Perkataan Iman

Markus 7:24-26 Lalu Yesus berangkat dari situ dan pergi ke daerah Tirus. Ia masuk ke sebuah rumah dan tidak mau bahwa ada orang yang mengetahuinya, tetapi kedatangan-Nya tidak dapat dirahasiakan. Malah seorang ibu, yang anaknya perempuan kerasukan roh jahat, segera mendengar tentang Dia, lalu datang dan tersungkur di depan kaki-Nya. Perempuan itu seorang Yunani bangsa Siro-Fenisia. Ia memohon kepada Yesus untuk mengusir setan itu dari anaknya.

Dari ayat tsb tersirat bahwa cerita tentang Yesus di Israel sampai ke Yunani, artinya kita harus menjadi saksi-saksi Yesus tanpa takut sebab mungkin saja di belahan bumi yang lain masih ada orang yang belum pernah mendengar tentang-Nya atau bahkan ada yang pernah mendengar tentang Yesus di masa lalu tapi belum tersentuh, siapa tahu kali ini menjadi tersentuh ketika mendengar kesaksian kita. Kita harus memberitakan kepada orang-orang yang berkebutuhan khusus bahwa Yesus sanggup mengadakan mujizat bagi mereka (bukan mempromosikan hamba Tuhan, jangan salah menyampaikan pesan)!

Markus 7:27-28 Lalu Yesus berkata kepadanya: “Biarlah anak-anak kenyang dahulu, sebab tidak patut mengambil roti yang disediakan bagi anak-anak dan melemparkannya kepada anjing.” Tetapi perempuan itu menjawab: “Benar, Tuhan. Tetapi anjing yang di bawah meja juga makan remah-remah yang dijatuhkan anak-anak.”

Perkataan Yesus terkesan “kasar” bagi yang tidak mengerti budaya Yahudi, padahal secara tersirat Yesus sedang mengatakan kepada perempuan itu untuk melihat imannya, “Bukan untukmu mujizat itu (sebab Yesus diutus hanya bagi orang Israel) dan bukan waktumu untuk menerimanya, lalu bagaimana menurutmu?” Secara tersirat perempuan tsb menjawab, “Benar Tuhan memang mujizat itu bukan untukku tapi aku percaya Engkau mau menyatakannya kepadaku!”

Markus 7:29-30 Maka kata Yesus kepada perempuan itu: “Karena kata-katamu itu, pergilah sekarang sebab setan itu sudah keluar dari anakmu.” Perempuan itu pulang ke rumahnya, lalu didapatinya anak itu berbaring di tempat tidur, sedang setan itu sudah keluar.

Setelah melewati ujian iman, akhirnya Tuhan menyatakan mujizat-Nya kepada perempuan tsb. Kita harus terus memperkatakan iman kita tanpa mempedulikan bagaimanapun sulitnya keadaan yang sedang terjadi! Seringkali ketika melihat orang lain ditolong Tuhan, dan kita belum, kita cenderung berpikir ‘mungkin bukan waktu kita untuk menerima mujizat’. Padahal bukan demikian yang Tuhan pikirkan. Jika orang lain ditolong Tuhan, kita juga pasti ditolong-Nya, Ia Tuhan Maha Baik!

1 Korintus 11:27-31 Jadi barangsiapa dengan cara yang tidak layak makan roti atau minum cawan Tuhan, ia berdosa terhadap tubuh dan darah Tuhan. Karena itu hendaklah tiap-tiap orang menguji dirinya sendiri dan baru sesudah itu ia makan roti dan minum dari cawan itu. Karena barangsiapa makan dan minum tanpa mengakui tubuh Tuhan, ia mendatangkan hukuman atas dirinya. Sebab itu banyak di antara kamu yang lemah dan sakit, dan tidak sedikit yang meninggal. Kalau kita menguji diri kita sendiri, hukuman tidak menimpa kita.

Ketika kita menerima Perjamuan Kudus, kita harus menerimanya dengan iman bahwa tubuh dan darah Kristus sanggup memberi khasiat luar biasa bagi tubuh kita. Jika dengan meminum racun saja kita yakin bahwa tubuh kita akan mati, masakan ketika menerima Perjamuan Kudus kita tidak lebih diyakinkan untuk menerima hal-hal yang baik dari Tuhan? Terimalah Perjamuan Kudus dengan cara yang layak!

Advertisements

Starting Point

Tidak akan ada langkah ke depan tanpa sebuah titik permulaan, artinya titik permulaan ini menentukan apa yang akan terjadi ke depan.

Matius 7:12 “Segala sesuatu yang kamu kehendaki supaya orang perbuat kepadamu, perbuatlah demikian juga kepada mereka. Itulah isi seluruh hukum Taurat dan kitab para nabi. [Perikop: Jalan yang benar — ini adalah detak jantung Yesus.]

1 Yohanes 4:19 Kita mengasihi, karena Allah lebih dahulu mengasihi kita. [Allah Sang Inisiator]

Matthew 7:12 “Here is a simple, rule-of-thumb guide for behavior: Ask yourself what you want people to do for you, then grab the initiative and do it for them. Add up God’s Law and Prophets and this is what you get. (MSG)

Inisiatif adalah titik awal dari kasih, ketaatan dan mujizat.

Matius 16:19 Kepadamu akan Kuberikan kunci Kerajaan Sorga. Apa yang kauikat di dunia ini akan terikat di sorga dan apa yang kaulepaskan di dunia ini akan terlepas di sorga.” [Surga akan bekerja ketika kita berinisiatif.]

Inisiatif mengubah kronos (waktu manusia) menjadi kairos (waktu Tuhan), logos menjadi rhema, membedakan orang biasa dan luar biasa.

Hidup adalah komitmen dari inisiatif.

Markus 14:3 Ketika Yesus berada di Betania, di rumah Simon si kusta, dan sedang duduk makan, datanglah seorang perempuan membawa suatu buli-buli pualam berisi minyak narwastu murni yang mahal harganya. Setelah dipecahkannya leher buli-buli itu, dicurahkannya minyak itu ke atas kepala Yesus. [Perempuan (‘mantan pelacur’) tsb berinisiatif tanpa pernah diperintahkan untuk melakukan hal tsb. Orang yang punya inisiatif tidak dapat digagalkan oleh kegagalan masa lalu.]

Markus 14:4-5 Ada orang yang menjadi gusar dan berkata seorang kepada yang lain: “Untuk apa pemborosan minyak narwastu ini? Sebab minyak ini dapat dijual tiga ratus dinar lebih dan uangnya dapat diberikan kepada orang-orang miskin.” Lalu mereka memarahi perempuan itu. [Ada 3 pembunuh inisiatif, yaitu: nyinyir (maka jangan duduk dalam kumpulan pencemooh karena nyinyir menular), malas, kecewa ketika inisiatif ditolak.]

Markus 14:6 Tetapi Yesus berkata: “Biarkanlah dia. Mengapa kamu menyusahkan dia? Ia telah melakukan suatu perbuatan yang baik pada-Ku. [Yesus memuji perempuan tsb atas inisiatifnya, bukan karena harga minyak narwastunya.]

Markus 14:7 Karena orang-orang miskin selalu ada padamu, dan kamu dapat menolong mereka, bilamana kamu menghendakinya, tetapi Aku tidak akan selalu bersama-sama kamu. [Orang yang berinisiatif selalu hadir dalam sebuah kebutuhan, bukan lari ketika dibutuhkan.]

Markus 14:8 Ia telah melakukan apa yang dapat dilakukannya. Tubuh-Ku telah diminyakinya sebagai persiapan untuk penguburan-Ku. [Lakukan apa saja yang kita bisa bagi Tuhan.]

Markus 14:9 Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya di mana saja Injil diberitakan di seluruh dunia, apa yang dilakukannya ini akan disebut juga untuk mengingat dia.” [Seorang yang memiliki inisiatif akan menjadi history maker. Sebuah inisiatif menjamin kehidupan selanjutnya (ada penyediaan dari Tuhan). 1 Korintus 2:9 Tetapi seperti ada tertulis: “Apa yang tidak pernah dilihat oleh mata, dan tidak pernah didengar oleh telinga, dan yang tidak pernah timbul di dalam hati manusia: semua yang disediakan Allah untuk mereka yang mengasihi Dia.”]

Kelahiran Yang Baru Berawal Dari Nubuatan

Galatia 5:16 Maksudku ialah: hiduplah oleh Roh, maka kamu tidak akan menuruti keinginan daging.

Jadi, urutannya adalah pertama-tama kita semakin hidup oleh Roh maka otomatis semakin lama kedagingan kita akan mati, bukan mematikan kedagingan terlebih dahulu dan berpikir bahwa Roh akan semakin besar mempengaruhi kita. Bagaimana caranya? Melalui doa, pujian dan penyembahan kepada Tuhan setiap saat.

Tahun 2019 adalah Tahun Kelahiran Yang Baru, artinya dari yang tidak ada menjadi ada (seperti bayi yang semula tidak pernah ada di dunia menjadi terlahir). Sebelum mengalami kelahiran yang baru (melahirkan bayi-bayi rohani), kita akan mengalami ‘sakit bersalin’ (ada sesuatu yang tidak nyaman dalam roh kita).

Sebuah kehamilan memiliki masa hingga tiba saatnya melahirkan, tentu sebuah kelahiran yang baik harus terjadi di waktu yang telah ditentukan (tidak boleh dipercepat ataupun diperlambat). Secara jasmani, masa kehamilan normal adalah 9 bulan. Namun secara rohani, masa kehamilan kita berbeda-beda tergantung yang sudah Tuhan tetapkan sesuai kapasitas masing-masing.

Seorang ibu yang baik tentu menjaga diri sebaik mungkin selama masa kehamilan agar bayinya terlahir sehat, artinya kita harus sungguh-sungguh menjaga kerohanian kita agar melahirkan hal-hal yang baik (buah Roh). Buah Roh bisa dirasakan oleh orang-orang sekitar kita, jika tidak demikian berarti kita belum melahirkan buah roh.

Apa yang harus kita lakukan agar kelahiran yang baru terjadi? Banyak bernubuat. Nubuat adalah kehendak Tuhan atas masa depan yang kemudian kita perkatakan (setelah kita menerima nubuat tsb di hadirat Tuhan), bukan memperkatakan kehendak kita terhadap suatu hal agar terjadi di masa depan (padahal tidak pernah dijanjikan Tuhan). Contoh:
1) Ketika dalam saat teduh Tuhan memberi rhema tentang kebangkitan generasi Yeremia, atau yang mandul Tuhan janjikan memiliki keturunan, itu menjadi nubuat yang harus kita perkatakan terus-menerus hingga terjadi.
2) Ketika kita keluar rumah lalu melihat lawan jenis yang rupawan dan kita langsung mengatakan “dalam nama Yesus dia jadi kekasih saya”, atau melihat kendaraan orang lain lalu kita tumpang tangan atas kendaraan tsb dan berkata “dalam nama Yesus ini jadi milik saya”, yang mana semua hal tsb tdk Tuhan taruhkan untuk dinubuatkan maka inilah yg disebut doa sihir (#maksa).

Ingat Yeremia 1:9 Lalu TUHAN mengulurkan tangan-Nya dan menjamah mulutku; TUHAN berfirman kepadaku: “Sesungguhnya, Aku menaruh perkataan-perkataan-Ku ke dalam mulutmu. [Tuhan terlebih dahulu menaruh perkataan-Nya dalam mulut Yeremia, barulah Yeremia memperkatakan hal tsb kepada bangsa Israel.]

Dengan demikian, sebagai orang yang ditaruhkan perkataan Tuhan maka kita harus menjaga perkataan kita. Tentunya terlebih dahulu kita harus menjaga hati, karena dari hatilah sumber segala perkataan. Tidak mungkin dari hati yang kotor keluar perkataan mulia.

Kejadian 1:1-3 Pada mulanya Allah menciptakan langit dan bumi. Bumi belum berbentuk dan kosong; gelap gulita menutupi samudera raya, dan Roh Allah melayang-layang di atas permukaan air. Berfirmanlah Allah: “Jadilah terang.” Lalu terang itu jadi.

Tahun kelahiran yang baru merupakan tahun penciptaan dari yang tidak ada menjadi ada. Karena itu, jika kita tidak banyak bernubuat tentu tidak akan ada sesuatu yang tercipta (seperti bumi yang belum berbentuk, kosong dan gelap gulita). Ketika mencipta, Allah memperkatakan firman-Nya, bukan hanya disimpan dalam hati. Jadi, lepaskan nubuat!

2 Petrus 1:19 Dengan demikian kami makin diteguhkan oleh firman yang telah disampaikan oleh para nabi. Alangkah baiknya kalau kamu memperhatikannya sama seperti *memperhatikan pelita yang bercahaya di tempat yang gelap* sampai fajar menyingsing dan bintang timur terbit bersinar di dalam hatimu.

Alkisah, ada seorang hamba Tuhan yang sedang dalam keterpurukan lalu Tuhan menyuruhnya pergi ke pantai di malam hari. Di pantai, Tuhan bertanya padanya: “Apa yg kamu lihat?” Ia menjawab, “Tidak ada.” Lalu Tuhan menanyakan hal yang sama untuk kedua kalinya, dan tetap hamba Tuhan tsb berkata tidak melihat apa-apa karena gelap malam. Untuk ketiga kalinya, Tuhan kembali bertanya: “Coba lihat baik-baik, apakah ada sesuatu yang kamu lihat di sana?” Dan dijawab, “Ya, Tuhan, aku melihat sesuatu kali ini. Aku melihat ada 3 titik cahaya putih di ujung laut sana!” Lalu Tuhan berkata, “Nak, sekecil apapun cahaya yg kamu lihat, teruslah berfokus padanya, tanpa menghiraukan gelapnya tempat kamu berada saat ini.”

Dari kisah tsb, Tuhan menghendaki agar sekecil apapun nubuat yg kita terima (meskipun seolah ‘kegelapan hidup’ terasa lebih besar dari pada nubuat tsb), perkatakanlah itu dan pasti terjadi! Yesaya 55:11 demikianlah firman-Ku yang keluar dari mulut-Ku: ia tidak akan kembali kepada-Ku dengan sia-sia, tetapi ia akan melaksanakan apa yang Kukehendaki, dan akan berhasil dalam apa yang Kusuruhkan kepadanya.

Roma 4:17 seperti ada tertulis: “Engkau telah Kutetapkan menjadi bapa banyak bangsa” — di hadapan Allah yang kepada-Nya ia percaya, yaitu Allah yang menghidupkan orang mati dan yang menjadikan dengan firman-Nya apa yang tidak ada menjadi ada.

Seperti Abraham yang dijanjikan Tuhan tentang Ishak, kita harus percaya bahwa firman-Nya akan menjadikan apa yang tidak ada menjadi ada. 2 Korintus 4:13 Namun karena kami memiliki roh iman yang sama, seperti ada tertulis: *”Aku percaya, sebab itu aku berkata-kata”,* maka kami juga percaya dan sebab itu kami juga berkata-kata.

Hati-hati agar kesalahan yang Abraham perbuat perihal Hagar tidak kita lakukan. Kita harus peka apakah berkat tsb dari Tuhan atau bukan!

Mempersiapkan Kirbat Yang Baru

Tahun 2019 adalah tahun kelahiran yang baru, ini berbicara tentang dari yang tidak ada menjadi ada. 1 Korintus 2:9 Tetapi seperti ada tertulis: “Apa yang tidak pernah dilihat oleh mata, dan tidak pernah didengar oleh telinga, dan yang tidak pernah timbul di dalam hati manusia: semua yang disediakan Allah untuk mereka yang mengasihi Dia.”

Markus 2:12 Dan orang itu pun bangun, segera mengangkat tempat tidurnya dan pergi ke luar di hadapan orang-orang itu, sehingga mereka semua takjub lalu memuliakan Allah, katanya: “Yang begini belum pernah kita lihat.”

Tahun tsb merupakan tahun pengalaman yang baru maka kita pun harus mempersiapkan kirbat yang baru. Dengan cara bagaimana? Jangan menoleh ke belakang! Lukas 17:28-32 Demikian juga seperti yang terjadi di zaman Lot: mereka makan dan minum, mereka membeli dan menjual, mereka menanam dan membangun. Tetapi pada hari Lot pergi keluar dari Sodom turunlah hujan api dan hujan belerang dari langit dan membinasakan mereka semua. Demikianlah halnya kelak pada hari, di mana Anak Manusia menyatakan diri-Nya. Barangsiapa pada hari itu sedang di peranginan di atas rumah dan barang-barangnya ada di dalam rumah, janganlah ia turun untuk mengambilnya, dan demikian juga orang yang sedang di ladang, janganlah ia kembali. Ingatlah akan isteri Lot!

Lalu, apa yang harus kita tanggalkan untuk mempersiapkan kirbat yang baru tsb?

  1. Tanggalkan kepahitan dan luka di masa lalu dengan melepaskan pengampunan kepada orang yang menyakiti kita. Ada 2 zat dalam tubuh kita yang bekerja dengan bertolak belakang, yaitu: beta endorfin menyehatkan tubuh kita (zat ini aktif ketika kita bersukacita), nor adrenalin menghancurkan tubuh kita seperti racun yang mematikan (zat ini aktif ketika kita kepahitan). Efesus 4:31 Segala kepahitan, kegeraman, kemarahan, pertikaian dan fitnah hendaklah dibuang dari antara kamu, demikian pula segala kejahatan.
  2. Tanggalkan kegagalan dan kesalahan di masa lalu dengan terus memperbaiki diri (semakin intim dengan Tuhan sehingga lebih peka mendengar suara-Nya). Kita harus meneladani Daud dalam hal ini, bagaimana Daud yang meskipun seorang ahli perang namun dalam situasi darurat (terdesak), Daud mencari Tuhan terlebih dahulu (bukan mengandalkan kemampuan sendiri). 1 Samuel 30:4, 6-8 Lalu menangislah Daud dan rakyat yang bersama-sama dengan dia itu dengan nyaring, sampai mereka tidak kuat lagi menangis. Dan Daud sangat terjepit, karena rakyat mengatakan hendak melempari dia dengan batu. Seluruh rakyat itu telah pedih hati, masing-masing karena anaknya laki-laki dan perempuan. Tetapi Daud menguatkan kepercayaannya kepada TUHAN, Allahnya. Lalu Daud memberi perintah kepada imam Abyatar bin Ahimelekh: “Bawalah efod itu kepadaku.” Maka Abyatar membawa efod (=perlengkapan doa) itu kepada Daud. Kemudian bertanyalah Daud kepada TUHAN, katanya: “Haruskah aku mengejar gerombolan itu? Akan dapatkah mereka kususul?” Dan Ia berfirman kepadanya: “Kejarlah, sebab sesungguhnya, engkau akan dapat menyusul mereka dan melepaskan para tawanan.” Dalam hal sekecil apapun, pertama-tama kita harus berdoa dan menanyakan petunjuk Tuhan!
  3. Tanggalkan ketakutan akan masa depan dengan teguh beriman dan percaya kepada Tuhan. Yeremia 29:11 Sebab Aku ini mengetahui rancangan-rancangan apa yang ada pada-Ku mengenai kamu, demikianlah firman TUHAN, yaitu rancangan damai sejahtera dan bukan rancangan kecelakaan, untuk memberikan kepadamu hari depan yang penuh harapan. Dalam hal ini kita harus meneladani Abraham bagaimana ia terlebih dahulu mempersilahkan Lot untuk memilih tempat yang terbaik (secara mata jasmani) karena tidak memungkinkan untuk mereka tinggal di satu tempat, dengan demikian Abraham hanya mendapatkan tempat sisa. Namun demikian, Abraham memandang masa depannya di tempat tsb dengan mata rohani sehingga Tuhan pun berkenan mengikat perjanjian dengannya (berbanding terbalik dengan akhir hidup Lot). Kejadian 12:1-3 Berfirmanlah TUHAN kepada Abram: “Pergilah dari negerimu dan dari sanak saudaramu dan dari rumah bapamu ini ke negeri yang akan Kutunjukkan kepadamu; Aku akan membuat engkau menjadi bangsa yang besar, dan memberkati engkau serta membuat namamu masyhur; dan engkau akan menjadi berkat. Aku akan memberkati orang-orang yang memberkati engkau, dan mengutuk orang-orang yang mengutuk engkau, dan olehmu semua kaum di muka bumi akan mendapat berkat.” Seperti Abraham, kita boleh tenang menghadapi masa depan karena kita percaya bahwa rencana Tuhan adalah yang terbaik bagi kita!
  4. Tanggalkan dosa dengan hidup dalam pertobatan dan takut akan Tuhan.

Fokus Mengusahakan Talentamu!

Hal-hal yang harus kita persiapkan menuju akhir zaman, yaitu:

  1. Readiness (kesiapan). Kita harus siap dengan segala perubahan zaman yang begitu cepat sebab Iblis akan memanfaatkan titik di mana kita sulit untuk beradaptasi dengan hal-hal baru.
  2. Responsibility (tanggung jawab). Untuk masuk surga kita harus bertanggung jawab (lulus) dalam ujian iman dan pelipatgandaan talenta.

1 Korintus 15:45 Seperti ada tertulis: “Manusia pertama, Adam menjadi makhluk yang hidup”, tetapi Adam yang akhir menjadi roh yang menghidupkan.

Kita adalah manusia surga yang hidup di bumi, maka cara kita hidup di bumi harus sesuai dengan prinsip surga. Adam adalah manusia pertama, Alkitab mencatat bahwa tidak pernah ada percakapan antara Adam dan Iblis (bisa dibilang bahwa Adam tidak pernah ditemui oleh Iblis), juga Adam merupakan satu-satunya ciptaan Tuhan yang jika bermasalah tidak memiliki rekan untuk bertukar pikiran, selain Tuhan. Adam tercipta begitu serupa dengan gambar Allah (sebelum jatuh dalam dosa). Lalu, bagaimana cara Adam mengerjakan tanggung jawabnya di bumi sebagai manusia surga?

Kejadian 2:8 Selanjutnya TUHAN Allah membuat taman di Eden, di sebelah timur; disitulah ditempatkan-Nya manusia yang dibentuk-Nya itu.

Berdasarkan peta, terlihat Eden berbentuk seperti mezbah, artinya Tuhan menetapkan kita selalu berada di mezbah (hidup dalam hadirat Tuhan).

Kejadian 2:9, 15 Lalu TUHAN Allah menumbuhkan berbagai-bagai pohon dari bumi, yang menarik dan yang baik untuk dimakan buahnya; dan pohon kehidupan di tengah-tengah taman itu, serta pohon pengetahuan tentang yang baik dan yang jahat. TUHAN Allah mengambil manusia itu dan menempatkannya dalam taman Eden untuk mengusahakan dan memelihara taman itu.

Tuhan menumbuhkan berbagai-bagai pohon dari bumi, namun menempatkan Adam di taman Eden untuk mengusahakan dan memelihara hanya taman itu (bukan seluruh bumi). Artinya tidak semua hal yang terjadi di bumi perlu kita urus, yang Tuhan kehendaki agar kita hanya fokus mengurus ‘taman eden’ kita (yaitu talenta kita). Eden artinya delight (sukacita), jadi talenta adalah hal yang menjadi kesukaan kita.

Perlu diingat bahwa taman Eden telah Tuhan sediakan (Tuhan yang membuat) untuk kita usahakan dan pelihara. Kesalahan terbesar kita adalah berusaha membuat taman kita sendiri yang tak pernah bisa terselesaikan. Hidup di luar talenta yang telah ditetapkan Tuhan adalah awal dari semua kekacauan, sebab hal tersebut merupakan tindakan mengambil apa yang bukan bagian kita.

Lalu, apa yang ada di taman Eden? Kejadian 2:10 Ada suatu sungai mengalir dari Eden untuk membasahi taman itu, dan dari situ sungai itu terbagi menjadi empat cabang.

  1. Kejadian 2:11-12 Yang pertama, namanya Pison, yakni yang mengalir mengelilingi seluruh tanah Hawila, tempat emas ada. Dan emas dari negeri itu baik; di sana ada damar bedolah dan batu krisopras. Pison artinya kelimpahan. Di tempat ini, emas terletak dekat damar bedolah dan batu krisopras (emas tidak terletak dekat ‘rongsokan’) artinya bersahabatlah dengan orang-orang yang berkualitas jika kita ingin menjadi seorang yang berkualitas. We are what we friend.
  2. Kejadian 2:13 Nama sungai yang kedua ialah Gihon, yakni yang mengalir mengelilingi seluruh tanah Kush. Gihon artinya kemenangan. Kemenangan kita tergantung Tuhan, bukan tergantung jerih payah manusia. Kita tidak perlu mencari kemenangan karena kita tercipta sebagai pemenang!
  3. Kejadian 2:14a Nama sungai yang ketiga ialah Tigris, yakni yang mengalir di sebelah timur Asyur. Tigris artinya sebuah keinginan untuk berlari dengan cepat untuk memeluk (intim). Dalam hal ini, ada keintiman dengan Tuhan.
  4. Kejadian 2:14b Dan sungai yang keempat ialah Efrat. Efrat artinya subur, menandakan bahwa apa yang kita kerjakan akan berhasil berkali lipat ganda.

Dalam hidup ini ada hal yang bisa kita kendalikan (faktor internal) dan ada hal yang tidak bisa kita kendalikan (faktor eksternal).

A. Faktor internal, meliputi hal yang kita sukai dan menjadi mahir ketika kita lakukan berulang-ulang. Fokuslah terhadap faktor ini! Ketika kita menyukai suatu hal dan mahir mengerjakannya, itulah passion (ada sepenuh hati).

B. Faktor eksternal, meliputi hal yang orang lain butuhkan dan bersedia membayarnya. Serahkanlah faktor ini kepada Tuhan! Ketika orang lain membutuhkan hal yang menjadi passion kita dan bersedia membayarnya, terciptalah lapangan pekerjaan.

Faktor internal dan eksternal harus seimbang, artinya ada unsur: suka, mahir, butuh, dan bersedia membayar. Berikut relasi antara faktor internal dan eksternal yang tidak seimbang:

  • Ketika kita menyukai suatu hal tapi tidak mahir, dan ada orang lain yang membutuhkan untuk melakukan hal tsb tapi tidak bersedia membayar, ini yang disebut misi kemanusiaan.
  • Ketika kita menyukai suatu hal dan mahir mengerjakannya, juga ada orang lain yang membutuhkan untuk melakukan hal tsb dan bersedia membayar, ini yang disebut sebagai profesi.
  • Ketika kita tidak menyukai suatu hal tapi mahir mengerjakannya (karena tekun atau ada tanggung jawab moral), juga ada orang lain yang membutuhkan untuk melakukan hal tsb dan bersedia membayar, pada satu titik kita akan mengalami kehampaan hidup karena terus-menerus melakukan hal yang tidak disukai.
  • Ketika kita menyukai suatu hal tapi tidak mahir mengerjakannya, juga ada orang lain yang membutuhkan untuk melakukan hal tsb dan bersedia membayar, kita akan merasa tidak aman (takut kehilangan pekerjaan, takut tergantikan oleh orang lain yang lebih mahir dan berpotensi menghalalkan segala cara demi mempertahankan pekerjaan tsb).
  • Ketika kita menyukai suatu hal dan mahir mengerjakannya, juga ada orang lain yang bersedia membayar tapi tidak ada yang membutuhkan hal tsb, pada satu titik kita akan merasa seperti seorang yang tidak berguna. Inilah tantangan akhir zaman! Perubahan kebutuhan manusia menuntut kita harus bisa fleksibel menghadapinya.

Titus 3:14 Dan biarlah orang-orang kita juga belajar melakukan pekerjaan yang baik untuk dapat memenuhi keperluan hidup yang pokok, supaya hidup mereka jangan tidak berbuah.

Kehidupan yang berbuah berawal dari “belajar” [dalam hal ini mengasah talenta]. Ketika kita fokus pada talenta kita seperti Adam fokus mengusahakan dan memelihara taman Eden, maka kita akan menikmati sungai kelimpahan, kemenangan, keintiman, dan keberhasilan berkali lipat ganda selama masih ada lapangan pekerjaan bagi passion kita!

Pray For Jerusalem

Kejadian 27:29 Bangsa-bangsa akan takluk kepadamu, dan suku-suku bangsa akan sujud kepadamu; jadilah tuan atas saudara-saudaramu, dan anak-anak ibumu akan sujud kepadamu. Siapa yang mengutuk engkau, terkutuklah ia, dan siapa yang memberkati engkau, diberkatilah ia.” [Kita harus memberkati Israel!]

Ada 8 wanita mandul di Alkitab:
1) Sara, melahirkan Ishak.
2) Ribka, melahirkan Esau & Yakub.
3) Rahel, melahirkan Yusuf & Benyamin.
4) Isteri Manoah, melahirkan Simson.
5) Ruth, melahirkan Obed.
6) Hana, melahirkan Samuel.
7) Isteri Zakharia, melahirkan Yohanes Pembaptis.
8) Yesaya 66:8 Siapakah yang telah mendengar hal yang seperti itu, siapakah yang telah melihat hal yang demikian? Masakan suatu negeri diperanakkan dalam satu hari, atau suatu bangsa dilahirkan dalam satu kali? Namun baru saja menggeliat sakit, Sion sudah melahirkan anak-anaknya. [Kita akan melahirkan generasi Yeremia.] — inilah goal dari dilaksanakannya Malam Berjaga-jaga!

Yeremia 31:10 Dengarlah firman TUHAN, hai bangsa-bangsa, beritahukanlah itu di tanah-tanah pesisir yang jauh, katakanlah: Dia yang telah menyerakkan Israel akan mengumpulkannya kembali [=topik doa kita], dan menjaganya seperti gembala terhadap kawanan dombanya!

Daniel 9:2 pada tahun pertama kerajaannya itu aku, Daniel, memperhatikan dalam kumpulan Kitab jumlah tahun yang menurut firman TUHAN kepada nabi Yeremia akan berlaku atas timbunan puing Yerusalem, yakni tujuh puluh tahun. [Tahun 2018 adalah tahun ke-70 kemerdekaan Israel.]

Yeremia 25:11-12 Maka seluruh negeri ini akan menjadi reruntuhan dan ketandusan, dan bangsa-bangsa ini akan menjadi hamba kepada raja Babel tujuh puluh tahun lamanya. Kemudian sesudah genap ketujuh puluh tahun itu, demikianlah firman TUHAN, maka Aku akan melakukan pembalasan kepada raja Babel dan kepada bangsa itu oleh karena kesalahan mereka, juga kepada negeri orang orang Kasdim, dengan membuatnya menjadi tempat-tempat yang tandus untuk selama-lamanya. [Negara-negara yang pernah menyerang Israel menjadi tandus secara fisik.]

Yeremia 29:10 Sebab beginilah firman TUHAN: Apabila telah genap tujuh puluh tahun bagi Babel, barulah Aku memperhatikan kamu. Aku akan menepati janji-Ku itu kepadamu dengan mengembalikan kamu ke tempat ini.

Pentakosta ke-3 terjadi dari Timur ke Barat, dan sekaranglah waktunya (saat 70 tahun kemerdekaan Israel)! Karena itu, tidak ada waktu bagi kita untuk bersantai!

Yesaya 11:11-12 Pada waktu itu Tuhan akan mengangkat pula tangan-Nya untuk menebus sisa-sisa umat-Nya yang tertinggal di Asyur dan di Mesir, di Patros, di Etiopia dan di Elam, di Sinear, di Hamat dan di pulau-pulau di laut. Ia akan menaikkan suatu panji-panji bagi bangsa-bangsa, akan mengumpulkan orang-orang Israel yang terbuang, dan akan menghimpunkan orang-orang Yehuda yang terserak dari keempat penjuru bumi.

Tuhan akan datang ketika seluruh orang Israel yang terserak ke bangsa-bangsa kembali ke Israel, kita harus mendoakan kepulangan mereka tsb!

Yeremia 16:14-16 Sebab itu, demikianlah firman TUHAN, sesungguhnya, waktunya akan datang, bahwa tidak dikatakan orang lagi: Demi TUHAN yang hidup yang menuntun orang Israel keluar dari tanah Mesir!, melainkan: Demi TUHAN yang hidup yang menuntun orang Israel keluar dari tanah utara dan dari segala negeri ke mana Ia telah mencerai-beraikan mereka! Sebab Aku akan membawa mereka pulang ke tanah yang telah Kuberikan kepada nenek moyang mereka. Sesungguhnya, Aku mau menyuruh banyak penangkap ikan, demikianlah firman TUHAN, yang akan menangkap mereka, sesudah itu Aku mau menyuruh banyak pemburu yang akan memburu mereka dari atas segala gunung dan dari atas segala bukit dan dari celah-celah bukit batu.

Ini pengumpulan yang terakhir!

Yeremia 31:7 Sebab beginilah firman TUHAN: Bersorak-sorailah bagi Yakub dengan sukacita, bersukarialah tentang pemimpin bangsa-bangsa! Kabarkanlah, pujilah dan katakanlah: TUHAN telah menyelamatkan umat-Nya, yakni sisa-sisa Israel!

Mazmur 122:6-8 Berdoalah untuk kesejahteraan Yerusalem: “Biarlah orang-orang yang mencintaimu mendapat sentosa. Biarlah kesejahteraan ada di lingkungan tembokmu, dan sentosa di dalam purimu!” Oleh karena saudara-saudaraku dan teman-temanku aku hendak mengucapkan: “Semoga kesejahteraan ada di dalammu!”

Kita harus minta hati Tuhan dan belas kasihan-Nya supaya kita mengasihi Yerusalem seperti Yesus mengasihi mereka [Lukas 13:34].

Bertobat dan Merebut Jiwa-Jiwa!

Mazmur 24:3-4 “Siapakah yang boleh naik ke atas gunung TUHAN? Siapakah yang boleh berdiri di tempat-Nya yang kudus?” “Orang yang bersih tangannya dan murni hatinya, yang tidak menyerahkan dirinya kepada penipuan, dan yang tidak bersumpah palsu.

Cek hidup kita masing-masing apakah sudah memenuhi syarat tsb untuk masuk ke gunung kudus Tuhan? Bertobat.

Ratapan 2:18-19 Berteriaklah kepada Tuhan dengan nyaring, hai, puteri Sion, cucurkanlah air mata bagaikan sungai siang dan malam; janganlah kauberikan dirimu istirahat, janganlah matamu tenang! Bangunlah, mengeranglah pada malam hari, pada permulaan giliran jaga malam; curahkanlah isi hatimu bagaikan air di hadapan Tuhan, angkatlah tanganmu kepada-Nya demi hidup anak-anakmu, yang jatuh pingsan karena lapar di ujung-ujung jalan!

Kita harus mengerang bagi keselamatan jiwa-jiwa, bukan karena permasalahan pribadi.

Penyebab generasi yang hilang:
1) Tidak ada penginjilan.
2) Peranan Roh Kudus tidak diberdayakan.
3) Gereja tidak unity.

Kita harus memerangi 3 hal tsb!

Setia Pada Panggilan Tuhan

2 Timotius 4:7 Aku telah mengakhiri pertandingan yang baik, aku telah mencapai garis akhir dan aku telah memelihara iman.

Kita harus tetap beriman meskipun janji Tuhan belum terlihat.

Kita harus tetap setia pada panggilan pelayanan kita, meskipun “selalu tersembunyi” (jangan iri melihat bidang pelayanan lain selalu “ditampilkan”).

Panggilan sebagai pendoa syafaat paling luar biasa sebab kita adalah front liner (orang-orang di garis depan, penerobos) yang menghubungkan surga dengan bumi. Dengan demikian, tentulah kita menjadi orang pertama yang meraih berkat Tuhan (bukan yang terbelakang)! Jika kita menjalani panggilan pelayanan ini dengan bersungut-sungut, tentu tidak akan menerima berkat sulung!

Roma 12:1-2 Karena itu, saudara-saudara, demi kemurahan Allah aku menasihatkan kamu, supaya kamu mempersembahkan tubuhmu sebagai persembahan yang hidup, yang kudus dan yang berkenan kepada Allah: itu adalah ibadahmu yang sejati. Janganlah kamu menjadi serupa dengan dunia ini, tetapi berubahlah oleh pembaharuan budimu, sehingga kamu dapat membedakan manakah kehendak Allah: apa yang baik, yang berkenan kepada Allah dan yang sempurna.

Kita harus mengalami pembaharuan (perubahan) jika ingin berkenan pada Tuhan. Pelayanan yang produktif adalah pelayanan yang sesuai kehendak Allah. Jika tidak demikian, bagaimanapun spektakulernya pelayanan kita tidaklah bernilai bagi Allah. Kehendak Tuhan adalah prioritas kita. Matius 7:22-23 Pada hari terakhir banyak orang akan berseru kepada-Ku: Tuhan, Tuhan, bukankah kami bernubuat demi nama-Mu, dan mengusir setan demi nama-Mu, dan mengadakan banyak mujizat demi nama-Mu juga? Pada waktu itulah Aku akan berterus terang kepada mereka dan berkata: Aku tidak pernah mengenal kamu! Enyahlah dari pada-Ku, kamu sekalian pembuat kejahatan!”

Ulangan 8:2 Ingatlah kepada seluruh perjalanan yang kaulakukan atas kehendak TUHAN, Allahmu, di padang gurun selama empat puluh tahun ini dengan maksud merendahkan hatimu dan mencobai engkau untuk mengetahui apa yang ada dalam hatimu, yakni, apakah engkau berpegang pada perintah-Nya atau tidak.

Kehendak Tuhan dan perintah Tuhan bagaikan 2 sisi mata uang (tidak terpisahkan), maka tidak boleh ada sedikitpun keraguan (sepakat) terhadap firman Tuhan dan harus taat (tunduk) sepenuhnya kepada firman Tuhan. Pelayanan bukan atas dasar sesuka hati, melainkan atas kehendak Roh Kudus.

Ini adalah zaman peperangan dan kita pemenangnya! 1 Korintus 15:57 Tetapi syukur kepada Allah, yang telah memberikan kepada kita kemenangan oleh Yesus Kristus, Tuhan kita.

Kita akan menjadi orang yang kalah jika kita tidak sepakat dengan firman Tuhan. Ingat, manusia pertama berdosa karena tidak sepakat dengan firman Tuhan. Jika kita tidak taat, maka tamatlah kita.

Yesaya 48:18 Sekiranya engkau memperhatikan perintah-perintah-Ku, maka damai sejahteramu akan seperti sungai yang tidak pernah kering, dan kebahagiaanmu akan terus berlimpah seperti gelombang-gelombang laut yang tidak pernah berhenti,

1 Korintus 15:58 Karena itu, saudara-saudaraku yang kekasih, berdirilah teguh, jangan goyah, dan giatlah selalu dalam pekerjaan Tuhan! Sebab kamu tahu, bahwa dalam persekutuan dengan Tuhan jerih payahmu tidak sia-sia.

Jika kita goyah terhadap panggilan pelayanan kita, tentu jerih payah kita dalam persekutuan dengan Tuhan hanyalah kesia-siaan. Karena itu, mulai sekarang pastikan bahwa diri kita benar-benar menerima panggilan Tuhan sebagi imam doa agar kita tidak goyah menjalaninya! Kita harus bangga akan panggilan kita, bangkit dan bersukacitalah menjalaninya dalam kesungguhan! [Note: Gembala pesan agar kita disebut sebagai “imam doa”, bukan pendoa syafaat lagi.]

2 Korintus 2:14 Tetapi syukur bagi Allah, yang dalam Kristus selalu membawa kami di jalan kemenangan-Nya. Dengan perantaraan kami Ia menyebarkan keharuman pengenalan akan Dia di mana-mana.

Sebagai perantara, kita harus menyebarkan keharuman pengenalan akan Tuhan di mana-mana. Yang membawa kemenangan adalah Yesus, kapan? Ketika Yesus mengampuni orang yang menyakiti-Nya di kayu salib. Dengan demikian, kita harus mengampuni jika kita mau menang! Matius 6:15 Tetapi jikalau kamu tidak mengampuni orang, Bapamu juga tidak akan mengampuni kesalahanmu.”

Menjadi Garam & Terang Dunia

Matius 5:13-14 “Kamu adalah garam dunia. Jika garam itu menjadi tawar, dengan apakah ia diasinkan? Tidak ada lagi gunanya selain dibuang dan diinjak orang. Kamu adalah terang dunia. Kota yang terletak di atas gunung tidak mungkin tersembunyi.

Menjadi garam dan terang dunia merupakan identitas kita.

Garam (halas, Yun.) artinya:

  1. Pengaruh. Kehadiran kita harus memberi pengaruh baik pada orang lain.
  2. Pengorbanan. Di mana pun kita berpijak kita membawa value yang berkorban demi kepentingan Tuhan.
  3. Damai. Di mana pun kita berpijak seharusnya membawa damai dan memutuskan untuk mempertahankan berita damai tersebut (tidak memicu pertengkaran).
  4. Kebijaksanaan. Seharusnya kita dikenal sebagai orang yang bijaksana (memiliki pengendalian diri yang kuat) di mata orang lain.
  5. Kasih karunia. Keberadaan kita adalah hadiah Tuhan bagi orang lain.

Tawar (moraino, Yun.) artinya:

  1. Terbukti bertindak bodoh.
  2. Hilang kekuatan untuk berfungsi sebagai garam.
  3. Tumpul (tidak dapat dipakai).
  4. Tidak Ilahi (tidak saleh, tidak rohani).

Terang (phos, Yun.) artinya:

  1. Pikiran yang berkualitas pada sisi moral dan spiritual.
  2. Manifestasi dari pikiran yang berkualitas tsb, yaitu tindakan yang berkualitas.

Filipi 4:8 Jadi akhirnya, saudara-saudara, semua yang benar, semua yang mulia, semua yang adil, semua yang suci, semua yang manis, semua yang sedap didengar, semua yang disebut kebajikan dan patut dipuji, pikirkanlah semuanya itu.

Pikirkan (logisomay, Yun.) artinya jadikan 8 hal di atas sebagai inventaris dalam otak kita.

Tersembunyi (kripto, Yun.) artinya rahasia. Ketika kita menjadi terang, Tuhan akan mengangkat dan memamerkan kita agar semua orang yang melihat bisa menerima dampak kehidupan kita.

Ayub 2:3 Firman TUHAN kepada Iblis: “Apakah engkau memperhatikan hamba-Ku Ayub? Sebab tiada seorang pun di bumi seperti dia, yang demikian saleh dan jujur, yang takut akan Allah dan menjauhi kejahatan. Ia tetap tekun dalam kesalehannya, meskipun engkau telah membujuk Aku melawan dia untuk mencelakakannya tanpa alasan.” [Ayub dipamerkan oleh Tuhan karena tindakannya yang berkualitas.]

Menangkap Momentum

Roma 11:15 Sebab jika penolakan mereka berarti perdamaian bagi dunia, dapatkah penerimaan mereka mempunyai arti lain dari pada hidup dari antara orang mati? [Karena Israel menolak Yesus sebagai Juru Selamat, maka kita “dicangkokan” kepada pohon zaitun asli sehingga turut menerima berkat-berkat yang ditentukan Allah bagi Israel. Jika penolakan mereka saja berarti keselamatan bagi kita, apalagi jika mereka menerima Yesus sebagai Mesias, tentu berkat yang lebih besar akan menjadi bagian kita!]

Karena kita terhubung dengan pohon zaitun asli tsb, maka segala hal yang menyangkut Israel adalah perkara kita juga.

Kita harus melihat zaman. Pembangunan Bait Suci ke-3 menandakan bahwa pihak-pihak yang telah ditentukan sedang “mempersiapkan jalan bagi kedatangan Antikris” (yang akan menduduki Bait Suci), sedangkan kita ditentukan untuk “mempersiapkan jalan bagi kedatangan Tuhan” (yang mana akan terjadi polanya dari Timur ke Barat, yaitu Indonesia ke Yerusalem). Karena kita dipercayakan tugas yang sedemikian besar di waktu yang sangat singkat (genting), maka kita harus “menangkap momentum” ini dengan cepat (tidak ada waktu bersantai).

Secara rohani, Bait Suci itu adalah tubuh kita sendiri. Selain berbicara mengenai bejana tanah dan kelahiran (melahirkan tujuan Ilahi), Tet (angka 9) berbicara mengenai peperangan benih jahat dan benih baik. Jangan biarkan tubuh kita diduduki oleh benih jahat, melainkan kita harus memelihara benih baik yang sudah Tuhan tabur dalam hati kita. Ada sesuatu yang dahsyat dalam diri kita sebab kita memiliki benih sulung (double portion, tanggung jawab lebih besar) dan ditentukan untuk memerintah!

Tuhan akan memunculkan negara kambing dan negara domba di tahun 5779. Ciri negara domba yaitu: memperbolehkan Injil diberitakan dan mengakui kedaulatan Tuhan (juga memberkati Yerusalem). Barangsiapa mengutuki Yerusalem akan mendapat kutuk, maka kita harus sungguh-sungguh berdoa agar Indonesia muncul sebagai negara domba (demi kebaikan hidup kita sendiri)!

Matius 24:32-34 Tariklah pelajaran dari perumpamaan tentang pohon ara: Apabila ranting-rantingnya melembut dan mulai bertunas, kamu tahu, bahwa musim panas sudah dekat. Demikian juga, jika kamu melihat semuanya ini, ketahuilah, bahwa waktunya sudah dekat, sudah di ambang pintu. Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya angkatan ini tidak akan berlalu, sebelum semuanya ini terjadi. [Angkatan yang tidak akan berlalu ini adalah kita sebagai generasi yang akan melihat kedatangan Tuhan.]

Daniel 9:1-19 mencatat bagaimana Daniel bertobat (meminta ampun atas kesalahan bangsanya) setelah ia menerima janji Tuhan atas pemulihan Israel. Demikian hendaknya kita, Tuhan memberitahu bagaimana ia akan melakukan perkara besar di masa depan maka kita pun harus bertobat dan memohon pengampunan Tuhan atas dosa bangsa ini. Kita harus membangun tubuh ini seperti layaknya Bait Suci secara fisik akan dibangun untuk mempersiapkan kedatangan Mesias, sediakan tempat yang layak bagi Tuhan!