Kuatkan Dan Teguhkanlah Hatimu

Yesaya 41:6-7  Yang seorang menolong yang lain dan berkata kepada temannya: “Kuatkanlah hatimu!” Tukang besi menguatkan hati tukang emas, dan orang yang memipihkan logam dengan martil menguatkan hati orang yang menempa di atas landasan; ia berkata tentang patrian: “Itu baik,” lalu menguatkannya dengan paku-paku, sehingga tidak goyang. >> Perikop : Tuhan membangkitkan seorang pembebas.

Yosua 1:6-9  KUATKAN DAN TEGUHKANLAH HATIMU, sebab engkaulah yang akan memimpin bangsa ini memiliki negeri yang Kujanjikan dengan bersumpah kepada nenek moyang mereka untuk diberikan kepada mereka. Hanya, KUATKAN DAN TEGUHKANLAH HATIMU dengan sungguh-sungguh, bertindaklah hati-hati sesuai dengan seluruh hukum yang telah diperintahkan kepadamu oleh hamba-Ku Musa; janganlah menyimpang ke kanan atau ke kiri, supaya engkau beruntung, ke mana pun engkau pergi. Janganlah engkau lupa memperkatakan kitab Taurat ini, tetapi renungkanlah itu siang dan malam, supaya engkau bertindak hati-hati sesuai dengan segala yang tertulis di dalamnya, sebab dengan demikian perjalananmu akan berhasil dan engkau akan beruntung. Bukankah telah Kuperintahkan kepadamu: KUATKAN DAN TEGUHKANLAH HATIMU? Janganlah kecut dan tawar hati, sebab TUHAN, Allahmu, menyertai engkau, ke mana pun engkau pergi.”

Tahun ini tahun pembebasan tetapi seringkali goncangan menciutkan iman kita akan janji Tuhan, karenanya berulang kali Tuhan menghendaki agar kita menguatkan dan meneguhkan hati kita untuk tetap meyakini janji-Nya. Contoh: seperti Daud yang ciut karena terdesak oleh Saul padahal ia tahu bahwa Tuhan telah menetapkannya sebagai raja menggantikan Saul. Selain harus menguatkan diri sendiri, kita pun harus menguatkan orang lain. Yesaya 41:10, 20  janganlah takut, sebab Aku menyertai engkau, janganlah bimbang, sebab Aku ini Allahmu; Aku akan meneguhkan, bahkan akan menolong engkau; Aku akan memegang engkau dengan tangan kanan-Ku yang membawa kemenangan.
supaya semua orang melihat dan mengetahui, memperhatikan dan memahami, bahwa tangan TUHAN yang membuat semuanya ini dan Yang Mahakudus, Allah Israel, yang menciptakannya.

Advertisements

The Servant King

Teladan yang dapat kita ambil dari Tuhan Yesus sebagai ‘Raja yang melayani’, yaitu:

  1. Tuhan Yesus tidak menggunakan kuasa-Nya untuk menindas orang lain, melainkan untuk melayani. “Tetapi Yesus memanggil mereka lalu berkata: “Kamu tahu, bahwa mereka yang disebut pemerintah bangsa-bangsa memerintah rakyatnya dengan tangan besi, dan pembesar-pembesarnya menjalankan kuasanya dengan keras atas mereka. Tidaklah demikian di antara kamu. Barangsiapa ingin menjadi besar di antara kamu, hendaklah ia menjadi pelayanmu, dan barangsiapa ingin menjadi yang terkemuka di antara kamu, hendaklah ia menjadi hamba untuk semuanya. Karena Anak Manusia juga datang bukan untuk dilayani, melainkan untuk melayani dan untuk memberikan nyawa-Nya menjadi tebusan bagi banyak orang.”” (Markus 10:42-45)
  2. Tuhan Yesus melayani dengan semangat. “Yesus berkata kepada mereka: “Raja-raja bangsa-bangsa memerintah rakyat mereka dan orang-orang yang menjalankan kuasa atas mereka disebut pelindung-pelindung. Tetapi kamu tidaklah demikian, melainkan yang terbesar di antara kamu hendaklah menjadi sebagai yang paling muda dan pemimpin sebagai pelayan. Sebab siapakah yang lebih besar: yang duduk makan, atau yang melayani? Bukankah dia yang duduk makan? Tetapi Aku ada di tengah-tengah kamu sebagai pelayan.” (Lukas 22:25-27)
  3. Tuhan Yesus rela menjadi hamba tapi tetap bermental raja. “Ketika Yesus memandang sekeliling-Nya dan melihat, bahwa orang banyak berbondong-bondong datang kepada-Nya, berkatalah Ia kepada Filipus: “Di manakah kita akan membeli roti, supaya mereka ini dapat makan?” Hal itu dikatakan-Nya untuk mencobai dia, sebab Ia sendiri tahu, apa yang hendak dilakukan-Nya. Jawab Filipus kepada-Nya: “Roti seharga dua ratus dinar tidak akan cukup untuk mereka ini, sekalipun masing-masing mendapat sepotong kecil saja.”” (Yohanes 6:5-7)

Back to “0”

Kembali ke titik nol berarti:

1)      Tidak memegahkan diri atas segala pencapaian kita

2)      Kembali kepada kasih mula-mula dan mengerjakan hal yang awalnya kita kerjakan bagi Tuhan tanpa perhitungan dan dengan ketulusan hati

3)      Fokus kepada panggilan pelayanan yang Tuhan tetapkan bagi kita

4)      Kembali kepada DNA gereja kita, yaitu menyempurnakan Pondok Daud melalui menara doa

Jesus Is Our Leader

Yesus adalah teladan terbaik sebagai:

  1. Pengampun
  2. Pemberi semangat
  3. Delegator
  4. Sahabat (sering bercengkrama dengan anak buah-Nya)
  5. Pemerhati (menyediakan kebutuhan anak buah-Nya)
  6. Pelayan yang rendah hati
  7. Hamba yang setia dan taat

Menjadi Saksi Yesus

Matius 7:22-23 menunjukan bahwa pelayanan kita tidak menjamin kita akan masuk surga tetapi yang menjadi jaminan untuk kita masuk surga adalah mengenal Tuhan Yesus secara pribadi. Melalui keintiman dengan Tuhan setiap hari, maka Roh Kudus pun akan semakin memenuhi kehidupan kita. Jika Roh Kudus memenuhi kita, pasti Ia akan mendesak kita untuk menjadi saksi Kristus (Kisah Rasul 1:8) dengan menghasilkan buah Roh (Galatia 5:22-23).

Dan janganlah kamu mendukakan Roh Kudus Allah, yang telah memeteraikan kamu menjelang hari penyelamatan. Segala kepahitan, kegeraman, kemarahan, pertikaian dan fitnah hendaklah dibuang dari antara kamu, demikian pula segala kejahatan.” (Efesus 4:30-31)

Kita tidak boleh saling melukai sesama saudara seiman, karena kita harus menjadi saksi Yesus mulai dari orang-orang terdekat kita hingga orang-orang di ujung bumi. Menjadi saksi bukanlah soal kehebatan kita berkhotbah tetapi soal karakter kita yang memanifestasikan Roh Allah kepada orang lain.

Karena telah ternyata, bahwa kamu adalah surat Kristus, yang ditulis oleh pelayanan kami, ditulis bukan dengan tinta, tetapi dengan Roh dari Allah yang hidup, bukan pada loh-loh batu, melainkan pada loh-loh daging, yaitu di dalam hati manusia.” (2 Korintus 3:3)

Kisah Rasul 2:1-4,41 berkataKetika tiba hari Pentakosta, semua orang percaya berkumpul di satu tempat. Tiba-tiba turunlah dari langit suatu bunyi seperti tiupan angin keras yang memenuhi seluruh rumah, di mana mereka duduk; dan tampaklah kepada mereka lidah-lidah seperti nyala api yang bertebaran dan hinggap pada mereka masing-masing. Maka penuhlah mereka dengan Roh Kudus, lalu mereka mulai berkata-kata dalam bahasa-bahasa lain, seperti yang diberikan oleh Roh itu kepada mereka untuk mengatakannya. Orang-orang yang menerima perkataannya itu memberi diri dibaptis dan pada hari itu jumlah mereka bertambah kira-kira tiga ribu jiwa.

Menerima pengurapan Roh Kudus itu penting tetapi terlebih penting untuk kita menjaga pengurapan Roh Kudus tersebut tetap ada dalam diri kita. Peran kita sangatlah besar dalam Pentakosta ke-3 ini, yaitu sebagai kirbat baru yang siap menampung pencurahan Roh Kudus sehingga penuaian jiwa yang besar pun terjadi. Let’s change the world by the power of Holy Spirit!

Memelihara Benih Ilahi

Ketika kita menerima Tuhan Yesus Kristus sebagai Tuhan dan Juruselamat pribadi kita, Allah telah menaruh benih Ilahi dalam diri kita untuk kita dapat menghasilkan sesuatu yang baik bagai kemuliaan-Nya. Lalu, bagaimana caranya kita memelihara benih Ilahi tersebut?

  1. Semakin bertumbuh dan hidup dalam habitat umat Tuhan, yaitu hadirat Tuhan sehingga kita mengalami pertumbuhan rohani yang maksimal, menghasilkan buah Roh yang baik dan menjadi seperti Kristus. Dapatkah pandan bertumbuh tinggi, kalau tidak di rawa, atau mensiang bertumbuh subur, kalau tidak di air?” (Ayub 8:11)
  2. Menjaga pergaulan karena pergaulan yang buruk merusak kebiasaan yang baik (1 Korintus 15:33)

Tanda ketika seseorang kepenuhan Roh Allah yaitu ketika buah Roh Allah (Roh Kudus) terlihat dari setiap aspek kehidupannya (Galatia 5:22). Melayani Tuhan adalah sebuah kehormatan bukan beban, karena tidak semua orang ditentukan Tuhan untuk melakukannya, jadi biarlah rohmu menyala-nyala dan layanilah Tuhan dengan penuh sukacita!

Maksud Tuhan Di Tahun 2013

  1. Tahun 2013 itu entering the next level, berarti Tuhan akan ‘meninggikan’ kita dimana kita seharusnya semakin rendah hati dan rela mengalah meski benar.
  2. Tahun 2013 Tuhan ingin kita ‘mengejar-ngejar’ orang miskin karena Tuhan ingin memperkaya kita, karenanya kita harus banyak menabur dan memberi.
  3. Tahun 2013 adalah jembatan antara masa lalu dan masa depan, Tuhan menghendaki agar kita melupakan masa lalu dan fokus kepada Tuhan yang menyediakan masa depan yang penuh harapan bukan kepada masalah.
  4. Tahun 2013 adalah tahun kompensasi dimana Tuhan akan mengembalikan apa yang telah hilang pada kita, karenanya kita harus semakin giat melayani Tuhan.
  5. Tahun 2013 adalah tahun supranatural, maka kita harus penuh dengan Roh Kudus dengan banyak berbahasa Roh untuk berjaga-jaga dan menolak panah api si jahat.
  6. Tahun 2013 ini kita harus selalu mengingat kasih dan kebaikan Tuhan dalam hidup kita. Belajar untuk memiliki iman yang lebih luar biasa agar mujizat Tuhan terjadi (contoh: kisah perempuan yang mengalami pendarahan percaya dalam hatinya bahwa ia akan sembuh seketika ia memegang jumbai jubah Tuhan Yesus, dan ia pun ‘tetap memperjuangkan’ imannya bagaimanapun hambatan yang harus dilaluinya untuk menyentuh Tuhan Yesus). Keep your mind and heart to trust Him more!

“Janganlah hendaknya kerajinanmu kendor, biarlah rohmu menyala-nyala dan layanilah Tuhan. Bersukacitalah dalam pengharapan, sabarlah dalam kesesakan, dan bertekunlah dalam doa!” (Roma 12:11-12)