Tahun Sabat

Shalom!

Ayin Hey berbicara tentang pewahyuan dan terang, tentang Tuhan yang tinggal di dalam diri kita juga tentang sabat. Tuhan telah menetapkan hari-hari raya tertentu bagi orang Israel dengan tujuan untuk mengingat kembali Sang Pencipta, mengalami pendamaian dengan Tuhan melalui pertobatan, bersukaria karena kebaikan Tuhan, mengingatkan kita akan kedatangan Yesus kelak.

Hari raya dalam Alkitab berbicara tentang hujan awal dan hujan akhir. Kita boleh meminta hujan awal dan hujan akhir tersebut “Jika kamu dengan sungguh-sungguh mendengarkan perintah yang kusampaikan kepadamu pada hari ini, sehingga kamu mengasihi TUHAN, Allahmu, dan beribadah kepada-Nya dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu, maka Ia akan memberikan hujan untuk tanahmu pada masanya, hujan awal dan hujan akhir, sehingga engkau dapat mengumpulkan gandummu, anggurmu dan minyakmu, dan Dia akan memberi rumput di padangmu untuk hewanmu, sehingga engkau dapat makan dan menjadi kenyang.” (Ulangan 11:13-15)

Tahun Ayin Hey adalah tahun goncangan sekaligus tahun mujizat yang kreatif, tahun kepenuhan Roh Kudus dan tahun sabat. Sabat artinya beristirahat, jadi ini adalah saatnya bagi kita untuk banyak masuk hadirat Tuhan (lebih intim lagi dengan Tuhan). “tetapi orang-orang yang menanti-nantikan TUHAN mendapat kekuatan baru: mereka seumpama rajawali yang naik terbang dengan kekuatan sayapnya; mereka berlari dan tidak menjadi lesu, mereka berjalan dan tidak menjadi lelah.” (Yesaya 40:31) Ketika mata kita tertuju kepada Tuhan, kita pasti yakin bahwa pertolongan kita hanya dari Tuhan.

Sebelum bangsa Israel masuk ke Tanah Perjanjian, Tuhan berbicara sebagai berikut:

  • “Berbicaralah kepada orang Israel dan katakan kepada mereka: Apabila kamu sampai ke negeri yang akan Kuberikan kepadamu, dan kamu menuai hasilnya, maka kamu harus membawa seberkas hasil pertama dari penuaianmu kepada imam” (Imamat 23:10)
  • “Enam tahun lamanya engkau harus menaburi ladangmu, dan enam tahun lamanya engkau harus merantingi kebun anggurmu dan mengumpulkan hasil tanah itu, tetapi pada tahun yang ketujuh haruslah ada bagi tanah itu suatu sabat, masa perhentian penuh, suatu sabat bagi TUHAN. Ladangmu janganlah kautaburi dan kebun anggurmu janganlah kaurantingi. Dan apa yang tumbuh sendiri dari penuaianmu itu, janganlah kautuai dan buah anggur dari pokok anggurmu yang tidak dirantingi, janganlah kaupetik. Tahun itu harus menjadi tahun perhentian penuh bagi tanah itu. Hasil tanah selama sabat itu haruslah menjadi makanan bagimu, yakni bagimu sendiri, bagi budakmu laki-laki, bagi budakmu perempuan, bagi orang upahan dan bagi orang asing di antaramu, yang semuanya tinggal padamu.” (Imamat 25:3-6)

Jadi, dari ayat tersebut Tuhan telah berjanji bahwa ketika kita telah memberikan buah sulung bagi Tuhan maka Tuhan akan melipatgandakan berkat-Nya di tahun sabat ini. Hal ini bukan berarti kita tidak boleh bekerja, namun Tuhan menghendaki agar kita hanya berharap kepada-Nya saja bagaimanapun keadaannya. Percayalah, Tuhan akan memberikan berkat ganda kepada kita ketika kita tekun dan taat!

Advertisements

Kasih Yang Membangun

Shalom!

Menurut kamus, kasih adalah suatu perasaan sayang yang ada dalam hati kita; intense feeling of deep affection; a great interest and pleasure of something; a person or thing that we love. Lalu apa yang Alkitab katakan mengenai kasih?

  • 1 Korintus 13:4-7 berkata Kasih itu sabar; kasih itu murah hati; ia tidak cemburu. Ia tidak memegahkan diri dan tidak sombong. Ia tidak melakukan yang tidak sopan dan tidak mencari keuntungan diri sendiri. Ia tidak pemarah dan tidak menyimpan kesalahan orang lain. Ia tidak bersukacita karena ketidakadilan, tetapi karena kebenaran.” Kasih itu sikap ketika menghadapi seseorang, cara kita berperasaan atau berpikir. Kasih adalah pilihan, itulah cara kita melihat semuanya (kasih mempengaruhi sudut pandang kehidupan kita).
  • Yohanes 14:21 berkata Barangsiapa memegang perintah-Ku dan melakukannya, dialah yang mengasihi Aku. Dan barangsiapa mengasihi Aku, ia akan dikasihi oleh Bapa-Ku dan Aku pun akan mengasihi dia dan akan menyatakan diri-Ku kepadanya.” Kasih itu berarti menghormati; kesetiaan dan ketaatan adalah bagian dari kasih.
  • Yohanes 3:16 berkata Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal.” Kasih itu mau bertindak dan memberi.
  • Yohanes 15:13 berkata Tidak ada kasih yang lebih besar dari pada kasih seorang yang memberikan nyawanya untuk sahabat-sahabatnya.” Kasih itu mau berkorban.

Kasih berbicara tentang waktu yang diluangkan untuk sesuatu yang kita cintai. Kasih itu berasal dari hati, karenanya kasih itu harus dikatakan sebab segala sesuatu yang kita katakana berasal dari hati kita.

Kasih itu dasar dari suatu hubungan yang didasari oleh pilihan, kesepakatan, solidaritas, bisnis dan social antara dua orang atau lebih. 1 Korintus 13:3 berkataDan sekalipun aku membagi-bagikan segala sesuatu yang ada padaku, bahkan menyerahkan tubuhku untuk dibakar, tetapi jika aku tidak mempunyai kasih, sedikit pun tidak ada faedahnya bagiku.”

Kepercayaan akan satu sama lain adalah dasar dari sebuah hubungan, jadi ketika tidak ada kepercayaan lagi maka hubungan tersebut mulai memburuk. Konflik itu normal, itu hanyalah dua gagasan yang berbeda namun perbedaan janganlah menyebabkan perpecahan suatu hubungan. Belajarlah untuk saling menerima perbedaan dengan saling rendah hati. Jadikan konflik sebagai alat untuk mendewasakan hubungan kita dengan pasangan bahkan membuat kita semakin mencintai pasangan kita setelah konflik terselesaikan.

Konflik dalam suatu hubungan harus diselesaikan bukan dihindari agar konflik tidak semakin berlarut-larut. Diperlukan kerendahan hati dan kejujuran satu sama lain untuk menyelesaikan konflik. Tidak ada yang dapat memisahkan kita dengan kasih Kristus, maka seharusnya tidak ada pula hal yang dapat memisahkan hubungan kita dengan sesama.