Coming Great & Terrible Day of The Lord (Datanglah Hari Tuhan Yang Besar dan Mengerikan)

Tahun 2017 adalah “Tahun Mujizat Penuaian”, ini artinya:

  1. Akan ada banyak mujizat yang menghasilkan penuaian jiwa
  2. Kita akan menerima berkat Tuhan melalui berbagai mujizat
  3. Kita akan menuai penuaian mujizat
  4. Kita akan menuai untuk apa yang telah kita tabur secara mujizat
  5. Murka Allah: penghukuman bagi dunia tapi pemurnian bagi gereja-Nya

Kita harus banyak membaca kitab Wahyu. Perhatikan bahwa nyanyian-nyanyian di kitab Wahyu mengumandangkan pemerintahan Allah dinyatakan di muka bumi.

Kita sebagai watchmen (penjaga), harus memperingatkan orang lain akan murka Tuhan agar mereka cepat bertobat dan diselamatkan. Kalau tidak, kitalah yang akan menanggung hukumannya.

Kisah Para Rasul 2:19-21 Dan Aku akan mengadakan mujizat-mujizat di atas, di langit dan tanda-tanda di bawah, di bumi: darah dan api dan gumpalan-gumpalan asap. Matahari akan berubah menjadi gelap gulita dan bulan menjadi darah sebelum datangnya hari Tuhan, hari yang besar dan mulia itu. Dan barangsiapa yang berseru kepada nama Tuhan akan diselamatkan.

Penuaian akan terjadi ketika lalang dan gandum sama-sama “matang”. Sebagai penjaga, kita harus mengerti tentang waktu Tuhan dengan memperhatikan tanda-tanda zaman di langit dan di bumi. 

THE GREAT TRIBULATION

Yohanes 16:33 Semuanya itu Kukatakan kepadamu, supaya kamu beroleh damai sejahtera dalam Aku. Dalam dunia kamu menderita penganiayaan (tribulation), tetapi kuatkanlah hatimu, Aku telah mengalahkan dunia.”

Penganiayaan adalah “makanan sehari-hari” orang Kristen sejati sejak zaman dulu hingga kini, sampai Tuhan Yesus datang kelak. Rapture bukan cara untuk melarikan diri dari penganiayaan, melainkan karena tugas kita sudah selesai di bumi.

Beberapa tafsiran menafsirkan bahwa 2 orang saksi Tuhan yang akan muncul dalam masa tribulasi adalah Henokh & Elia yang dikirim lagi ke bumi (sebab mereka rapture sebelum meninggal untuk dipersiapkan Tuhan bagi masa tribulasi). Mereka akan mengadakan pelayanan penghukuman di bumi, bukan pelayanan kebaikan.

2 Timotius 3:12 Memang setiap orang yang mau hidup beribadah di dalam Kristus Yesus akan menderita aniaya (persecuted),

Masa kesusahan besar selama 7 tahun kelak memang sangat sulit, tetapi kita tak perlu menunggu masa tersebut untuk mengalami aniaya karena sekarang pun anak-anak Tuhan banyak mengalami aniaya-aniaya dalam berbagai hal ketika “menentang paradigma dunia”.

Kata “hari Tuhan” tercatat sebanyak 24 kali di Alkitab. Contoh:

  • Amos 5:18-20  Celakalah mereka yang menginginkan hari TUHAN! Apakah gunanya hari TUHAN itu bagimu? Hari itu kegelapan, bukan terang! Seperti seseorang yang lari terhadap singa, seekor beruang mendatangi dia, dan ketika ia sampai ke rumah, bertopang dengan tangannya ke dinding, seekor ular memagut dia! Bukankah hari TUHAN itu kegelapan dan bukan terang, kelam kabut dan tidak bercahaya? 
  • Zefanya 1:14-18 Sudah dekat hari TUHAN yang hebat itu, sudah dekat dan datang dengan cepat sekali! Dengar, hari TUHAN pahit, pahlawan pun akan menangis. Hari kegemasan hari itu, hari kesusahan dan kesulitan, hari kemusnahan dan pemusnahan, hari kegelapan dan kesuraman, hari berawan dan kelam, hari peniupan sangkakala dan pekik tempur terhadap kota-kota yang berkubu dan terhadap menara penjuru yang tinggi. Aku akan menyusahkan manusia, sehingga mereka berjalan seperti orang buta [=kita akan bingung/tidak tahu apa yang terjadi jika kita tidak intim dengan Tuhan], sebab mereka telah berdosa kepada TUHAN. Darah mereka akan tercurah seperti debu dan usus mereka seperti tahi. Mereka tidak dapat diselamatkan oleh perak atau emas mereka pada hari kegemasan TUHAN, dan seluruh bumi akan dimakan habis oleh api cemburu-Nya; sebab kebinasaan, malah kebinasaan dahsyat diadakan-Nya terhadap segenap penduduk bumi.

Ada pintu penuaian yang dahsyat sedang terbuka di Indonesia, kita harus deklarasikan agar kehendak Tuhan yang jadi!

Hari Tuhan adalah hari penghakiman (berdasarkan ensiklopedia), maka kita harus menuai besar-besaran sebelum hari itu terjadi. Jika tidak segera bertobat, maka kita akan dipaksa untuk menerima cap Antikris.

Wahyu 1:10, 12-13 Pada hari Tuhan aku dikuasai oleh Roh dan aku mendengar dari belakangku suatu suara yang nyaring, seperti bunyi sangkakala, Lalu aku berpaling untuk melihat suara yang berbicara kepadaku. Dan setelah aku berpaling, tampaklah kepadaku tujuh kaki dian dari emas. Dan di tengah-tengah kaki dian itu ada seorang serupa Anak Manusia, berpakaian jubah yang panjangnya sampai di kaki, dan dadanya berlilitkan ikat pinggang dari emas.

Yang bisa meniup sangkakala adalah manusia (imam), malaikat, dan Tuhan. Hanya saja, manusia dan malaikat memerlukan instrument, tetapi Tuhan tidak memerlukannya, inilah yang disebut nafiri Allah.

KITAB WAHYU

  • Pasal 1-3 berbicara tentang gereja Tuhan di akhir zaman.
  • Pasal 4-5 & 14-15 berbicara tentang surga.
  • Pasal 6-10 berbicara tentang masa tribulasi [pasal 6 tentang 7 meterai penghakiman, pasal 8 tentang 7 sangkakala penghakiman].
  • Pasal 11-13 berbicara tentang mid-tribulasi.
  • Pasal 16-19 berbicara tentang masa kesusahan besar (great tribulation). Pasal 16 tentang 7 cawan murka Allah, pasal 19 tentang second coming (kedatangan Tuhan yang kedua).
  • Pasal 20 berbicara tentang Kerajaan 1000 tahun.
  • Pasal 21-22 berbicara tentang kekekalan

Antikris adalah penengah antara Israel dan bangsa yang bertentangan dengan Israel. Ia datang membawa damai tapi akhirnya memunculkan kejahatannya. Hari Tuhan akan datang seperti wanita yang sakit bersalin, bersiaplah!

Matius 24:6-8 Kamu akan mendengar deru perang atau kabar-kabar tentang perang. Namun berawas-awaslah jangan kamu gelisah; sebab semuanya itu harus terjadi, tetapi itu belum kesudahannya. Sebab bangsa akan bangkit melawan bangsa, dan kerajaan melawan kerajaan. Akan ada kelaparan dan gempa bumi di berbagai tempat. Akan tetapi semuanya itu barulah permulaan penderitaan menjelang zaman baru.

Seluruh dunia akan mengalami transformasi total ketika Yesus memerintah atas segala bangsa di bumi. Fokus kita sekarang adalah penuaian jiwa dan mengabarkan Injil ke seluruh bumi.

Advertisements

Rosh Hashanah

Shalom!

Di akhir zaman ini Tuhan banyak mewahyukan Firman-Nya melalui ‘bahasa sandi’ dan hanya orang yang peka mendengar suara-Nya sajalah yang mampu mengetahui tanda-tanda zaman. Hal ini akan memisahkan orang-orang yang takut akan Tuhan dan yang tidak.

Salah satu ‘sandi’ di akhir zaman adalah tentang kedatangan Tuhan Yesus yang kedua kelak, yaitu di mana tidak ada seorang pun yang mengetahui kapan saatnya. Berikut adalah beberapa rahasia tersembunyi dalam Rosh Hashanah (Hari yang tidak diketahui kapan saatnya tiba), yaitu:

ü  Hari atau saat yang tidak diketahui orang/pencuri di malam hari

ü  Hari persembunyian/bulan baru

ü  Hari peniupan sangkakala (Yom Teruah)

  • Sangkakala terakhir
  • Sangkakala kebangkitan

ü  Hari kesusahan Yakub (permulaan 10 hari pertobatan)

ü  Hari pembukaan gerbang, pembukaan buku, hari penghukuman

ü  Hari penobatan raja

ü  Hari pernikahan Messias dengan mempelai wanita-Nya

Apakah Tuhan tidak mau memberitahu saat kedatangan-Nya? Matius 25:13 berkata “Karena itu, berjaga-jagalah, sebab kamu tidak tahu akan hari maupun akan saatnya.” Matius 24:36 pun berkata “Tetapi tentang hari dan saat itu tidak seorangpun yang tahu, malaikat-malaikat di sorga tidak, dan Anakpun tidak, hanya Bapa sendiri.” Dalam tradisi Yahudi, ayat tersebut diartikan sebagai ‘hari pernikahan’ dan ‘hari yang tidak diketahui kapan saatnya’. Berdasarkan hal tersebut, setiap anak keturunan Yahudi yang ingin menikah harus mendapat persetujuan ayahnya akan kapan saatnya akan menikah. Tentunya sang ayah tidak akan mendadak memberitahu tepat disaat hari pernikahan yang ia kehendaki bagi anaknya tetapi ia akan mempersiapkan anaknya untuk menyambut hari pernikahan tersebut. Jadi, Tuhan sebenarnya sangat menginginkan kita untuk mengetahui hari pernikahan tersebut melalui tanda-tanda yang telah terjadi akhir-akhir ini.

Matius 25:10-13 berkata “Akan tetapi, waktu mereka sedang pergi untuk membelinya, datanglah mempelai itu dan mereka yang telah siap sedia masuk bersama-sama dengan dia ke ruang perjamuan kawin, lalu pintu ditutup. Kemudian datang juga gadis-gadis yang lain itu dan berkata: Tuan, tuan, bukakanlah kami pintu! Tetapi ia menjawab: Aku berkata kepadamu, sesungguhnya aku tidak mengenal kamu. Karena itu, berjaga-jagalah, sebab kamu tidak tahu akan hari maupun akan saatnya.”” Dari perumpamaan tentang sepuluh gadis ini (lima bijaksana & lima bodoh), jelas bahwa di tahun Ayin Dalet ini ‘pintu Tuhan’ terbuka hanya untuk beberapa saat saja maka kita harus selalu berjaga-jaga untuk selalu siap sedia masuk dalam momentumnya Tuhan agar kita tidak menyesal ketika ‘pintu Tuhan’ tersebut sudah ditutup. Kesepuluh gadis ini adalah orang-orang yang tahu bahwa ‘pintu terbuka’ tetapi mereka yang berjaga-jagalah yang dapat masuk ketika ‘pintu terbuka’ sebab mereka mengenal Tuhan.

Matius 24:37 berkata “Sebab sebagaimana halnya pada zaman Nuh, demikian pula halnya kelak pada kedatangan Anak Manusia. “Sebab sesungguhnya Aku akan mendatangkan air bah meliputi bumi untuk memusnahkan segala yang hidup dan bernyawa di kolong langit; segala yang ada di bumi akan mati binasa. Tetapi dengan engkau Aku akan mengadakan perjanjian-Ku, dan engkau akan masuk ke dalam bahtera itu: engkau bersama-sama dengan anak-anakmu dan isterimu dan isteri anak-anakmu.” (Kejadian 6:17-18) Mengapa ketika itu seperti hanya Nuh saja yang tahu akan rencana besar Allah? Karena Nuh bergaul karib dengan Tuhan sehingga ia mendengar suara Tuhan, Nuh berkenan kepada Tuhan sebab ia hidup menyenangkan Tuhan (Kejadian 6:8-9). Dari ayat tersebut, kita mengetahui bahwa Tuhan memberitahu dengan detail kapan terjadinya air bah tersebut dan bagaimana menghadapinya. Jadi jelaslah bahwa tidak semua orang tahu kapan kedatangan-Nya tetapi hanya kepada beberapa orang yang hidupnya berkenan kepada-Nya sajalah yang akan diberitahu mengenai hari tersebut. “Sebab tujuh hari lagi Aku akan menurunkan hujan ke atas bumi empat puluh hari empat puluh malam lamanya, dan Aku akan menghapuskan dari muka bumi segala yang ada, yang Kujadikan itu.” (Kejadian 7:4)

Janji Yang Unik

“Siapa bertelinga, hendaklah ia mendengarkan apa yang dikatakan Roh kepada jemaat-jemaat”

Shalom!

Di tahun Ayin Dalet ini pintu-pintu surga sedang terbukan bagi kita, namun pintu-pintu tersebut hanya terbuka sesuai momentnya Tuhan. Maka hendaklah kita menjadi umat yang bijaksana yang bersiap-siap untuk memasuki pintu Tuhan tersebut agar kita tidak terlambat masuk ketika pintu tersebut sudah ditutup (salah momentum). Jika kita tidak hidup seturut kedatangan Tuhan yang keduakalinya kelak, maka kita akan salah melangkah karena tidak fokus kepada tujuan akhir  hidup kita, karenanya sangat penting bagi kita untuk mendengar suara Tuhan.

Wahyu 1:3 berkata “Berbahagialah ia yang membacakan dan mereka yang mendengarkan kata-kata nubuat ini, dan yang menuruti apa yang ada tertulis di dalamnya, sebab waktunya sudah dekat.” Kalimat ‘sebab waktunya sudah dekat’ mengarah kepada masa pemerintahan Tuhan akan segera digenapi. Berdasarkan ayat tersebut, mendengar suara Tuhan dikokohkan dengan tindakan membacakan dan menuruti Firman Tuhan.

Tuhan berbicara kepada setiap orang dengan cara yang berbeda dan unik sesuai dengan kepribadian masing-masing orang. Firman Tuhan tidak selalu nyaman bagi daging kita namun percayalah bahwa itulah cara terbaik Tuhan untuk membentuk kita menjadi pribadi yang layak masuk surga karena jika kita enggan menurutinya dan hidup semau kita maka kita sedang berjalan menuju neraka. Karenanya, mendengar suara Tuhan adalah suatu persiapan yang penting menjelang kedatangan-Nya kelak sebab Tuhan tidak menghendaki umat-Nya binasa.

Wahyu 1:4.5 berkata “Dari Yohanes kepada ketujuh jemaat yang di Asia Kecil: Kasih karunia dan damai sejahtera menyertai kamu, dari Dia, yang ada dan yang sudah ada dan yang akan datang, dan dari ketujuh roh [maksudnya adalah Roh Kudus dengan segala kesempurnaan-Nya] yang ada di hadapan takhta-Nya, dan dari Yesus Kristus, Saksi yang setia, yang pertama bangkit dari antara orang mati dan yang berkuasa atas raja-raja bumi ini. Bagi Dia, yang mengasihi kita dan yang telah melepaskan kita dari dosa kita oleh darah-Nya”

Be open-minded. Tuhan berbicara kepada semua gereja dan pemulihan yang seutuhnya ialah ketika kita masuk dalam unity antar gereja. Setiap gereja mengikuti rancangan khusus dari Tuhan, karenanya suara Tuhan bagi setiap gereja adalah suatu hal yang membangun gereja yang lain juga bukannya untuk saling menjatuhkan. Menangkap suara Tuhan secara utuh, detail dan benar lahir dari pengenalan akan Tuhan (keintiman), yaitu sebagai Allah Bapa, Putra dan Roh Kudus. Sesuatu yang kita rasa adalah suara Tuhan harus dikonfirmasi dengan kebenaran Alkitab agar tidak salah interpretasi; jika hal tersebut benar suara Tuhan maka tidak mungkin bertentangan sebab Allah Bapa, Putra dan Roh Kudus adalah satu kesatuan yang tidak saling bertentangan.

Kitab Wahyu adalah kitab pewahyuan di akhir zaman di mana Tuhan  banyak menyebutkan angka 7 yang merujuk kepada ‘kesempurnaan’, karenanya suara Tuhan di kitab Wahyu pun adalah tuntunan Tuhan yang lengkap bagi kita untuk hadapi hari-hari terakhir di ‘musim kesempurnaan’ ini. Kasih mula-mula kepada Tuhan adalah hal yang sangat esensial dalam kehidupan kita; itulah yang membuat kita mengalami hadirat Tuhan dan tetap hidup. Allah berdaulat atas seluruh kehidupan kita, Tuhan yang selalu memegang kendali hidup kita karenanya diperlukan kerendahan hati untuk bersedia mendengar suara Tuhan (dituntun) dan melakukannya.

Berkat Tahun Baru Yahudi (Rosh Hashanah)

Shalom!

Tanggal 4 September 2013 kita akan memasuki tahun Ayin Daleth. Mengapa kita menggunakan kalender Ibrani? Karena kalender tersebut adalah ketetapan masa-masa yang diwahyukan Tuhan kepada bangsa Israel bagi umat manusia.

7 berkat tersembunyi dibalik perayaan tahun baru Yahudi, yaitu:

  1. Hari yang tidak diketahui orang/seperti pencuri malam hari
  2. Hari persembunyian/bulan baru – hari berbulan madu
  3. Hari peniupan sangkakala (terakhir dan kebangkitan)
  4. Hari kesusahan Yakub (permulaan 10 hari pertobatan)
  5. Hari pembukaan gerbang, pembukaan buku, hari penghukuman
  6. Hari penobatan raja
  7. Hari pernikahan Mesias

Hari raya tahun baru Yahudi (rosh Hashanah) berlangsung pada bulan Tishri. Rosh Hashanah disebut juga dengan istilah hari yang tersembunyi, hari persembunyian atau hari raya bulan baru. “Tiuplah sangkakala pada bulan baru, pada bulan purnama, pada hari raya kita.” (Mazmur 81:4)

Tiga tema utama dalam perayaan bulan baru adalah tema-tema yang Tuhan sediakan bagi kita di masa depan, yaitu:

  1. Kebangkitan orang benar karena hanya orang benar yang mengalami kuasa penebusan Yesus (Wahyu 20:6)
  2. Pelantikan Sang Raja, yaitu dimana semua umat manusia mengakui bahwa Yesus adalah Tuhan (Wahyu 19:11-16)
  3. Pernikahan Sang Raja dengan mempelai wanita-Nya (Wahyu 19:7-9)

Yesaya 26:19-21 berkata “Ya, TUHAN, orang-orang-Mu yang mati akan hidup pula, mayat-mayat mereka akan bangkit pula. Hai orang-orang yang sudah dikubur di dalam tanah bangkitlah dan bersorak-sorai! Sebab embun TUHAN ialah embun terang, dan bumi akan melahirkan arwah kembali. Mari bangsaku, masuklah ke dalam kamarmu, tutuplah pintumu sesudah engkau masuk, bersembunyilah barang sesaat lamanya, sampai amarah itu berlalu. Sebab sesungguhnya, TUHAN mau keluar dari tempat-Nya untuk menghukum penduduk bumi karena kesalahannya, dan bumi tidak lagi menyembunyikan darah yang tertumpah di atasnya, tidak lagi menutupi orang-orang yang mati terbunuh di sana.”

Hari-hari ke depan akan terjadi masa yang sukar di bumi, yaitu penghukuman dari Tuhan bagi orang-orang yang telah menolaknya sedangkan bersamaan dengan waktu tersebut akan berlangsung perjamuan kawin Anak Domba di surga. Jadi, berdasarkan waktu Tuhan maka pengangkatan (rapture) akan terjadi sebelum 7 tahun masa kesukaran besar. “… Aku menentukan bagimu satu hari untuk satu tahun.” (Yehezkiel 4:6)

Definisi dari rapture (Yunani: harpadzo), yaitu:

  1. Terangkat ke atas (1 Tesalonika 4:16-17)
  2. Ditarik secara paksa/direbut dari bahaya (Yohanes 10:27-29)
  3. Dikumpulkan menjadi satu – mempelai Kristus adalah sebuah kesatuan yang tidak terpisah (Efesus 1:9-10)

Jadilah mempelai Kristus yang hidup bijaksana untuk menyambut kedatangan-Nya yang kedua kelak! Kehidupan kekal bersama Kristus adalah upah bagi orang benar yang setia mengikuti-Nya. “Karena engkau menuruti firman-Ku, untuk tekun menantikan Aku, maka Akupun akan melindungi engkau dari hari pencobaan yang akan datang atas seluruh dunia untuk mencobai mereka yang diam di bumi.” (Wahyu 3:10)

Perjamuan Kawin

Matius 25:6

Waktu tengah malam terdengarlah suara orang berseru: Mempelai datang! Songsonglah dia!”

Shalom!

Kalender Yahudi adalah kalender yang Tuhan wahyukan kepada Musa bukan kalender hasil perhitungan manusia. Untuk mengerti ayat di atas mengenai ‘waktu tengah malam’, kita harus mengerti tentang kalender Tuhan dan bahasa pernikahan orang Yahudi. Kejadian 2:18,23 berkata “TUHAN Allah berfirman: “Tidak baik, kalau manusia itu seorang diri saja. Aku akan menjadikan penolong baginya, yang sepadan dengan dia.” Lalu berkatalah manusia itu: “Inilah dia, tulang dari tulangku dan daging dari dagingku. Ia akan dinamai perempuan, sebab ia diambil dari laki-laki.””

Dalam Wahyu 22:17, kita disebut sebagai ‘pengantin perempuan’ karena kita akan masuk dalam perjamuan kawin bukan sebagai ‘gereja’ karena kata gereja menggunakan kata ‘eklesia’ yang berarti keluar dari kegelapan menuju terang. Pernikahan adalah penyatuan secara total. Sesungguhnya hubungan kita dengan Tuhan adalah hubungan pernikahan dimana kita siap melebur menjadi satu dengan Kristus. Dalam sebuah hubungan pernikahan kedua belah pihak saling melayani, bukannya saling mendominasi.

Hosea 2:18-19 berkata “Aku akan menjadikan engkau isteri-Ku untuk selama-lamanya dan Aku akan menjadikan engkau isteri-Ku dalam keadilan dan kebenaran, dalam kasih setia dan kasih sayang. Aku akan menjadikan engkau isteri-Ku dalam kesetiaan, sehingga engkau akan mengenal TUHAN.”

Maksud Tuhan memanggil kita untuk melayani-Nya adalah memiliki hubungan yang intim dengan-Nya selamanya, bukan sekedar masuk surga. Ketika kita mengerti bahwa Tuhan sedang mempersiapkan sesuatu yang dahsyat bagi kita, maka kita akan merelakan diri untuk dibentuk oleh Tuhan. Perlu proses peleburan untuk naik level dari seorang jemaat menjadi seorang mempelai Kristus, karena kita akan memiliki otoritas Kerajaan Allah ketika kita menjadi mempelai-Nya. Berbahagialah kita karena Tuhan semesta alam yang begitu besar dan dahsyat begitu mengasihi kita dan bersedia memilih kita menjadi mempelai-Nya.

Pernikahan Yahudi dilakukan dalam dua tahap, yaitu pertunangan (janji nikah telah disahkan namun belum diperkenankan untuk tinggal bersama) dan pernikahan (penggenapan pernikahan dalam sebuah rumah tangga). Kematian Yesus di kayu salib adalah harga yang harus Ia bayar untuk menebus mempelai-Nya karena mempelai-Nya itu harus hidup dan kudus. Perhatikanlah bahwa di luar Tuhan kita tidak dapat berbuat apa-apa, kesuksesan yang diraih tanpa Tuhan hanya kesia-siaan belaka karena kita hanya akan terlihat sebagai seorang mempelai yang ‘mati’. Kita ditebus untuk dimuliakan sebagai mempelai-Nya.

Pernikahan yang indah akan terwujud jika kita menikah di bawah tudung Tuhan. Perjamuan Kudus adalah pengingat bahwa kita ini telah menjadi milik Kristus yang telah membayar mahal ‘mahar pernikahan’ kita sehingga kita harus setia sampai akhir kepada-Nya dengan hidup sebagai mempelai wanita yang berjaga-jaga menyambut kedatangan-Nya. Inilah maknanya “Kekasihku kepunyaanku, dan aku kepunyaan dia” (Kidung Agung 2:16a) yaitu bahwa kita akan menjadi mempelai Kristus selama-lamanya kelak.

Kalender Tuhan

Daniel 7:24-25

“Kesepuluh tanduk itu ialah kesepuluh raja yang muncul dari kerajaan itu. Sesudah mereka, akan muncul seorang raja; dia berbeda dengan raja-raja yang dahulu dan akan merendahkan tiga raja. Ia akan mengucapkan perkataan yang menentang Yang Mahatinggi, dan akan menganiaya orang-orang kudus milik Yang Mahatinggi; ia berusaha untuk mengubah waktu dan hukum, dan mereka akan diserahkan ke dalam tangannya selama satu masa dan dua masa dan setengah masa.”

Shalom!

Daniel menubuatkan bahwa pada hari terakhir akan ada seorang pemimpin global yang memimpin seluruh dunia yaitu seorang penghujat Tuhan dan penganiaya umat Tuhan dengan mengubah waktu dan hukum. Kita tahu bahwa segala sesuatu indah pada waktunya dan kita pun akan diberkati jika kita taat akan hukum Allah. Hal ini berbanding terbalik dengan cara kerja iblis, yaitu ia berusaha mengubah waktu dan hukum Tuhan sehingga semakin banyak umat manusia yang sesat dan dibinasakan.

Iblis hendak membutakan umat Tuhan dari kebenaran Firman Tuhan melalui ‘tiruan tritinas’. Pada akhir zaman, akan ada penyatuan trinitas satanic yaitu naga tua, antikris dan nabi palsu. Nabi palsu merupakan tiruan ‘Yohanes pembabtis’ yang mengajarkan penyesatan bagi umat manusia.

Kalender Tuhan adalah kalender yang diwahyukan Tuhan sendiri kepada umat-Nya sedangkan kalender internasional diciptakan oleh manusia. Imamat 23:1-2 berkata TUHAN berfirman kepada Musa: “Berbicaralah kepada orang Israel dan katakan kepada mereka: Hari-hari raya yang ditetapkan TUHAN yang harus kamu maklumkan sebagai waktu pertemuan kudus, …” Dalam bahasa Ibrani kata ‘hari raya’ (moed) berarti waktu yang telah ditetapkan bagi hidup kita, sedangkan kata ‘pertemuan’ (miqra) berarti geladi resik. Perhatikan bahwa Tuhan mewahyukan kalender-Nya kepada bangsa Yahudi, maka kita pun harus mengerti pewahyuan akhir zaman berdasarkan kalender Yahudi (kalender lunar-solar).

Tuhan menggenapi kalender-Nya dalam hidup manusia berdasarkan waktu-waktu berikut:

  1. Bulan Nisan (paskah/kematian Tuhan Yesus, perayaan roti tidak beragi, buah sulung/kebangkitan Tuhan Yesus) menandakan kedatangan Tuhan yang pertama untuk membebaskan umat manusia dari dosa.
  2. Bulan Sivan (pentakosta) adalah masa-masa dimana Roh Kudus berkarya selama kehidupan kita.
  3. Bulan Tishri (peniupan sangkakala/Yesus menjemput mempelai-Nya, hari raya pendamaian/Yesus datang bersama mempelai-Nya dan hari raya pondok daun/Yesus memerintah dalam kerajaan 1000 tahun damai) menandakan keadaan akhir zaman.

Ketika kita mengerti masa-masa yang telah ditetapkan sesuai dengan kalender Tuhan, maka kita tidak akan bingung dengan waktu-Nya Tuhan dan melihat betapa besar karya-Nya dalam hidup kita sesuai waktu yang telah ditetapkan-Nya sebab Tuhan menetapkan kalender-Nya untuk memberkati kita sedangkan iblis berusaha mengubahnya agar kehidupan kita tidak diberkati.

1 Korintus 5:7-8 berkata “Buanglah ragi yang lama itu, supaya kamu menjadi adonan yang baru, sebab kamu memang tidak beragi. Sebab anak domba Paskah kita juga telah disembelih, yaitu Kristus. Karena itu marilah kita berpesta, bukan dengan ragi yang lama, bukan pula dengan ragi keburukan dan kejahatan, tetapi dengan roti yang tidak beragi, yaitu kemurnian dan kebenaran. Beberapa ayat dalam Alkitab menghubungkan akhir zaman dengan hari raya. Maksud dari hari raya roti tidak beragi yaitu sebuah tindakan profetik untuk melepaskan dosa (ragi) dari hidup kita melalui kemurnian dan kebenaran. Marilah kita menyambut kedatangan-Nya dengan menjadi mempelai wanita yang bijaksana!

Kehidupan Yesus

Shalom!

Mungkinkah kita bisa hidup seperti Kristus telah hidup? Tentu bisa. Semua perintah Tuhan yang tertulis di Akitab bukan hal yang mustahil untuk kita lakukan karena kita memiliki Roh Kudus di dalam diri kita yang memampukan kita untuk melakukan kehendak Bapa.

Bagaimana Yesus telah hidup?

  1. Hidup-Nya diisi dengan perbuatan baik dan belas kasihan. “Demikianlah Yesus berkeliling ke semua kota dan desa; Ia mengajar dalam rumah-rumah ibadat dan memberitakan Injil Kerajaan Sorga serta melenyapkan segala penyakit dan kelemahan. Melihat orang banyak itu, tergeraklah hati Yesus oleh belas kasihan kepada mereka, karena mereka lelah dan terlantar seperti domba yang tidak bergembala.” (Matius 9:35-36) Berdasarkan Matius 25:31-46 kita mengerti bahwa pada saat kedatangan Tuhan Yesus kelak, Ia akan memisahkan domba dan kambing. Perbedaan antara domba dan kambing ini adalah dalam melakukan perbuatan baik dan tidak baik, dimana ‘domba’ adalah mereka yang melakukan perbuatan baik dan mendapat bagian dalam Kerajaan Surga sedangkan ‘kambing’ adalah mereka yang tidak melakukan perbuatan baik sehingga mereka dicampakan ke dalam neraka kekal.
  2. Yesus mengisi hidup-Nya dengan ketaatan melakukan kehendak Bapa sampai akhir hidupnya. Kata ‘ketaatan’ identik dengan sebuah perintah yang ‘memberatkan’ kita. Namun, perhatikanlah bahwa seluruh isi Alkitab mengarah kepada ketaatan. “Kata Yesus kepada mereka: “Makanan-Ku ialah melakukan kehendak Dia yang mengutus Aku dan menyelesaikan pekerjaan-Nya.” (Yohanes 4:34) Seluruh kehendak Bapa tertulis dalam Alkitab, jika kita mau hidup seperti Yesus telah hidup maka kita tidak boleh ‘memilah-milah’ isi Alkitab, melainkan kita harus menerima seluruh isi Alkitab dengan melakukan ketaatan sepenuhnya. Ketaatan adalah refleksi iman kita. Ketika kita tidak taat, sesungguhnya kita sedang tidak mempercayai janji-Nya dan menggagalkan janji tersebut digenapi dalam kehidupan kita.

5773: Dari Pemulihan Kepada Kepenuhan Kristus

Efesus 4:13

sampai kita semua telah mencapai kesatuan iman dan pengetahuan yang benar tentang Anak Allah, kedewasaan penuh, dan tingkat pertumbuhan yang sesuai dengan kepenuhan Kristus”

Shalom!

Dari pemulihan ke dalam kepenuhan Kristus bermakna bahwa kita sebagai seorang Kristen tidak hanya mengalami pemulihan semata tetapi kita hidup menuju seperti Kristus. Jangan pernah berkata “menyerah” dalam segala keterbatasan kita. “Mengucap syukurlah dalam segala hal, sebab itulah yang dikehendaki Allah di dalam Kristus Yesus bagi kamu.” (1 Tesalonika 5:18)

Mujizat kreatif tidak hanya terjadi melalui pemulihan secara fisik saja, tetapi juga dalam kekuatan karakter. Naik level di tahun 5773 berarti bagaimana kita memperoleh berkat-berkat yang semakin berkualitas yang berdampak bagi orang lain juga, dimana berkat-berkat tersebut hanya bisa kita alami dalam unity dan kebersamaan.

                “Lalu TUHAN memulihkan keadaan Ayub, setelah ia meminta doa untuk sahabat-sahabatnya, dan TUHAN memberikan kepada Ayub dua kali lipat dari segala kepunyaannya dahulu.” (Ayub 42:10) Tuhan mengarahkan Ayub agar tidak lagi hanya berfokus kepada diri sendiri untuk naik level.

Semua orang harus melakukan “bagiannya” di dalam tubuh Kristus. “Dari pada-Nyalah seluruh tubuh, — yang rapi tersusun dan diikat menjadi satu oleh pelayanan semua bagiannya, sesuai dengan kadar pekerjaan tiap-tiap anggota — menerima pertumbuhannya dan membangun dirinya dalam kasih.” (Efesus 4:16) Hal inilah yang membuat hidup kita berarti, bahwa ternyata Tuhan sanggup memakai kita bagaimanapun keadaan kita.

Kejadian 1:26 berkata “Berfirmanlah Allah: “Baiklah Kita menjadikan manusia menurut gambar dan rupa Kita, supaya mereka berkuasa atas ikan-ikan di laut dan burung-burung di udara dan atas ternak dan atas seluruh bumi dan atas segala binatang melata yang merayap di bumi.”” Kita perlu unity karena kita diciptakan oleh Allah yang tritunggal (tiga pribadi dalam satu kehendak, tujuan dan karakter), jadi unity adalah esensi dasar dari diri kita sendiri; barulah kita dapat mencerminkan kemuliaan tritunggal yang benar. Tuhan Yesus memberkati.

Focus To “Happy Ending”

Ayub 42:10-17

Lalu TUHAN memulihkan keadaan Ayub, setelah ia meminta doa untuk sahabat-sahabatnya, dan TUHAN memberikan kepada Ayub dua kali lipat dari segala kepunyaannya dahulu. Kemudian datanglah kepadanya semua saudaranya laki-laki dan perempuan dan semua kenalannya yang lama, dan makan bersama-sama dengan dia di rumahnya. Mereka menyatakan turut berdukacita dan menghibur dia oleh karena segala malapetaka yang telah ditimpakan TUHAN kepadanya, dan mereka masing-masing memberi dia uang satu kesita dan sebuah cincin emas. TUHAN memberkati Ayub dalam hidupnya yang selanjutnya lebih dari pada dalam hidupnya yang dahulu;

Shalom!
Hal yang perlu kita perhatikan dengan kata ‘naik level’ adalah bahwa kita harus siap untuk memiliki hubungan yang lebih serius lagi dengan Tuhan, yaitu dengan komitmen bersedia bayar harga demi hubungan kita dengan Tuhan.

Tuhan Yesus pun mengalami pergumulan yang begitu berat karena Ia harus mati untuk suatu kesalahan yang tidak pernah Ia lakukan (Matius 26:39), namun Ia memberikan teladan sempurna kepada kita dengan memilih untuk berserah kepada kehendak Bapa meskipun berat. Karenanya, Yesus ditinggikan oleh Bapa sebagai upah ketaatan-Nya.

Salah satu makna dari ‘naik level’ adalah mengalami kehidupan yang ‘lebih dari pada’ kehidupan sebelumnya. Jadi target naik level adalah mencapai garis finish dengan sebaik-baiknya.

Ayub 1:8 berkata Lalu bertanyalah TUHAN kepada Iblis: “Apakah engkau memperhatikan hamba-Ku Ayub? Sebab tiada seorang pun di bumi seperti dia, yang demikian saleh dan jujur, yang takut akan Allah dan menjauhi kejahatan.”” Tuhan adalah seorang Bapa yang sangat bangga dengan anak-anak-Nya karena “kualitas diri” anak-anak-Nya bukan karena harta anak-anak-Nya. Kualitas diri yang “menyilaukan” mata Tuhan sangat mahal bagi-Nya karena kualitas tersebut adalah sesuatu yang hanya bisa keluar dari hati kita yang mengasihi-Nya, bukan terpaksa.

Ayub 1:12 berkata “Maka firman TUHAN kepada Iblis: “Nah, segala yang dipunyainya ada dalam kuasamu; hanya janganlah engkau mengulurkan tanganmu terhadap dirinya.” Kemudian pergilah Iblis dari hadapan TUHAN.”

Tuhan tahu hasil akhir dari suatu pertandingan dan Ia tak mungkin mengizinkan kita ‘bertanding’ dengan iblis tanpa mengetahui ‘kualitas diri’ kita. Tuhan tahu bahwa kita mampu melakukannya (1 Korintus 10:13), tujuan Tuhan di sini adalah memperdalam fondasi kehidupan kita yang lebih kokoh untuk membangun struktur gedung kehidupan yang lebih tinggi lagi. Fondasi ini berguna untuk menopang kita dalam kelimpahan berkat Tuhan, agar kita tidak “hancur” ketika diberkati berlimpah-limpah oleh-Nya.

Ayub fokus  kepada “happy ending” kehidupannya, Ia mempercayakan seluruh kehidupannya kepada Bapa yang tak mungkin merancangkan yang jahat kepadanya. Belajarlah mengerti “keadaan di belakang layar” yang telah Sang Sutradara atur bagi kita sebagai aktor-Nya. Tuhan Yesus memberkati.