Starting Point

Tidak akan ada langkah ke depan tanpa sebuah titik permulaan, artinya titik permulaan ini menentukan apa yang akan terjadi ke depan.

Matius 7:12 “Segala sesuatu yang kamu kehendaki supaya orang perbuat kepadamu, perbuatlah demikian juga kepada mereka. Itulah isi seluruh hukum Taurat dan kitab para nabi. [Perikop: Jalan yang benar — ini adalah detak jantung Yesus.]

1 Yohanes 4:19 Kita mengasihi, karena Allah lebih dahulu mengasihi kita. [Allah Sang Inisiator]

Matthew 7:12 “Here is a simple, rule-of-thumb guide for behavior: Ask yourself what you want people to do for you, then grab the initiative and do it for them. Add up God’s Law and Prophets and this is what you get. (MSG)

Inisiatif adalah titik awal dari kasih, ketaatan dan mujizat.

Matius 16:19 Kepadamu akan Kuberikan kunci Kerajaan Sorga. Apa yang kauikat di dunia ini akan terikat di sorga dan apa yang kaulepaskan di dunia ini akan terlepas di sorga.” [Surga akan bekerja ketika kita berinisiatif.]

Inisiatif mengubah kronos (waktu manusia) menjadi kairos (waktu Tuhan), logos menjadi rhema, membedakan orang biasa dan luar biasa.

Hidup adalah komitmen dari inisiatif.

Markus 14:3 Ketika Yesus berada di Betania, di rumah Simon si kusta, dan sedang duduk makan, datanglah seorang perempuan membawa suatu buli-buli pualam berisi minyak narwastu murni yang mahal harganya. Setelah dipecahkannya leher buli-buli itu, dicurahkannya minyak itu ke atas kepala Yesus. [Perempuan (‘mantan pelacur’) tsb berinisiatif tanpa pernah diperintahkan untuk melakukan hal tsb. Orang yang punya inisiatif tidak dapat digagalkan oleh kegagalan masa lalu.]

Markus 14:4-5 Ada orang yang menjadi gusar dan berkata seorang kepada yang lain: “Untuk apa pemborosan minyak narwastu ini? Sebab minyak ini dapat dijual tiga ratus dinar lebih dan uangnya dapat diberikan kepada orang-orang miskin.” Lalu mereka memarahi perempuan itu. [Ada 3 pembunuh inisiatif, yaitu: nyinyir (maka jangan duduk dalam kumpulan pencemooh karena nyinyir menular), malas, kecewa ketika inisiatif ditolak.]

Markus 14:6 Tetapi Yesus berkata: “Biarkanlah dia. Mengapa kamu menyusahkan dia? Ia telah melakukan suatu perbuatan yang baik pada-Ku. [Yesus memuji perempuan tsb atas inisiatifnya, bukan karena harga minyak narwastunya.]

Markus 14:7 Karena orang-orang miskin selalu ada padamu, dan kamu dapat menolong mereka, bilamana kamu menghendakinya, tetapi Aku tidak akan selalu bersama-sama kamu. [Orang yang berinisiatif selalu hadir dalam sebuah kebutuhan, bukan lari ketika dibutuhkan.]

Markus 14:8 Ia telah melakukan apa yang dapat dilakukannya. Tubuh-Ku telah diminyakinya sebagai persiapan untuk penguburan-Ku. [Lakukan apa saja yang kita bisa bagi Tuhan.]

Markus 14:9 Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya di mana saja Injil diberitakan di seluruh dunia, apa yang dilakukannya ini akan disebut juga untuk mengingat dia.” [Seorang yang memiliki inisiatif akan menjadi history maker. Sebuah inisiatif menjamin kehidupan selanjutnya (ada penyediaan dari Tuhan). 1 Korintus 2:9 Tetapi seperti ada tertulis: “Apa yang tidak pernah dilihat oleh mata, dan tidak pernah didengar oleh telinga, dan yang tidak pernah timbul di dalam hati manusia: semua yang disediakan Allah untuk mereka yang mengasihi Dia.”]

Advertisements

Kelahiran Yang Baru Berawal Dari Nubuatan

Galatia 5:16 Maksudku ialah: hiduplah oleh Roh, maka kamu tidak akan menuruti keinginan daging.

Jadi, urutannya adalah pertama-tama kita semakin hidup oleh Roh maka otomatis semakin lama kedagingan kita akan mati, bukan mematikan kedagingan terlebih dahulu dan berpikir bahwa Roh akan semakin besar mempengaruhi kita. Bagaimana caranya? Melalui doa, pujian dan penyembahan kepada Tuhan setiap saat.

Tahun 2019 adalah Tahun Kelahiran Yang Baru, artinya dari yang tidak ada menjadi ada (seperti bayi yang semula tidak pernah ada di dunia menjadi terlahir). Sebelum mengalami kelahiran yang baru (melahirkan bayi-bayi rohani), kita akan mengalami ‘sakit bersalin’ (ada sesuatu yang tidak nyaman dalam roh kita).

Sebuah kehamilan memiliki masa hingga tiba saatnya melahirkan, tentu sebuah kelahiran yang baik harus terjadi di waktu yang telah ditentukan (tidak boleh dipercepat ataupun diperlambat). Secara jasmani, masa kehamilan normal adalah 9 bulan. Namun secara rohani, masa kehamilan kita berbeda-beda tergantung yang sudah Tuhan tetapkan sesuai kapasitas masing-masing.

Seorang ibu yang baik tentu menjaga diri sebaik mungkin selama masa kehamilan agar bayinya terlahir sehat, artinya kita harus sungguh-sungguh menjaga kerohanian kita agar melahirkan hal-hal yang baik (buah Roh). Buah Roh bisa dirasakan oleh orang-orang sekitar kita, jika tidak demikian berarti kita belum melahirkan buah roh.

Apa yang harus kita lakukan agar kelahiran yang baru terjadi? Banyak bernubuat. Nubuat adalah kehendak Tuhan atas masa depan yang kemudian kita perkatakan (setelah kita menerima nubuat tsb di hadirat Tuhan), bukan memperkatakan kehendak kita terhadap suatu hal agar terjadi di masa depan (padahal tidak pernah dijanjikan Tuhan). Contoh:
1) Ketika dalam saat teduh Tuhan memberi rhema tentang kebangkitan generasi Yeremia, atau yang mandul Tuhan janjikan memiliki keturunan, itu menjadi nubuat yang harus kita perkatakan terus-menerus hingga terjadi.
2) Ketika kita keluar rumah lalu melihat lawan jenis yang rupawan dan kita langsung mengatakan “dalam nama Yesus dia jadi kekasih saya”, atau melihat kendaraan orang lain lalu kita tumpang tangan atas kendaraan tsb dan berkata “dalam nama Yesus ini jadi milik saya”, yang mana semua hal tsb tdk Tuhan taruhkan untuk dinubuatkan maka inilah yg disebut doa sihir (#maksa).

Ingat Yeremia 1:9 Lalu TUHAN mengulurkan tangan-Nya dan menjamah mulutku; TUHAN berfirman kepadaku: “Sesungguhnya, Aku menaruh perkataan-perkataan-Ku ke dalam mulutmu. [Tuhan terlebih dahulu menaruh perkataan-Nya dalam mulut Yeremia, barulah Yeremia memperkatakan hal tsb kepada bangsa Israel.]

Dengan demikian, sebagai orang yang ditaruhkan perkataan Tuhan maka kita harus menjaga perkataan kita. Tentunya terlebih dahulu kita harus menjaga hati, karena dari hatilah sumber segala perkataan. Tidak mungkin dari hati yang kotor keluar perkataan mulia.

Kejadian 1:1-3 Pada mulanya Allah menciptakan langit dan bumi. Bumi belum berbentuk dan kosong; gelap gulita menutupi samudera raya, dan Roh Allah melayang-layang di atas permukaan air. Berfirmanlah Allah: “Jadilah terang.” Lalu terang itu jadi.

Tahun kelahiran yang baru merupakan tahun penciptaan dari yang tidak ada menjadi ada. Karena itu, jika kita tidak banyak bernubuat tentu tidak akan ada sesuatu yang tercipta (seperti bumi yang belum berbentuk, kosong dan gelap gulita). Ketika mencipta, Allah memperkatakan firman-Nya, bukan hanya disimpan dalam hati. Jadi, lepaskan nubuat!

2 Petrus 1:19 Dengan demikian kami makin diteguhkan oleh firman yang telah disampaikan oleh para nabi. Alangkah baiknya kalau kamu memperhatikannya sama seperti *memperhatikan pelita yang bercahaya di tempat yang gelap* sampai fajar menyingsing dan bintang timur terbit bersinar di dalam hatimu.

Alkisah, ada seorang hamba Tuhan yang sedang dalam keterpurukan lalu Tuhan menyuruhnya pergi ke pantai di malam hari. Di pantai, Tuhan bertanya padanya: “Apa yg kamu lihat?” Ia menjawab, “Tidak ada.” Lalu Tuhan menanyakan hal yang sama untuk kedua kalinya, dan tetap hamba Tuhan tsb berkata tidak melihat apa-apa karena gelap malam. Untuk ketiga kalinya, Tuhan kembali bertanya: “Coba lihat baik-baik, apakah ada sesuatu yang kamu lihat di sana?” Dan dijawab, “Ya, Tuhan, aku melihat sesuatu kali ini. Aku melihat ada 3 titik cahaya putih di ujung laut sana!” Lalu Tuhan berkata, “Nak, sekecil apapun cahaya yg kamu lihat, teruslah berfokus padanya, tanpa menghiraukan gelapnya tempat kamu berada saat ini.”

Dari kisah tsb, Tuhan menghendaki agar sekecil apapun nubuat yg kita terima (meskipun seolah ‘kegelapan hidup’ terasa lebih besar dari pada nubuat tsb), perkatakanlah itu dan pasti terjadi! Yesaya 55:11 demikianlah firman-Ku yang keluar dari mulut-Ku: ia tidak akan kembali kepada-Ku dengan sia-sia, tetapi ia akan melaksanakan apa yang Kukehendaki, dan akan berhasil dalam apa yang Kusuruhkan kepadanya.

Roma 4:17 seperti ada tertulis: “Engkau telah Kutetapkan menjadi bapa banyak bangsa” — di hadapan Allah yang kepada-Nya ia percaya, yaitu Allah yang menghidupkan orang mati dan yang menjadikan dengan firman-Nya apa yang tidak ada menjadi ada.

Seperti Abraham yang dijanjikan Tuhan tentang Ishak, kita harus percaya bahwa firman-Nya akan menjadikan apa yang tidak ada menjadi ada. 2 Korintus 4:13 Namun karena kami memiliki roh iman yang sama, seperti ada tertulis: *”Aku percaya, sebab itu aku berkata-kata”,* maka kami juga percaya dan sebab itu kami juga berkata-kata.

Hati-hati agar kesalahan yang Abraham perbuat perihal Hagar tidak kita lakukan. Kita harus peka apakah berkat tsb dari Tuhan atau bukan!

Total Solution (Solusi Total)

Yohanes 16:7

Namun benar yang Kukatakan ini kepadamu: Adalah lebih berguna bagi kamu, jika Aku pergi. Sebab jikalau Aku tidak pergi, Penghibur itu tidak akan datang kepadamu, tetapi jikalau Aku pergi, Aku akan mengutus Dia kepadamu. (TB)

However, I am telling you nothing but the truth when I say it is profitable (good, expedient, advantageous) for you that I go away. Because if I do not go away, the Comforter (Counselor, Helper, Advocate, Intercessor, Strengthener, Standby) will not come to you [into close fellowship with you]; but if I go away, I will send Him to you [to be in close fellowship with you]. (AMP)

Tuhan Yesus 100% Allah dan 100% manusia ketika hidup di bumi, karenanya Ia tidak serba hadir. Maka dari itu, adalah lebih baik jika Roh Kudus hadir menggantikan keberadaan Yesus Kristus di bumi sebab Roh Kudus itu Maha Hadir. Apa peran Roh Kudus bagi kita?

  1. Penasihat
  2. Penolong
  3. Pembela
  4. Pendoa syafaaat
  5. Penguat
  6. Pendamping

Roh Kudus hadir bagi kita semata-mata agar kita memiliki hubungan yang intim dengan Tuhan di dalam roh, jiwa dan tubuh.

Tubuh meliputi kepala, badan, anggota tubuh. Jiwa meliputi perasaan, keinginan, kehendak. Roh meliputi hati nurani, intuisi, persekutuan. Tubuh kembali ke tanah, sedangkan roh kembali kepada Tuhan (Yang mengaruniakan). Dengan demikian, roh adalah bagian terpenting dalam diri kita maka kepentingan roh harus selalu diutamakan. Roh Kudus-lah total solution kita!

Nostalgia

Filipi 1:3 Aku mengucap syukur kepada Allahku setiap kali aku mengingat kamu (=bernostalgia).

Nostalgia adalah kenangan manis (moment indah) di masa lalu. Tidak semua hal indah terjadi di masa lalu, namun adalah keputusan kita untuk menilai masa lalu tsb indah atau buruk. Jika hati kita baik, semua hal dapat kita syukuri tetapi jika hati kita pahit, segala hal baik pun terasa buruk.

Dalam nostalgia ada mujizat, pemulihan dan kekuatan, yaitu ketika kita bernostalgia tentang kebaikan Tuhan. Contoh:

  1. Perjamuan Kudus. 1 Korintus 11:23-25 Sebab apa yang telah kuteruskan kepadamu, telah aku terima dari Tuhan, yaitu bahwa Tuhan Yesus, pada malam waktu Ia diserahkan, mengambil roti dan sesudah itu Ia mengucap syukur atasnya; Ia memecah-mecahkannya dan berkata: “Inilah tubuh-Ku, yang diserahkan bagi kamu; perbuatlah ini menjadi peringatan akan Aku!” Demikian juga Ia mengambil cawan, sesudah makan, lalu berkata: “Cawan ini adalah perjanjian baru yang dimeteraikan oleh darah-Ku; perbuatlah ini, setiap kali kamu meminumnya, menjadi peringatan akan Aku!”
  2. Ketika Daud hendak melawan Goliat. 1 Samuel 17:37 Pula kata Daud: “TUHAN yang telah melepaskan aku dari cakar singa dan dari cakar beruang, Dia juga akan melepaskan aku dari tangan orang Filistin itu.” Kata Saul kepada Daud: “Pergilah! TUHAN menyertai engkau.”

Lupa artinya lepas dari ingatan, tercatat sebanyak 118 kali di Alkitab. Sedangkan kata “ingat” (kata dasar dari “peringatan”) tercatat sebanyak 345 kali di Alkitab. Ini artinya kita harus lebih banyak mengingat hal-hal indah dan melupakan kenangan buruk. Lebih baik fokus pada sejumlah kebaikan dibanding fokus pada setitik kesalahan.

Melupakan kebaikan Tuhan akan berakibat fatal, seperti bangsa Israel yang telah mengalami mujizat menyeberangi Sungai Nil yang kering namun bersungut-sungut hanya karena air pahit di Mara (Keluaran 15:22-24, mengingat ‘black spot’), akhirnya mereka tidak dikenan Tuhan untuk masuk Tanah Kanaan.

Imajinasikan masa depanmu!

Natal bermakna Tuhan menjadi manusia, sedangkan Paskah membawa manusia kepada Tuhan.

Dosa (Yun: harmatea) berarti meleset (tidak tepat sasaran). Manusia menjadi seorang penyembah karena percaya bahwa ada kuasa yang lebih besar dari dirinya. Dosa membuat penyembahan manusia meleset dari Tuhan. Maka dari itu, kematian dan kebangkitan Yesus mengembalikan penyembahan manusia tepat kepada Tuhan.

Roma 1:21

Sebab sekalipun mereka mengenal Allah, mereka tidak memuliakan Dia sebagai Allah atau mengucap syukur kepada-Nya. Sebaliknya pikiran mereka menjadi sia-sia dan hati mereka yang bodoh menjadi gelap [=meleset]. (TB)

Because that, when they knew God, they glorified [him] not as God, neither were thankful; but became vain in their imaginations, and their foolish heart was darkened. (KJV)

Imajinasi adalah

  1. Daya cetak. Imajinasi kita membawa kita kepada tujuan yang kita bayangkan.
  2. Melihat dengan mata jasmani yang tidak bisa kita lihat.
  3. Menarik masa depan kepada masa kini. Kita didesain untuk masa depan, maka jangan terjebak dengan masa kini.

Imajinasi bukan hal murahan, melainkan sebagian dari iman. Kematian dan kebangkitan Yesus membuat kita mengimajinasikan semua yang benar, semua yang mulia, semua yang adil, semua yang suci, semua yang manis, semua yang sedap didengar, semua yang disebut kebajikan dan patut dipuji (Filipi 4:8).

Ibrani 12:2

Marilah kita melakukannya dengan mata yang tertuju kepada Yesus, yang memimpin kita dalam iman, dan yang membawa iman kita itu kepada kesempurnaan, yang dengan mengabaikan kehinaan tekun memikul salib ganti sukacita yang disediakan bagi Dia, yang sekarang duduk di sebelah kanan takhta Allah. (TB)

Looking unto Jesus the author and finisher of [our] faith; who for the joy that was set before him endured the cross, despising the shame, and is set down at the right hand of the throne of God. (KJV)

Million Of Meanings (Jutaan Arti)

​Yohanes 20:5-7  Ia menjenguk ke dalam, dan melihat kain kapan terletak di tanah; akan tetapi ia tidak masuk ke dalam. Maka datanglah Simon Petrus juga menyusul dia dan masuk ke dalam kubur itu. Ia melihat kain kapan terletak di tanah, sedang kain peluh yang tadinya ada di kepala Yesus tidak terletak dekat kain kapan itu, tetapi agak di samping di tempat yang lain dan sudah tergulung.

Yohanes 20:11-16  Tetapi Maria berdiri dekat kubur itu dan menangis. Sambil menangis ia menjenguk ke dalam kubur itu, dan tampaklah olehnya dua orang malaikat berpakaian putih, yang seorang duduk di sebelah kepala dan yang lain di sebelah kaki di tempat mayat Yesus terbaring. Kata malaikat-malaikat itu kepadanya: “Ibu, mengapa engkau menangis?” Jawab Maria kepada mereka: “Tuhanku telah diambil orang dan aku tidak tahu di mana Ia diletakkan.” Sesudah berkata demikian ia menoleh ke belakang dan melihat Yesus berdiri di situ, tetapi ia tidak tahu, bahwa itu adalah Yesus. Kata Yesus kepadanya: “Ibu, mengapa engkau menangis? Siapakah yang engkau cari?” Maria menyangka orang itu adalah penunggu taman, lalu berkata kepada-Nya: “Tuan, jikalau tuan yang mengambil Dia, katakanlah kepadaku, di mana tuan meletakkan Dia, supaya aku dapat mengambil-Nya.” Kata Yesus kepadanya: “Maria!” Maria berpaling dan berkata kepada-Nya dalam bahasa Ibrani: “Rabuni!”, artinya Guru.

Kita boleh saja memperkatakan iman sesuai dengan Firman Tuhan meskipun kenyataan hidup tidak demikian. Ingatlah bahwa ada kain  peluh sebagai “tanda” bahwa Yesus masih ada dan akan kembali bagi kita. Berapa banyak kita sekarang sedang menangis karena berbagai pergumulan hidup dan merasa Yesus meninggalkan kita? Ingat bahwa Tuhan tidak pernah meninggalkan kita, Ia akan segera kembali untuk memulihkan kita. Ketika Ia mengenal nama kita, itulah kunci dari surga (master key of our life). When God knows our name, it’s everything. It’s million of meaning: a greatest blessing of heaven.
Sukses adalah melibatkan diri kita dalam rencana Tuhan bukan melibatkan Tuhan dalam rencana kita. 

Yohanes 10:1-3  Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya siapa yang masuk ke dalam kandang domba dengan tidak melalui pintu, tetapi dengan memanjat tembok, ia adalah seorang pencuri dan seorang perampok; tetapi siapa yang masuk melalui pintu, ia adalah gembala domba. Untuk dia penjaga membuka pintu dan domba-domba mendengarkan suaranya dan ia memanggil domba-dombanya masing-masing menurut namanya dan menuntunnya ke luar.

2 Tawarikh 1:7-12  Pada malam itu juga Allah menampakkan diri kepada Salomo dan berfirman kepadanya: “Mintalah apa yang hendak Kuberikan kepadamu.” Berkatalah Salomo kepada Allah: “Engkaulah yang telah menunjukkan kasih setia-Mu yang besar kepada Daud, ayahku, dan telah mengangkat aku menjadi raja menggantikan dia. Maka sekarang, ya TUHAN Allah, tunjukkanlah keteguhan janji-Mu kepada Daud, ayahku, sebab Engkaulah yang telah mengangkat aku menjadi raja atas suatu bangsa yang banyaknya seperti debu tanah.  Berilah sekarang kepadaku hikmat dan pengertian, supaya aku dapat keluar dan masuk sebagai pemimpin bangsa ini, sebab siapakah yang dapat menghakimi umat-Mu yang besar ini?” Berfirmanlah Allah kepada Salomo: “Oleh karena itu yang kauingini dan engkau tidak meminta kekayaan, harta benda, kemuliaan atau nyawa pembencimu, dan juga tidak meminta umur panjang, tetapi sebaliknya engkau meminta kebijaksanaan dan pengertian untuk dapat menghakimi umat-Ku yang atasnya Aku telah merajakan engkau, maka kebijaksanaan dan pengertian itu diberikan kepadamu; selain itu Aku berikan kepadamu kekayaan, harta benda dan kemuliaan, sebagaimana belum pernah ada pada raja-raja sebelum engkau dan tidak akan ada pada raja-raja sesudah engkau.” 

Fokus kita yang utama adalah memiliki hikmat Tuhan untuk menggembalakan jiwa-jiwa, maka berkat kelimpahan akan mengikuti kita – bukan minta hikmat untuk mendapat kekayaan.

1 Tawarikh 14:2  Lalu tahulah Daud, bahwa TUHAN telah menegakkan dia sebagai raja atas Israel, sebab martabat pemerintahannya terangkat tinggi oleh karena Israel umat-Nya.

Black Spot (Noda Hitam)

1 Samuel 10:1, 6-7  Lalu Samuel mengambil buli-buli berisi minyak, dituangnyalah ke atas kepala Saul, diciumnyalah dia sambil berkata: “Bukankah TUHAN telah mengurapi engkau menjadi raja atas umat-Nya Israel? Engkau akan memegang tampuk pemerintahan atas umat TUHAN, dan engkau akan menyelamatkannya dari tangan musuh-musuh di sekitarnya. Inilah tandanya bagimu, bahwa TUHAN telah mengurapi engkau menjadi raja atas milik-Nya sendiri: Maka Roh TUHAN akan berkuasa atasmu; engkau akan kepenuhan bersama-sama dengan mereka dan berubah menjadi manusia lain. Apabila tanda-tanda ini terjadi kepadamu, lakukanlah apa saja yang didapat oleh tanganmu, sebab Allah menyertai engkau. >> Saul menjadi raja atas “pilihan Tuhan” bukan “undian”. Hendaklah kita menjadi “manusia baru” setelah diurapi Tuhan. Jangan meremehkan moment-moment bersama Tuhan.

1 Samuel 10:21-23  Sesudah itu disuruhnyalah suku Benyamin tampil ke muka menurut kaum keluarganya, maka didapati kaum keluarga Matri. Akhirnya disuruhnyalah kaum keluarga Matri tampil ke muka seorang demi seorang, maka didapati Saul bin Kish. Tetapi ketika ia dicari, ia tidak diketemukan. Sebab itu ditanyakan pulalah kepada TUHAN: “Apa orang itu juga datang ke mari?” TUHAN menjawab: “Sesungguhnya ia bersembunyi di antara barang-barang.” Berlarilah orang ke sana dan mengambilnya dari sana, dan ketika ia berdiri di tengah-tengah orang-orang sebangsanya, ternyata ia dari bahu ke atas lebih tinggi dari pada setiap orang sebangsanya. >> Saul memiliki “black spot”, yaitu bahunya lebih tinggi dari orang sebangsanya sehingga ia merasa rendah diri di hadapan orang banyak. Setiap black spot yang tidak diserahkan kepada Tuhan akan menghambat kehidupan kita sehingga tidak maksimal, padahal Tuhan menghendaki kita mengalami kemaksimalan hidup. Jika kita mau membereskan black spot tersebut dengan Tuhan, Ia sanggup mengubahkan kita menjadi manusia baru.

1 Samuel 10:24, 26-27  Dan Samuel berkata kepada seluruh bangsa itu: “Kamu lihatkah orang yang dipilih TUHAN itu? Sebab tidak ada seorang pun yang sama seperti dia di antara seluruh bangsa itu.” Lalu bersoraklah seluruh bangsa itu, demikian: “Hidup raja!” Saul pun pulang ke rumahnya, ke Gibea, dan bersama-sama dengan dia ikut pergi orang-orang gagah perkasa yang hatinya telah digerakkan Allah. Tetapi orang-orang dursila berkata: “Masakan orang ini dapat menyelamatkan kita!” Mereka menghina dia dan tidak membawa persembahan kepadanya. Tetapi ia pura-pura tuli.

Setiap orang memiliki “black spot”-nya masing-masing yang tidak ingin disinggung oleh orang lain sehingga ia menjadi rendah diri, cenderung minder dan memilih untuk menghidar dari banyak orang sebagai zona nyamannya. Jika black spot itu dibereskan dengan Tuhan, hidup kita pasti diubahkan dan apapun yang kita perbuat pasti berhasil.

Last Runner

Ibrani 11:39-40 (TB)  Dan mereka semua tidak memperoleh apa yang dijanjikan itu, sekalipun iman mereka telah memberikan kepada mereka suatu kesaksian yang baik. Sebab Allah telah menyediakan sesuatu yang lebih baik bagi kita; tanpa kita mereka tidak dapat sampai kepada kesempurnaan.
Hebrews 11:39-40 (AMP) And all of these, though they won divine approval by [means of] their faith, did not receive the fulfillment of what was promised, Because God had us in mind and had something better and greater in view for us, so that they [these heroes and heroines of faith] should not come to perfection apart from us [before we could join them].
Kita berada di akhir zaman dan berada di etape terakhir perjuangan iman. Kitalah penentu kesuksesan mereka karena kitalah pelari terakhir dalam estafet ini. Lalu, siapakah yang termasuk dalam golongan ‘view for us’ ini?
Ibrani 12:1 (TB)  Karena kita mempunyai banyak saksi, bagaikan awan yang mengelilingi kita, marilah kita menanggalkan semua beban dan dosa yang begitu merintangi kita, dan berlomba dengan tekun dalam perlombaan yang diwajibkan bagi kita.
Hebrews 12:1 (MSG) Do you see what this means—all these pioneers who blazed the way, all these veterans cheering us on? It means we’d better get on with it. Strip down, start running—and never quit! No extra spiritual fat, no parasitic sins.
Allah sudah menetapkan masing-masing perlombaan dalam kehidupan kita, meskipun kita mempunyai kehendak bebas, tetapi kita tak dapat memilih untuk tidak melakukan kewajiban ini. Tuhan tidak pernah meninggalkan kita, terkadang kita lemah tetapi bersyukurlah karena ‘para pendahulu’ kita selalu menyemangati kita. Jangan berada di luar lintasan perlombaan yang telah ditetapkan Tuhan bagi kita ataupun membuat lintasan perlombaan sendiri. Kita tak boleh santai lagi, start running and never quit!
No extra spiritual fat | Jangan kelebihan “lemak rohani” (semua berkat dinikmati sendiri), agar kita bisa berlari lebih cepat.
No parasitic sins | Jangan menjadi parasit: yang hanya mengambil buah berkat semata tetapi tidak memiliki kontribusi (menghasilkan buah dalam pelayanan). Jangan menjadi “beban Kerajaan Allah”, tetapi jadilah “aset bagi Kerajaan Allah” (berjasa dan memenangkan peperangan rohani).
Kita spesial, karena kita diberi kehormatan menjadi “pelari terakhir” dalam pertandingan iman, melanjutkan perjuangan para pahlawan-pahlawan iman sebelumnya (Ibrani 11). So, running fast and never quit! Win this championship of faith!

Damai Sejahtera Sebagai Embrio Kehidupan

Embrio adalah titik awal segala sesuatunya, baik itu kehidupan, mujizat, dll. Tidak pernah ada output (mujizat, berkat, kesuksesan)  jika tidak ada input (embrio).
Hakim-hakim 6:16-24  Berfirmanlah TUHAN kepadanya: “Tetapi Akulah yang menyertai engkau, sebab itu engkau akan memukul kalah orang Midian itu sampai habis.” Maka jawabnya kepada-Nya: “Jika sekiranya aku mendapat kasih karunia di mata-Mu, maka berikanlah kepadaku tanda, bahwa Engkau sendirilah yang berfirman kepadaku. Janganlah kiranya pergi dari sini, sampai aku datang kepada-Mu membawa persembahanku dan meletakkannya di hadapan-Mu.” Firman-Nya: “Aku akan tinggal, sampai engkau kembali.” Masuklah Gideon ke dalam, lalu mengolah seekor anak kambing dan roti yang tidak beragi dari seefa tepung; ditaruhnya daging itu ke dalam bakul dan kuahnya ke dalam periuk, dibawanya itu kepada-Nya ke bawah pohon tarbantin, lalu disuguhkannya. Berfirmanlah Malaikat Allah kepadanya: “Ambillah daging dan roti yang tidak beragi itu, letakkanlah ke atas batu ini, dan curahkan kuahnya.” Maka diperbuatnya demikian. Dan Malaikat TUHAN mengulurkan tongkat yang ada di tangan-Nya; dengan ujungnya disinggung-Nya daging dan roti itu; maka timbullah api dari batu itu dan memakan habis daging dan roti itu. Kemudian hilanglah Malaikat TUHAN dari pandangannya. Maka tahulah Gideon, bahwa itulah Malaikat TUHAN, lalu katanya: “Celakalah aku, Tuhanku ALLAH! sebab memang telah kulihat Malaikat TUHAN dengan berhadapan muka.” Tetapi berfirmanlah TUHAN kepadanya: “Selamatlah engkau! (Peace unto thee | KJV) Jangan takut, engkau tidak akan mati.” Lalu Gideon mendirikan mezbah di sana bagi TUHAN dan menamainya: TUHAN itu keselamatan (Jehovah-shalom | KJV). Mezbah itu masih ada sampai sekarang di Ofra, kota orang Abiezer.
Salam “Shalom-Shalom” berarti nothing is broken (yang di dalam tidak ada yang rusak), nothing is missing (yang di luar tidak ada yang hilang), karena semua dalam perlindungan Tuhan.
Damai sejahtera Ilahi memampukan kita mengalahkan iblis, ketika kita memiliki damai pasti kita memiliki kuasa. Roma 16:20  Semoga Allah, sumber damai sejahtera, (God of Peace | KJV) segera akan menghancurkan Iblis di bawah kakimu. Kasih karunia Yesus, Tuhan kita, menyertai kamu! Jangan anggap remeh damai sejahtera! Hal pertama yang iblis ambil dari kita ketika mengalami goncangan adalah damai sejahtera, karena damai sejahtera adalah embrio kehidupan kita.
Markus 4:35-37  Pada hari itu, waktu hari sudah petang, Yesus berkata kepada mereka: “Marilah kita bertolak ke seberang. (Gerasa: stranger drawing near)” Mereka meninggalkan orang banyak itu lalu bertolak dan membawa Yesus beserta dengan mereka dalam perahu di mana Yesus telah duduk dan perahu-perahu lain juga menyertai Dia. Lalu mengamuklah taufan yang sangat dahsyat dan ombak menyembur masuk ke dalam perahu, sehingga perahu itu mulai penuh dengan air.
Berdasarkan ayat tersebut, jelas bahwa ketika kita ingin melakukan kebenaran Firman Tuhan, iblis tidak tinggal diam dan berusaha menggagalkannya.
Markus 4:38  Pada waktu itu Yesus sedang tidur di buritan di sebuah tilam. Maka murid-murid-Nya membangunkan Dia dan berkata kepada-Nya: “Guru, Engkau tidak perduli kalau kita binasa?” Tuhan Yesus tenang menghadapi goncangan karena Ia memiliki damai sejahtera Ilahi di hati-Nya. Kita akan mampu menghadapi goncangan ketika kita senantiasa memiliki damai sejahtera dalam hadirat Tuhan.
Yohanes 14:27 Damai sejahtera Kutinggalkan bagimu. Damai sejahtera-Ku Kuberikan kepadamu, dan apa yang Kuberikan tidak seperti yang diberikan oleh dunia kepadamu. Janganlah gelisah dan gentar hatimu.
John 14:27 (AMP) Peace I leave with you; My [own] peace I now give {and} bequeath to you. Not as the world gives do I give to you. Do not let your hearts be troubled, neither let them be afraid. [Stop allowing yourselves to be agitated and disturbed; and do not permit yourselves to be fearful and intimidated and cowardly and unsettled.]
Damai sejahtera berarti memiliki hubungan baik dengan Tuhan dan sesama, selain itu damai sejahtera Ilahi membuat kita yakin dalam mengambil setiap keputusan hidup. Tidak ada Allah lain seperti Tuhan Yesus!
Sudahkah kau miliki damai di hatimu? Sudahkah kau miliki sukacita di hatimu? Hanya Yesus yang sanggup memberikan semua itu. Jadikanlah Dia Raja di hidupmu.

The Kingdom Attitude

Shalom!
Mazmur 69:32 berkata “Lihatlah, hai orang-orang yang rendah hati, dan bersukacitalah; kamu yang mencari Allah, biarlah hatimu hidup kembali!” Attitude determines altitude. Keberhasilan hidup kita di masa depan ditentukan oleh sikap hati yang benar. “Jagalah hatimu dengan segala kewaspadaan, karena dari situlah terpancar kehidupan.” (Amsal 4:23) Prinsip Kerajaan Surga berbicara tentang bagaimana keadaan dalam diri (inside) mempengaruhi keadaan luar diri (outside).
Kadangkala kita memang hidup bahkan melayani Tuhan namun hati kita ‘mati’. Hal tersebut ditandai dengan ketidakpedulian kita terhadap keselamatan orang lain, hubungan yang tidak baik dengan sesama, tak lagi merasakan hadirat Tuhan dan hanya melakukan kewajiban sebagai rutinitas semata tanpa gairah untuk menyenangkan Tuhan namun hanya sebagai ‘self-service’. Jadi, banyaknya aktivitas kita tidak menjamin bahwa hati kita ‘hidup’ bahkan segala aktivitas tersebut hanyalah ‘topeng’ yang menutupi ‘kematian hati’ kita. Ketika hati kita ‘hidup’, apapun yang kita lakukan bagi Tuhan pasti maksimal.
Hati yang hidup akan bersukacita untuk memenangkan jiwa sebagai ucapan syukur kepada Tuhan yang telah menyelamatkan jiwanya terlebih dahulu. Hati yang hidup pasti memiliki hati yang berbelaskasihan kepada jiwa-jiwa yang terhilang.
2 Raja-Raja 7:3 berkata “Empat orang yang sakit kusta ada di depan pintu gerbang. Berkatalah yang seorang kepada yang lain: “Mengapakah kita duduk-duduk di sini sampai mati? Jika kita berkata: Baiklah kita masuk ke kota, padahal dalam kota ada kelaparan, kita akan mati di sana. Dan jika kita tinggal di sini, kita akan mati juga. Jadi sekarang, marilah kita menyeberang ke perkemahan tentara Aram. Jika mereka membiarkan kita hidup, kita akan hidup, dan jika mereka mematikan kita, kita akan mati.” Lalu pada waktu senja bangkitlah mereka masuk ke tempat perkemahan orang Aram. Tetapi ketika mereka sampai ke pinggir tempat perkemahan orang Aram itu, tampaklah tidak ada orang di sana. Sebab TUHAN telah membuat tentara Aram itu mendengar bunyi kereta, bunyi kuda, bunyi tentara yang besar, sehingga berkatalah yang seorang kepada yang lain: “Sesungguhnya raja Israel telah mengupah raja-raja orang Het dan raja-raja orang Misraim melawan kita, supaya mereka menyerang kita.” Karena itu bangkitlah mereka melarikan diri pada waktu senja dengan meninggalkan kemah dan kuda dan keledai mereka serta tempat perkemahan itu dengan begitu saja; mereka melarikan diri menyelamatkan nyawanya. Lalu pergilah mereka menyusul orang-orang itu sampai ke sungai Yordan, dan tampaklah seluruh jalan itu penuh dengan pakaian dan perkakas yang dilemparkan oleh orang Aram pada waktu mereka lari terburu-buru. Kemudian pulanglah suruhan-suruhan itu dan menceritakan hal itu kepada raja. Maka keluarlah penduduk kota itu menjarah tempat perkemahan orang Aram. Karena itu sesukat tepung yang terbaik berharga sesyikal dan dua sukat jelai berharga sesyikal, sesuai dengan firman TUHAN.” Orang kusta di zaman itu adalah orang yang hidup terkucil dan mendapat makanan hanya dari belas kasihan orang lain yang sehat. Namun menarik sekali sikap hati dari orang-orang kusta di ayat tersebut, yaitu hati yang hidup sehingga sebuah bangsa diselamatkan oleh orang-orang yang dikucilkan bangsanya sendiri bahkan hidup orang-orang kusta tersebut dipulihkan secara sempurna (2 Raja-Raja 8:4-5).