Perhatikan Perkataan Kita!

Dekade Ayin (mata) melambangkan bagaimana Tuhan memperhatikan kita dengan mata-Nya dan bagaimana kita pun harus senantiasa memandang kepada-Nya, sedangkan dekade Peh (mulut) melambangkan bagaimana Tuhan memperhatikan perkataan kita dan bagaimana kita harus senantiasa memperkatakan hal-hal yang membawa hidup.

Amsal 18:21 Hidup dan mati dikuasai lidah, siapa suka menggemakannya, akan memakan buahnya.

Matius 12:36-37 Tetapi Aku berkata kepadamu: Setiap kata sia-sia yang diucapkan orang harus dipertanggungjawabkannya pada hari penghakiman. Karena menurut ucapanmu engkau akan dibenarkan, dan menurut ucapanmu pula engkau akan dihukum.”

1 Petrus 3:10 “Siapa yang mau mencintai hidup dan mau melihat hari-hari baik, ia harus menjaga lidahnya terhadap yang jahat dan bibirnya terhadap ucapan-ucapan yang menipu.

Tuhan menciptakan dengan mulut-Nya sehingga apa yang tidak ada menjadi ada, demikian pula Ia telah memberikan kita otoritas sehingga apa yang kita perkatakan akan terjadi.

Bagaimana agar kita dapat memperkatakan hal-hal yang membawa hidup? Dengan menyimpan kekayaan yang baik dalam hati kita, yaitu firman Tuhan. Lukas 6:45 Orang yang baik mengeluarkan barang yang baik dari perbendaharaan hatinya yang baik dan orang yang jahat mengeluarkan barang yang jahat dari perbendaharaannya yang jahat. Karena yang diucapkan mulutnya, meluap dari hatinya.”

Amsal 4:23 Jagalah hatimu dengan segala kewaspadaan, karena dari situlah terpancar kehidupan.

Dalam Alkitab, ada 3 nabi yang Tuhan urapi mulutnya, yaitu:

  1. Yeremia. Yeremia 1:9-10 Lalu TUHAN mengulurkan tangan-Nya dan menjamah mulutku; TUHAN berfirman kepadaku: “Sesungguhnya, Aku menaruh perkataan-perkataan-Ku ke dalam mulutmu. Ketahuilah, pada hari ini Aku mengangkat engkau atas bangsa-bangsa dan atas kerajaan-kerajaan untuk mencabut dan merobohkan, untuk membinasakan dan meruntuhkan, untuk membangun dan menanam.”
  2. Yesaya. Yesaya 6:5-8 Lalu kataku: “Celakalah aku! aku binasa! Sebab aku ini seorang yang najis bibir, dan aku tinggal di tengah-tengah bangsa yang najis bibir, namun mataku telah melihat Sang Raja, yakni TUHAN semesta alam.” Tetapi seorang dari pada Serafim itu terbang mendapatkan aku; di tangannya ada bara, yang diambilnya dengan sepit dari atas mezbah. Ia menyentuhkannya kepada mulutku serta berkata: “Lihat, ini telah menyentuh bibirmu, maka kesalahanmu telah dihapus dan dosamu telah diampuni.” Lalu aku mendengar suara Tuhan berkata: “Siapakah yang akan Kuutus, dan siapakah yang mau pergi untuk Aku?” Maka sahutku: “Ini aku, utuslah aku!”
  3. Musa. Berdasarkan Kitab Midras, ketika kecil Musa menghancurkan mahkota Firaun sehingga Firaun murka. Lalu Firaun menguji Musa dengan menghadapkannya emas dan bara, lalu Musa memilih bara dan menempelkannya ke mulutnya sehingga cacat. Musa merasa tidak petah lidah untuk dipakai Tuhan, namun ketika Tuhan memulihkan mulutnya maka lahirlah nyanyian-nyanyian baru dari mulut Musa!

Para nabi yang telah dijamah Tuhan mulutnya, perkataannya berkuasa dan terjadi!

Yakobus 3:6 Lidah pun adalah api; ia merupakan suatu dunia kejahatan dan mengambil tempat di antara anggota-anggota tubuh kita sebagai sesuatu yang dapat menodai seluruh tubuh dan menyalakan roda kehidupan kita, sedang ia sendiri dinyalakan oleh api neraka. [Demikianlah lidah yang dinyalakan oleh api neraka.]

Efesus 5:18-19 Dan janganlah kamu mabuk oleh anggur, karena anggur menimbulkan hawa nafsu, tetapi hendaklah kamu penuh dengan Roh, dan berkata-katalah seorang kepada yang lain dalam mazmur, kidung puji-pujian dan nyanyian rohani. Bernyanyi dan bersoraklah bagi Tuhan dengan segenap hati. [Demikianlah lidah yang dikuasai oleh Roh Kudus.]

Menjaga Hati

Amsal 4:23 Jagalah hatimu dengan segala kewaspadaan, karena dari situlah terpancar kehidupan.

Jika kita tidak menjaga hati maka kita akan sakit hati (kecewa). Mengapa kita harus menjaga hati?
1) Supaya kita menjadi orang yang baik hati. Markus 7:21-23 sebab dari dalam, dari hati orang, timbul segala pikiran jahat, percabulan, pencurian, pembunuhan, perzinahan, keserakahan, kejahatan, kelicikan, hawa nafsu, iri hati, hujat, kesombongan, kebebalan. Semua hal-hal jahat ini timbul dari dalam dan menajiskan orang.”
2) Supaya kita menjadi orang yang berhasil. 1 Samuel 16:7 Tetapi berfirmanlah TUHAN kepada Samuel: “Janganlah pandang parasnya atau perawakan yang tinggi, sebab Aku telah menolaknya. Bukan yang dilihat manusia yang dilihat Allah; manusia melihat apa yang di depan mata, tetapi TUHAN melihat hati.”
3) Supaya kita tidak menjadi orang yanhg panas hati. Kejadian 4:5 tetapi Kain dan korban persembahannya tidak diindahkan-Nya. Lalu hati Kain menjadi sangat panas, dan mukanya muram.
4) Supaya kita menjadi orang yang berhati nurani. Kisah Para Rasul 2:16 tetapi itulah yang difirmankan Allah dengan perantaraan nabi Yoël:

Prioritas Ishak

Kejadian 26:25 Sesudah itu (setelah sumur-sumur Ishak ditutup sehingga Ishak mengalami krisis air) Ishak mendirikan (1) mezbah di situ dan memanggil nama TUHAN. Ia memasang (2) kemahnya di situ, lalu hamba-hambanya (3) menggali sumur di situ.

Dalam kondisi krisis, Ishak memprioritaskan:

(1) Mezbah (hubungan dengan Tuhan).

(2) Kemah (hubungan dengan sesama).

(3) Sumur (kebutuhan sehari-hari).

Jangan mengejar kebutuhan hidup sampai mengorbankan hubungan dengan Tuhan dan sesama!

Matius 6:33 Tetapi carilah dahulu Kerajaan Allah dan kebenarannya, maka semuanya itu akan ditambahkan kepadamu.

Roma 14:17 Sebab Kerajaan Allah bukanlah soal makanan dan minuman, tetapi soal kebenaran, damai sejahtera dan sukacita oleh Roh Kudus.

Apa yang akhirnya Ishak tuai? Tuhan membalikkan keadaan Ishak dari yang semula direndahkan menjadi ditinggikan. Kejadian 26:26-29 Datanglah Abimelekh dari Gerar mendapatkannya, bersama-sama dengan Ahuzat, sahabatnya, dan Pikhol, kepala pasukannya. Tetapi kata Ishak kepada mereka: “Mengapa kamu datang mendapatkan aku? Bukankah kamu benci kepadaku, dan telah menyuruh aku keluar dari tanahmu?” Jawab mereka: “Kami telah melihat sendiri, bahwa TUHAN menyertai engkau; sebab itu kami berkata: baiklah kita mengadakan sumpah setia, antara kami dan engkau; dan baiklah kami mengikat perjanjian dengan engkau, bahwa engkau tidak akan berbuat jahat kepada kami, seperti kami tidak mengganggu engkau, dan seperti kami semata-mata berbuat baik kepadamu dan membiarkan engkau pergi dengan damai; bukankah engkau sekarang yang diberkati TUHAN.”

MEZBAH

Penting: Tuhan hadir dimana mezbah bagi nama-Nya didirikan!

Keluaran 20:24 Kaubuatlah bagi-Ku mezbah dari tanah dan persembahkanlah di atasnya korban bakaranmu dan korban keselamatanmu, kambing dombamu dan lembu sapimu. Pada setiap tempat yang Kutentukan menjadi tempat peringatan bagi nama-Ku, Aku akan datang kepadamu dan memberkati engkau.

KEMAH

Jika hubungan kita dengan Tuhan damai, maka hubungan kita dengan sesama pun harus damai.

Matius 5:23-24 Sebab itu, jika engkau mempersembahkan persembahanmu di atas mezbah dan engkau teringat akan sesuatu yang ada dalam hati saudaramu terhadap engkau, tinggalkanlah persembahanmu di depan mezbah itu dan pergilah berdamai dahulu dengan saudaramu, lalu kembali untuk mempersembahkan persembahanmu itu.

SUMUR

[Persaudaraan yang rukun.] Mazmur 133:1-3 Nyanyian ziarah Daud. Sungguh, alangkah baiknya dan indahnya, apabila saudara-saudara diam bersama dengan rukun! Seperti minyak yang baik [=pengurapan, perkenanan] di atas kepala meleleh ke janggut, yang meleleh ke janggut Harun dan ke leher jubahnya.
Seperti embun [=berkat] gunung Hermon yang turun ke atas gunung-gunung Sion. Sebab ke sanalah TUHAN memerintahkan berkat, kehidupan untuk selama-lamanya.

Hope & Warning (Pengharapan & Peringatan)

Kalimat “this too shall pass” (inipun akan segera berlalu) dimaksudkan agar kita tidak berlarut dalam kesedihan sekaligus mengingatkan bahwa kebahagiaan di dalam dunia itu tidak kekal.

Yesaya 30:19 Sungguh, hai bangsa di Sion yang diam di Yerusalem, engkau tidak akan terus menangis. Tentulah Tuhan akan mengasihani engkau, apabila engkau berseru-seru; pada saat Ia mendengar teriakmu, Ia akan menjawab.

Bagaimana menghadapi kehidupan yang tidak tentu (“this too shall pass”)?

HOPE

1) JANGAN TAWAR HATI. Amsal 24:10 Jika engkau tawar hati pada masa kesesakan, kecillah kekuatanmu. Kita harus membangun kekuatan dari dalam diri (melekat pada Kristus) agar tidak tergoncangkan. Sikap hati kita kepada Kristus akan menjadi warisan bagi generasi selanjutnya (teladan tanpa perkataan lebih bermakna).

Bagaimana kita bisa kuat (tidak tawar hati)?

  1. Perhatikan apa yang kita dengar dan lihat (jangan sampai kita dilemahkan oleh orang lain), juga perhatikan apa yang kita katakan (jangan melemahkan orang lain). Ulangan 1:28 Ke manakah pula kita maju? Saudara-saudara kita telah membuat hati kita tawar dengan mengatakan: Orang-orang itu lebih besar dan lebih tinggi dari pada kita, kota-kota di sana besar dan kubu-kubunya sampai ke langit, lagipula kami melihat orang-orang Enak di sana. Iman timbul dari pendengaran akan firman Kristus (kabar bahagia), sebaliknya tawar hati timbul dari pendengaran akan kabar buruk.
  2. Mencari hadirat Tuhan, itulah “service center” kita. Mazmur 22:20 Tetapi Engkau, TUHAN, janganlah jauh; ya kekuatanku, segeralah menolong aku! 2 Korintus 4:16 Sebab itu kami tidak tawar hati, tetapi meskipun manusia lahiriah kami semakin merosot, namun manusia batiniah kami dibaharui dari sehari ke sehari.
  3. Mengingat janji Tuhan. Mazmur 12:7-8 Janji TUHAN adalah janji yang murni, bagaikan perak yang teruji, tujuh kali dimurnikan dalam dapur peleburan di tanah. Engkau, TUHAN, yang akan menepatinya, Engkau akan menjaga kami senantiasa terhadap angkatan ini.

2) PERCAYA JANGAN PUTUS HARAPAN.

Matius 9:28 Setelah Yesus masuk ke dalam sebuah rumah, datanglah kedua orang buta itu kepada-Nya dan Yesus berkata kepada mereka: “Percayakah kamu, bahwa Aku dapat melakukannya?” Mereka menjawab: “Ya Tuhan, kami percaya.”

2 Korintus 4:13 Namun karena kami memiliki roh iman yang sama, seperti ada tertulis: “Aku percaya, sebab itu aku berkata-kata”, maka kami juga percaya dan sebab itu kami juga berkata-kata.

Yakobus 2:17 Demikian juga halnya dengan iman: Jika iman itu tidak disertai perbuatan, maka iman itu pada hakekatnya adalah mati.

3) PEMBALASAN ADALAH HAK TUHAN. Ibrani 10:30 Sebab kita mengenal Dia yang berkata: “Pembalasan adalah hak-Ku. Akulah yang akan menuntut pembalasan.” Dan lagi: “Tuhan akan menghakimi umat-Nya.”

WARNING

1) JANGAN TINGGI HATI (Ulangan 8:11-20).

Amsal 18:12 Tinggi hati mendahului kehancuran, tetapi kerendahan hati mendahului kehormatan.

Mazmur 75:8 tetapi Allah adalah Hakim: direndahkan-Nya yang satu dan ditinggikan-Nya yang lain.

2) JANGAN MELUPAKAN TUHAN. Ulangan 8:14, 17-18 jangan engkau tinggi hati, sehingga engkau melupakan TUHAN, Allahmu, yang membawa engkau keluar dari tanah Mesir, dari rumah perbudakan, Maka janganlah kaukatakan dalam hatimu: Kekuasaanku dan kekuatan tangankulah yang membuat aku memperoleh kekayaan ini. Tetapi haruslah engkau ingat kepada TUHAN, Allahmu, sebab Dialah yang memberikan kepadamu kekuatan untuk memperoleh kekayaan, dengan maksud meneguhkan perjanjian yang diikrarkan-Nya dengan sumpah kepada nenek moyangmu, seperti sekarang ini.

Dekade Pey (Awal Musim Baru)

Yesaya 50:4 Tuhan ALLAH telah memberikan kepadaku lidah seorang murid, supaya dengan perkataan aku dapat memberi semangat baru kepada orang yang letih lesu. Setiap pagi Ia mempertajam pendengaranku untuk mendengar seperti seorang murid.

Ekspresi pemberontakan manusia, yaitu: pikiran, alasan dan perkataan. 1 Korintus 10:10-12 Dan janganlah bersungut-sungut, seperti yang dilakukan oleh beberapa orang dari mereka, sehingga mereka dibinasakan oleh malaikat maut. Semuanya ini telah menimpa mereka sebagai contoh dan dituliskan untuk menjadi peringatan bagi kita yang hidup pada waktu, di mana zaman akhir telah tiba. Sebab itu siapa yang menyangka, bahwa ia teguh berdiri, hati-hatilah supaya ia jangan jatuh!

Ada kuasa dalam perkataan kita, di sisi lain lidah kita merupakan kelemahan kita.

Yakobus 1:26 Jikalau ada seorang menganggap dirinya beribadah, tetapi tidak mengekang lidahnya, ia menipu dirinya sendiri, maka sia-sialah ibadahnya.

Yakobus 3:5-6, 9-10 Demikian juga lidah, walaupun suatu anggota kecil dari tubuh, namun dapat memegahkan perkara-perkara yang besar. Lihatlah, betapa pun kecilnya api, ia dapat membakar hutan yang besar. Lidah pun adalah api; ia merupakan suatu dunia kejahatan dan mengambil tempat di antara anggota-anggota tubuh kita sebagai sesuatu yang dapat menodai seluruh tubuh dan menyalakan roda kehidupan kita, sedang ia sendiri dinyalakan oleh api neraka. Dengan lidah kita memuji Tuhan, Bapa kita; dan dengan lidah kita mengutuk manusia yang diciptakan menurut rupa Allah, dari mulut yang satu keluar berkat dan kutuk. Hal ini, saudara-saudaraku, tidak boleh demikian terjadi.

Amsal 18:21 Hidup dan mati dikuasai lidah, siapa suka menggemakannya, akan memakan buahnya.

Hindari kelompok orang yang gemar bergosip! Mazmur 141:3-4 Awasilah mulutku, ya TUHAN, berjagalah pada pintu bibirku! Jangan condongkan hatiku kepada yang jahat, untuk melakukan perbuatan-perbuatan yang fasik bersama-sama dengan orang-orang yang melakukan kejahatan; dan jangan aku mengecap sedap-sedapan mereka.

Bagaimana mengendalikan perkataan kita?

  1. Menjaga hati. Amsal 4:23 Jagalah hatimu dengan segala kewaspadaan, karena dari situlah terpancar kehidupan. Markus 7:21-23 sebab dari dalam, dari hati orang, timbul segala pikiran jahat, percabulan, pencurian, pembunuhan, perzinahan, keserakahan, kejahatan, kelicikan, hawa nafsu, iri hati, hujat, kesombongan, kebebalan. Semua hal-hal jahat ini timbul dari dalam dan menajiskan orang.”
  2. Banyak mengucap syukur (terutama disaat dalam pergumulan). Efesus 5:4 Demikian juga perkataan yang kotor, yang kosong atau yang sembrono — karena hal-hal ini tidak pantas — tetapi sebaliknya ucapkanlah syukur. 1 Tesalonika 5:18-19 Mengucap syukurlah dalam segala hal, sebab itulah yang dikehendaki Allah di dalam Kristus Yesus bagi kamu. Janganlah padamkan Roh, [semakin bersyukur maka semakin Roh kita menyala-nyala]
  3. Perkatakan Firman Tuhan. Efesus 4:29, 32 Janganlah ada perkataan kotor keluar dari mulutmu, tetapi pakailah perkataan yang baik untuk membangun, di mana perlu, supaya mereka yang mendengarnya, beroleh kasih karunia. Tetapi hendaklah kamu ramah seorang terhadap yang lain, penuh kasih mesra dan saling mengampuni, sebagaimana Allah di dalam Kristus telah mengampuni kamu. Yesaya 48:18 Sekiranya engkau memperhatikan perintah-perintah-Ku, maka damai sejahteramu akan seperti sungai yang tidak pernah kering, dan kebahagiaanmu akan terus berlimpah seperti gelombang-gelombang laut yang tidak pernah berhenti, Yohanes 1:1 Pada mulanya adalah Firman; Firman itu bersama-sama dengan Allah dan Firman itu adalah Allah. [segala sesuatu diciptakan oleh Firman Allah]

Amanat Agung Dalam Dunia Kerja (Market Place)

Matius 28:18-20 Yesus mendekati mereka dan berkata: “Kepada-Ku telah diberikan segala kuasa di sorga dan di bumi. Karena itu pergilah, jadikanlah semua bangsa murid-Ku dan baptislah mereka dalam nama Bapa dan Anak dan Roh Kudus, dan ajarlah mereka melakukan segala sesuatu yang telah Kuperintahkan kepadamu. Dan ketahuilah, Aku menyertai kamu senantiasa sampai kepada akhir zaman.”

Dunia sedang menunggu kita, menangkan 1 jiwa per hari bagi Tuhan!

Amanat Agung adalah perintah dari Tuhan Yesus kepada kita untuk memuridkan jiwa-jiwa, demikianlah kehidupan kekristenan yang bertumbuh!

Amanat Agung dalam dunia kerja adalah memberitakan kabar baik di dunia kerja dengan pendekatan karakteristik dunia kerja yang logis, dinamis dan memperhatikan profit.

Beberapa alasan mengapa orang Kristen tidak menginjil, yaitu:

  • Prioritas yang salah (menganggap penginjilan bukan prioritas utama)
  • Sikap yang apatis
  • Rasa takut dengan situasi keadaan saat ini
  • Menganggap semua agama sama
  • Tidak tahu bagaimana cara menginjil

Dalam menginjil kita harus senantiasa berdoa, membangun hubungan baik dengan sesama, dan memberitakan firman Tuhan disertai kesaksian hidup yang selaras.

Cara mengatasi rintangan dalam menginjil, yaitu:

  1. Meneladani Tuhan Yesus. Lukas 19:10 Sebab Anak Manusia datang untuk mencari dan menyelamatkan yang hilang.” Seorang gembala meninggalkan dombanya yang 99 ekor demi mencari 1 ekor yang hilang, artinya 1 jiwa sangat berharga di mata Tuhan.
  2. Tanpa Yesus manusia binasa. Yohanes 14:6 Kata Yesus kepadanya: “Akulah jalan dan kebenaran dan hidup. Tidak ada seorang pun yang datang kepada Bapa, kalau tidak melalui Aku.
  3. Percaya Tuhan Yesus menyertai. Matius 28:20 dan ajarlah mereka melakukan segala sesuatu yang telah Kuperintahkan kepadamu. Dan ketahuilah, Aku menyertai kamu senantiasa sampai kepada akhir zaman.”
  4. Pahami kuasa Injil. Roma 1:16-17 Sebab aku mempunyai keyakinan yang kokoh dalam Injil, karena Injil adalah kekuatan Allah yang menyelamatkan setiap orang yang percaya, pertama-tama orang Yahudi, tetapi juga orang Yunani. Sebab di dalamnya nyata kebenaran Allah, yang bertolak dari iman dan memimpin kepada iman, seperti ada tertulis: “Orang benar akan hidup oleh iman.”

Manfaat memberitakan Injil, yaitu:

  • Akan terjadi pertobatan besar-besaran (Yoh. 4:39)
  • Bebas dari tuntutan tanggung jawab kepada Tuhan (Yeh. 33:8)
  • Tuhan menyediakan mahkota kebenaran (2 Timotius 4:2,8)
  • Posisi rohani semakin kuat (Efesus 6:11,16)
  • Tuhan menyertai sampai akhir zaman (Matius 28:20)
  • Tanda & mujizat menyertai (Markus 16:15-18)
  • Mempercepat kedatangan Tuhan Yesus kali ke-2 (Matius 24:14)

Hidup Kudus Dan Benar Di Hadapan Allah

Yakobus 5:16b Doa orang yang benar, bila dengan yakin didoakan, sangat besar kuasanya.

Orang benar adalah orang yang hidup dalam kebenaran bagaimanapun keadaan lingkungannya.

Yehezkiel 14:14, 16, 20 biarpun di tengah-tengahnya berada ketiga orang ini, yaitu Nuh, Daniel dan Ayub, mereka akan menyelamatkan hanya nyawanya sendiri karena kebenaran mereka, demikianlah firman Tuhan ALLAH. dan biarpun di tengah-tengahnya berada ketiga orang tadi, demi Aku yang hidup, demikianlah firman Tuhan ALLAH, mereka tidak akan menyelamatkan baik anak-anak lelaki maupun anak-anak perempuan; hanya mereka sendiri akan diselamatkan, tetapi negeri itu akan menjadi sunyi sepi. dan biarpun Nuh, Daniel dan Ayub berada di tengah-tengahnya, demi Aku yang hidup, demikianlah firman Tuhan ALLAH, mereka tidak akan menyelamatkan baik anak laki-laki maupun anak perempuan, melainkan mereka akan menyelamatkan hanya nyawanya sendiri karena kebenaran mereka.

Ayub 1:6 Pada suatu hari datanglah anak-anak Allah menghadap TUHAN dan di antara mereka datanglah juga Iblis.

Hidup dalam kekudusan adalah bukti nyata atau buah dari pertobatan kita.

Mengapa kita harus hidup dalam kekudusan?

  1. Dosa memisahkan kita dari Allah. Yesaya 59:1-2 Sesungguhnya, tangan TUHAN tidak kurang panjang untuk menyelamatkan, dan pendengaran-Nya tidak kurang tajam untuk mendengar; tetapi yang merupakan pemisah antara kamu dan Allahmu ialah segala kejahatanmu, dan yang membuat Dia menyembunyikan diri terhadap kamu, sehingga Ia tidak mendengar, ialah segala dosamu.
  2. Dosa membuat hati kita menjadi keras. Kisah Para Rasul 7:51 Hai orang-orang yang keras kepala dan yang tidak bersunat hati dan telinga, kamu selalu menentang Roh Kudus, sama seperti nenek moyangmu, demikian juga kamu. Ibrani 3:13 Tetapi nasihatilah seorang akan yang lain setiap hari, selama masih dapat dikatakan “hari ini”, supaya jangan ada di antara kamu yang menjadi tegar hatinya karena tipu daya dosa.
  3. Dosa membuat kerohanian kita tidak maksimal. 1 Korintus 6:19-20 Atau tidak tahukah kamu, bahwa tubuhmu adalah bait Roh Kudus yang diam di dalam kamu, Roh Kudus yang kamu peroleh dari Allah, — dan bahwa kamu bukan milik kamu sendiri? Sebab kamu telah dibeli dan harganya telah lunas dibayar: Karena itu muliakanlah Allah dengan tubuhmu!
  4. Dosa menghancurkan, tetapi kekudusan menghindarkan diri kita dari kehancuran. Sebab itu pilihlah untuk hidup dalam kebenaran. Yohanes 10:10 Pencuri datang hanya untuk mencuri dan membunuh dan membinasakan; Aku datang, supaya mereka mempunyai hidup, dan mempunyainya dalam segala kelimpahan. Galatia 6:7 Jangan sesat! Allah tidak membiarkan diri-Nya dipermainkan. Karena apa yang ditabur orang, itu juga yang akan dituainya.
  5. Kekudusan menjadikan kita sebagai orang yang bisa dipercaya. Yeremia 5:25 Kesalahanmu menghalangi semuanya ini, dan dosamu menghambat yang baik dari padamu. Matius 25:21 Maka kata tuannya itu kepadanya: Baik sekali perbuatanmu itu, hai hambaku yang baik dan setia; engkau telah setia dalam perkara kecil, aku akan memberikan kepadamu tanggung jawab dalam perkara yang besar. Masuklah dan turutlah dalam kebahagiaan tuanmu.
  6. Kekudusan membuat kita berjalan dalam kuasa dan kemuliaan Allah. Yohanes 14:12 Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya barangsiapa percaya kepada-Ku, ia akan melakukan juga pekerjaan-pekerjaan yang Aku lakukan, bahkan pekerjaan-pekerjaan yang lebih besar dari pada itu. Sebab Aku pergi kepada Bapa; Yosua 3:5 Berkatalah Yosua kepada bangsa itu: “Kuduskanlah dirimu, sebab besok TUHAN akan melakukan perbuatan yang ajaib di antara kamu.” Ibrani 12:14 Berusahalah hidup damai dengan semua orang dan kejarlah kekudusan, sebab tanpa kekudusan tidak seorang pun akan melihat Tuhan.
  7. Kekudusan menjadikan kita mempelai yang siap diangkat ke surga. Wahyu 19:7-8 Marilah kita bersukacita dan bersorak-sorai, dan memuliakan Dia! Karena hari perkawinan Anak Domba telah tiba, dan pengantin-Nya telah siap sedia. Dan kepadanya dikaruniakan supaya memakai kain lenan halus yang berkilau-kilauan dan yang putih bersih!” [Lenan halus itu adalah perbuatan-perbuatan yang benar dari orang-orang kudus.]

Kekudusan dan hidup dalam kebenaran adalah ciri dari orang-orang yang pasti masuk dalam Pesta Perjamuan Kawin Anak Domba.

Garam Dunia

Matius 5:13 “Kamu adalah garam dunia. Jika garam itu menjadi tawar, dengan apakah ia diasinkan? Tidak ada lagi gunanya selain dibuang dan diinjak orang.

Garam mencegah pembusukan, selain itu garam bersifat larut dalam air artinya kita harus bisa larut dalam kehendak Tuhan.

Kenapa Tuhan melambangkan kita sebagai garam? Karena garam tidak menonjolkan kemewahan, keindahan, maupun kemegahan melainkan hanya menonjolkan fungsi/manfaat. Jadi ketika Tuhan melambangkan kita sebagai garam dunia artinya tidak mengapa meskipun kita tidak tampak mewah namun kita harus memberi dampak bagi dunia. Perlombaan kita bukanlah berjuang untuk menjadi yang paling wah tetapi berjuang untuk menjadi pribadi yang paling berdampak bagi orang lain. Jangan habiskan energi kita dalam perjuangan yang salah!

Diberkati tidaklah salah, namun hal tsb bukan dimaksudkan untuk pencitraan diri melainkan agar kita menjadi berkat bagi orang lain. Kristen sejati menjadi kontributor berkat, bukan hanya kolektor berkat.

Inilah garam dunia yang pernah ada di dunia: Kisah Para Rasul 2:47 sambil memuji Allah. Dan mereka disukai [=seperti seseorang mengecap sesuatu yang nikmat lalu menyukai hal itu – memberi rasa] semua orang. Dan tiap-tiap hari Tuhan menambah jumlah mereka dengan orang yang diselamatkan.

Jemaat mula-mula sederhana dalam segala hal namun disukai semua orang, artinya kita tidak harus memiliki segala hal terlebih dahulu untuk menjadi berkat (kita bisa menjadi berkat dalam kesederhanaan).

Wahyu 3:14-17 “Dan tuliskanlah kepada malaikat jemaat di Laodikia: Inilah firman dari Amin, Saksi yang setia dan benar, permulaan dari ciptaan Allah: Aku tahu segala pekerjaanmu: engkau tidak dingin dan tidak panas. Alangkah baiknya jika engkau dingin atau panas! Jadi karena engkau suam-suam kuku, dan tidak dingin atau panas, Aku akan memuntahkan engkau dari mulut-Ku. Karena engkau berkata: Aku kaya dan aku telah memperkayakan diriku dan aku tidak kekurangan apa-apa, dan karena engkau tidak tahu, bahwa engkau melarat, dan malang, miskin, buta dan telanjang,

Laodikia berada di tengah-tengah antara Hierapolis (tempat sumber air panas yang dijadikan sebagai obat) dan Kolose (tempat sumber air dingin yang dijadikan sebagai penyejuk), karena itu air di Laodikia suhunya suam-suam karena merupakan campuran antara air panas dan air dingin yang mengalir dari kota-kota tetangganya. Dengan demikian, air panas tidak dapat berfungsi sebagai obat karena bercampur dengan air dingin, dan air dingin tidak dapat berfungsi sebagai penyejuk karena bercampur dengan air panas. Tuhan menegur jemaat Laodikia (jemaat akhir zaman) karena mereka diberkati namun tidak menjadi berkat (tidak berfungsi sebagai garam dunia).

Lukas 8:14 Yang jatuh dalam semak duri ialah orang yang telah mendengar firman itu, dan dalam pertumbuhan selanjutnya mereka terhimpit oleh kekuatiran dan kekayaan dan kenikmatan hidup, sehingga mereka tidak menghasilkan buah yang matang. [Orang Kristen yang hanya memikirkan berkat tidak akan menjadi orang Kristen yang bermanfaat.]

Kita hanya perlu memusingkan bagaimana menjadi berkat, perihal diberkati adalah tanggung jawab Tuhan tanpa perlu kita memelas hal tsb sebab kita diselamatkan untuk dipelihara bukan untuk ditelantarkan.

Pendoa Syafaat Sejati

Pendoa syafaat adalah panggilan tertinggi. Doa harus menjadi prioritas utama, inilah gaya hidup kita. Kehidupan seorang Kristen seharusnya penuh dengan doa dan firman Tuhan (hubungan pribadi dengan Tuhan), lebih dari segala mujizat yang kita alami. Kehidupan seorang pendoa syafaat adalah kehidupan yang penuh dengan pengorbanan. Salah satu tanda seorang pendoa syafaat adalah memiliki gairah untuk mendoakan orang lain tanpa diminta (dilandasi belas kasihan). Pendoa syafaat bertindak sebagai mediator (penengah) antara orang lain dengan Tuhan, khususnya disaat orang tsb sedang lemah untuk berdoa.

Pendoa syafaat mengorbankan waktunya untuk mendoakan orang lain, bahkan mengorbankan dirinya demi kebaikan hidup orang lain (penuh belas kasihan) seperti tokoh-tokoh berikut:

MUSA – Keluaran 32:32 (TB) Tetapi sekarang, kiranya Engkau mengampuni dosa mereka itu — dan jika tidak, hapuskanlah kiranya namaku dari dalam kitab yang telah Kautulis.”

ABRAHAM – Kejadian 18:22 (TB) Lalu berpalinglah orang-orang itu dari situ dan berjalan ke Sodom, tetapi Abraham masih tetap berdiri di hadapan TUHAN.

DAUD – 1 Samuel 17:37 (TB) Pula kata Daud: “TUHAN yang telah melepaskan aku dari cakar singa dan dari cakar beruang, Dia juga akan melepaskan aku dari tangan orang Filistin itu.” Kata Saul kepada Daud: “Pergilah! TUHAN menyertai engkau.”

YESUS – Roma 6:10 (TB) Sebab kematian-Nya adalah kematian terhadap dosa, satu kali dan untuk selama-lamanya, dan kehidupan-Nya adalah kehidupan bagi Allah.

Penugasan seorang pendoa syafaat merupakan tanggung jawab yang diterima dengan sukarela & dedikasi meskipun beresiko dan tentu Tuhan menyediakan upah yang besar untuk ini.

Salah satu contoh beresiko: Suatu pagi pk. 09.00 Ps. Sandra Nair berdoa lalu merasakan sakit jantung yang luar biasa, beliau terus berdoa mengerang hingga merasakan kelegaan. Lalu, keesokan harinya seorang wanita menghubungi Ps. Sandra Nair bahwa suami wanita tsb berhasil melewati masa kritis akibat sakit jantung pk. 09.00 kemarin dan disembuhkan.

Yesaya 6:8-11 (TB) Lalu aku mendengar suara Tuhan berkata: “Siapakah yang akan Kuutus, dan siapakah yang mau pergi untuk Aku?” Maka sahutku: “Ini aku, utuslah aku!” Kemudian firman-Nya: “Pergilah, dan katakanlah kepada bangsa ini: Dengarlah sungguh-sungguh, tetapi mengerti: jangan! Lihatlah sungguh-sungguh, tetapi menanggap: jangan! Buatlah hati bangsa ini keras dan buatlah telinganya berat mendengar dan buatlah matanya melekat tertutup, supaya jangan mereka melihat dengan matanya dan mendengar dengan telinganya dan mengerti dengan hatinya, lalu berbalik dan menjadi sembuh.” Kemudian aku bertanya: “Sampai berapa lama, ya Tuhan?” Lalu jawab-Nya: “Sampai kota-kota telah lengang sunyi sepi, tidak ada lagi yang mendiami, dan di rumah-rumah tidak ada lagi manusia dan tanah menjadi sunyi dan sepi.

Seorang pendoa syafaat akan diberitahu Tuhan hal-hal yang akan datang jauh sebelum hal tsb terjadi. Sebagai seorang pendoa syafaat kita harus memiliki iman yang besar bahwa apa yang kita doakan pasti terjadi. Ketika kita tidak segera melihat hasil doa kita, bukan berarti Tuhan tidak mendengar melainkan karena terjadi peperangan rohani antara malaikat Tuhan yang membawa doa kita dengan malaikat jahat yang berusaha menggagalkan doa kita di alam roh. Yang harus kita lakukan di saat demikian adalah bersyukur bahwa kita telah menerima jawaban doa kita; mengulang-ngulang doa menandakan bahwa kita tidak memiliki cukup iman bahwa doa kita akan terjadi.

Ibrani 11:6 (TB) Tetapi tanpa iman tidak mungkin orang berkenan kepada Allah. Sebab barangsiapa berpaling kepada Allah, ia harus percaya bahwa Allah ada, dan bahwa Allah memberi upah kepada orang yang sungguh-sungguh mencari Dia.

Seorang pendoa syafaat adalah orang yang penuh damai sejahtera dalam segala kondisi (tidak tergantung kondisi lingkungan). Di saat kita ingin menyerah dalam doa-doa kita, kita harus kembali berdiam di hadirat Tuhan.Tuhan akan menuntun kita bagaimana berdoa dan menyelesaikan berbagai hal. Memiliki hubungan yang intim dengan Tuhan adalah KEWAJIBAN PENDOA SYAFAAT. Kerinduan hati seorang pendoa syafaat adalah melihat terobosan dalam hidup orang lain yang didoakan.

Sebagai pendoa syafaat kita boleh yakin bahwa Tuhan memelihara hidup kita dengan cara-Nya yang ajaib (tanpa kita harus mengemis berkat) meskipun orang lain tidak melihat (tidak tahu, bahkan tidak memperhitungkan) berapa banyak jam yang kita habiskan untuk mendoakan mereka. Bangkit, doa-doa kita harus benar-benar hidup!

The Last Giants

Ciri-ciri raksasa dalam kehidupan:

  1. Terlampau sukar untuk dapat dihadapi
  2. Merasa tidak punya kekuatan untuk menang
  3. Dihadapi dalam kurun waktu periode lama bahkan tidak menentu kapan berakhir
  4. Membuat tawar hati dan cemas

Apakah Goliat adalah raksasa bagi Daud? 1 Samuel 17:50 Demikianlah Daud mengalahkan orang Filistin itu dengan umban dan batu; ia mengalahkan orang Filistin itu dan membunuhnya, tanpa pedang di tangan.

Daud menghadapi raksasa yang sesungguhnya, yaitu Saul (bukan Goliat). 1 Samuel 19:2 sehingga Yonatan memberitahukan kepada Daud: “Ayahku Saul berikhtiar untuk membunuh engkau; oleh sebab itu, hati-hatilah besok pagi, duduklah di suatu tempat perlindungan dan bersembunyilah di sana. 1 Samuel 18:11 Saul melemparkan tombak itu, karena pikirnya: “Baiklah aku menancapkan Daud ke dinding.” Tetapi Daud mengelakkannya sampai dua kali.

Kunci Daud menghadapi raksasa kehidupan, yaitu:

  1. Carilah habitat yang tepat. 1 Samuel 19:18 Setelah Daud melarikan diri dan luput, sampailah ia kepada Samuel di Rama dan memberitahukan kepadanya segala yang dilakukan Saul kepadanya. Kemudian pergilah ia bersama-sama dengan Samuel dan tinggallah mereka di Nayot [=habitat, Ibr.]. Habitat adalah tempat tinggal yang punya ke-khasan tertentu. Perhatikan habitat kita selama menghadapi raksasa kehidupan, yaitu habitat yang memberi dampak positif bagi kita.
  2. Carilah keadilan dari Allah (bukan manusia). 1 Samuel 22:1 Lalu Daud pergi dari sana dan melarikan diri ke gua Adulam. Ketika saudara-saudaranya dan seluruh keluarganya mendengar hal itu, pergilah mereka ke sana mendapatkan dia. Adulam diambil dari kata ‘adlay’ yang artinya adalah keadilan dari Allah Israel.
  3. Carilah tempat perlindungan. 1 Samuel 23:14 Maka Daud tinggal di padang gurun, di tempat-tempat perlindungan. Ia tinggal di pegunungan, di padang gurun Zif. Dan selama waktu itu Saul mencari dia, tetapi Allah tidak menyerahkan dia ke dalam tangannya. Padang gurun identik dengan proses kehidupan, namun tidak semua padang gurun bermakna demikian. Zif artinya battlement (menara yang berada di benteng pertahanan yang digunakan untuk menembaki musuh). Perlengkapan senjata Allah memiliki 2 fungsi, yaitu untuk bertahan dan menyerang (Efesus 6:13-18). Ikat pinggang kebenaran, baju zirah keadilan, kasut kerelaan untuk memberitakan Injil, perisai iman dan ketopong keselamatan merupakan senjata untuk bertahan dari serangan iblis. Sedangkan senjata untuk menyerang iblis adalah pedang Roh, yaitu firman Allah, dalam segala doa dan permohonan. Berdoalah setiap waktu di dalam Roh dan berjaga-jagalah di dalam doa kita dengan permohonan yang tak putus-putusnya untuk segala orang Kudus.
  4. Carilah En-Gedi. 1 Samuel 24:1-5 Daud pergi dari sana, lalu tinggal di kubu-kubu gunung di En-Gedi. Ketika Saul pulang sesudah memburu orang Filistin itu, diberitahukanlah kepadanya, demikian: “Ketahuilah, Daud ada di padang gurun En-Gedi.” Kemudian Saul mengambil tiga ribu orang yang terpilih dari seluruh orang Israel, lalu pergi mencari Daud dan orang-orangnya di gunung batu Kambing Hutan. Ia sampai ke kandang-kandang domba di tepi jalan. Di sana ada gua dan Saul masuk ke dalamnya untuk membuang hajat, tetapi Daud dan orang-orangnya duduk di bagian belakang gua itu. Lalu berkatalah orang-orangnya kepada Daud: “Telah tiba hari yang dikatakan Tuhan kepadamu: Sesungguhnya, Aku menyerahkan musuhmu ke dalam tanganmu, maka perbuatlah kepadanya apa yang kaupandang baik. “Maka Daud bangun, lalu memotong punca jubah Saul dengan diam-diam. Ada raksasa kehidupan yang akhirnya terkalahkan, namun ada pula raksasa kehidupan yang masih belum bisa disingkirkan dari kehidupan kita. Percayalah bahwa dengan adanya raksasa kehidupan tersebut, justru kita semakin dekat dengan Tuhan hingga pada saatnya nanti raksasa kehidupan tersebut tersingkir sendirinya dari kehidupan kita. Bagi Allah tidak ada yang mustahil!