Coincidence: Myth Or Fact? (Suatu Kebetulan Apakah Mitos Atau Fakta?)

Rencana Tuhan begitu panjang dan besar maka kita tidak bisa mengambil keputusan berdasarkan suatu momen tertentu yang singkat. Jangan terlalu cepat menilai Tuhan sebab masa depan kita belum selesai!

Rut 2:3 Pergilah ia, lalu sampai di ladang dan memungut jelai di belakang penyabit-penyabit; kebetulan ia berada di tanah milik Boas, yang berasal dari kaum Elimelekh.

Kata “kebetulan” hanya muncul 1 kali di Perjanjian Lama dan 11 kali di Perjanjian Baru, yang mana dalam Bahasa Ibrani menggunakan kata “miqreh” yang memiliki 2 arti: (1) kecelakaan/kemalangan/sial, (2) kesempatan/keberuntungan. Ini bukan suatu keadaan melainkan cara pandang kita dalam menghadapi suatu masalah apakah hal tsb merupakan kesialan atau sebuah keberuntungan bagi kita.

Kata dasar miqreh adalah sugkuria [Yun.] yang terdiri dari 2 kata: sun (dengan/disempurnakan) & kurios (supreme/tuan tertinggi). Jadi, kebetulan artinya dengan peran Tuhan atau disempurnakan oleh kuasa tertinggi yaitu Tuhan.

Kejadian 50:20 Memang kamu telah mereka-rekakan yang jahat terhadap aku, tetapi Allah telah mereka-rekakannya untuk kebaikan, dengan maksud melakukan seperti yang terjadi sekarang ini, yakni memelihara hidup suatu bangsa yang besar.

Nasib sial yang menimpa hidup Rut bukanlah kebetulan, sebab pada akhirnya Tuhan merencanakan kelahiran Sang Juruselamat dunia melalui Rut!

Nasib sial bisa disebabkan karena kesalahan pilihan kita sebagai manusia (keluar dari rencana Allah sehingga langsung diterkam Iblis) atau rekayasa Iblis agar menghancurkan hidup manusia. Lalu bagaimana jika sudah terjadi demikian? Roma 8:28 Kita tahu sekarang, bahwa Allah turut bekerja (work together) dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan bagi mereka yang mengasihi Dia, yaitu bagi mereka yang terpanggil sesuai dengan rencana Allah (kita dan Allah bekerja sama).

Kunci supaya Tuhan turut bekerja yaitu:

  1. Mengasihi Allah, yaitu selalu ingin menyenangkan hati Allah. Segala yang kita lakukan kita takar dengan standar memberi yang terbaik untuk Allah.
  2. Hidup dalam panggilan (rencana Allah). Untuk menghidupi panggilan itu sebuah pilihan, untuk hidup ikuti rencana Allah juga sebuah keputusan. Note: setiap orang punya panggilan masing-masing yang tidak dapat disamakan satu sama lain.

Mazmur 139:13-14 Sebab Engkaulah yang membentuk (=sudah dimiliki, dibayar lunas) buah pinggangku, menenun aku dalam kandungan ibuku. Aku bersyukur kepada-Mu oleh karena kejadianku dahsyat dan ajaib; (=dibuat unik) ajaib apa yang Kaubuat, dan jiwaku benar-benar menyadarinya.

Sekalipun dunia membuang kita, namun Allah memandang kita berharga sehingga Ia menebus kita dengan lunas maka tentu kita diciptakan bukan karena suatu kebetulan!

Bagaimana dari sebuah kebetulan menjadi sebuah kesempatan?

  1. Hati yang positif.
  2. Hati yang bersyukur.
  3. Hati yang berserah.
Advertisements

Kingdom Priority

Kingdom priority:

  1. Reverence.
  2. Relationship with God and human being (that’s what we created for).
  3. Obey the rhema.

“If God gives such attention to the appearance of wildflowers—most of which are never even seen—don’t you think he’ll attend to you, take pride in you, do his best for you? What I’m trying to do here is to get you to relax, to not be so preoccupied with getting, so you can respond to God’s giving. People who don’t know God and the way he works fuss over these things, but you know both God and how he works. Steep your life in God-reality, God-initiative, God-provisions. Don’t worry about missing out. You’ll find all your everyday human concerns will be met. “Give your entire attention to what God is doing right now, and don’t get worked up about what may or may not happen tomorrow. God will help you deal with whatever hard things come up when the time comes. (Matthew 6:32-34, MSG)

We Are The Messenger Of The Third Pentacost

Kita adalah pembawa pesan Pentakosta ke-3 bagi seluruh dunia! Untuk itu kita perlu Roh Kudus, tanpa Roh Kudus tentu Pentakosta ke-3 tak akan terjadi. Kita memerlukan kesetiaan untuk memahami pesan Tuhan yang kita terima, sebab mungkin pewahyuannya tidak langsung kita terima saat itu juga.

Beberapa prinsip pelayanan doa dalam Pentakosta ke-3, yaitu:

  1. Firman Allah sifatnya kreatif (mencipta). Meskipun tidak terlihat, firman Allah yang diucapkan akan ‘ambil posisi’ di alam roh dan mewujudkan diri. Dengan demikian, firman Allah harus diperkatakan.
  2. Perkataan profetik bersifat membangun. Hal tsb (isi hati Tuhan) ditaruhkan Allah dalam hati kita untuk diperkatakan (bahkan jika kita tulis, hal tsb akan semakin cepat terwujud). Apa yang terjadi sekarang ini merupakan perkataan profetik generasi sebelum kita sebagai pondasi hal-hal yang akan terjadi di masa depan (dari hal-hal profetik yang kita perkatakan di masa sekarang). 1 Korintus 14:3 Tetapi siapa yang bernubuat, ia berkata-kata kepada manusia, ia membangun, menasihati dan menghibur. Sebelum perkataan profetik tsb terjadi bagi orang lain, tentu kita akan menerimanya terlebih dahulu!
  3. Berperang dengan perkataan profetik. Iblis selalu berusaha menyerang kita agar visi Tuhan tidak terjadi, karenanya kita harus memeranginya! Sebagai imam, bagian kita adalah bersyafaat dan melepaskan berkat bagi umat Tuhan. Sebagai raja, bagian kita adalah berperang (tidak bisa diwakilkan). Jangan takut sebab kita memiliki otoritas Allah! Allah berjanji bahwa Ia akan berperang bagi kita! Yakobus 4:7 Karena itu tunduklah kepada Allah, dan lawanlah Iblis, maka ia akan lari dari padamu!
  4. Kita harus mengaktifkan iman. Roma 1:16-17 Sebab aku mempunyai keyakinan yang kokoh dalam Injil, karena Injil adalah kekuatan Allah yang menyelamatkan setiap orang yang percaya, pertama-tama orang Yahudi, tetapi juga orang Yunani. Sebab di dalamnya nyata kebenaran Allah, yang bertolak dari iman dan memimpin kepada iman, seperti ada tertulis: “Orang benar akan hidup oleh iman.” Ibrani 11:1 Iman adalah dasar dari segala sesuatu yang kita harapkan dan bukti dari segala sesuatu yang tidak kita lihat. Iman adalah keyakinan akan janji Tuhan yang lahir dari keintiman kita dengan-Nya. Iman harus disertai dengan tindakan iman! Yakobus 2:26 Sebab seperti tubuh tanpa roh adalah mati, demikian jugalah iman tanpa perbuatan-perbuatan adalah mati.
  5. Berjalan dalam ketaatan. Kita harus memahami waktu-waktu profetik dimana nubuatan Tuhan sedang bekerja! Kita harus menyelaraskan diri dengan momentum Allah sehingga perkataan-perkataan nubuat tsb terjadi: Pentakosta ke-3!

Anda Bukan Tempat Sampah!

Yakobus 1:21 Sebab itu buanglah segala sesuatu yang kotor dan kejahatan yang begitu banyak itu dan terimalah dengan lemah lembut firman yang tertanam di dalam hatimu, yang berkuasa menyelamatkan jiwamu.

Sampah-sampah hidup apa saja yang memperbudak kita? Galatia 5:19-21 Perbuatan daging telah nyata, yaitu: percabulan, kecemaran, hawa nafsu,
penyembahan berhala, sihir, perseteruan, perselisihan, iri hati, amarah, kepentingan diri sendiri, percideraan, roh pemecah,
kedengkian, kemabukan, pesta pora dan sebagainya. Terhadap semuanya itu kuperingatkan kamu — seperti yang telah kubuat dahulu — bahwa barangsiapa melakukan hal-hal yang demikian, ia tidak akan mendapat bagian dalam Kerajaan Allah.

Galatia 5:17 Sebab keinginan daging berlawanan dengan keinginan Roh dan keinginan Roh berlawanan dengan keinginan daging — karena keduanya bertentangan — sehingga kamu setiap kali tidak melakukan apa yang kamu kehendaki.

Kita harus melakukan keinginan Roh agar tidak diperbudak oleh sampah-sampah kehidupan. Lalu, bagaimana agar kita bisa membebaskan diri dari sampah-sampah hidup tsb?

  1. Lahir baru. Galatia 5:1 Supaya kita sungguh-sungguh merdeka, Kristus telah memerdekakan kita. Karena itu berdirilah teguh dan jangan mau lagi dikenakan kuk perhambaan. Bagaimanapun bersihnya sebuah tempat sampah, tetap tidak akan dipergunakan untuk menampung hal-hal yang baik selain sampah. Dengan lahir baru, kita menjadi pribadi (bukan tempat sampah) yang siap untuk menerima hal-hal yang terbaik dari Tuhan. Yohanes 3:5-7 Jawab Yesus: “Aku berkata kepadamu, sesungguhnya jika seorang tidak dilahirkan dari air dan Roh, ia tidak dapat masuk ke dalam Kerajaan Allah. Apa yang dilahirkan dari daging, adalah daging, dan apa yang dilahirkan dari Roh, adalah roh. Janganlah engkau heran, karena Aku berkata kepadamu: Kamu harus dilahirkan kembali. Roma 5:8 Akan tetapi Allah menunjukkan kasih-Nya kepada kita, oleh karena Kristus telah mati untuk kita, ketika kita masih berdosa. Kematian Kristus menyucikan kita dan kebangkitan Kristus membuat kita memiliki pengharapan yang baru! 2 Korintus 5:17 Jadi siapa yang ada di dalam Kristus, ia adalah ciptaan baru: yang lama sudah berlalu, sesungguhnya yang baru sudah datang.
  2. Hidup dipimpin Roh Kudus. Galatia 5:16, 25 Maksudku ialah: hiduplah oleh Roh, maka kamu tidak akan menuruti keinginan daging. Jikalau kita hidup oleh Roh, baiklah hidup kita juga dipimpin oleh Roh, Setelah kita lahir baru, kita harus menjaga Roh Kudus tetap berdiam dalam hati kita agar kita jangan kembali menjadi ‘tempat sampah’ lagi. Yohanes 14:26 tetapi Penghibur, yaitu Roh Kudus, yang akan diutus oleh Bapa dalam nama-Ku, Dialah yang akan mengajarkan segala sesuatu kepadamu dan akan mengingatkan kamu akan semua yang telah Kukatakan kepadamu. Setiap hal yang kita terima ketika kita masih menjadi ‘tempat sampah’ hanya akan menjadi sampah, tetapi setiap hal yang kita terima ketika kita sudah lahir baru akan menjadi buah-buah Roh. Galatia 5:22-23 Tetapi buah Roh ialah: kasih, sukacita, damai sejahtera, kesabaran, kemurahan, kebaikan, kesetiaan, kelemahlembutan, penguasaan diri. Tidak ada hukum yang menentang hal-hal itu.

Makna Kematian & Kebangkitan Yesus

Kematian dan kebangkitan Tuhan Yesus adalah hal terpenting bagi kita karena jika Ia hanya lahir ke bumi tanpa mengambil komitmen untuk berkorban bagi kita tentu sia-sialah kepercayaan kita selama ini.

Apa tujuan kematian & kebangkitan Tuhan Yesus (Jumat Agung)?

  1. Mengembalikan manusia berdosa menjadi serupa dengan gambar Allah. Memiliki gambar Allah berarti memiliki nilai yang sesuai dengan keilahian-Nya. Selama masih ada dosa maka kita tidak memiliki hubungan dengan Allah, karenanya hidup kita harus sesuai dengan kehendak Bapa. Matius 7:21-23 Bukan setiap orang yang berseru kepada-Ku: Tuhan, Tuhan! akan masuk ke dalam Kerajaan Sorga, melainkan dia yang melakukan kehendak Bapa-Ku yang di sorga. Pada hari terakhir banyak orang akan berseru kepada-Ku: Tuhan, Tuhan, bukankah kami bernubuat demi nama-Mu, dan mengusir setan demi nama-Mu, dan mengadakan banyak mujizat demi nama-Mu juga? Pada waktu itulah Aku akan berterus terang kepada mereka dan berkata: Aku tidak pernah mengenal kamu! Enyahlah dari pada-Ku, kamu sekalian pembuat kejahatan!” 1 Yohanes 1:9 Jika kita mengaku dosa kita, maka Ia adalah setia dan adil, sehingga Ia akan mengampuni segala dosa kita dan menyucikan kita dari segala kejahatan.
  2. Supaya kita dibebaskan dari hukum Taurat. Galatia 3:13-14 Kristus telah menebus kita dari kutuk hukum Taurat dengan jalan menjadi kutuk karena kita, sebab ada tertulis: “Terkutuklah orang yang digantung pada kayu salib!” Yesus Kristus telah membuat ini, supaya di dalam Dia berkat Abraham sampai kepada bangsa-bangsa lain, sehingga oleh iman kita menerima Roh yang telah dijanjikan itu.
  3. Untuk membuktikan bahwa Ia sangat mengasihi kita. 1 Yohanes 3:16 Demikianlah kita ketahui kasih Kristus, yaitu bahwa Ia telah menyerahkan (keputusan tanpa paksaan) nyawa-Nya untuk kita; jadi kita pun wajib menyerahkan nyawa kita untuk saudara-saudara kita. Efesus 1:7 Sebab di dalam Dia dan oleh darah-Nya kita beroleh penebusan, yaitu pengampunan dosa, menurut kekayaan kasih karunia-Nya,
  4. Yesus melakukan restitusi (penggantian). Ulangan 30:19-20 Aku memanggil langit dan bumi menjadi saksi terhadap kamu pada hari ini: kepadamu kuperhadapkan kehidupan dan kematian, berkat dan kutuk. Pilihlah kehidupan, supaya engkau hidup, baik engkau maupun keturunanmu, dengan mengasihi TUHAN, Allahmu, mendengarkan suara-Nya dan berpaut pada-Nya, sebab hal itu berarti hidupmu dan lanjut umurmu untuk tinggal di tanah yang dijanjikan TUHAN dengan sumpah kepada nenek moyangmu, yakni kepada Abraham, Ishak dan Yakub, untuk memberikannya kepada mereka.” Yesus sudah mengambil kematian itu sehingga kita menerima kehidupan!

Lalu, apa yang harus kita lakukan dal memaknai kematian dan kebangkitan Tuhan Yesus (Jumat Agung)? Mengerti isi hati Tuhan melalui keintiman dengan-Nya seperti yang dilakukan oleh wanita yang mengurapi Yesus dengan minyak narwastu! Markus 14:9 Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya di mana saja Injil diberitakan di seluruh dunia, apa yang dilakukannya ini akan disebut juga untuk mengingat dia.” Bible thinking, Jesus minded!

From Zero To Hero

Keluaran 15:22-27 Musa menyuruh orang Israel berangkat dari Laut Teberau, lalu mereka pergi ke padang gurun Syur; tiga hari lamanya mereka berjalan di padang gurun itu dengan tidak mendapat air. Sampailah mereka ke Mara, tetapi mereka tidak dapat meminum air yang di Mara itu, karena pahit rasanya. Itulah sebabnya dinamai orang tempat itu Mara. Lalu bersungut-sungutlah bangsa itu kepada Musa, kata mereka: “Apakah yang akan kami minum?” Musa berseru-seru kepada TUHAN, dan TUHAN menunjukkan kepadanya sepotong kayu; Musa melemparkan kayu itu ke dalam air; lalu air itu menjadi manis. Di sanalah diberikan TUHAN ketetapan-ketetapan dan peraturan-peraturan kepada mereka dan di sanalah TUHAN mencoba mereka, firman-Nya: “Jika kamu sungguh-sungguh mendengarkan suara TUHAN, Allahmu, dan melakukan apa yang benar di mata-Nya, dan memasang telingamu kepada perintah-perintah-Nya dan tetap mengikuti segala ketetapan-Nya, maka Aku tidak akan menimpakan kepadamu penyakit mana pun, yang telah Kutimpakan kepada orang Mesir; sebab Aku TUHANlah yang menyembuhkan engkau.” Sesudah itu sampailah mereka di Elim; di sana ada dua belas mata air dan tujuh puluh pohon korma, lalu berkemahlah mereka di sana di tepi air itu.

Prajurit yang gagah perkasa dibentuk dari kehidupan yang sulitnya luar biasa, bukan kehidupan yang nyaman! Kepribadian kita yang sebenarnya muncul disaat kita tertekan (menghadapi masalah besar).

Yakobus 1:20 sebab amarah manusia tidak mengerjakan kebenaran di hadapan Allah.

Jadi, hikmah apa yang kita petik dari Keluaran 15:22-27?
1) Allah peduli dengan kesulitan umat-Nya. Mazmur 46:2 Allah itu bagi kita tempat perlindungan dan kekuatan, sebagai penolong dalam kesesakan sangat terbukti. Tuhan izinkan kita mengalami masa sulit agar kita berharap sepenuhnya kepada Tuhan!
2) Berseru-seru kepada Tuhan membuat kita fokus kepada Tuhan, sedangkan bersungut-sungut membuat kita fokus kepada masalah. Yeremia 33:3 Berserulah kepada-Ku, maka Aku akan menjawab engkau dan akan memberitahukan kepadamu hal-hal yang besar dan yang tidak terpahami, yakni hal-hal yang tidak kauketahui. Tuhan menyediakan hal-hal yang indah dibalik hal-hal yang tidak baik! Yohanes 20:29b Berbahagialah mereka yang tidak melihat, namun percaya.”
3) Peka mendengar dan taat melakukan instruksi Tuhan untuk menyelesaikan masalah kita meskipun tidak sesuai logika. Tidak ada yang terlalu sulit bagi Tuhan untuk menyatakan mujizat bagi kita!
4) Kita harus lulus ujian kehidupan agar ‘naik kelas’! Tuhan paling tahu orang, tempat, masalah yang paling pas untuk menguji kita demi menjadi pribadi yang terbaik! Maka seburuk apapun keadaan kita, Tuhan tidak pernah salah. Tuhan tetap setia!
5) Kesulitan hanya cara Tuhan untuk membawa kita kepada berkat yang lebih besar! Hal yang terpenting adalah kita harus melewati “Mara” tanpa bersungut-sungut. Tuhan masih sanggup mengubah mata air yang pahit menjadi manis!

Penyembah Yang Benar

Mimpi seorang hamba Tuhan: beliau beserta para leader ada dalam permainan labirin. Awalnya mereka begitu kompak namun kemudian terjadi perbedaan pendapat tentang arah yang mereka tuju untuk keluar dari labirin tsb. Akhirnya mereka mendapat pesan Tuhan utk menyembah, tanpa usaha apapun (hanya dengan menyembah) secara tiba-tiba labirin yang mengelilingi mereka pun menghilang.

Dari mimpi tsb, beliau mendapat pesan Tuhan: Tuhan tidak akan membuat kita pusing menjalani kehidupan, melainkan iblislah yang membuat pusing kehidupan kita (dengan mengurung kita dalam “labirin”). Doa, pujian dan penyembahan dalam unity akan menghancurkan “labirin” yang dibangun iblis sehingga kita bisa menemukan jalan keluar yang jelas. Unity tanpa doa pujian penyembahan akan berakhir dengan perpecahan, namun doa pujian penyembahan tanpa unity pun tidak dapat menghancurkan “labirin” tsb. Dengan demikian, doa pujian penyembahan dan unity itu satu paket (tidak terpisahkan).

Yohanes 4:23 Tetapi saatnya akan datang dan sudah tiba sekarang, bahwa penyembah-penyembah benar akan menyembah Bapa dalam roh dan kebenaran; sebab Bapa menghendaki penyembah-penyembah demikian.

Yohanes 4:1-42 mengisahkan pertobatan wanita Samaria ketika berjumpa dengan Yesus. Ketika kita menjadi penyembah yang benar maka Tuhan akan memakai kita untuk menuai jiwa-jiwa yang belum mengenal Tuhan!

Menyembah artinya mempunyai sikap yang merendahkan diri serendah-rendahnya di hadapan yang disembah disertai dengan ketulusan, kesungguhan dan motivasi yang benar sesuai firman Tuhan. Ketika kita menyembah dengan benar maka Tuhan akan mengangkat kita!

Instal Data Yang Benar!

Yohanes 1:12 Tetapi semua orang yang menerima-Nya diberi-Nya kuasa (hak, legalitas, keabsahan) supaya menjadi anak-anak Allah, yaitu mereka yang percaya dalam nama-Nya;

Galatia 3:26 Sebab kamu semua adalah anak-anak Allah karena iman di dalam Yesus Kristus.

Efesus 1:5 Dalam kasih Ia telah menentukan (mentakdirkan) kita dari semula oleh Yesus Kristus untuk menjadi anak-anak-Nya, sesuai dengan kerelaan kehendak-Nya,

Ketika kehidupan meremehkan kita, ingatlah bahwa kita adalah anak-anak Allah!

Roma 12:2 Janganlah kamu menjadi serupa dengan dunia ini, tetapi berubahlah oleh pembaharuan budimu, sehingga kamu dapat membedakan manakah kehendak Allah: apa yang baik, yang berkenan kepada Allah dan yang sempurna.

Yang terpenting adalah pembaharuan di dalam diri kita, bukanlah pembaharuan di luar diri kita. Installah data yang benar dalam pikiran kita!

Roma 1:16 Sebab aku mempunyai keyakinan yang kokoh dalam Injil, karena Injil adalah kekuatan Allah yang menyelamatkan (soteria, Yun. = peace, joy, happiness, wealth, health) setiap orang yang percaya, pertama-tama orang Yahudi, tetapi juga orang Yunani.

Paulus merupakan orang yang lemah sehingga Ia membutuhkan murid-murid untuk menolongnya, namun ia begitu hebat dapat melalui berbagai pencobaan dalam hidupnya. Mengapa? Karena ia menginstal kabar baik (Injil) dalam hatinya. Good news makes good mood, then becomes a good life.

Mari kita mereset ulang pikiran sesuai dengan firman Tuhan (delete semua hal yang bukan firman Tuhan) sehingga selalu ada pengharapan di tengah goncangan!

2 Korintus 13:5 Ujilah dirimu sendiri, apakah kamu tetap tegak di dalam iman. Selidikilah dirimu! Apakah kamu tidak yakin akan dirimu, bahwa Kristus Yesus ada di dalam diri kamu? Sebab jika tidak demikian, kamu tidak tahan uji.

Lukas 18:8 Aku berkata kepadamu: Ia akan segera membenarkan mereka. Akan tetapi, jika Anak Manusia itu datang, adakah Ia mendapati iman di bumi?”

1 Yohanes 5:4 sebab semua yang lahir dari Allah, mengalahkan dunia. Dan inilah kemenangan yang mengalahkan dunia: iman kita.

Melangkah Pasti Di Tengah Ketidakpastian

Kejadian 12:1 Berfirmanlah TUHAN kepada Abram: “Pergilah dari negerimu dan dari sanak saudaramu dan dari rumah bapamu ini ke negeri yang akan Kutunjukkan kepadamu;

Kejadian 12:7-8 Ketika itu TUHAN menampakkan diri kepada Abram dan berfirman: “Aku akan memberikan negeri ini kepada keturunanmu.” Maka didirikannya di situ mezbah bagi TUHAN yang telah menampakkan diri kepadanya. Kemudian ia pindah dari situ ke pegunungan di sebelah timur Betel. Ia memasang kemahnya dengan Betel di sebelah barat dan Ai di sebelah timur, lalu ia mendirikan di situ mezbah bagi TUHAN dan memanggil nama TUHAN.

Ketika Tuhan memerintahkan bangsa Israel untuk mengitari tembok Yerikho dengan sorak-sorai di hari ke-7, Tuhan ingin mengetahui isi hati mereka apakah bangsa Israel bersorak karena kedahsyatan Tuhan atau bersorak karena sebuah perintah semata. Jadi, doa pujian penyembahan adalah sesuatu yang keluar dari hati kita.

Membangun mezbah berbicara tentang membangun hubungan dengan Tuhan.

Kenapa korban hewan? Karena hewan tidak memiliki dosa dan hewan makhluk yang punya darah selain manusia.

Persembahan Habel diterima Tuhan karena ia mempersembahkannya dengan iman sebagai gambaran rancangan Allah di masa depan tentang pengorbanan Yesus sebagai Anak Domba yang sempurna. Jadi, orang yang membangun mezbah adalah orang yang menghargai pengorbanan Yesus dan beriman bahwa ia telah dikuduskan sehingga menghindari dosa.

Yohanes 3:7-8 Janganlah engkau heran, karena Aku berkata kepadamu: Kamu harus dilahirkan kembali. Angin bertiup ke mana ia mau, dan engkau mendengar bunyinya, tetapi engkau tidak tahu dari mana ia datang atau ke mana ia pergi. Demikianlah halnya dengan tiap-tiap orang yang lahir dari Roh.”

Orang Kristen yang sesungguhnya adalah orang yang dilahirkan dari Allah (menggunakan kata ‘procreate’ = artinya diciptakan dari yang sudah ada). Dengan demikian, ia tidak dapat murtad. Orang Kristen adalah orang yang siap menghadapi ketidakpastian (sebab mengikuti tuntunan Roh Kudus). Ketika kita hidup mengikuti Roh Kudus maka kita sedang mengaktivasi roh dan iman (setia, percaya meski belum melihat). Kita tidak tahu Roh Kudus akan membawa kita ke mana tetapi kita tahu apa peran Roh Kudus bagi kita.

2 Korintus 3:2-3 Kamu adalah surat pujian kami yang tertulis dalam hati kami dan yang dikenal dan yang dapat dibaca oleh semua orang. Karena telah ternyata, bahwa kamu adalah surat Kristus, yang ditulis oleh pelayanan kami, ditulis bukan dengan tinta, tetapi dengan Roh dari Allah yang hidup, bukan pada loh-loh batu, melainkan pada loh-loh daging, yaitu di dalam hati manusia.

Galatia 4 menjelaskan tentang 2 anak, yaitu: anak yang masih dalam pengawasan (budak) dan anak yang dewasa (hidup oleh Roh) sehingga tidak perlu diawasi lagi. Jadi, Roh Kudus bekerja menulis masa depan di loh hati kita!

Ketika Tuhan memerintahkan bangsa Israel untuk mengelilingi tembok Yerikho dengan bersorak pada hari ke-7, Tuhan ingin mengetahui isi hati mereka apakah mereka bersorak dengan kesadaran akan kedahsyatan Tuhan atau hanya karena sebuah perintah. Doa pujian penyembahan adalah tentang hal yang keluar dari hati kita. Amsal 4:23 Jagalah hatimu dengan segala kewaspadaan, karena dari situlah terpancar kehidupan.

God’s Stupid Blessing

Lukas 5:1-7

1-2) Pada suatu kali Yesus berdiri di pantai danau Genesaret, sedang orang banyak mengerumuni Dia hendak mendengarkan firman Allah. Ia melihat dua perahu di tepi pantai. Nelayan-nelayannya telah turun dan sedang membasuh jalanya. [Masa-masa kehidupan yang ‘turun’ (down) adalah masa-masa ‘membasuh jala’ (introspeksi diri).]

3-5) Ia naik ke dalam salah satu perahu itu, yaitu perahu Simon, dan menyuruh dia supaya menolakkan perahunya sedikit jauh dari pantai. Lalu Ia duduk dan mengajar orang banyak dari atas perahu. Setelah selesai berbicara, Ia berkata kepada Simon: “Bertolaklah ke tempat yang dalam dan tebarkanlah jalamu [=nets, plural dalam terjemahan Inggris] untuk menangkap ikan.” Simon menjawab: “Guru, telah sepanjang malam kami bekerja keras dan kami tidak menangkap apa-apa, tetapi karena Engkau menyuruhnya, aku akan menebarkan jala [=net, singular dalam terjemahan Inggris] juga.” [Kita harus taat sepenuhnya mengikuti instruksi Tuhan!]

6-7) Dan setelah mereka melakukannya, mereka menangkap sejumlah besar ikan, sehingga jala mereka mulai koyak. Lalu mereka memberi isyarat kepada teman-temannya di perahu yang lain supaya mereka datang membantunya. Dan mereka itu datang, lalu mereka bersama-sama mengisi kedua perahu itu dengan ikan hingga hampir tenggelam. [Koyak dan hampir tenggelam (goyah) ketika diberkati, itulah yang terjadi jika kita tidak taat sepenuhnya melakukan instruksi Tuhan ketika hendak memberkati kita. Oleh karena itu, jangan mengandalkan pengalaman kita di masa lalu!]