Kesembuhan Luka Batin

Luka batin adalah sebuah peristiwa atau pengalaman yang sangat mengguncang atau menyedihkan. Luka batin adalah akar kepahitan (Ibrani 12:15). Namun tidak ada yang terlalu sulit bagi Tuhan Yesus Kristus untuk menyembuhkan umat-Nya dari luka batin.

Penyebab luka batin, yaitu:

  1. Masalah dengan orang terdekat
  2. Keadaan fisik
  3. Masalah ekonomi
  4. Peristiwa yang mencekam/trauma
  5. Perasaan menyesal/bersalah yang berlarut-larut
  6. Serangan roh jahat

Akibat dari luka batin, yaitu:

  1. Secara fisik/tubuh, muncul berbagai penyakit
  2. Secara mental/jiwa, mengalami depresi/tekanan hingga tidak dapat mengalami berkat Tuhan
  3. Secara rohani, tidak dapat mengasihi Allah dengan benar

Langkah-langkah mengalami kesembuhan luka batin, yaitu:

  1. Kerendahan hati untuk memiliki keterbukaan dengan membongkar semua luka yang ada (jangan cepat bilang sudah mengampuni)
  2. Menerima Tuhan Yesus Kristus (Matius 11:28)
  3. Ambil keputusan untuk mengampuni, karena ada kuasa di dalam pengampunan (karya Roh Kudus yang tak terbatas dalam hidup kita)
  4. Mematahkan kuasa iblis dengan kuasa Roh Kudus
  5. Meminta minyak (urapan) dan anggur baru (sukacita) dari Tuhan setiap hari
Advertisements

Pelayanan Pelepasan

Alasan orang Kristen perlu melakukan pelepasan meskipun dia sudah menerima Tuhan Yesus sebagai Tuhan dan Juru Selamat pribadinya, yaitu:

  1. Setan-setan sudah masuk sebelum menjadi orang Kristen
  2. Setan-setan yang masuk setelah menerima keselamatan (Efesus 4:27, 1 Petrus 5:8-9)
  3. Tugas utama setan adalah menyiksa dan membuat manusia menderita, menghalangi manusia untuk mengenal Kristus sebagai Juru Selamat, menghambat manusia sehingga tidak dapat melayani Kristus secara efektif (Yohanes 10:10)

Ada celah dimana setan bisa masuk ke dalam kehidupan kita, yaitu melalui:

  1. Kehidupan orang tua dan kakek nenek (leluhur) yang mendatangkan kutuk bagi keturunannya (Ulangan 27:15)
  2. Perlakuan yang diterima seseorang sejak masa dalam kandungan seperti kehamilan yang tidak dikehendaki dan suami yang tak bertanggung jawab/tidak setia semasa kehamilah istrinya
  3. Perlakuan buruk/tidak menyenangkan yang diterima seseorang pada masa kecil seperti melihat orang tua yang bertengkar, perceraian orang tua, kurang mendapat perhatian, kasih dan diperlakukan secara kasar oleh orang lain, juga mengalami pelecehan seksual
  4. Peristiwa traumatic sehingga mengakibatkan tekanan emosional yang berkepanjangan
  5. Perilaku hidup yang berbuat dosa
  6. Perkataan yang sia-sia

Pelepasan dilakukan dengan mengakui di hadapan Tuhan segala dosa yang telah dilakukan ataupun dosa yang merupakan kutuk keturunan dari leluhur, kemudian minta ampun pada Tuhan juga mengampuni orang lain yang pernah menyakiti kita dan mengusir dengan tegas segala kuasa roh-roh jahat yang berdiam di dalam tubuh/kehidupan kita. Setelah benar-benar dilepaskan dari segala dosa, meminta kekuatan dan tuntunan Roh Kudus untuk hidup kudus dan menelakukan kehendak Bapa di Surga. (Matius 12:43-45, Filipi 2:12-13, 1 Korintus 10:12)

Pemulihan Gambar Diri

Gambar diri adalah penilaian dan pendapat kita tentang diri kita sendiri.

“The Mirror Law” – The matter most is how you see yourself.

Your mind is your mirror. (Amsal 23:7a)

Everything is created twice, in mind n in reality.

Pemulihan gambar diri diperlukan karena gambar diri akan mempengaruhi:

  1. Prestasi tertinggi dari seseorang
  2. Bagaimana seseorang membawakan dirinya
  3. Memperngaruhi bagaimana kita memandang orang lain dan berhubungan dengan orang lain

Ada empat sumber tentang diri kita, yaitu:

  1. Apa kata orang lain
  2. Apa kata lingkungan/budaya
  3. Apa kata diri sendiri
  4. Apa kata Allah

Yang terpenting adalah pandangan Allah tentang manusia, yaitu bahwa:

  1. Manusia itu diciptakan seturut dan serupa gambar Allah (Kejadian 1:26-28)
  2. Manusia itu berharga dan mulia di mata Allah (Yesaya 43:4)
  3. Manusia itu diciptakan secara dahsyat dan ajaib (Mazmur 139:13-16)

Oleh karena itu, sudah seharusnyalah manusia bersyukur atas keberadaannya di dunia.

Penyebab rusaknya gambar diri manusia adalah tidak terpenuhinya kebutuhan dasar manusia, yaitu rasa berharga, rasa diterima, rasa berguna dan rasa memiliki.

Jadi, setelah mengetahui bagaimana gambar diri yang benar di hadapan Allah, manusia harus menerima pemulihan gambar diri dengan:

  1. Menemukan akar penyebab mengapa manusia memiliki gambar diri yang salah
  2. Bertobat dan minta ampun karena telah menghina ciptaan Tuhan dan menyia-nyiakannya
  3. Minta Tuhan untuk memulihkan dirinya sehingga memiliki gambaran yang benar akan dirinya sendiri seperti Tuhan memandang dia

Pemulihan Hati Bapa

Gambaran Bapa Surgawi yang sebenarnya:

  1. Allah memiliki otoritas dan sangat berkuasa, tetapi Dia sangat penuh kasih dan pengampunan. Dia bukan seorang bapa yang otoriter/kejam juga bukan seorang bapa yang tidak berotoritas/loyo. (Matius 10:29-31)
  2. Allah kita setia dan dapat dipercaya, Dia bukan bapa yang ingkar janji (Mazmur 12:7-8).
  3. Allah sangat menghargai kita sebagai anak-anaknya (Mazmur 27:10), Dia tidak pernah memadamkan semangat kita, tetapi Dialah sumber pengharapan kita.
  4. Allah mendisiplinkan kita untuk kebaikan kita bukan untuk menyiksa kita (1 Yohanes 1:9; Ibrani 12:10-11; Wahyu 3:19)
  5. Allah itu dekat dan selalu menunggu kita untuk “curhat”. Dia bukan bapa yang jauh, formal dan tidak mau mendengarkan kita. (Yeremia 29:12-14)
  6. Allah mengasihi kita tanpa syarat apapun. Dia bukan bapa yang baik dan menyayangi kita hanya ketika kita telah mencapai standar tertentu (prestasi, dsb). (1 Yohanes 4:10)
  7. Allah melihat hati kita. Dia menghargai setiap usaha dan kerinduan kita pada-Nya. Dia bukan bapa yang pilih kasih. (1 Samuel 16:7b)

Bapa di Surga tidak pernah mengutuk, tetapi selalu memberkati. Sekalipun kita sering melukai Tuhan, tapi Tuhan tetap setia dan sangat mengasihi kita. Bagi Dia, kita jauh lebih berharga dari apapun. (Mat 10:29-31; Yesaya 43:4)

Langkah-langkah pemulihan:

  1. Melihat gambaran Bapa yang benar (Bapa di Surga)
  2. Alami kasih Bapa di Surga
  3. Miliki keterbukaan (jangan ja-im) dan kemauan untuk berubah
  4. Lepaskan pengampunan kepada bapa jasmani kita (Maleakhi 4:5-6) sebab jika kita tidak mengampuni orang tua, kita terkutuk (Ulangan 27:16)

Sejahat apapun yang dilakukan orang tua kita kepada kita, bahkan sampai menggugurkan anaknya sekalipun, yakinlah bahwa mereka telah dan selalu ingin berusaha semaksimal mungkin semampu mereka untuk selalu melakukan dan memberikan yang terbaik bagi kita hanya mereka tidak mengerti bagaimana cara mengungkapkannya. Cara pandang kita dan mereka sering berbeda karena posisi kita dan mereka juga berbeda. Mereka bukannya tidak mencintai anak-anaknya, hanya saja mereka menyatakan cintanya dengan cara mereka sendiri, bukan dengan cara yang diinginkan anak-anaknya. Oleh karena itulah kita perlu selalu terbuka dengan orang tua kita, seberat apapun konsekuensinya. Kita tak mungkin meminta sesuatu kepada orang lain jika mereka tak memiliki yang kita inginkan, mungkin orang tua kita juga tidak pernah mendapatkan “hal yang kita inginkan itu” dari orang tua mereka. Tetapi percayalah, selalu memberi yang terbaik untuk kita, berarti dilahirkan dan dipelihara oleh orang tua kita yang sekarang itu adalah yang terbaik untuk kita ketimbang jika kita diasuh oleh orang tua lain. Yang terbaik yang bisa kita lakukan adalah tidak mengungkit masa lalu, mengampuni mereka dan diri sendiri, lalu menerima dan menjalani hidup kita sesuai panggilan Tuhan dengan penuh sukacita.