Kebaikan Tuhan

Mazmur 77:12-13 Aku hendak mengingat perbuatan-perbuatan TUHAN, ya, aku hendak mengingat keajaiban-keajaiban-Mu dari zaman purbakala. Aku hendak menyebut-nyebut segala pekerjaan-Mu, dan merenungkan perbuatan-perbuatan-Mu.

Terlalu sering kita mengingat hal-hal yang seharusnya kita lupakan, tetapi kita malah melupakan perbuatan-perbuatan Tuhan yang seharusnya kita ingat. Kita harus mengingat kebaikan Tuhan sehingga dengan demikian kita dikuatkan olehnya, percayalah jika Tuhan pernah menolong kita di masa lalu pasti Tuhan pun akan menolong kita di masa kini dan masa depan!

1 Tesalonika 5:18 Mengucap syukurlah dalam segala hal, sebab itulah yang dikehendaki Allah di dalam Kristus Yesus bagi kamu.

Advertisements

Changed By Suffering (Diubahkan Oleh Penderitaan)

Ayub 42:1-6 Maka jawab Ayub kepada TUHAN: “Aku tahu, bahwa Engkau sanggup melakukan segala sesuatu, dan tidak ada rencana-Mu yang gagal. Firman-Mu: Siapakah dia yang menyelubungi keputusan tanpa pengetahuan? Itulah sebabnya, tanpa pengertian aku telah bercerita tentang hal-hal yang sangat ajaib bagiku dan yang tidak kuketahui. Firman-Mu: Dengarlah, maka Akulah yang akan berfirman; Aku akan menanyai engkau, supaya engkau memberitahu Aku. Hanya dari kata orang saja aku mendengar tentang Engkau, tetapi sekarang mataku sendiri memandang Engkau. Oleh sebab itu aku mencabut perkataanku dan dengan menyesal aku duduk dalam debu dan abu.”

Kelahiran yang baru adalah tujuan, dan untuk menuju sebuah kelahiran yang baru kita harus mengalami proses (pengalaman yang baru). Markus 2:12c “Yang begini belum pernah kita lihat.”

Mari kita belajar dari Ayub:

  1. Ayub belajar mengenal kedaulatan Tuhan yang sifatnya absolute. Ayub 42:2 “Aku tahu, bahwa Engkau sanggup melakukan segala sesuatu, dan tidak ada rencana-Mu yang gagal (yang dapat digagalkan, terjemahan lain). Siapakah Ayub? Ayub 1:1 Ada seorang laki-laki di tanah Us bernama Ayub; orang itu saleh dan jujur; ia takut akan Allah dan menjauhi kejahatan. Ketika pagar perlindungan atas segala kepunyaan Ayub diangkat maka iblis bisa menjamahnya (Ayub mengalami proses), Ayub 1:20-22 Maka berdirilah Ayub, lalu mengoyak jubahnya, dan mencukur kepalanya, kemudian sujudlah ia dan menyembah katanya: “Dengan telanjang aku keluar dari kandungan ibuku, dengan telanjang juga aku akan kembali ke dalamnya. TUHAN yang memberi, TUHAN yang mengambil, terpujilah nama TUHAN!” Dalam kesemuanya itu Ayub tidak berbuat dosa dan tidak menuduh Allah berbuat yang kurang patut. Seperti Ayub, kita harus menjaga perkataan kita ketika mengalami proses. Jawaban doa menuju kelahiran yang baru, dapat saja: ya, tidak, tunggu, ataupun masalah yang baru (untuk mendewasakan kerohanian kita). Ayub 2:6 Maka firman TUHAN kepada Iblis: “Nah, ia dalam kuasamu; hanya sayangkan nyawanya.” [Ada batas ketahanan dalam setiap pencobaan.] 1 Korintus 10:13 Pencobaan-pencobaan yang kamu alami ialah pencobaan-pencobaan biasa, yang tidak melebihi kekuatan manusia. Sebab Allah setia dan karena itu Ia tidak akan membiarkan kamu dicobai melampaui kekuatanmu. Pada waktu kamu dicobai Ia akan memberikan kepadamu jalan ke luar, sehingga kamu dapat menanggungnya. Yeremia 29:11 Sebab Aku ini mengetahui rancangan-rancangan apa yang ada pada-Ku mengenai kamu, demikianlah firman TUHAN, yaitu rancangan damai sejahtera dan bukan rancangan kecelakaan, untuk memberikan kepadamu hari depan yang penuh harapan. Masalah terasa berat jika kita mengandalkan diri sendiri. Ketika kita menggandalkan kekuatan Tuhan, kita dapat menanggung segala perkara!
  2. Ayub belajar mengenal hikmat (pikiran) Tuhan. Ayub 2:3-4 Firman TUHAN kepada Iblis: “Apakah engkau memperhatikan hamba-Ku Ayub? Sebab tiada seorang pun di bumi seperti dia, yang demikian saleh dan jujur, yang takut akan Allah dan menjauhi kejahatan. Ia tetap tekun dalam kesalehannya, meskipun engkau telah membujuk Aku melawan dia untuk mencelakakannya tanpa alasan.” Lalu jawab Iblis kepada TUHAN: “Kulit ganti kulit! Orang akan memberikan segala yang dipunyainya ganti nyawanya. Proses pendewasaan rohanu selalu membawa kebaikan bagi kita, namun ketika kita menggunakan pikiran manusia tentu kita akan salah mengerti maksud Tuhan. Taat ketika kita mengerti, itu biasa. Namun taat ketika tidak mengerti berarti kita memiliki iman yang besar!
  3. Belajar mengenal pribadi Tuhan. Ayub 42:5 Hanya dari kata orang saja aku mendengar tentang Engkau, tetapi sekarang mataku sendiri memandang Engkau. Ketika kita mengalami proses yang bertubi-tubi, saat itulah kita mengenal pribadi-Nya! Semua yang terjadi dimaksudkan Tuhan agar kita semakin serupa dengan-Nya.
  4. Belajar mengenal diri sendiri agar tidak jatuh dalam dosa dan mengalami kegagalan. Ayub 42:6 Oleh sebab itu aku mencabut perkataanku dan dengan menyesal aku duduk dalam debu dan abu.” [Memohon ampun atas segala prasangka buruk terhadap Tuhan selama diproses.] Yeremia 17:5-8 Beginilah firman TUHAN: “Terkutuklah orang yang mengandalkan manusia, yang mengandalkan kekuatannya sendiri, dan yang hatinya menjauh dari pada TUHAN! Ia akan seperti semak bulus di padang belantara, ia tidak akan mengalami datangnya keadaan baik; ia akan tinggal di tanah angus di padang gurun, di negeri padang asin yang tidak berpenduduk. Diberkatilah orang yang mengandalkan TUHAN, yang menaruh harapannya pada TUHAN! Ia akan seperti pohon yang ditanam di tepi air, yang merambatkan akar-akarnya ke tepi batang air, dan yang tidak mengalami datangnya panas terik, yang daunnya tetap hijau, yang tidak kuatir dalam tahun kering, dan yang tidak berhenti menghasilkan buah. Ketika Ayub berdamai dengan Tuhan maka segala yang hilang dari hidup Ayub dikembalikan! Ayub 42:10, 12-15 Lalu TUHAN memulihkan keadaan Ayub, setelah ia meminta doa untuk sahabat-sahabatnya, dan TUHAN memberikan kepada Ayub dua kali lipat dari segala kepunyaannya dahulu. TUHAN memberkati Ayub dalam hidupnya yang selanjutnya lebih dari pada dalam hidupnya yang dahulu; ia mendapat empat belas ribu ekor kambing domba, dan enam ribu unta, seribu pasang lembu, dan seribu ekor keledai betina. Ia juga mendapat tujuh orang anak laki-laki dan tiga orang anak perempuan; dan anak perempuan yang pertama diberinya nama Yemima, yang kedua Kezia dan yang ketiga Kerenhapukh. Di seluruh negeri tidak terdapat perempuan yang secantik anak-anak Ayub, dan mereka diberi ayahnya milik pusaka di tengah-tengah saudara-saudaranya laki-laki.

Pernikahan & Keluarga

Tujuan pernikahan secara duniawi yaitu:

  • Seks (bagi pria), proteksi (bagi wanita).
  • Status.
  • Keturunan.
  • Kebahagiaan – romantisme.

Jika hal-hal tsb tidak tercapai maka impian pernikahan akan berakhir dengan kekecewaan, maka tujuan pernikahan yang benar di hadapan Tuhan seharusnya:

“Pernikahan bukanlah sekedar meraih dan menikmati kebahagiaan melainkan untuk tujuan yang lebih mulia dan kekal yaitu pengudusan hidup umat pilihan-Nya.” (Gary Thomas)

Roma 8:28 Kita tahu sekarang, bahwa Allah turut bekerja dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan bagi mereka yang mengasihi Dia, yaitu bagi mereka yang terpanggil sesuai dengan rencana Allah.

Unsur-unsur pernikahan:

  • Perjanjian (covenant) – tidak ada kata “jika”.
  • Kasih tanpa syarat.
  • Kesatuan bukan kesamaan (bukan 2 keping papan yang disatukan dengan lem yang tidak tahan perubahan cuaca tapi peleburan intan yang tahan dengan berbagai tekanan).
  • Prioritas.
  • Seks.
  • Keuangan.

Kita harus menjalankan rumah tangga berdasarkan perjanjian pernikahan di hadapan Tuhan dan prinsip saling melayani & dilayani. Selain itu, masing-masing pasangan harus semakin intim dengan Kristus Sang Kepala.

Tentang perceraian:

Matius 19:6 Demikianlah mereka bukan lagi dua, melainkan satu. Karena itu, apa yang telah dipersatukan Allah, tidak boleh diceraikan manusia.”

Maleakhi 2:16 Sebab Aku membenci perceraian, firman TUHAN, Allah Israel — juga orang yang menutupi pakaiannya dengan kekerasan, firman TUHAN semesta alam. Maka jagalah dirimu dan janganlah berkhianat!

Akibat perceraian:

1 Korintus 7:10 Kepada orang-orang yang telah kawin aku — tidak, bukan aku, tetapi Tuhan — perintahkan, supaya seorang isteri tidak boleh menceraikan suaminya. Dan jikalau ia bercerai, ia harus tetap hidup tanpa suami atau berdamai dengan suaminya. Dan seorang suami tidak boleh menceraikan isterinya. Kepada orang-orang lain aku, bukan Tuhan, katakan: kalau ada seorang saudara beristerikan seorang yang tidak beriman dan perempuan itu mau hidup bersama-sama dengan dia, janganlah saudara itu menceraikan dia. Dan kalau ada seorang isteri bersuamikan seorang yang tidak beriman dan laki-laki itu mau hidup bersama-sama dengan dia, janganlah ia menceraikan laki-laki itu. Karena suami yang tidak beriman itu dikuduskan oleh isterinya dan isteri yang tidak beriman itu dikuduskan oleh suaminya. Andaikata tidak demikian, niscaya anak-anakmu adalah anak cemar, tetapi sekarang mereka adalah anak-anak kudus. Tetapi kalau orang yang tidak beriman itu mau bercerai, biarlah ia bercerai; dalam hal yang demikian saudara atau saudari tidak terikat. Tetapi Allah memanggil kamu untuk hidup dalam damai sejahtera.

Maleakhi 2:13 Dan inilah yang kedua yang kamu lakukan: Kamu menutupi mezbah TUHAN dengan air mata, dengan tangisan dan rintihan, oleh karena Ia tidak lagi berpaling kepada persembahan dan tidak berkenan menerimanya dari tanganmu. Dan kamu bertanya: “Oleh karena apa?” Oleh sebab TUHAN telah menjadi saksi antara engkau dan isteri masa mudamu yang kepadanya engkau telah tidak setia, padahal dialah teman sekutumu dan isteri seperjanjianmu.

Perceraian dan pernikahan kembali:

Matius 5:32 Tetapi Aku berkata kepadamu: Setiap orang yang menceraikan isterinya kecuali karena zinah, ia menjadikan isterinya berzinah; dan siapa yang kawin dengan perempuan yang diceraikan, ia berbuat zinah.

Matius 19:9 Tetapi Aku berkata kepadamu: Barangsiapa menceraikan isterinya, kecuali karena zinah, lalu kawin dengan perempuan lain, ia berbuat zinah.”

Pasangan Yang Sepadan

Kejadian 1:27-28 Maka Allah menciptakan manusia itu menurut gambar-Nya, menurut gambar Allah diciptakan-Nya dia; laki-laki dan perempuan diciptakan-Nya mereka. Allah memberkati mereka, lalu Allah berfirman kepada mereka: “Beranakcuculah dan bertambah banyak; penuhilah bumi dan taklukkanlah itu, berkuasalah atas ikan-ikan di laut dan burung-burung di udara dan atas segala binatang yang merayap di bumi.”

Pertama-tama, laki-laki dan perempuan harus diberkati dalam pernikahan, kemudian beranakcucu dan bertambah banyak, bukan sebaliknya.

Kejadian 2:18 TUHAN Allah berfirman: “Tidak baik, kalau manusia itu seorang diri saja. Aku akan menjadikan penolong baginya, yang sepadan dengan dia.”

Selama masa penciptaan, Tuhan melihat semuanya baik kecuali ketika melihat manusia seorang diri saja. Jadi, pernikahan adalah ide Allah bukan manusia.

Kalimat ‘penolong yang sepadan’ [ezer keneg’do, Ibr.] memiliki arti:

  • Wanita adalah seorang penolong yang tepat bagi pria.
  • Tidak memiliki inferioritas maupun superioritas; wanita itu kedudukannya setara dengan pria.
  • Penolong berarti seseorang yang memberikan dukungan atau kekuatan, yang memungkinkan orang lain mencapai tujuannya.
  • Oposisi (lawan), yaitu penolong yang berlawanan; berarti seorang istri dapat menempatkan dirinya sebagai penyeimbang dimana pemikirannya harus didengar oleh suaminya, sekalipun berseberangan dengan suaminya.

Kejadian 2:22-25 Dan dari rusuk yang diambil TUHAN Allah dari manusia itu, dibangun-Nyalah seorang perempuan, lalu dibawa-Nya kepada manusia itu. Lalu berkatalah manusia itu: “Inilah dia, tulang dari tulangku dan daging dari dagingku. Ia akan dinamai perempuan, sebab ia diambil dari laki-laki.” Sebab itu seorang laki-laki akan meninggalkan ayahnya dan ibunya dan bersatu dengan isterinya, sehingga keduanya menjadi satu daging. Mereka keduanya telanjang, manusia dan isterinya itu, tetapi mereka tidak merasa malu.

Bagaimana menemukan pasangan hidup?

  1. Memulai dari diri sendiri (berdoa – berusaha – bercermin).
  2. Pasangan hidup, pilihan atau ketentuan Tuhan? Pernikahan merupakan pilihan yang harus dipertanggungjawabkan. Tujuan pernikahan adalah proses pengudusan kita di hadapan Tuhan hingga serupa dengan Kristus.
  3. Prinsip pasangan yang sepadan (ezer keneg’do).
  4. Prinsip pasangan yang seimbang: 2 Korintus 6:14 Janganlah kamu merupakan pasangan yang tidak seimbang dengan orang-orang yang tak percaya. Sebab persamaan apakah terdapat antara kebenaran dan kedurhakaan? Atau bagaimanakah terang dapat bersatu dengan gelap?

Beberapa tips dalam menemukan pasangan hidup:

  • Ujian waktu.
  • Ujian pertengkaran.
  • Ujian karakter dan sikap dalam hal seksualitas.
  • Suara hati menegur, nafsu seksual bangkit, melepaskan pakaian.
  • Hindari situasi yang menggoda (tentukan standar). Kidung Agung 8:8-9 — Kami mempunyai seorang adik perempuan, yang belum mempunyai buah dada. Apakah yang akan kami perbuat dengan adik perempuan kami pada hari ia dipinang? Bila ia tembok [tidak mudah ‘dimasuki’, punya standar hidup yang kuat], akan kami dirikan atap perak di atasnya [dipandang berharga]; bila ia pintu [mudah ‘dimasuki’, tidak punya standar hidup yang kuat], akan kami palangi dia dengan palang kayu aras [harus dibatasi gerak-geriknya]. Akibat tidak menentukan standar, yaitu: hilangnya damai sejahtera, hubungan dengan Tuhan terganggu, fungsi kita di hadapan Tuhan berkurang, prasangka buruk, kepahitan, hilangnya rasa hormat dan komunikasi, kecenderungan perselingkuhan, kehamilan di luar nikah, hukum tabur tuai.

Menjadi Orang Kecil

Matius 2:6 Dan engkau Betlehem, tanah Yehuda, engkau sekali-kali bukanlah yang terkecil di antara mereka yang memerintah Yehuda, karena dari padamulah akan bangkit seorang pemimpin, yang akan menggembalakan umat-Ku Israel.”

Betlehem merupakan kota terkecil di Israel dan bukan kota metropolitan, melainkan kota para gembala. Gembala notabene merupakan pekerjaan yang hopeless.

1 Korintus 1:27 Tetapi apa yang bodoh bagi dunia, dipilih Allah untuk memalukan orang-orang yang berhikmat, dan apa yang lemah bagi dunia, dipilih Allah untuk memalukan apa yang kuat,

Tuhan Yesus dapat saja lahir di tempat mewah tetapi Ia memilih terlahir di kandang domba (tempat para gembala), begitu pula dalam memilih murid Ia memilih para nelayan di Galilea (orang-orang sederhana). Hal ini menandakan bagaimana Tuhan mengasihi “orang-orang kecil”, jika Ia lahir di tempat mewah tentu para gembala tidak dapat mengunjungi-Nya.

Matius 2:12-13 Dan karena diperingatkan dalam mimpi, supaya jangan kembali kepada Herodes, maka pulanglah mereka ke negerinya melalui jalan lain. Setelah orang-orang majus itu berangkat, nampaklah malaikat Tuhan kepada Yusuf dalam mimpi dan berkata: “Bangunlah, ambillah Anak itu serta ibu-Nya, larilah ke Mesir dan tinggallah di sana sampai Aku berfirman kepadamu, karena Herodes akan mencari Anak itu untuk membunuh Dia.”

Malaikat Tuhan menampakan diri kepada Yusuf, hal ini menandakan bahwa Yusuf merupakan orang pilihan yang berkenan kepada Tuhan (Yusuf tidak hidup seperti orang sezamannya). Apa yang bodoh bagi dunia? Lukas 6:35-36 Tetapi kamu, kasihilah musuhmu dan berbuatlah baik kepada mereka dan pinjamkan dengan tidak mengharapkan balasan, maka upahmu akan besar dan kamu akan menjadi anak-anak Allah Yang Mahatinggi, sebab Ia baik terhadap orang-orang yang tidak tahu berterima kasih dan terhadap orang-orang jahat. Hendaklah kamu murah hati, sama seperti Bapamu adalah murah hati.”

Yohanes 10:10 Pencuri datang hanya untuk mencuri dan membunuh dan membinasakan; Aku datang, supaya mereka mempunyai hidup, dan mempunyainya dalam segala kelimpahan.

Iblis tidak perlu seluruh tubuh kita, melainkan hanya salah satu bagian dari tubuh kita untuk membinasakan seluruh kehidupan kita. Iblis mencuri melalui hal-hal berikut:

  1. Kemalasan. Amsal 6:9-11 Hai pemalas, berapa lama lagi engkau berbaring? Bilakah engkau akan bangun dari tidurmu? “Tidur sebentar lagi, mengantuk sebentar lagi, melipat tangan sebentar lagi untuk tinggal berbaring” — maka datanglah kemiskinan kepadamu seperti seorang penyerbu, dan kekurangan seperti orang yang bersenjata.
  2. Mata. Matius 5:29-30 Maka jika matamu yang kanan menyesatkan engkau, cungkillah dan buanglah itu, karena lebih baik bagimu jika satu dari anggota tubuhmu binasa, dari pada tubuhmu dengan utuh dicampakkan ke dalam neraka. Dan jika tanganmu yang kanan menyesatkan engkau, penggallah dan buanglah itu, karena lebih baik bagimu jika satu dari anggota tubuhmu binasa dari pada tubuhmu dengan utuh masuk neraka.
  3. Kebencian terhadap sesama (tidak mempedulikan keselamatan orang lain). 1 Yohanes 4:20 Jikalau seorang berkata: “Aku mengasihi Allah,” dan ia membenci saudaranya, maka ia adalah pendusta, karena barangsiapa tidak mengasihi saudaranya yang dilihatnya, tidak mungkin mengasihi Allah, yang tidak dilihatnya.

Coincidence: Myth Or Fact? (Suatu Kebetulan Apakah Mitos Atau Fakta?)

Rencana Tuhan begitu panjang dan besar maka kita tidak bisa mengambil keputusan berdasarkan suatu momen tertentu yang singkat. Jangan terlalu cepat menilai Tuhan sebab masa depan kita belum selesai!

Rut 2:3 Pergilah ia, lalu sampai di ladang dan memungut jelai di belakang penyabit-penyabit; kebetulan ia berada di tanah milik Boas, yang berasal dari kaum Elimelekh.

Kata “kebetulan” hanya muncul 1 kali di Perjanjian Lama dan 11 kali di Perjanjian Baru, yang mana dalam Bahasa Ibrani menggunakan kata “miqreh” yang memiliki 2 arti: (1) kecelakaan/kemalangan/sial, (2) kesempatan/keberuntungan. Ini bukan suatu keadaan melainkan cara pandang kita dalam menghadapi suatu masalah apakah hal tsb merupakan kesialan atau sebuah keberuntungan bagi kita.

Kata dasar miqreh adalah sugkuria [Yun.] yang terdiri dari 2 kata: sun (dengan/disempurnakan) & kurios (supreme/tuan tertinggi). Jadi, kebetulan artinya dengan peran Tuhan atau disempurnakan oleh kuasa tertinggi yaitu Tuhan.

Kejadian 50:20 Memang kamu telah mereka-rekakan yang jahat terhadap aku, tetapi Allah telah mereka-rekakannya untuk kebaikan, dengan maksud melakukan seperti yang terjadi sekarang ini, yakni memelihara hidup suatu bangsa yang besar.

Nasib sial yang menimpa hidup Rut bukanlah kebetulan, sebab pada akhirnya Tuhan merencanakan kelahiran Sang Juruselamat dunia melalui Rut!

Nasib sial bisa disebabkan karena kesalahan pilihan kita sebagai manusia (keluar dari rencana Allah sehingga langsung diterkam Iblis) atau rekayasa Iblis agar menghancurkan hidup manusia. Lalu bagaimana jika sudah terjadi demikian? Roma 8:28 Kita tahu sekarang, bahwa Allah turut bekerja (work together) dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan bagi mereka yang mengasihi Dia, yaitu bagi mereka yang terpanggil sesuai dengan rencana Allah (kita dan Allah bekerja sama).

Kunci supaya Tuhan turut bekerja yaitu:

  1. Mengasihi Allah, yaitu selalu ingin menyenangkan hati Allah. Segala yang kita lakukan kita takar dengan standar memberi yang terbaik untuk Allah.
  2. Hidup dalam panggilan (rencana Allah). Untuk menghidupi panggilan itu sebuah pilihan, untuk hidup ikuti rencana Allah juga sebuah keputusan. Note: setiap orang punya panggilan masing-masing yang tidak dapat disamakan satu sama lain.

Mazmur 139:13-14 Sebab Engkaulah yang membentuk (=sudah dimiliki, dibayar lunas) buah pinggangku, menenun aku dalam kandungan ibuku. Aku bersyukur kepada-Mu oleh karena kejadianku dahsyat dan ajaib; (=dibuat unik) ajaib apa yang Kaubuat, dan jiwaku benar-benar menyadarinya.

Sekalipun dunia membuang kita, namun Allah memandang kita berharga sehingga Ia menebus kita dengan lunas maka tentu kita diciptakan bukan karena suatu kebetulan!

Bagaimana dari sebuah kebetulan menjadi sebuah kesempatan?

  1. Hati yang positif.
  2. Hati yang bersyukur.
  3. Hati yang berserah.

Kingdom Priority

Kingdom priority:

  1. Reverence.
  2. Relationship with God and human being (that’s what we created for).
  3. Obey the rhema.

“If God gives such attention to the appearance of wildflowers—most of which are never even seen—don’t you think he’ll attend to you, take pride in you, do his best for you? What I’m trying to do here is to get you to relax, to not be so preoccupied with getting, so you can respond to God’s giving. People who don’t know God and the way he works fuss over these things, but you know both God and how he works. Steep your life in God-reality, God-initiative, God-provisions. Don’t worry about missing out. You’ll find all your everyday human concerns will be met. “Give your entire attention to what God is doing right now, and don’t get worked up about what may or may not happen tomorrow. God will help you deal with whatever hard things come up when the time comes. (Matthew 6:32-34, MSG)

We Are The Messenger Of The Third Pentacost

Kita adalah pembawa pesan Pentakosta ke-3 bagi seluruh dunia! Untuk itu kita perlu Roh Kudus, tanpa Roh Kudus tentu Pentakosta ke-3 tak akan terjadi. Kita memerlukan kesetiaan untuk memahami pesan Tuhan yang kita terima, sebab mungkin pewahyuannya tidak langsung kita terima saat itu juga.

Beberapa prinsip pelayanan doa dalam Pentakosta ke-3, yaitu:

  1. Firman Allah sifatnya kreatif (mencipta). Meskipun tidak terlihat, firman Allah yang diucapkan akan ‘ambil posisi’ di alam roh dan mewujudkan diri. Dengan demikian, firman Allah harus diperkatakan.
  2. Perkataan profetik bersifat membangun. Hal tsb (isi hati Tuhan) ditaruhkan Allah dalam hati kita untuk diperkatakan (bahkan jika kita tulis, hal tsb akan semakin cepat terwujud). Apa yang terjadi sekarang ini merupakan perkataan profetik generasi sebelum kita sebagai pondasi hal-hal yang akan terjadi di masa depan (dari hal-hal profetik yang kita perkatakan di masa sekarang). 1 Korintus 14:3 Tetapi siapa yang bernubuat, ia berkata-kata kepada manusia, ia membangun, menasihati dan menghibur. Sebelum perkataan profetik tsb terjadi bagi orang lain, tentu kita akan menerimanya terlebih dahulu!
  3. Berperang dengan perkataan profetik. Iblis selalu berusaha menyerang kita agar visi Tuhan tidak terjadi, karenanya kita harus memeranginya! Sebagai imam, bagian kita adalah bersyafaat dan melepaskan berkat bagi umat Tuhan. Sebagai raja, bagian kita adalah berperang (tidak bisa diwakilkan). Jangan takut sebab kita memiliki otoritas Allah! Allah berjanji bahwa Ia akan berperang bagi kita! Yakobus 4:7 Karena itu tunduklah kepada Allah, dan lawanlah Iblis, maka ia akan lari dari padamu!
  4. Kita harus mengaktifkan iman. Roma 1:16-17 Sebab aku mempunyai keyakinan yang kokoh dalam Injil, karena Injil adalah kekuatan Allah yang menyelamatkan setiap orang yang percaya, pertama-tama orang Yahudi, tetapi juga orang Yunani. Sebab di dalamnya nyata kebenaran Allah, yang bertolak dari iman dan memimpin kepada iman, seperti ada tertulis: “Orang benar akan hidup oleh iman.” Ibrani 11:1 Iman adalah dasar dari segala sesuatu yang kita harapkan dan bukti dari segala sesuatu yang tidak kita lihat. Iman adalah keyakinan akan janji Tuhan yang lahir dari keintiman kita dengan-Nya. Iman harus disertai dengan tindakan iman! Yakobus 2:26 Sebab seperti tubuh tanpa roh adalah mati, demikian jugalah iman tanpa perbuatan-perbuatan adalah mati.
  5. Berjalan dalam ketaatan. Kita harus memahami waktu-waktu profetik dimana nubuatan Tuhan sedang bekerja! Kita harus menyelaraskan diri dengan momentum Allah sehingga perkataan-perkataan nubuat tsb terjadi: Pentakosta ke-3!

Anda Bukan Tempat Sampah!

Yakobus 1:21 Sebab itu buanglah segala sesuatu yang kotor dan kejahatan yang begitu banyak itu dan terimalah dengan lemah lembut firman yang tertanam di dalam hatimu, yang berkuasa menyelamatkan jiwamu.

Sampah-sampah hidup apa saja yang memperbudak kita? Galatia 5:19-21 Perbuatan daging telah nyata, yaitu: percabulan, kecemaran, hawa nafsu,
penyembahan berhala, sihir, perseteruan, perselisihan, iri hati, amarah, kepentingan diri sendiri, percideraan, roh pemecah,
kedengkian, kemabukan, pesta pora dan sebagainya. Terhadap semuanya itu kuperingatkan kamu — seperti yang telah kubuat dahulu — bahwa barangsiapa melakukan hal-hal yang demikian, ia tidak akan mendapat bagian dalam Kerajaan Allah.

Galatia 5:17 Sebab keinginan daging berlawanan dengan keinginan Roh dan keinginan Roh berlawanan dengan keinginan daging — karena keduanya bertentangan — sehingga kamu setiap kali tidak melakukan apa yang kamu kehendaki.

Kita harus melakukan keinginan Roh agar tidak diperbudak oleh sampah-sampah kehidupan. Lalu, bagaimana agar kita bisa membebaskan diri dari sampah-sampah hidup tsb?

  1. Lahir baru. Galatia 5:1 Supaya kita sungguh-sungguh merdeka, Kristus telah memerdekakan kita. Karena itu berdirilah teguh dan jangan mau lagi dikenakan kuk perhambaan. Bagaimanapun bersihnya sebuah tempat sampah, tetap tidak akan dipergunakan untuk menampung hal-hal yang baik selain sampah. Dengan lahir baru, kita menjadi pribadi (bukan tempat sampah) yang siap untuk menerima hal-hal yang terbaik dari Tuhan. Yohanes 3:5-7 Jawab Yesus: “Aku berkata kepadamu, sesungguhnya jika seorang tidak dilahirkan dari air dan Roh, ia tidak dapat masuk ke dalam Kerajaan Allah. Apa yang dilahirkan dari daging, adalah daging, dan apa yang dilahirkan dari Roh, adalah roh. Janganlah engkau heran, karena Aku berkata kepadamu: Kamu harus dilahirkan kembali. Roma 5:8 Akan tetapi Allah menunjukkan kasih-Nya kepada kita, oleh karena Kristus telah mati untuk kita, ketika kita masih berdosa. Kematian Kristus menyucikan kita dan kebangkitan Kristus membuat kita memiliki pengharapan yang baru! 2 Korintus 5:17 Jadi siapa yang ada di dalam Kristus, ia adalah ciptaan baru: yang lama sudah berlalu, sesungguhnya yang baru sudah datang.
  2. Hidup dipimpin Roh Kudus. Galatia 5:16, 25 Maksudku ialah: hiduplah oleh Roh, maka kamu tidak akan menuruti keinginan daging. Jikalau kita hidup oleh Roh, baiklah hidup kita juga dipimpin oleh Roh, Setelah kita lahir baru, kita harus menjaga Roh Kudus tetap berdiam dalam hati kita agar kita jangan kembali menjadi ‘tempat sampah’ lagi. Yohanes 14:26 tetapi Penghibur, yaitu Roh Kudus, yang akan diutus oleh Bapa dalam nama-Ku, Dialah yang akan mengajarkan segala sesuatu kepadamu dan akan mengingatkan kamu akan semua yang telah Kukatakan kepadamu. Setiap hal yang kita terima ketika kita masih menjadi ‘tempat sampah’ hanya akan menjadi sampah, tetapi setiap hal yang kita terima ketika kita sudah lahir baru akan menjadi buah-buah Roh. Galatia 5:22-23 Tetapi buah Roh ialah: kasih, sukacita, damai sejahtera, kesabaran, kemurahan, kebaikan, kesetiaan, kelemahlembutan, penguasaan diri. Tidak ada hukum yang menentang hal-hal itu.

Makna Kematian & Kebangkitan Yesus

Kematian dan kebangkitan Tuhan Yesus adalah hal terpenting bagi kita karena jika Ia hanya lahir ke bumi tanpa mengambil komitmen untuk berkorban bagi kita tentu sia-sialah kepercayaan kita selama ini.

Apa tujuan kematian & kebangkitan Tuhan Yesus (Jumat Agung)?

  1. Mengembalikan manusia berdosa menjadi serupa dengan gambar Allah. Memiliki gambar Allah berarti memiliki nilai yang sesuai dengan keilahian-Nya. Selama masih ada dosa maka kita tidak memiliki hubungan dengan Allah, karenanya hidup kita harus sesuai dengan kehendak Bapa. Matius 7:21-23 Bukan setiap orang yang berseru kepada-Ku: Tuhan, Tuhan! akan masuk ke dalam Kerajaan Sorga, melainkan dia yang melakukan kehendak Bapa-Ku yang di sorga. Pada hari terakhir banyak orang akan berseru kepada-Ku: Tuhan, Tuhan, bukankah kami bernubuat demi nama-Mu, dan mengusir setan demi nama-Mu, dan mengadakan banyak mujizat demi nama-Mu juga? Pada waktu itulah Aku akan berterus terang kepada mereka dan berkata: Aku tidak pernah mengenal kamu! Enyahlah dari pada-Ku, kamu sekalian pembuat kejahatan!” 1 Yohanes 1:9 Jika kita mengaku dosa kita, maka Ia adalah setia dan adil, sehingga Ia akan mengampuni segala dosa kita dan menyucikan kita dari segala kejahatan.
  2. Supaya kita dibebaskan dari hukum Taurat. Galatia 3:13-14 Kristus telah menebus kita dari kutuk hukum Taurat dengan jalan menjadi kutuk karena kita, sebab ada tertulis: “Terkutuklah orang yang digantung pada kayu salib!” Yesus Kristus telah membuat ini, supaya di dalam Dia berkat Abraham sampai kepada bangsa-bangsa lain, sehingga oleh iman kita menerima Roh yang telah dijanjikan itu.
  3. Untuk membuktikan bahwa Ia sangat mengasihi kita. 1 Yohanes 3:16 Demikianlah kita ketahui kasih Kristus, yaitu bahwa Ia telah menyerahkan (keputusan tanpa paksaan) nyawa-Nya untuk kita; jadi kita pun wajib menyerahkan nyawa kita untuk saudara-saudara kita. Efesus 1:7 Sebab di dalam Dia dan oleh darah-Nya kita beroleh penebusan, yaitu pengampunan dosa, menurut kekayaan kasih karunia-Nya,
  4. Yesus melakukan restitusi (penggantian). Ulangan 30:19-20 Aku memanggil langit dan bumi menjadi saksi terhadap kamu pada hari ini: kepadamu kuperhadapkan kehidupan dan kematian, berkat dan kutuk. Pilihlah kehidupan, supaya engkau hidup, baik engkau maupun keturunanmu, dengan mengasihi TUHAN, Allahmu, mendengarkan suara-Nya dan berpaut pada-Nya, sebab hal itu berarti hidupmu dan lanjut umurmu untuk tinggal di tanah yang dijanjikan TUHAN dengan sumpah kepada nenek moyangmu, yakni kepada Abraham, Ishak dan Yakub, untuk memberikannya kepada mereka.” Yesus sudah mengambil kematian itu sehingga kita menerima kehidupan!

Lalu, apa yang harus kita lakukan dal memaknai kematian dan kebangkitan Tuhan Yesus (Jumat Agung)? Mengerti isi hati Tuhan melalui keintiman dengan-Nya seperti yang dilakukan oleh wanita yang mengurapi Yesus dengan minyak narwastu! Markus 14:9 Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya di mana saja Injil diberitakan di seluruh dunia, apa yang dilakukannya ini akan disebut juga untuk mengingat dia.” Bible thinking, Jesus minded!