Ketaatan Yang Menyelamatkan

Akulah pintu; barangsiapa masuk melalui Aku, ia akan selamat dan ia akan masuk dan keluar dan menemukan padang rumput.” (Yohanes 10:9)

Tuhan Yesus adalah pintu yang membuat kita yang mau mengikuti-Nya akan menemukan keselamatan dan menikmati kehidupan yang selalu lebih baik. Bagian Tuhan adalah menuntun kita untuk menerima berkat-Nya, sedangkan bagian kita adalah:

1)      Tetap bersabar. Ketidaksabaran bisa memperdaya kita dalam situasi yang nampaknya baik, namun sebenarnya akan menghancurkan kita.

2)      Mengandalkan kasih setia Tuhan. Sebab kasih setia-Mu lebih baik dari pada hidup; bibirku akan memegahkan Engkau.” (Mazmur 63:4)

Satu hal yang harus kita ingat, yaitu bahwa Tuhan adalah gembala yang baik. Tuhanlah pintu dan pemimpin kehidupan kita, bukan diri kita sendiri. Jika kita menyadari sepenuhnya tentang peran dan kuasa-Nya, maka kita bisa menjadi pengikut Kristus yang taat dan setia.

Advertisements

Menyikapi Masalah

Masalah bukanlah sesuatu yang Tuhan kirimkan untuk menghancurkan kita, melainkan berkat yang Tuhan izinkan terjadi supaya kita melewatinya, sehingga memurnikan karakter dan iman kita menjadi semakin kuat dari sebelumnya. Karenanya, saat kita menghadapi masalah, bereaksilah dengan benar, yaitu dengan cara:

1)      Percayailah dan perkatakan Firman Tuhan sebagai solusi masalah. Namun karena kami memiliki roh iman yang sama, seperti ada tertulis: “Aku percaya, sebab itu aku berkata-kata”, maka kami juga percaya dan sebab itu kami juga berkata-kata.” (2 Korintus 4:13)

2)      Beriman dengan besar. Sesuai Matius 15:22-27, iman yang besar adalah beriman dengan gigih, kokoh, teguh dan tidak mudah menyerah yang ditunjukan dengan cara datang kepada Tuhan dengan membawa hati yang miskin di hadapan-Nya bahwa kita tidak mampu melakukan apapun juga tanpa kekuatan Tuhan. Dengan iman, kita akan melihat pintu-pintu mujizat dibukakan. sebab semua yang lahir dari Allah, mengalahkan dunia. Dan inilah kemenangan yang mengalahkan dunia: iman kita.” (1 Yohanes 5:4)

Reaksi kita disaat menghadapi masalah akan menentukan sejauh mana kemenangan yang bisa kita dapatkan dalam mengatasi masalah tersebut. Serahkanlah hidupmu kepada TUHAN dan percayalah kepada-Nya, dan Ia akan bertindak” (Mazmur 37:5) Serahkanlah perbuatanmu kepada TUHAN, maka terlaksanalah segala rencanamu.” (Amsal 16:3)

Berjaga-jaga

“Lihatlah, Aku datang seperti pencuri. Berbahagialah dia, yang berjaga-jaga dan yang memperhatikan pakaiannya, supaya ia jangan berjalan dengan telanjang dan jangan kelihatan kemaluannya.” (Wahyu 16:15)

Apa yang harus kita jaga sebagai bentuk pengendalian diri kita?

  1. Hati. Amsal 4:23 berkata “Jagalah hatimu dengan segala kewaspadaan, karena dari situlah terpancar kehidupan.” Kita harus menjaga hati kita sesuai Mazmur 119:10-11, “Dengan segenap hatiku aku mencari Engkau, janganlah biarkan aku menyimpang dari perintah-perintah-Mu. Dalam hatiku aku menyimpan janji-Mu, supaya aku jangan berdosa terhadap Engkau.”
  2. Pikiran. Matius 15:19 berkata “Karena dari hati timbul segala pikiran jahat, pembunuhan, perzinahan, percabulan, pencurian, sumpah palsu dan hujat.” Maka kita harus mensinergikan pikiran kita dengan pikiran Kristus seperti tertulis dalam Filipi 2:5, yaitu: “Hendaklah kamu dalam hidupmu bersama, menaruh pikiran dan perasaan yang terdapat juga dalam Kristus Yesus”
  3. Lidah. 1 Petrus 3:10 berkata “Siapa yang mau mencintai hidup dan mau melihat hari-hari baik, ia harus menjaga lidahnya terhadap yang jahat dan bibirnya terhadap ucapan-ucapan yang menipu.” Jagalah lidah kita dengan bijak dalam berkata-kata. “Di dalam banyak bicara pasti ada pelanggaran, tetapi siapa yang menahan bibirnya, berakal budi.” (Amsal 10:19)
  4. Pergaulan. 1 Korintus 15:33 berkata “Janganlah kamu sesat: Pergaulan yang buruk merusakkan kebiasaan yang baik.” You are what you friend and it determines your ‘value’. Gunakan ‘kebebasan’ yang kita peroleh dalam Kristus untuk melakukan sesuatu yang baik bagi diri sendiri maupun orang lain. “Tetapi jagalah, supaya kebebasanmu ini jangan menjadi batu sandungan bagi mereka yang lemah.” (1 Korintus 8:9)

Hati Yang Baru

Kita harus menjaga hati kita untuk tetap benar di hadapan Tuhan karena Tuhan melihat hati kita yang sebenarnya, bukan penampilan lahiriah semata. Yehezkiel 36:26-27 berkata Kamu akan Kuberikan hati yang baru, dan roh yang baru di dalam batinmu dan Aku akan menjauhkan dari tubuhmu hati yang keras dan Kuberikan kepadamu hati yang taat. Roh-Ku akan Kuberikan diam di dalam batinmu dan Aku akan membuat kamu hidup menurut segala ketetapan-Ku dan tetap berpegang pada peraturan-peraturan-Ku dan melakukannya.” Kondisi hati yang seperti apa yang Tuhan kehendaki agar kita diberi hati yang baru?

1)      Hati yang lembut (mau ditegur dan mau belajar). Adapun Musa ialah seorang yang sangat lembut hatinya, lebih dari setiap manusia yang di atas muka bumi.” (Bilangan 12:3)

2)      Hati yang taat. Dan dalam keadaan sebagai manusia, Ia telah merendahkan diri-Nya dan taat sampai mati, bahkan sampai mati di kayu salib.” (Filipi 2:8)

3)      Hati yang tertuju pada Tuhan. Marilah kita melakukannya dengan mata yang tertuju kepada Yesus, yang memimpin kita dalam iman, dan yang membawa iman kita itu kepada kesempurnaan, yang dengan mengabaikan kehinaan tekun memikul salib ganti sukacita yang disediakan bagi Dia, yang sekarang duduk di sebelah kanan takhta Allah.” (Ibrani 12:2)

Berhasil Meraih Janji Tuhan

Hal yang patut kita teladani dari seorang Kaleb bin Yefune dalam keberhasilannya meraih janji Tuhan, yaitu:

1)      Kaleb terus mengingat janji Tuhan. Bani Yehuda datang menghadap Yosua di Gilgal. Pada waktu itu berkatalah Kaleb bin Yefune, orang Kenas itu, kepadanya: “Engkau tahu firman yang diucapkan TUHAN kepada Musa, abdi Allah itu, tentang aku dan tentang engkau di Kadesh-Barnea. (Yosua 14:6)

2)      Kaleb sepenuh hati percaya bahwa Tuhan pasti menepati janji-Nya. Sedang saudara-saudaraku, yang bersama-sama pergi ke sana dengan aku, membuat tawar hati bangsa itu, aku tetap mengikuti TUHAN, Allahku, dengan sepenuh hati. (Yosua 14:8)

3)      Kaleb sabar menanti janji Tuhan digenapi bagi-Nya. Jadi sekarang, sesungguhnya TUHAN telah memelihara hidupku, seperti yang dijanjikan-Nya. Kini sudah empat puluh lima tahun lamanya, sejak diucapkan TUHAN firman itu kepada Musa, dan selama itu orang Israel mengembara di padang gurun. Jadi sekarang, telah berumur delapan puluh lima tahun aku hari ini; pada waktu ini aku masih sama kuat seperti pada waktu aku disuruh Musa; seperti kekuatanku pada waktu itu demikianlah kekuatanku sekarang untuk berperang dan untuk keluar masuk. (Yosua 14:10-11)

4)      Kaleb berjuang untuk meraih janji Tuhan. Oleh sebab itu, berikanlah kepadaku pegunungan, yang dijanjikan TUHAN pada waktu itu, sebab engkau sendiri mendengar pada waktu itu, bahwa di sana ada orang Enak dengan kota-kota yang besar dan berkubu. Mungkin TUHAN menyertai aku, sehingga aku menghalau mereka, seperti yang difirmankan TUHAN. (Yosua 14:12)

Karya Roh Kudus

Tanda jika Roh Kudus ada dalam diri kita adalah:

  1. Mengalami pemulihan seutuhnya
  2. Dimampukan berjalan bersama Tuhan
  3. Merasakan hadirat Tuhan
  4. Dimampukan memahami Firman Tuhan
  5. Dijadikan manusia baru
  6. Merasakan ketenangan dalam hidup

 

Keberhasilan Karena Kesetiaan

Barangsiapa setia dalam perkara-perkara kecil, ia setia juga dalam perkara-perkara besar. Dan barangsiapa tidak benar dalam perkara-perkara kecil, ia tidak benar juga dalam perkara-perkara besar.” (Lukas 16:10)

Kesetiaan berjalan dua arah, yaitu dari sisi Tuhan yang setia dengan janji-Nya dan dari sisi manusia yang setia melakukan bagiannya. Jika hal ini terlaksana, so nothing is impossible.

Amsal 20:6 berkata Banyak orang menyebut diri baik hati, tetapi orang yang setia, siapakah menemukannya?” Menjadi seseorang yang baik hati saja tidaklah cukup, tetapi harus disertai kesetiaan karena sifat yang diinginkan pada seseorang ialah kesetiaannya” (Amsal 19:22a)

Ciri-ciri orang yang setia yaitu tetap taat meski tidak tahu kapan saatnya akan dipromosikan, tetap tunduk kepada otoritas dan tidak mudah kecewa dengan realita kehidupan bagaimanapun keadaannya.

Maka kata tuannya itu kepadanya: Baik sekali perbuatanmu itu, hai hambaku yang baik dan setia, engkau telah setia memikul tanggung jawab dalam perkara yang kecil, aku akan memberikan kepadamu tanggung jawab dalam perkara yang besar. Masuklah dan turutlah dalam kebahagiaan tuanmu.” (Matius 25:23)

Hendaklah engkau setia sampai mati, dan Aku akan mengaruniakan kepadamu mahkota kehidupan.” (Wahyu 2:10b)

Kenallah kebenaran Tuhan dan setialah melakukannya meskipun dunia menganggap bodoh orang yang melakukannya karena kelak Tuhan akan memakai orang yang bodoh untuk mempermalukan dunia. Kesetiaan harus diperjuangkan. Kita setia kepada Tuhan bukan karena apa yang akan Ia lakukan atas kesetiaan kita tetapi karena apa yang telah Ia lakukan bagi kita bahkan sebelum kita benar-benar mengenal-Nya.

Siap Menerima Mujizat

Mujizat sering disebut sebagai ‘hadiah’ Tuhan setelah kita melalui proses/ujian kehidupan. Namun sejatinya hidup kita selalu dipenuhi oleh mujizat setiap waktu meskipun kita tidak melewati sebuah ujian ‘berat’. Lalu, bagaimana agar kita siap menerima mujizat Tuhan?

  1. Hidup kudus. “Berbicaralah kepada segenap jemaah Israel dan katakan kepada mereka: Kuduslah kamu, sebab Aku, TUHAN, Allahmu, kudus.” (Imamat 19:2)
  2. Menaruh pikiran Kristus dalam pikiran kita, yaitu dengan selalu berpikiran positif dan mengucap syukur dalam segala keadaan.
  3. Menjaga perkataan dan perbuatan sesuai dengan Firman Tuhan.

Menjadi Serupa Seperti Kristus

“Barangsiapa mengatakan, bahwa ia ada di dalam Dia, ia wajib hidup sama seperti Kristus telah hidup.” (1 Yohanes 2:6)

Menjadi serupa seperti Kristus berarti “Janganlah kamu menjadi serupa dengan dunia ini, tetapi berubahlah oleh pembaharuan budimu, sehingga kamu dapat membedakan manakah kehendak Allah: apa yang baik, yang berkenan kepada Allah dan yang sempurna.” (Roma 12:2)

3 hal yang harus dilatih setiap hari agar kita semakin serupa seperti Kristus, yaitu:

  1. Merenungkan dan memperkatakan Firman Tuhan (Yosua 1:8) karena Firman Tuhan meluputkan kita dari perbuatan dosa (Mazmur 119:9,11), menerangi jalan hidup kita sehingga kita stay on the right track (Mazmur 119:105), serta mengajar, menyatakan kesalahan, memperbaiki kelakuan dan mendidik orang dalam kebenaran (2 Timotius 3:16).
  2. Setia berdoa setiap hari (Efesus 6:18) karena dengan berdoa, kita dijauhkan Tuhan dari pencobaan (Lukas 22:40) dan membangun iman (Yudas 20, Roma 8:26).
  3. Setia beribadah (Ibrani 10:25) karena ibadah itu berguna dalam segala hal, mengandung janji, baik untuk hidup ini maupun untuk hidup yang akan datang (1 Timotius 4:8), mendewasakan kerohanian kita (Efesus 4:11-13) dan menajamkan kepekaan rohani kita (Amsal 27:17).

Pedang Roh

karena perjuangan kita bukanlah melawan darah dan daging, tetapi melawan pemerintah-pemerintah, melawan penguasa-penguasa, melawan penghulu-penghulu dunia yang gelap ini, melawan roh-roh jahat di udara. … dan terimalah ketopong keselamatan dan pedang Roh, yaitu firman Allah” (Efesus 6:12,17)

Pedang Roh yaitu Firman Allah adalah satu-satunya senjata kita untuk menyerang iblis dalam peperangan rohani. Kita harus berlatih secara konsisten dan disiplin untuk mahir menggunakan pedang Roh, yaitu dengan:

  1. Membaca dan merenungkan Firman Tuhan agar Firman menyatu dalam diri kita sehingga ketika kita ‘terdesak’, kita akan secara otomatis mengatakan Firman Tuhan.
  2. Memperkatakan Firman Tuhan secara lisan, bukan hanya di dalam hati saja. Sebab firman Allah hidup dan kuat dan lebih tajam dari pada pedang bermata dua mana pun; ia menusuk amat dalam sampai memisahkan jiwa dan roh, sendi-sendi dan sumsum; ia sanggup membedakan pertimbangan dan pikiran hati kita.” (Ibrani 4:12)
  3. Melakukan Firman Tuhan, yaitu perintah dan amanat agung dengan saling mengasihi (Matius 22:37-38), menginjil (Matius 28:19-20) dan menjadi saksi Kristus (Kisah Rasuh 1:8, Wahyu 12:11).

Segala hal yang kita lakukan, lakukanlah itu semua di dalam nama Tuhan Yesus Kristus karena itulah yang membuat iblis takut dan melarikan diri.