Bagaimana Menghadapi 2013?

  1. Ikut Tuhan dengan sepenuh hati (Yosua 14:8).
  2. Berpikiran positif.
  3. Mengimani janji Firman Tuhan.
  4. Memberikan yang terbaik kepada Tuhan.
Advertisements

Kehormatan & Kemuliaan

Roma 8:29-30

“Sebab semua orang yang dipilih-Nya dari semula, mereka juga ditentukan-Nya dari semula untuk menjadi serupa dengan gambaran Anak-Nya, supaya Ia, Anak-Nya itu, menjadi yang sulung di antara banyak saudara. Dan mereka yang ditentukan-Nya dari semula, mereka itu juga dipanggil-Nya. Dan mereka yang dipanggil-Nya, mereka itu juga dibenarkan-Nya. Dan mereka yang dibenarkan-Nya, mereka itu juga dimuliakan-Nya.”

Shalom!

Rencana Tuhan yaitu untuk kita serupa dan segambar dengan-Nya supaya suatu hari kelak kita dimuliakan-Nya (Kejadian 1:26).

“Sebab bukan apa yang aku kehendaki, yaitu yang baik, yang aku perbuat, melainkan apa yang tidak aku kehendaki, yaitu yang jahat, yang aku perbuat.” (Roma 7:19)

Untuk mendapat perkenanan Tuhan, kita harus menjadi orang yang berkenan kepada-Nya.

Anugerah Tuhan memampukan kita untuk berkenan kepada-Nya, bukan karena kuat dan gagah kita.

Orang-orang biasa yang berkenan kepada Tuhan padahal mereka “tak sempurna”, yaitu:

  1. Daud. Kisah Rasul 13:22 berkata Tentang Daud Allah telah menyatakan: Aku telah mendapat Daud bin Isai, seorang yang berkenan di hati-Ku dan yang melakukan segala kehendak-Ku.” Berkenan itu tidak dapat dipisahkan/terlepas dari melakukan kehendak Bapa. “Karena mata TUHAN menjelajah seluruh bumi untuk melimpahkan kekuatan-Nya kepada mereka yang bersungguh hati terhadap Dia.” (2 Tawarikh 16:9a)
  2. Henokh. Kejadian 5:24 berkata Dan Henokh hidup bergaul dengan Allah, lalu ia tidak ada lagi, sebab ia telah diangkat oleh Allah.” Dalam Ibrani 11:5 disebutkan bahwa “Karena iman Henokh terangkat, supaya ia tidak mengalami kematian, dan ia tidak ditemukan, karena Allah telah mengangkatnya. Sebab sebelum ia terangkat, ia memperoleh kesaksian, bahwa ia berkenan kepada Allah.”
  3. Elia. 1 Raja-Raja 19:3-4 berkata Maka takutlah ia, lalu bangkit dan pergi menyelamatkan nyawanya; dan setelah sampai ke Bersyeba, yang termasuk wilayah Yehuda, ia meninggalkan bujangnya di sana. Tetapi ia sendiri masuk ke padang gurun sehari perjalanan jauhnya, lalu duduk di bawah sebuah pohon arar. Kemudian ia ingin mati, katanya: “Cukuplah itu! Sekarang, ya TUHAN, ambillah nyawaku, sebab aku ini tidak lebih baik dari pada nenek moyangku.”” Apapun yang terjadi dalam hidup kita, janganlah ragu…percayalah Tuhan tetap peduli. Tuhan tidak datang dengan penghukumam atau penghakiman kepada Elia atas keputusasaannya, tapi Tuhan malah berkata “Firman TUHAN kepadanya: “Pergilah, kembalilah ke jalanmu,…” (1 Raja-Raja 19:15a). Ketika Elia kembali ke tujuan awal yang Tuhan tetapkan baginya maka ia pun mendapat kehormatan dan kemuliaan dari Allah. Itulah kerinduan Tuhan bagi kita: “back to the right track”. Tuhan Yesus memberkati.

COMMITMENT

 Mazmur 37:5

“Serahkanlah hidupmu kepada TUHAN dan percayalah kepada-Nya, dan Ia akan bertindak”

Dalam Alkitab terjemahan Bahasa Inggris, kata ‘serahkan’ dalam Mazmur 37:5 menggunakan kata ‘commit’. Commit/komitmen berarti melekatkan/mengikat. Salah satu bentuk komitmen adalah pernikahan. Matius 19:5-6 berkata “Dan firman-Nya: Sebab itu laki-laki akan meninggalkan ayah dan ibunya dan bersatu dengan isterinya, sehingga keduanya itu menjadi satu daging. Demikianlah mereka bukan lagi dua, melainkan satu. Karena itu, apa yang telah dipersatukan Allah, tidak boleh diceraikan manusia.”

Komitmen memerlukan pengorbanan. Komitmen bukan untuk orang yang mudah menyerah, tidak sungguh-sungguh, dan belum dewasa; tetapi komitmen itu untuk orang yang sanggup bertahan sampai akhir. Komitmen sangatlah penting dalam pernikahan, komitmen harus lebih besar dari sekedar perasaan kita. Dampak dari komitmen yaitu komitmen membawa ketenangan dan kepercayaan. Tuhan Yesus memberkati.

Tetap Semangat

Amsal 18:14

Orang yang bersemangat dapat menanggung penderitaannya, tetapi siapa akan memulihkan semangat yang patah?”

Shalom!

Lestarikanlah budaya “selalu tersenyum”. Semangat memampukan kita untuk tetap kuat menghadapi pergumulan. Hati yang gembira adalah obat yang manjur, tetapi semangat yang patah mengeringkan tulang.” (Amsal 17:22) Putuskan untuk selalu bersemangat apapun keadaannya!

Hambatan dalam meraih suatu keberhasilan, yaitu sikap yang putus asa, mudah menyerah, keinginan untuk mundur, dan patah semangat. Mengapa kita tidak boleh menyerah & patah semangat?

1. “Pencobaan-pencobaan yang kamu alami ialah pencobaan-pencobaan biasa, yang tidak melebihi kekuatan manusia. Sebab Allah setia dan karena itu Ia tidak akan membiarkan kamu dicobai melampaui kekuatanmu. Pada waktu kamu dicobai Ia akan memberikan kepadamu jalan ke luar, sehingga kamu dapat menanggungnya.” (1 Korintus 10:13)

2. Allah kita adalah Allah yang setia dan peduli kepada kita, jangan takut!

Ia takkan membiarkan kakimu goyah, Penjagamu tidak akan terlelap.” (Mazmur 121:3)

Aku akan menyertai engkau; Aku tidak akan membiarkan engkau dan tidak akan meninggalkan engkau.” (Yosua 1:5b)

3. Tuhan tidak berkenan jika kita menyerah

Tetapi orang-Ku yang benar akan hidup oleh iman, dan apabila ia mengundurkan diri, maka Aku tidak berkenan kepadanya.” (Ibrani 10:38)

4. Tuhan pasti memberikan kemenangan

Tetapi syukur kepada Allah, yang telah memberikan kepada kita kemenangan oleh Yesus Kristus, Tuhan kita.” (1 Korintus 15:57)

 

Tuhan Yesus memberkati.