisa mengatasi kejenuhan hidup karena semua kebutuhan kita tersedia di ‘rest area’ Kerajaan Allah.

Mazmur 91:2-16 adalah janji pertolongan Allah untuk anak-anak-Nya, dan kuncinya adalah “Orang yang duduk dalam lindungan Yang Mahatinggi dan bermalam dalam naungan Yang Mahakuasa” (Mazmur 91:1)

“He that dwelleth in the secret place of the most High shall abide under the shadow of the Almighty (Psalms 91:1 –KJV) Percayalah bahwa ketika kita berada di ‘secret place’ Tuhan, maka kita akan menikmati kebaikan-Nya yang sempurna ‘under the shadow of the Almighty’. Bersyukurlah ketika kita ada dalam sebuah titik di mana kita merasa sendirian karena disaat itulah kita bisa menyendiri bersama Tuhan dalam ‘rest area’.

Kejadian 2:1-3 berkata “Demikianlah diselesaikan langit dan bumi dan segala isinya. Ketika Allah pada hari ketujuh telah menyelesaikan pekerjaan yang dibuat-Nya itu, berhentilah Ia pada hari ketujuh dari segala pekerjaan yang telah dibuat-Nya itu. Lalu Allah memberkati hari ketujuh itu dan menguduskannya, karena pada hari itulah Ia berhenti dari segala pekerjaan penciptaan yang telah dibuat-Nya itu.”

Berdasarkan ayat tersebut, kita mengetahui bahwa Tuhan yang kapasitasnya tak terbatas saja mengetahui kapan Ia harus ‘berhenti’. Percayalah bahwa ketika kita berhenti dan masuk ‘rest area’ bukan berarti kita menjadi tidak produktif dan  mengalami kemunduran tetapi itu adalah saat dimana kita melakukan ‘investasi’ untuk pemantapan meraih sesuatu yang lebih besar lagi di masa depan karena disaat itulah kita menikmati kesempurnaan berkat Tuhan dan dikuduskan oleh-Nya. Ketika kita mengetahui kapan kita harus ‘berhenti’, percayalah bahwa kita akan memiliki energi lebih untuk tetap setia sampai akhir. To be a workaholic doesn’t mean that you will be blessed, but only in His rest area you will be blessed exceedingly abundantly.

Advertisements

Cermin Kerajaan Allah

Yohanes 1:16-17

“Karena dari kepenuhan-Nya kita semua telah menerima kasih karunia demi kasih karunia; sebab hukum Taurat diberikan oleh Musa, tetapi kasih karunia dan kebenaran datang oleh Yesus Kristus.”

Shalom!

Kita bisa bercermin melihat siapa diri kita dari berbagai aspek kehidupan kita. Hal yang penting dalam naik level adalah mengetahui posisi kita sedang berada di anak tangga “level” mana.

Prinsip dasar kekristenan adalah percaya dan menerima Yesus di dalam kehidupan kita. Iman berarti percaya bahwa Yesus ada di dalam kehidupan kita sehingga ketika Kristus semakin besar di dalam kita dan kita semakin kecil, melalui kepenuhan-Nyalah kita menerima kasih karunia akan kesempurnaan iman. Ketika Allah memenuhi kehidupan kita, maka kita yang terbatas menjadi tidak terbatas.

Kasih karunia adalah mendapatkan apa yang seharusnya kita tidak dapatkan, yaitu pengampunan tetapi sekaligus kita tidak mendapatkan yang seharusnya kita dapatkan, yaitu penghukuman. Semakin kita hidup dalam kasih karunia seharusnya kita hidup semakin bertanggung jawab karena kasih karunia bukan legalisasi dosa.

Hukum Taurat sama seperti cermin, yaitu bekerja dengan memberitahukan ‘kelemahan’ kita namun tidak menyelesaikan ‘kelemahan’ tersebut. Tetapi dengan cermin Kerajaan Allah, kita bisa melihat kasih karunia Allah dalam hidup kita dan mendapat semangat kehidupan yang baru untuk penyelesaian segala ‘kelemahan’ kita.

Yohanes 9:1-2 berkata “Waktu Yesus sedang lewat, Ia melihat seorang yang buta sejak lahirnya. Murid-murid-Nya bertanya kepada-Nya: “Rabi, siapakah yang berbuat dosa, orang ini sendiri atau orang tuanya, sehingga ia dilahirkan buta?””

Di mata manusia kita menerima cermin ‘penghakiman’ tetapi Yesus menggunakan cermin Kerajaan Allah, yaitu dengan tidak menghakimi kelemahan seseorang melalui intimidasi akan dosa-dosanya. “Jawab Yesus: “Bukan dia dan bukan juga orang tuanya, tetapi karena pekerjaan-pekerjaan Allah harus dinyatakan di dalam dia.” (Yohanes 9:3)

Melalui 1 Raja-Raja 17:17-22 kita bercermin tentang diri kita yang terkadang merasa terintimidasi oleh kesalahan kita di masa lalu sehingga merasa tak layak di hadapan Allah, tetapi bersyukurlah sebab Tuhan Yesus telah membayar lunas segala dosa kita sehingga kita memperoleh kasih karunia Tuhan. Tanpa mempermasalahkan siapa kita, Tuhan berinisiatif memulihkan kehidupan kita jadi kita pun tak perlu ‘pusing’ dengan segala intimidasi tersebut. Tuhan Yesus memberkati.

The Kingdom Formula

Kisah Rasul 10:1-4

“Di Kaisarea ada seorang yang bernama Kornelius, seorang perwira pasukan yang disebut pasukan Italia. Ia saleh, ia serta seisi rumahnya takut akan Allah dan ia memberi banyak sedekah kepada umat Yahudi dan senantiasa berdoa kepada Allah. Dalam suatu penglihatan, kira-kira jam tiga petang, jelas tampak kepadanya seorang malaikat Allah masuk ke rumahnya dan berkata kepadanya: “Kornelius!” Ia menatap malaikat itu dan dengan takut ia berkata: “Ada apa, Tuhan?” Jawab malaikat itu: “Semua doamu dan sedekahmu telah naik ke hadirat Allah dan Allah mengingat engkau.”

Shalom!

            Untuk kita meraih sukses yang sempurna dalam kehidupan tentu ada formulanya, bukan dengan cara yang asal. Ketika kita bisa berjalan dengan formula Kerajaan Allah, kita akan mampu meraih hasil yang maksimal dengan tenaga yang sama. Puji Tuhan karena dara Tuhan Yesus, kita dilayakan menjadi bangsa Israel secara rohani. Menjelang kedatangan Tuhan Yesus intens sekali terjadi kunjungan Tuhan, kunjungan Roh Kudus, ‘angelic activity’ sehingga heavenly back-up sedang terjadi atas anak-anakNya di hari-hari terakhir, juga Allah mengingat kehidupan kita.

Formula Kerajaan Allah agar Surga terbuka bagi kehidupan kita, yaitu doa dan korban naik bersama-sama, tidak terpisah. “…dan ia memberi banyak sedekah kepada umat Yahudi dan senantiasa berdoa kepada Allah … “Semua doamu dan sedekahmu telah naik ke hadirat Allah dan Allah mengingat engkau.”” (Kisah Rasul 10:2&4). Di hari-hari terakhir kita akan mengalami sebuah ‘pertandingan yang tidak seimbang’ untuk merebut hati suatu bangsa dan sepertinya segala sesuatunya ‘tertutup’ dalam kehidupan kita meski sudah berdoa dengan seksama, tetapi percayalah ketika doa dan korban yang paling berharga dipersembahkan kepada Tuhan secara bersama-sama, Tuhanlah yang akan membela kita dan membukakan pintu-pintu yang tertutup itu bagi kita sampai kita tak bisa lagi menahannya dari Surga (1 Raja-Raja 18:30-39; 1 Samuel 1:10-11).

Bersyukurlah bahwa pewahyuan Tuhan dibukakan kepada kita hari ini karena hal itu langka. Ayub 1:1 berkata “Ada seorang laki-laki di tanah Us bernama Ayub; orang itu saleh dan jujur; ia takut akan Allah dan menjauhi kejahatan.” Ayub sungguh orang yang ‘spotless’ (tanpa cacat cela) (Ayub 1:5) namun ia mengalami suatu ujian terbesar dalam kehidupannya, yaitu ujian motivasi (Ayub 1:12-17). Ketika Tuhan mengizinkan iblis ‘menjamah’ Ayub, maka hal pertama yang diambil iblis adalah ‘korban’ Ayub agar doa Ayub ‘mandul’. Oleh karena itu, kita harus senantiasa berjaga-jaga karena iblis senantiasa mengawasi kita untuk mendakwa kita (Ayub 1:9-11).

Bagaimana Ayub dipulihkan dan ‘dinaikan’ kembali oleh Allah? Pertama, Tuhan memulihkan ‘korban’ Ayub sehingga Ayub dapat berdoa dan memberikan koraba kepada Allah sehingga Tuhan mengabulkan doanya (Ayub 42:7-9). Akhirnya Ayub mampu menang dari ujian motivasi ketika ia mendoakan orang lain juga (Ayub 42:10-14). Ketika kita semakin memiliki hati untuk member, itu adalah tanda-tanda pemulihan. Tuhan Yesus memberkati.

The Kingdom Growth

Shalom!

Tuhan memang menerima kita apa adanya hari ini, tetapi jika di kemudian hari posisi kerohanian kita masih seperti hari ini, Tuhan akan menolak kita. Kita harus mengalami pertumbuhan di dalam Kerajaan Surga karena bagaimanapun juga, Dia akan datang segera untuk menjemput mempelai wanita yang sepadan dengan Dia, yaitu mempelai wanita yang bertumbuh iman, pengharapan dan kasihnya. Pertumbuhan ini mutlak harus ada di dalam kehidupan kita.

“Anak itu bertambah besar dan menjadi kuat, penuh hikmat, dan kasih karunia Allah ada pada-Nya.” (Lukas 2:40 – TBI)

“And the child grew, and waxed strong in spirit, filled with wisdom: and the grace of God was upon him.” (Luke 2:40 – KJV)

“Dan Yesus makin bertambah besar dan bertambah hikmat-Nya dan besar-Nya, dan makin dikasihi oleh Allah dan manusia.” (Lukas 2:52 – TBI)

“And Jesus increased in wisdom and stature, and in favour with God and man.” (Luke 2:52 – KJV)

Puncak kedewasaan Yesus berlaku juga pada kehidupan kita, tahun 2012 adalah ‘tahun perkenanan Tuhan’ berarti kita harus memperoleh perkenanan secara sempurna bukan saja dari Allah tetapi juga dari manusia (Amsal 3:4; Kejadian 39:21; Daniel 1:9). Perkenanan Tuhan datangnya langsung dari atas, yaitu keselamatan, mujizat dan pengurapan; sedangkan perkenanan dari manusia berupa berkat jasmani. Tuhanlah sumber berkat kita tetapi manusialah yang menjadi saluran berkat-Nya bagi kita.

“Berilah dan kamu akan diberi: suatu takaran yang baik, yang dipadatkan, yang digoncang dan yang tumpah ke luar akan dicurahkan ke dalam ribaanmu. Sebab ukuran yang kamu pakai untuk mengukur, akan diukurkan kepadamu.” (Lukas 6:38 – TBI)

“Give, and it shall be given unto you; good measure, pressed down, and shaken together, and running over, shall men give into your bosom. For with the same measure that ye mete withal it shall be measured to you again.” (Luke 6:38 – KJV)

“Bukan yang dilihat manusia yang dilihat Allah; manusia melihat apa yang di depan mata, tetapi TUHAN melihat hati.” (1 Samuel 16:7b) Penampilan hati dan penampilan luar sama pentingnya jika kita ingin menjadi jemaat yang berhasil karena kita masih berada di dunia dan berinteraksi dengan manusia yang notabene tak mempunyai kemampuan untuk melihat ‘bagian yang terdalam’. Berpenampilan yang baik adalah bagian dari mempermuliakan nama Tuhan (Ester 2:9&17). Tuhan Yesus memberkati.

Harus Ada Terobosan

Matius 17:1-4

Enam hari kemudian Yesus membawa Petrus, Yakobus dan Yohanes saudaranya, dan bersama-sama dengan mereka Ia naik ke sebuah gunung yang tinggi. Di situ mereka sendiri saja. Lalu Yesus berubah rupa di depan mata mereka; wajah-Nya bercahaya seperti matahari dan pakaian-Nya menjadi putih bersinar seperti terang. Maka nampak kepada mereka Musa dan Elia sedang berbicara dengan Dia. Kata Petrus kepada Yesus: “Tuhan, betapa bahagianya kami berada di tempat ini. Jika Engkau mau, biarlah kudirikan di sini tiga kemah, satu untuk Engkau, satu untuk Musa dan satu untuk Elia.””

Shalom!

Karakter seorang murid yang Tuhan Yesus inginkan agar kita menjadi yang terpenting di mata Tuhan dan mengalami terobosan, yaitu:

  1. Petrus – bertobat
  2. Yakobus – suka berdoa
  3. Yohanes – tinggal dekat dengan Firman Tuhan

Ketika kita taat kepada Firman Tuhan maka Tuhan akan mengubah penderitaan kita menjadi suatu anugerah. Kebahagiaan sejati akan kita temukan ketika kita berada di tempat tertinggi, yaitu di tempat kediaman Allah sendiri. Tuhan Yesus memberkati.

The Kingdom Privilege

Sesampainya di Yerusalem Ia masuk ke Bait Allah. Di sana Ia meninjau semuanya, tetapi sebab hari sudah hampir malam Ia keluar ke Betania bersama dengan kedua belas murid-Nya.”

(Markus 11:11)

Pada tanggal 28 September 2011 pukul 18.00 adalah tahun baru Yahudi 5772 (Ayin Beth). ‘Ayin’ berarti mata, ini adalah gaya hidup Tuhan Yesus sendiri yang mata-Nya selalu tertuju kepada Tuhan, sedangkan ‘Beth’ melambangkan angka 2 yang berarti rumah.

Lukas 24:50 berkata Lalu Yesus membawa mereka ke luar kota sampai dekat Betania. Di situ Ia mengangkat tangan-Nya dan memberkati mereka.” Betania berarti house of date dan Tuhan Yesus sangat mencintai kota ini karena di kota ini ada pribadi-pribadi yang dikasihi oleh Tuhan Yesus (Yohanes 11:5). Ketika Tuhan Yesus mencintai kita maka hal-hal yang supranatural akan menjadi hal yang natural/biasa dalam hidup kita.

Memasuki tahun 5772, pastikan kita menjadi pribadi yang dicintai oleh Tuhan, bukan karena rupa/prestasi kita tetapi hanya oleh kasih karunia Tuhan mencintai kita. Tuhan Yesus memberkati.