Selamatkan Generasi Muda Kita, Sekarang!

Ceritakanlah tentang itu kepada anak-anakmu, dan biarlah anak-anakmu menceritakannya kepada anak-anak mereka, dan anak-anak mereka kepada angkatan yang kemudian.” (Yoel 1:3)

Generasi muda adalah target utama iblis karena mereka menentukan jatuh bangunnya suatu bangsa di masa depan dan memiliki privilege dari Tuhan (Yoel 2:28, Markus 10:16, Amsal 29:20). Generasi muda yang dipersiapkan dan dididik dengan baik dalam kebenaran/cinta akan Tuhan pasti akan memberi dampak yang luar biasa.

Bagaimana membangkitkan generasi muda?

  1. Dengan disiplin rohani melalui keteladanan kita. Didiklah orang muda menurut jalan yang patut baginya, maka pada masa tuanya pun ia tidak akan menyimpang dari pada jalan itu.” (Amsal 22:6)
  2. Melatih (mempersiapkan) mereka untuk menjadi prajurit-prajurit doa dalam peperangan rohani dengan memiliki iman  yang teguh sejak dini.
  3. Menghargai potensi mereka di dalam Tuhan dengan mendorong untuk aktif dalam kegiatan-kegiatan yang positif disertai kepenuhan Firman Allah dan Roh Kudus.

Pada akhirnya generasi muda inilah yang akan melanjutkan ‘perjuangan’ kita dan berdiri tegap serta berkata, Tetapi aku dan seisi rumahku, kami akan beribadah kepada TUHAN!” (Yosua 24:15).

Advertisements

Kualitas Pasukan Yosua

“Seorangpun tidak akan dapat bertahan menghadapi engkau seumur hidupmu; seperti Aku menyertai Musa, demikianlah Aku akan menyertai; Aku tidak akan membiarkan engkau dan tidak akan meninggalkan engkau.” (Yosua 1:5)

Kriteria yang dimiliki oleh Yosua yang menjadikannya dipercayai oleh Tuhan untuk menggantikan Musa, yaitu:

  1. Hidup dalam ketaatan. “Yosua melakukan seperti yang dikatakan Musa kepadanya dan berperang melawan orang Amalek…” (Keluaran 17:10)
  2. Tidak terlibat dengan dosa dalam generasinya. Keluaran 32:17-18 menggambarkan bahwa Yosua tidak terbiasa dengan nyanyian penyembahan berhala yang mana kala itu menjadi ‘trend’/kebiasaan orang sezamannya.
  3. Kesukaannya hadirat Tuhan. “Dan Tuhan berbicara kepada Musa dengan berhadapan muka seperti seorang berbicara kepada temannya; kemudian kembalilah ia ke perkemahan. Tetapi abdinya, Yosua bin Nun, seorang yang masih muda, tidaklah meninggalkan kemah itu.” (Keluaran 33:11)
  4. Miliki iman yang teguh. Sekalipun menghadapi musuh yang besar dan kuat tetapi Yosua tetap memiliki iman yang berlandaskan akan kesanggupan Allah yang mampu menggenapi apa yang difirmankan-Nya. Bagian kita hanya percaya dan bergerak hingga janji Allah digenapi (Bilangan 13:27-32).
  5. Penuh dengan Roh Kudus. “Lalu TUHAN berfirman kepada Musa: “Ambillah Yosua bin Nun, seorang yang penuh Roh, letakkan tanganmu atasnya.” (Bilangan 27:18)

Kedewasaan Yang Benar

Kedewasaan yang benar adalah proses (continue) “menjadi” dewasa

  • Memiliki pemikiran yang benar (1 Korintus 14:20)
  • Memiliki kepedulian yang benar (Kolose 4:12)
  • Meyakini kesempurnaan kehendak Tuhan (Kolose 4:12)

Barisan Tentara Allah

Salah satu pesan Tuhan untuk memasuki tahun 2012 adalah peperangan rohani, karena Tuhan mengasihi semua manusia. Menjelang kedatangan-Nya, Tuhan sedang melepaskan gelombang kuasa kasih Tuhan, sehingga terjadi keselamatan jiwa beribu-ribu laksa. Tuhan ingin agar semua manusia diselamatkan, sedangkan iblis hanya mau mencuri, membunuh dan membinasakan dengan cara menghasut manusia agar tidak percaya kepada Tuhan sehingga akhir hidupnya hancur.

Jika memperhatikan hal tersebut maka bisa dibayangkan, di tahun 2012 dan seterusnya akan terjadi peperangan rohani yang semakin dahsyat. Oleh karena itu saat ini Tuhan sedang mengajak setiap kita untuk menjadi teman sekerja Allah, agar bergabung ke dalam barisan tentara Allah yang dahsyat juga.

Berdasarkan kisah pasukan Gideon dalam Hakim-Hakim 7, dimana Tuhan hanya memilih 300 orang untuk berperang. Tuhan memilih mereka karena bergairah, beriman, mengasihi Tuhan dan berani untuk melakukan kebenaran Firman Tuhan, serta tidak kompromi dengan dosa.

Tuhan sedang membangkitkan generasi baru yaitu generasi pelayan Tuhan yang dipenuhi dengan iman dan yang akan mengantisipasi hal-hal baru yang akan Tuhan kerjakan di dalam pelayanan karena meraka begitu bergairah akan rencana-rencana Tuhan bagi kehidupan dan pelayanan mereka (tidak takut terhadap perubahan). Cirinya mereka memiliki belas kasihan dan hidup di dalam kekudusan.

Tuhan serius dan sedang membangkitkan tentara-Nya yang berani menghadapi musuh, berbelas kasihan dan berani hidup di dalam kekudusan. Untuk bergabung di dalam barisan tentara Allah yang dahsyat, maka kita harus menjadi orang yang berkenan di hadapan Allah, yaitu “beriman kepada Allah” (Ibrani 11:6).

Ciri orang yang beriman kepada Allah adalah:

  1. Konsisten mempunyai waktu untuk bersekutu dengan Tuhan karena meneladani teladan Tuhan Yesus (Markus 1:35, Yohanes 5:19) dan meresponi kerinduan Allah yang selalu ingin bersekutu dengan manusia (Ayub 7:17-18, Ratapan 3:22-23).
  2. Siap menerima resiko ketika mengambil keputusan untuk mengikuti Tuhan Yesus (Markus 13:13, Yohanes 15:18-20).
Kita bisa memilih, mau berkenan di hati Tuhan, atau mengikuti cara-cara duniawi, yaitu “Sebab semua yang ada di dalam dunia, yaitu keinginan daging dan keinginan mata serta keangkuhan hidup, bukanlah berasal dari Bapa, melainkan dari dunia.” (1 Yohanes 2:16).
Kita tidak bisa mengikuti kedua-duanya, karena persahabatan dengan dunia adalah permusuhan dengan Tuhan (Yakobus 4:4). Jika kita ingin mengalami perkenanan Tuhan, maka harus lebih peduli dengan perasaan-Nya Tuhan.
Jika kita menjadi musuh iblis, tetapi sahabat-Nya Tuhan, maka ketika iblis menyerang kita dan kita minta pertolongan Tuhan, Tuhan pasti menolong. Jika Tuhan di pihak kita, siapakah yang bisa melawan kita? Tidak ada! (Matius 28:18)
Sebaliknya, jika kita menjadi musuh-Nya Tuhan, jangan pernah berharap kepada iblis bahwa ia akan  menolong dan menyelamatkan.
Ketika dibenci oleh semua orang, iblis akan berupaya keras agar kita mau membalas kejahatan dengan kejahatan, membenci orang yang membenci kita, putus asa bahkan kecewa dengan Tuhan, yang tujuan akhirnya adalah agar iman kita kepada Kristus menjadi gugur, dan kalalu iman kita gugur, kita tidak akan berkenan di hadapan Tuhan.
Cara untuk bertahan dan memperoleh keselamatan dari Tuhan adalah melakukan seperti yang Yesus lakukan. Jika musuh kita adalah musuh-Nya Tuhan, maka sesungguhnya peperangan itu milik-Nya Tuhan.
Jadi, di tahun perkenanan Tuhan ini, marilah kita bangkit dengan kekuatan dari Roh Kudus, bersama-sama secara unity, bergerak untuk masuk ke dalam barisan tentara Allah yang dahsyat, dan menyatakan kasih Kristus, sehingga semakin banyak jiwa pindah dari gelapnya dosa, kepada terang Tuhan yang ajaib. Tuhan Yesus memberkati kita berlimpah-limpah.

Apa Yang ALKITAB Katakan Tentang MAKANAN SEHAT?

 “Sebab kamu telah dibeli dan harganya telah lunas dibayar: Karena itu muliakanlah Allah dengan tubuhmu!” (Amsal 6:20)

Diri kita bukanlah milik kita sendiri lagi, kita telalh dibeli dan harganya telah lunas dibayar, sehingga kita mempunyai tanggung jawab untuk memuliakan Allah dengan tubuh kita yang sehat ini. Oleh karena itu, ingatlah selalu tiga prinsip dalam memilih makanan yang sehat menurut Alkitab:

PRINSIP I

Makanlah hanya zat-zat/bahan-bahan yang Allah ciptakan sebagai makanan. Hindarilah apa yang tidak diciptakan sebagai makanan atau yang dilarang sebagai makanan atau yang dilarang sebagai makanan (darah, lemak).

“Berfirmanlah Allah: “Lihatlah, Aku memberikan kepadamu segala tumbuh-tumbuhan yang berbiji di seluruh bumi dan segala pohon-pohonan yang buahnya berbiji; itulah akan menjadi makananmu.” (Kejadian 1:29)

Tuhan telah memberikan perintah-Nya mengenai DARAH dan LEMAK yang harus ditaati di zaman Perjanjian Lama, Perjanjian Baru dan hingga saat ini.

“Inilah suatu ketetapan untuk selamanya bagi kamu turun-temurun di segala tempat kediamanmu: janganlah sekali-kali kamu makan lemak dan darah.” (Imamat 3:17)

Secara medis, darah banyak mengandung kuman dan kaya akan zat besi sehingga dapat meracuni tubuh terutama hati sedangkan lemak hewan adalah lemak jahat yang mengakibatkan pernyakita penyumbatan pembuluh darah.

PRINSIP II

Sebanyak mungkin, makanlah makanan sebagaimana makanan itu diciptakan, sebelum diubah/diolah/dikembangkan menjadi sesuatu yang manusia pikir bisa menjadi lebih baik.

Penambahan bahan-bahan kimia sebagai pengawet, pemutih, perasa dan sebagainya, dan mengolah makanan sehingga makanan tersebut tidak lagi mempunyai zat-zat gizi seperti yang pertama kali dirancang Tuhan. Seperti, makanan kalengan, sosis, kornet, “hot dog”, ham, fast food.

PRINSIP III

Hindari kecanduan makanan. Jangan biarkan satu pun makanan atau minuman menjadi allahmu. Seperti kecanduan/ketagihan zat-zat kimiawi, alkohol, obat-obatan, tembakau/rokok, kafein, teh, kopi, lemak, gula, garam.

Akhir kata, cermatlah dalam memilih menu makanan kita, karena apa yang kita tabur hari ini, kita akan tuai pada waktunya kelak. Menabur makanan tidak sehat hari ini, cepat atau lambat akan kita tuai hasilnya.

“”Segala sesuatu diperbolehkan.” Benar, tetapi bukan segala sesuatu berguna. “Segala sesuatu diperbolehkan.” Benar, tetapi bukan segala sesuatu membangun.” (1 Korintus 10:23)

Menu Makanan Yesus – Don Colbert M. D. & Apa Yang Alkitab Katakan Tentang Hidup Sehat – wanita.sabda.org

Hidup Dalam Perkenanan Tuhan

Bagaimana caranya supaya kita dapat berkenan di hadapan Tuhan?

  1. Pengenalan manusia akan Allah sangat penting karena membawa manusia ke arah hubungan yang intim dengan Tuhan, menentukan kualitas hidup manusia dan membuat manusia akan melakukan segala sesuatu yang sesuai dengan kehendak Tuhan (Hosea 6:3).
  2. Hidup yang terus diperbaharui setiap hari, proses menuju kesempurnaan untuk mencapai standarnya Tuhan (Roma 12:2, Galatia 2:20).
  3. Hidup yang berfokus kepada Tuhan membuat kita semakin memperoleh pengenalan akan Dia, semakin kuat dalam menjalani kehidupan kita, semakin terorientasi kepada hal-hal yang sifatnya kekal (Filipi 3:13-14). Hidup yang terfokus kepada Allah berarti hidup kita berkemenangan dalam pergumulan dan permasalahan hidup yang walaupun kita hidup dalam masalah dan pergumulan tersebut. Tuhan Yesus memberkati.

Goncangan Kecil Di Awal Tahun 2012

 “Sebab beginilah firman TUHAN semesta alam: Sedikit waktu lagi maka Aku akan menggoncangkan langit dan bumi, laut dan darat”

 (Hagai 2:7)

Menjelang kedatangan Tuhan kail yang kedua dengan pesan “AKU segera datang”, goncangan-goncangan kecil di awal tahun ini menjadi pembuka untuk masuk dalam goncangan-goncangan yang berikutnya, olehnya gereja Tuhan harus mewaspadai setiap goncangan ini, sebab apa yang telah difirmankan-Nya pasti digenapi (Yoel 2:31-32).

Bagaimana sikap kita untuk menghadapi goncangan yang bersumber dari Tuhan di tengah-tengah pesan Tuhan bahwa Tahun ini sebagai Tahun Perkenanan Tuhan?

  1. Hidup benar dan serta bergaul dengan Allah (Kejadian 6:9, Mazmur 91:14).
  2. Hidup dengan rendah hati di hadapan Tuhan dan hanya bergantung kepada Tuhan saja (Zefanya 3:12, Yakobus 4:10).
  3. Tetap percaya kepada Firman-Nya meskipun dicemooh; tetap berseru-seru kepada Tuhan dan meyakini bahwa Tuhan telah menyediakan multiplikasi dan promosi yang luar biasa bagi kita dibalik goncangan-goncangan yang terjadi (Mazmur 22:5-6, Yohanes 11:40, Mazmur 26:1).

The Year Of The Lord’s Favor

 “Yesaya 61:1-11”

Tahun 2012 adalah tahun yang luar biasa karena tahun dengan musim ganda! Perkenanan Tuhan yang Tuhan curahkan pada kita ke depan ini sangat ajaib, pengurapan yang lebih dari yang sebelumnya (ay. 1) yang membawa berkat:

  1. Kelegaan bagi yang sengsara (ay.1 )
  2. Penghiburan yang hatinya terluka (ay. 1)
  3. Pembebasan/kelepasan dari berbagai belenggu dan keterikatan (ay. 1)
  4. Peneguhan bagi yang susah (ay. 2)
  5. Berkat secara fisik dan kekayaan demi kemuliaan-Nya (ay. 3)
  6. Pembaharuan yang diluar akal manusia (ay. 4)
  7. Bangsa-bangsa datang untuk diberkati melaluimu (ay. 5)
  8. Kita menjadi imam dan pelayan Tuhan (ay. 6)
  9. Menikmati kekayaan bangsa-bangsa (ay. 6)
  10. Multiplikasi sebagai ganti kerugian di masa lampau (ay. 7)
  11. Sukacita abadi (ay. 7)
  12. Promosi dan penghargaan yang berasal dari Tuhan dan tidak akan dapat direbut oleh siapapun (ay. 8)
  13. Keturunan kita dikenal sebagai anak-anak Tuhan dan menjadi berkat bagi banyak orang (ay. 9)
  14. Keintiman yang lebih dalam dengan Tuhan (ay. 10)
  15. Pekerjaan/pelayanan kita membuahkan hasil yang berlimpah (ay. 11)

Tetapi pada saat yang bersamaan perkenanan Tuhan dicurahkan, justru hal itu menjadi berita buruk bagi orang-orang yang tidak dikenan-Nya karena Tuhan akan menghukum/membalas perbuatan jahat setiap orang (ay. 2) yaitu mereka yang tidak hidup menurut hokum Tuhan, yang merampas apa yang bukan menjadi haknya dan yang berbuat kecurangan (ay. 6).

Tantangan besar bagi kita adalah mengetahui dengan pasti apakah kita mengikuti hukum Tuhan sesuai dengan kehendak-Nya atau tidak. Orang Israel pada masa Hakim-hakim jatuh dalam dosa karena mereka merasa mengikuti hukum Tuhan tetapi menurut apa yang mereka anggap baik (Hakim 21:25).

Sangat berbahaya kalau kita menggunakan pikiran dan kekuatan kita sendiri untuk menentukan apa yang benar dan tidak. Manusia cenderung menganggap apa yang baik pastilah benar, tetapi prinsip Firman Tuhan adalah bahwa yang benar sesuai Firman-Nya pasti baik.

Contoh: setiap orang di dunia pasti terkait dengan salah satu adat masyarakat. Adat berguna untuk mengatur tatanan dalam interaksi social. Dari fungsinya, adat memang baik, tetapi dalam pelaksanaannya bisa saja ada yang bertentangan dengan Hukum Tuhan, sehingga artinya tidak benar.

Yang salah adalah mencoba membenarkan apa yang kita perbuat dengan mengartikan hukum-hukum Tuhan berdasarkan kekuatan/pikiran sendiri (Yeremia 17:5).

Jadi, bagaimana agar perkenanan Tuhan tetap ada atas kita?

  1. Beritakan kabar baik kepada semua orang –kebenaran, damai sejahtera & sukacita dari Tuhan– (ay. 1-2). Inilah yang menjadi tujuan dan tugas Tuhan Yesus ketika Ia datang ke dunia (Lukas 4:16-21), ketika kita melakukannya berarti kita sedang menyenangkan hati-Nya (Roma 8:17-18). Jangan khawatir untuk menjadi saksi, inilah waktu perkenanan Tuhan!
  2. Peduli pada generasi di bawahmu (ay. 9). Kita harus memperhatikan generasi muda dan siap dengan segala perubahan paradigma dalam pelayanan kita. Jangan sampai kita kehilangan sebuah generasi, mereka pun generasi anak-anak Tuhan.
  3. Hidup dalam komunitas/keluarga Ilahi (ay. 10). Kita harus terus bergaul intim dengan Tuhan dan dewasa dalam pergaulan/kehidupan sehari-hari, karena tidak ada anak kecil (tidak dewasa rohani) yang akan menjadi mempelai Kristus. Cara paling efektif untuk menjadi dewasa rohani adalah hidup dalam komunitas anggota keluarga ilahi karena bukan saja membahas Firman Tuhan, tetapi terlebih penting adalah bagaimana para anggota saling membantu, meneguhkan, mendoakan dan saling mengingatkan, mendewasakan tingkat kerohanian sesama mereka. Di sinilah unity terwujud dan kita tidak akan merasa sendirian karena selalu ada teman-teman yang setia mendoakan kita. Kehidupan komunitas ini adalah sesuatu yang penting bagi kita, jika kita rindu semakin dewasa rohani (inside) dan rindu untuk melayani Tuhan (outside).
  4. Terus bergaul intim dengan Tuhan dalam Firman, doa, pujian dan penyembahan kepada-Nya –Pondok Daud/Menara Doa– (ay. 11).

Memasuki Tahun Perkenanan Tuhan

Memasuki tahun 2012 Tuhan membawa kita ke dalam musim baru, yaitu musim perkenanan Tuhan. Kita telah melewati Tahun Multiplikasi dan Promosi di tahun 2011, dan Tuhan membawa ke level yang lebih unggul di tahun ini.

Karena itu kita harus mengerti apa yang Tuhan inginkan dari kita, agar wujud perkenanan Tuhan itu nyata kita alami; karena memberikan kepada-Nya apa yang diingini-Nya.

Di tahun 2012 kita percaya Tuhan akan mencurahkan berkat-Nya bagi kita jauh melebihi apa yang kita alami di waktu lampau. Karena berkat-berkat itu akan jadi sarana untuk memperluas Kerajaan-Nya dan memperkenalkan nama-Nya bagi yang belum mengenal Dia. Berkat-berkat yang kita alami itu juga adalah tanda perkenanan Tuhan atas hidup kita.

Mari kita bercermin dari contoh-contoh di dalam Alkitab. Ada banyak teladan dari orang-orang yang mengalami perkenanan Tuhan. Daniel, Yusuf, Esther dan Daud adalah tokoh-tokoh yang sangat dikenali sebagai orang yang berkenan di hati Tuhan.

Mereka semua memiliki kesamaan di hadapan Tuhan, yaitu hati mereka disukai oleh Tuhan. Hati Tuhan bersuka mendapati hati mereka seperti yang diharapkan-Nya.

Kesamaan lainnya adalah, hati mereka teruji sebagai orang yang hidup dalam iman, ketaatan, kekudusan, dan kebenaran pada pandangan Tuhan. Hal ini juga yang harus kita kejar di musim baru ini, sehingga kita berkenan kepada Allah.

Ciri-ciri orang yang menarik perkenanan Tuhan atas hidupnya adalah:

  1. IMAN (Ibrani 11:6, Roma 4:18-19). Jika kita hidup oleh iman, berjalan dengan iman, hal itu membuat Allah disukakan (diperkenan Tuhan). Iman berarti berjalan dengan hati percaya, bahwa apa yang Tuhan katakan itulah yang benar. Iman melihat dengan mata batiniah, bukan melihat dengan mata jasmani, sehingga selalu memiliki pengharapan di dalam Tuhan. Oleh iman, kita tidak putus asa menghadapi apapun sekalipun tidak ada dasar untuk pengharapan, kita tidak mengarahkan pandangan semata kepada apa yang terlihat oleh mata jasmani, melainkan kepada yang tidak terlihat secara kasat mata, yaitu kepada yang Firman Tuhan nyatakan. Mata batiniah kita melihat kepada perkara surgawi. Iman membuat kita berfokus kepada apa yang dibukakan oleh Roh Kudus, mempunyai perspektif terhadap Firman Tuhan tepat sebagaimana yang Tuhan maksudkan.
  2. KETAATAN (Yohanes 14:21,23; Yohanes 15:5). Ketika kita melakukan perintah-nya, Tuhan katakan, Dia mengasihi kita dengan cara yang khusus. Dia akan menyatakan diri-Nya kepada (dalam) kita secara khusus. Ini artinya kita diperlakukan secara khusus sebagai orang yang diperhatikan dan diistimewakan Tuhan. Orang yang berjalan dalam ketaatan akan firman-Nya berkenan kepada Allah. Ketaatan in bukan hasil upaya dari kemampuan manusiawi kita, melainkan buah dari kesetiaan kita tinggal di dalam Dia, membangun hubungan persahabatan yang mendalam (intim) dengan Tuhan sehingga roh kita menerima kekuatan dari Roh Kudus untuk melakukan perintah-Nya.
  3. KEKUDUSAN (Imamat 19:2, 1 Petrus 1:15-16). Tuhan menginginkan kita hidup kudus, artinya menjaga diri murni bagi Tuhan, tidak tercampuri oleh noda dunia. Karena Tuhan Bapa kita itu kudus, maka kita anak-anak-Nya seharusnya kudus, karena kita diciptakan serupa dengan gambaran-Nya. Kelayakan untuk kita berada di dalam hadirat Allah adalah kekudusan. Dosa dan kecemaran yang tidak dibereskan membuat kita tidak akan bisa tinggal di dalam persekutuan dengan Allah. Identitas kita di hadapan Tuhan adalah bangsa yang kudus, umat kepunyaan Tuhan (1 Petrus 2:9). Jika kita berkomitmen untuk hidup kudus, mengejar kekudusan dalam setiap aspek hidup kita, kita akan menjadi peralatan (instrument) bagi Allah untuk tujuan yang mulia, dan dipisahkan secara khusus bagi Dia untuk perkara yang mulia karena kemuliaan-Nya dinyatakan melalui bejana-Nya yang kudus, bukan bejana yang kotor (2 Timotius 2:21). Ketika kita menjaga hidup tetap kudus, maka Allah berkenan kepada kita.
  4. KEBENARAN (Mazmur 51:8). Tuhan itu menyukai kebenaran di dalam batin. Karena Tuhan melihat hati kita, bukan melihat yang Nampak di permukaan secara jasmani. Kebenaran adalah sifat yang mutlak bagi Allah. Yesus katakan, “Akulah kebenaran …” “FirmanMu adalah kebenaran …” Kita dipanggil untuk menjadi orang-orang benar akhir zaman, yang hidup di dalam kebenaran-Nya. Kita pun dipanggil untuk menyembah Allah dalam roh dan kebenaran, mempraktekan kasih dalam kebenaran. Apakah yang kita peroleh ketika hidup sebagai orang benar? Doa orang benar besar kuasanya ketika dengan sungguh-sungguh didoakan. Mata Tuhan tertuju kepada orang-orang benar, dan telinganya kepada teriak mereka minta tolong. Kita diperhatikan Tuhan secara khusus. Karena itu kita harus menjaga hati nurani kita benar di hadapan Tuhan, sehingga kita berjalan dalam kebenaran firman-Nya setiap hari. Ketika kita hidup dalam kebenaran, Allah berkenan kepada kita.

Tuhan sedang membawa kita ke dalam perkenanan-Nya, karena itu marilah kita perhatikan teladan dari orang-orang yang telah mengalami perkenanan Tuhan. Hidupilah apa yang mereka telah hidupi, kita pasti disanggupkan untuk melakukannya ketika tinggal diam di dalam Kristus seperti ranting yang tetap tinggal melekat kepada pokoknya. Dengan membangun hubungan yang intim dengan Tuhan, kita dimampukan menghidupi empat hal ini sehingga hidup kita berkenan kepada-nya. Amin. Tuhan Yesus memberkati.

Daud Orang Yang Berkenan Pada Tuhan

“Tentang Daud Allah telah menyatakan: Aku telah mendapat Daud bin Isai, seorang yang berkenan di hati-Ku dan yang melakukan segala kehendak-Ku.”

(Kisah Rasul 13:22b)

  1. Daud selalu berusaha untuk menyenangkan hati Tuhan, bukan rakyatnya.
  2. Daud selalu memperhatikan dan taat pada suara Tuhan (tahu dan mengerti kehendak Allah, kemudian melakukannya dengan persis).
  3. Daud selalu memiliki hati yang benar di hadapan Tuhan.
  4. Daud selalu memuliakan Tuhan.
  5. Daud selalu mencari Tuhan.
  6. Daud selalu menghormati otoritas.
  7. Daud mau bertobat dan membayar harga (siap menerima konsekuensi dengan realistis).

#Dalam kegalauannya, Daud tidak membeberkan masalah pribadinya kepada orang lain tetapi Daud menenangkan diri dan berdoa kepada Tuhan. Daud melakukan kehendak Tuhan pada zamannya.