Pribadi Yang Mengalami Pelipatgandaan

Matius 13:23

“Yang ditaburkan di tanah yang baik ialah orang yang mendengar firman itu dan mengerti, dan karena itu ia berbuah, ada yang seratus kali lipat, ada yang enam puluh kali lipat, ada yang tiga puluh kali lipat.”

Tuhan menginginkan hasil dari taburan kita adalah 100 kali lipat ganda, itu yang disebut multiplikasi. Berikut adalah ciri orang yang mengalami multiplikasi/pelipatgandaan:

  1. Pribadi yang bekerja sungguh-sungguh dan maksimal; berarti bekerja keras/tidak setengah-setengah (hanya mengharapkan hasil tanpa usaha) – Amsal 6:4, berusaha menjadi manusia yang berguna bagi lingkungan dan orang lain (Ayub 22:2), orang yang sukses dan unggul (menjadi kepala, bukan ekor).
  2. Pribadi yang fokus pada visi-tujuan-target hingga visi tersebut digenapi meskipun perlu proses/mengalami banyak rintangan (Filipi 3:13-14, Ibrani 12:2) sebab hidup tanpa tujuan lebih menakutkan ketimbang tidak mencapai tujuan (1 Korintus 9:26).
  3. Pribadi yang rajin, bertanggung jawab dan tuntas sehingga diberkati Tuhan dan menjadi berkat bagi banyak orang (Roma 12:11). Semangat, ketekunan, kerajinan dan bertanggung jawab dapat membuat orang yang biasa-biasa menjadi unggul, tetapi kemalasan dapat membuat orang-orang yang unggul menjadi biasa-biasa saja.
  4. Pribadi yang pantang menyerah yaitu pribadi yang tidak pernah putus asa/frustasi/takut tetapi memiliki daya cipta, aktif, kreatif, sabar dan berkemenangan/bukan pecundang (Amsal 24:16, Amsal 16:32, 1 Korintus 15:57).
  5. Pribadi yang memiliki iman yang kuat/memiliki arah (Ibrani 11:12).

Multiplikasi dan promosi terjadi sebagai hasil dari sebuah pengorbanan dan bayar harga. Tuhan Yesus memberkati.

Pribadi Yang Berkenan Di Hadapan Tuhan

Kisah Para Rasul 13:22

“Setelah Saul disingkirkan, Allah mengangkat Daud menjadi raja mereka. Tentang Daud Allah telah menyatakan: Aku telah mendapat Daud bin Isai, seorang yang berkenan di hati-Ku dan yang melakukan segala kehendak-Ku.”

Daud berarti ‘kekasih Allah’. Ada 5 pilihan yang diambil Daud dalam hidupnya sehingga mendapatkan penilaian Tuhan sebagai pribadi yang berkenan di hadapan-Nya, yaitu:

  1. Kehidupan yang intim dengan Tuhan melalui doa, pujian dan penyembahan (Mazmur 5:4, Amsal 13:20)
  2. Memilih untuk mengatasi persoalan bersama Allah (1 Samuel 17:37)
  3. Menghadapi setiap hal dengan sudut pandang yang benar (2 Samuel 16:7-10, Filipi 4:8)
  4. Memilih untuk tidak membalas kejahatan dengan kejahatan, menjaga hati dan kelakuan yang bersih di hadapan Tuhan (1 Samuel 24:5-8, 1 Samuel 26:10-12)
  5. Memilih bertobat dan berubah ketika ditegor akan dosanya (2 Samuel 12:13, Mazmur 51:12-13)

Iman Yang Menaklukan Tantangan

Milikilah iman di dalam Kristus, sebab

  1. Iman sanggup membalikan keadaan (Ibrani 11:1)
  2. Iman membuat kita berkenan kepada Allah (Ibrani 11:6)
  3. Iman membawa kita masuk ke dalam target Tuhan jika kita mempunyai gaya hidup yang suka merenungkan Firman Tuhan (Yosua 1:8; Roma 10:17)

“Halangan diberikan kepada orang-orang biasa agar mereka menjadi luar biasa” – Paul Jeffers.

Unity In Christ

Berdasarkan Injil Yohanes 17, jelaslah bahwa kesatuan yang dikehendaki Kristus sesungguhnya bukanlah kesatuan dalam bentuk keseragaman gedung, merek atau oraganisasi gereja, melainkan kesatuan dari orang-orang percaya berlandaskan pada:

  1. Kehidupan di dalam Kristus (ayat 23)
  2. Mengenal dan mengalami kasih Bapa serta persekutuan dengan Kristus (ayat 26)
  3. Keterpisahan dari keduniawian (ayat 14-16)
  4. Kekudusan dan kebenaran di dalam Kristus (ayat 17,19)
  5. Menerima dan mempercayai Firman Allah (ayat 6,8,17)
  6. Ketaatan kepada Firman Allah (ayat 6)
  7. Keinginan untuk membawa jiwa-jiwa kepada Kristus (ayat 21,23)

Karena pada hakekatnya manusia diciptakan berbeda dengan proses penciptaan alam semesta karena diciptakan dari debu tanah yang dihembusi nafas Allah sehingga menjadi ‘segambar dan serupa’ dengan Allah. Tuhan Yesus memberkati.

Berhenti Menyesali Diri

Penerimaan dan pengampunan adalah jawaban bagi banyak masalah yang dihadapi manusia.

Berhentilah menyesali diri, Anda hanya perlu menemukan talenta yang Tuhan telah taruh dalam diri Anda, lalu menggunakannya selarasa Firman Tuhan. Temukan satu hal saja yang baik tentang diri Anda, dan bersyukurlah untuk hal itu. Lalu, mulailah mencintai kehidupan dan melakukan apa yang dapat Anda lakukan.

Tuhan Menambahi Kamu Seribu Kali Lagi

 “TUHAN, Allah nenek moyangmu, kiranya menambahi kamu seribu kali lagi dari jumlahmu sekarang dan memberkati kamu seperti yang dijanjikan-Nya kepadamu.”

(Ulangan 1:11)

Hal yang harus kita lakukan agar janji Tuhan menjadi kenyataan seperti yang tertulis dalam Yosua 21:45, Dari segala yang baik yang dijanjikan TUHAN kepada kaum Israel, tidak ada yang tidak dipenuhi; semuanya terpenuhi.”, yaitu:

  1. Perhatikan perintah-perintah Tuhan dan lakukan dengan taat meskipun tidak logis (Ulangan 6:6-7; Yosua 1:8).
  2. Mengimani janji-janji Tuhan, percaya bahwa mujizat masih ada sebab Tuhan Yesus selalu menyertai kita (Ibrani 11:6; Yohanes 11:40). Orang percaya dipanggil tidak hanya untuk percaya kepada Tuhan Yesus tetapi juga untuk membangun hubungan yang intim dengan-Nya, sayangnya banyak orang Kristen yang menghabiskan waktu untuk hal-hal yang sementara bukan untuk hal-hal yang kekal (2 Korintus 4:18) dan tidak dapat memprioritaskan hal yang sangat penting bagi orang percaya (Matius 6:33).
  3. Bertekun dan kembangkan potensi (Yakobus 1:3-4; Matius 25:20-21).

Meyakini dan menghargai janji Allah untuk dapat terealisasi dalam hidup kita adalah bagian kita pada hari-hari ini. Tuhan Yesus memberkati.

Integritas Awal Dari Multiplikasi Dan Promosi

Integritas berarti:

  1. Integrate (Bahasa Latin), yaitu komplit/tanpa cacat, sempurna, tanpa kedok.
  2. Mutu, sifat/keadaan yang menunjukan kesatuan yang utuh sehingga memiliki potensi dan kemampuan yang memancarkan kewibawaan dan kejujuran.
  3. Melakukan sesuatu sesuai dengan apa yang kita katakan dan apa yang kita lakukan, maksudnya adalah apa yang ada di hati dan yang kita ucapkan, yang kita pikirkan dan yang kita lakukan adalah sama atau dengan kata lain tindakan konsisten yang sesuai dengan perkataan.
  4. Penepatan janji-janji kita.
  5. Fondasi di mana hidup kita dibangun di atasnya.
  6. Asset yang berwujud tindakan dan gaya hidup.

Jadi, integritas berarti kualitas (value) yang dimiliki seseorang dan mewujud dalam tindakan (karakter).

Ciri-ciri orang yang berintegritas:

  1. Menghargai waktu – karena di dunia ini banyak orang pintar tetapi sedikit orang bijaksana – (Mazmur 90:10-12; Matius 25:1-13).
  2. Menghargai sebuah janji – harus tepat janji karena Tuhan Yesus begitu – (Matius 28:20b).
  3. Bersemangat, bertanggung jawab dan tuntas (Roma 12:11; Kolose 3:23).
  4. Memiliki penguasaan diri yang kuat – siap mematikan kedagingan – (2 Korintus 5:17).
  5. Menerima segala kelebihan dan kekurangan orang lain (Matius 22:40).
  6. Menjunjung tinggi kejujuran (Amsal 3:32; Mazmur 32:11).
  7. Memiliki pikiran dan perasaan Kristus (Filipi 2:5).

Alasan kita harus memiliki integritas, karena:

  1. Integritas adalah standar yang Tuhan cari dalam diri kita – Allah menghendaki kita untuk berusaha menjadi sama dengan Dia karena kita diciptakan seturut rupa-Nya – (Kejadian 1:26; 1 Yohanes 2:6).
  2. Integritas menentukan masa depan hidup kita – semakin tinggi dan besar nilai sesuatu, semakin tinggi dan besar orang menghargainya, jadilah pribadi yang benar di hadapan Tuhan dan manusia – (Roma 14:17-18).
  3. Integritas kita sangat berpengaruh terhadap lingkungan kita – cara berpikir dan gaya hidup kita akan diikuti oleh orang-orang yang kita pimpin – (Matius 5:13-16).
  4. Integritas adalah khotbah yang hidup – kita adalah suratan yang terbuka – (2 Korintus 3:2).

 

Integritas sangat penting dalam kehidupan kekristenan dan itu dibangun lewat proses dan komitmen. Kita harus memiliki komitmen yang kuat untuk mejadi orang-orang Kristen yang berintegritas dan hidup seperti Tuhan Yesus sehingga kita mengalami multiplikasi dan promosi, karena integritas adalah pribadi Tuhan Yesus sendiri. Tuhan Yesus memberkati.

Kegagalan Rohani

“Tetapi banyak orang yang terdahulu akan menjadi yang terakhir, dan yang terakhir akan menjadi yang terdahulu.”

(Matius 19:30)

Hal yang kita perlukan agar tidak mengalami kegagalan rohani, yaitu:

  1. Iman dan kesetiaan
  2. Tahan uji
“Hendaklah engkau setia sampai mati, dan Aku akan mengaruniakan kepadamu mahkota kehidupan.”
(Wahyu 2:10b)

Mendekat Kepada Tuhan

Melalui kisah Hana dalam 1 Samuel 1:1-28 dan 1 Samuel 2:1-10, kita dituntun untuk mengingat dan belajar tentang beberapa hal:

  1. Jangan menjadi batu sandungan bagi sesama kita (ayat 6). Hana tidak mengajak/membalas Penina untuk berkelahi.
  2. Cari Tuhan (ayat 9), berdoa (ayat 12) dan mencurahkan isi hati (ayat 15). Hana berserah total kepada Tuhan.
  3. Jika bernazar, maka harus ditepati (ayat 11, 28). Hana membawa Samuel kepada Imam Eli.
  4. Memberi korban syukur (ayat 24). Hana tidak datang kepada Tuhan dengan tangan hampa ketika ia sudah diberkati. Hana pun memuji Tuhan (multiplikasi – 1 Samuel 2:5, promosi – 1 Samuel 2:6-8).
Persoalan kehidupan tidak terletak kepada ‘beratnya masalah’ tetapi bagaimana respon/tanggapan kita terhadap keberadaan masalah itu. Milikilah ketekunan hati untuk terus mendekat kepada Tuhan sampai ia memulihkan, menjawab bahkan memultiplikasikan apa yang kita kerjakan dan mempromosikan kita. Tuhan Yesus memberkati.

Ladang Sudah Menguning

“Bukankah kamu mengatakan: Empat bulan lagi tibalah musim menuai? Tetapi Aku berkata kepadamu: Lihatlah sekelilingmu dan pandanglah ladang-ladang yang sudah menguning dan matang untuk dituai.” (Yohanes 4:35)

Sepanjang perjalanan pelayanan Tuhan Yesus di bumi, Ia selalu memiliki orientasi kepada JIWA-JIWA YANG TERHILANG (Lukas 15:4-7; 11-24). Betapa sukacitanya Tuhan Yesus jika ada JIWA  YANG DISELAMATKAN.

Matius 9:37-38 berkata “Maka kata-Nya kepada murid-murid-Nya: “Tuaian memang banyak, tetapi pekerja sedikit. Karena itu mintalah kepada tuan yang empunya tuaian, supaya Ia mengirimkan pekerja-pekerja untuk tuaian itu.”

Sekarang, bagaimana respon kita terhadap PANGGILAN yang Tuhan berikan kepada kita (semua orang percaya) untuk menuai jiwa-jiwa?

  1. Ini aku, utuslah aku Tuhan (Yesaya 6:8)
  2. Miliki belas kasihan kepada jiwa yang tersesat (Matius 9:36)
  3. Rela berkorban (Yohanes 3:16)

Tuhan Yesus memberkati.