Roh Percabulan

Wahyu 2:13-14 Aku tahu di mana engkau diam, yaitu di sana, di tempat takhta Iblis; dan engkau berpegang kepada nama-Ku, dan engkau tidak menyangkal imanmu kepada-Ku, juga tidak pada zaman Antipas, saksi-Ku, yang setia kepada-Ku, yang dibunuh di hadapan kamu, di mana Iblis diam. Tetapi Aku mempunyai beberapa keberatan terhadap engkau: di antaramu ada beberapa orang yang menganut ajaran Bileam, yang memberi nasihat kepada Balak untuk menyesatkan orang Israel, supaya mereka makan persembahan berhala dan berbuat zinah.

Ayat tsb tertulis bagi Gereja di Pergamus. Gereja Pergamus adalah gereja yang kedudukannya ada di tempat yang tinggi. Oleh karena itu, Iblis mendirikan tahtanya di Pergamus sehingga Gereja Pergamus berhadapan langsung dengan Iblis. Di sisi lain, Gereja Pergamus berkembang di tengah tekanan.

Bileam adalah nabi palsu di Perjanjian Lama yang perkataannya dianggap mewakili perkataan Allah (Kitab Bilangan 22-24). Bileam lolos melewati 2 ujian pertama melalui Balak, namun ia jatuh dalam ujiam yang ketiga. Dalam perjalanannya ke tempat Balak, keledai Bileam melihat Malaikat Tuhan namun Bileam tidak melihat-Nya. Dari hal ini kita belajar bahwa mencintai mamon membuat kita tidak dapat mendengar suara Tuhan.

Ketika Bileam melihat bahwa ia tidak dapat mengutuki Israel karena Penjaganya kuat, maka Bileam menyarankan Balak untuk menawarkan perempuan-perempuan kepada bangsa Israel sehingga Israel ditulahi Allah (Bil. 31:16).

Wahyu 17:1-2 Lalu datanglah seorang dari ketujuh malaikat, yang membawa ketujuh cawan itu dan berkata kepadaku: “Mari ke sini, aku akan menunjukkan kepadamu putusan atas pelacur besar, yang duduk di tempat yang banyak airnya. Dengan dia raja-raja di bumi telah berbuat cabul, dan penghuni-penghuni bumi telah mabuk oleh anggur percabulannya.” [Pada hari-hari yang terakhir, roh percabulan melanda seluruh elemen masyarakat dari rakyat jelata hingga bangsawan.]

Tercatat dalam Alkitab, bahwa Simson (orang terkuat), Salomo (orang terpintar), Daud (orang paling berkenan), Musa (pemimpin paling terkenal), jatuh karena roh percabulan.

Dosa pertama terjadi di taman Eden, yaitu tempat di mana Allah dan manusia bekerja sama (tempat hadirat Tuhan). Jadi, jangan beranggapan bahwa kita sudah suci hanya karena kita berada di gereja.

Kejadian 3:1,4-6 Adapun ular ialah yang paling cerdik dari segala binatang di darat yang dijadikan oleh TUHAN Allah. Ular itu berkata kepada perempuan itu: “Tentulah Allah berfirman: Semua pohon dalam taman ini jangan kamu makan buahnya, bukan?” Tetapi ular itu berkata kepada perempuan itu: “Sekali-kali kamu tidak akan mati, tetapi Allah mengetahui, bahwa pada waktu kamu memakannya matamu akan terbuka, dan kamu akan menjadi seperti Allah, tahu tentang yang baik dan yang jahat.” Perempuan itu melihat, bahwa buah pohon itu baik untuk dimakan dan sedap kelihatannya, lagipula pohon itu menarik hati karena memberi pengertian. Lalu ia mengambil dari buahnya dan dimakannya dan diberikannya juga kepada suaminya yang bersama-sama dengan dia, dan suaminya pun memakannya. [Dosa selalu nikmat sehingga banyak dicari namu ingat: bukan semua yang baik di mata kita itu baik bagi kita.]

Kejadian 4:1 Kemudian manusia itu bersetubuh dengan Hawa, isterinya, dan mengandunglah perempuan itu, lalu melahirkan Kain; maka kata perempuan itu: “Aku telah mendapat seorang anak laki-laki dengan pertolongan TUHAN.”

Kejadian 4 menjelaskan awal permulaan baru setelah manusia jatuh dalam dosa, yaitu bersetubuh (karena manusia kehilangan persekutuan dengan Tuhan maka manusia mencari penggantinya). Mengapa persetubuhan? Karena persetubuhan adalah tingkat tertinggi dalam keintiman sebuah hubungan. Jadi, jika hadirat Tuhan meninggalkan kita maka kedangingab akan menguasai kita. Galatia 5:19-21 Perbuatan daging telah nyata, yaitu: percabulan, kecemaran, hawa nafsu, penyembahan berhala, sihir, perseteruan, perselisihan, iri hati, amarah, kepentingan diri sendiri, percideraan, roh pemecah, kedengkian, kemabukan, pesta pora dan sebagainya. Terhadap semuanya itu kuperingatkan kamu — seperti yang telah kubuat dahulu — bahwa barangsiapa melakukan hal-hal yang demikian, ia tidak akan mendapat bagian dalam Kerajaan Allah.

Pengkhotbah 7:26 Dan aku menemukan sesuatu yang lebih pahit dari pada maut: perempuan yang adalah jala, yang hatinya adalah jerat dan tangannya adalah belenggu. Orang yang dikenan Allah terhindar dari padanya, tetapi orang yang berdosa ditangkapnya.

Dalam persekutuan dengan Allah, kita akan merasa cukup dalam segala hal (wholeness, completeness). Jatuh dalam dosa percabulan membuat kita kehilangan penjagaan Allah sehingga Allah berbalik menulahi kita.

Talenta berbicara tentang kesetiaan, talenta merupakan sesuatu yang berharga yang harus kita pertanggungjawabkan kepada Tuhan. Efesus 5:5-13 Karena ingatlah ini baik-baik: tidak ada orang sundal, orang cemar atau orang serakah, artinya penyembah berhala, yang mendapat bagian di dalam Kerajaan Kristus dan Allah. Janganlah kamu disesatkan orang dengan kata-kata yang hampa, karena hal-hal yang demikian mendatangkan murka Allah atas orang-orang durhaka. Sebab itu janganlah kamu berkawan dengan mereka. Memang dahulu kamu adalah kegelapan, tetapi sekarang kamu adalah terang di dalam Tuhan. Sebab itu hiduplah sebagai anak-anak terang, karena terang hanya berbuahkan kebaikan dan keadilan dan kebenaran, dan ujilah apa yang berkenan kepada Tuhan. Janganlah turut mengambil bagian dalam perbuatan-perbuatan kegelapan yang tidak berbuahkan apa-apa, tetapi sebaliknya telanjangilah perbuatan-perbuatan itu. Sebab menyebutkan saja pun apa yang dibuat oleh mereka di tempat-tempat yang tersembunyi telah memalukan. Tetapi segala sesuatu yang sudah ditelanjangi oleh terang itu menjadi nampak, sebab semua yang nampak adalah terang.

2 Petrus 2:14 Mata mereka penuh nafsu zinah dan mereka tidak pernah jemu berbuat dosa. Mereka memikat orang-orang yang lemah. Hati mereka telah terlatih dalam keserakahan. Mereka adalah orang-orang yang terkutuk!

Bagaimana kita menilai apakah roh percabulan melanda Gereja? Ada keserakahan, sebab orang yang kehilangan persekutuan dengan Tuhan tidak akan pernah merasa cukup dalam hatinya. Apakah kita merasa puas dengan Tuhan ataukah kita masih mencari kepuasan dari hal-hal yang lain?

Advertisements

Allah Mengasihi Kita

Efesus 3:14-19 Itulah sebabnya aku sujud kepada Bapa, yang dari pada-Nya semua turunan yang di dalam sorga dan di atas bumi menerima namanya. Aku berdoa supaya Ia, menurut kekayaan kemuliaan-Nya, menguatkan dan meneguhkan kamu oleh Roh-Nya di dalam batinmu, sehingga oleh imanmu Kristus diam di dalam hatimu dan kamu berakar serta berdasar di dalam kasih.
Aku berdoa, supaya kamu bersama-sama dengan segala orang kudus dapat memahami, betapa lebarnya dan panjangnya dan tingginya dan dalamnya kasih Kristus, dan dapat mengenal kasih itu, sekalipun ia melampaui segala pengetahuan. Aku berdoa, supaya kamu dipenuhi di dalam seluruh kepenuhan Allah.

Kita harus mengenal kasih Allah sedemikian rupa, bukan hanya fokus pada janji-janji-Nya sebab tentu janji-janji-Nya pasti digenapi bagi kita. Jadi, kita tidak perlu khawatir bahwa Tuhan tidak akan memberkati kita sebab Tuhan tidak pernah meninggalkan kita!

3 karakteristik kasih Tuhan, yaitu:
1) Tetap. 1 Yohanes 4:13-16 Demikianlah kita ketahui, bahwa kita tetap berada di dalam Allah dan Dia di dalam kita: Ia telah mengaruniakan kita mendapat bagian dalam Roh-Nya. Dan kami telah melihat dan bersaksi, bahwa Bapa telah mengutus Anak-Nya menjadi Juruselamat dunia. Barangsiapa mengaku, bahwa Yesus adalah Anak Allah, Allah tetap berada di dalam dia dan dia di dalam Allah. Kita telah mengenal dan telah percaya akan kasih Allah kepada kita.
2) Sempurna adanya. 1 Yohanes 4:12 Tidak ada seorang pun yang pernah melihat Allah. Jika kita saling mengasihi, Allah tetap di dalam kita, dan kasih-Nya sempurna di dalam kita.
3) Tak bersyarat. 1 Yohanes 4:19-21 Kita mengasihi, karena Allah lebih dahulu mengasihi kita. Jikalau seorang berkata: “Aku mengasihi Allah,” dan ia membenci saudaranya, maka ia adalah pendusta, karena barangsiapa tidak mengasihi saudaranya yang dilihatnya, tidak mungkin mengasihi Allah, yang tidak dilihatnya. Dan perintah ini kita terima dari Dia: Barangsiapa mengasihi Allah, ia harus juga mengasihi saudaranya.

Roma 8:32 Ia, yang tidak menyayangkan Anak-Nya sendiri, tetapi yang menyerahkan-Nya bagi kita semua, bagaimanakah mungkin Ia tidak mengaruniakan segala sesuatu kepada kita bersama-sama dengan Dia?

Bahkan Anak Tunggal-Nya saja Ia relakan bagi kita, bagaimana mungkin Ia tidak sanggup menjawab doa-doa kita?

Roma 8:37-39 Tetapi dalam semuanya itu kita lebih dari pada orang-orang yang menang, oleh Dia yang telah mengasihi kita. Sebab aku yakin, bahwa baik maut, maupun hidup, baik malaikat-malaikat, maupun pemerintah-pemerintah, baik yang ada sekarang, maupun yang akan datang, atau kuasa-kuasa, baik yang di atas, maupun yang di bawah, ataupun sesuatu makhluk lain, tidak akan dapat memisahkan kita dari kasih Allah, yang ada dalam Kristus Yesus, Tuhan kita.

Seburuk apapun hal yang kita alami, Allah tetap mengasihi kita dan tidak menghendaki malapetaka terjadi atas kita. Allah tidak pernah curang, Ia setia dan terlebih ingin menjawab doa-doa kita! Dengan demikian, hidup kita bersama Tuhan penuh dengan kepastian bukan keraguan!

Yohanes 10:10 Pencuri datang hanya untuk mencuri dan membunuh dan membinasakan; Aku datang, supaya mereka mempunyai hidup, dan mempunyainya dalam segala kelimpahan.

Allah kita bukan pencuri yang akan mengambil apa yang sudah Ia berikan. Tetap percaya!

Hari Kegerakan Pentakosta Ke-3

Pentakosta ke-3 berkaitan dengan kelahiran yang baru, tidak mungkin kita akan mengalami kelahiran yang baru jika kita tidak memaknai Pentakosta ke-3.

Roma 12:2 Janganlah kamu menjadi serupa dengan dunia ini, tetapi berubahlah oleh pembaharuan budimu, sehingga kamu dapat membedakan manakah kehendak Allah: apa yang baik, yang berkenan kepada Allah dan yang sempurna.

Untuk mengalami sebuah kelahiran yang baru, kita harus mengalami perubahan hidup menjadi berkenan kepada Allah seperti Daud. Kisah Para Rasul 13:22 Setelah Saul disingkirkan, Allah mengangkat Daud menjadi raja mereka. Tentang Daud Allah telah menyatakan: Aku telah mendapat Daud bin Isai, seorang yang berkenan di hati-Ku dan yang melakukan segala kehendak-Ku.

1 Tawarikh 16:28-29 Kepada TUHAN, hai suku-suku bangsa, kepada TUHAN sajalah kemuliaan dan kekuatan! Berilah kepada TUHAN kemuliaan nama-Nya, bawalah persembahan dan masuklah menghadap Dia! Sujudlah menyembah kepada TUHAN dengan berhiaskan kekudusan.

Seorang pendoa harus bersikap memuliakan Tuhan ketika menghampiri tahta-Nya.

Filipi 1:19 karena aku tahu, bahwa kesudahan semuanya ini ialah keselamatanku oleh doamu dan pertolongan Roh Yesus Kristus.

Jadi, pertolongan Roh Kudus itu sangat penting bagi keselamatan jiwa-jiwa. Kita dimampukan berdoa pun karena pertolongan Roh Kudus (bukan karena kekuatan kita sendiri).

Kisah Para Rasul 1:8 Tetapi kamu akan menerima kuasa, kalau Roh Kudus turun ke atas kamu, dan kamu akan menjadi saksi-Ku di Yerusalem dan di seluruh Yudea dan Samaria dan sampai ke ujung bumi.”

Tujuan dari Pentakosta ke-3 adalah supaya semua umat manusia menyembah Tuhan dan diselamatkan.

Panggilan pelayanan kita sebagai pendoa syafaat adalah sebuah tanggung jawab, karena yang memanggil kita adalah Raja segala raja maka kita patut berbangga dan menghormati panggilan tsb. Kita harus bertahan memenuhi panggilan kita dengan sukacita, bukan dengan beban! Kolose 3:23-24 Apa pun juga yang kamu perbuat, perbuatlah dengan segenap hatimu seperti untuk Tuhan dan bukan untuk manusia. Kamu tahu, bahwa dari Tuhanlah kamu akan menerima bagian yang ditentukan bagimu sebagai upah. Kristus adalah tuan dan kamu hamba-Nya.

Jika kita tidak memenuhi panggilan tsb dengan sukacita maka Ulangan 28:47-48 “Karena engkau tidak mau menjadi hamba kepada TUHAN, Allahmu, dengan sukacita dan gembira hati walaupun kelimpahan akan segala-galanya, maka dengan menanggung lapar dan haus, dengan telanjang dan kekurangan akan segala-galanya engkau akan menjadi hamba kepada musuh yang akan disuruh TUHAN melawan engkau. Ia akan membebankan kuk besi ke atas tengkukmu, sampai engkau dipunahkan-Nya.

Karakter seorang pendoa syafaat, yaitu:

  1. Memiliki kejujuran (bukan kemunafikan/tidak sesuai antara hati dan perkataan). Tuhan membenci ibadah orang munafik. Amos 5:21-24 “Aku membenci, Aku menghinakan perayaanmu dan Aku tidak senang kepada perkumpulan rayamu. Sungguh, apabila kamu mempersembahkan kepada-Ku korban-korban bakaran dan korban-korban sajianmu, Aku tidak suka, dan korban keselamatanmu berupa ternak yang tambun, Aku tidak mau pandang. Jauhkanlah dari pada-Ku keramaian nyanyian-nyanyianmu, lagu gambusmu tidak mau Aku dengar. Tetapi biarlah keadilan bergulung-gulung seperti air dan kebenaran seperti sungai yang selalu mengalir.” [Perikop: Ibadah Israel dibenci Tuhan.]
  2. Memiliki ketenangan di tengah goncangan. Ingat: kita adalah tiang penopang, jika tiang penopang goyah maka goyahlah seluruh bangunan. Mazmur 62:2-3 Hanya dekat Allah saja aku tenang, dari pada-Nyalah keselamatanku. Hanya Dialah gunung batuku dan keselamatanku, kota bentengku, aku tidak akan goyah.

Ada 2 sisi dalam kegerakan Pentakosta ke-3 ini yaitu terjadinya goncangan dan Lukas 2:14 “Kemuliaan bagi Allah di tempat yang mahatinggi dan damai sejahtera di bumi di antara manusia yang berkenan kepada-Nya.”

Lebih Dari Pemenang

Roma 8:37 Tetapi dalam semuanya itu kita lebih dari pada orang-orang yang menang, oleh Dia yang telah mengasihi kita.

Kenapa kita harus jadi pemenang? Karena Tuhan tidak akan memakai seorang pecundang sebagai saksi-Nya melainkan orang-orang yang gagah perkasa, selain itu karena hidup adalah tantangan yang harus dimenangkan. Ayub 7:1 “Bukankah manusia harus bergumul di bumi, dan hari-harinya seperti hari-hari orang upahan? [Perikop: Hidup itu berat.]

Ada jaminan kemenangan dari Allah bagi setiap anak-anak-Nya! Ibrani 13:5b Karena Allah telah berfirman: “Aku sekali-kali tidak akan membiarkan engkau dan Aku sekali-kali tidak akan meninggalkan engkau. “Mazmur 23:4 Sekalipun aku berjalan dalam lembah kekelaman, aku tidak takut bahaya, sebab Engkau besertaku; gada-Mu dan tongkat-Mu, itulah yang menghibur aku.

Siapa itu pemenang? Pemenang bukanlah mereka yang tidak pernah gagal melainkan mereka yang tidak pernah berhenti mencoba. Kegagalan dalam satu hal bukanlah kegagalan dalam seluruh kehidupan. Amsal 24:16 Sebab tujuh kali orang benar jatuh, namun ia bangun kembali, tetapi orang fasik akan roboh dalam bencana.

Janji bagi pemenang dijamin dalam kitab Wahyu, pasti akan masuk surga!

Kunci hidup berkemenangan:

  1. Hadapi peperangan tidak dengan tawar hati, tetapi dengan iman yang teguh. Sikap hati menentukan apakah kita menjadi pemenang atau pecundang. You are what you think. Kemenangan terjadi sebelum berperang. Amsal 24:10 Jika engkau tawar hati pada masa kesesakan, kecillah kekuatanmu. Yosua 1:9 Bukankah telah Kuperintahkan kepadamu: kuatkan dan teguhkanlah hatimu? Janganlah kecut dan tawar hati, sebab TUHAN, Allahmu, menyertai engkau, ke mana pun engkau pergi.” Kita harus melihat janji Tuhan, melihat diri kita di tangan Tuhan, optimis dan mendorong orang untuk maju. Jangan pandang keadaan, melainkan kebesaran Allah (selaraskan pikiran dengan firman Allah)! Lawan Goliatmu seperti Daud!
  2. Senantiasa berlatih siaga untuk berperang. Tuhan ijinkan kita melewati pergumulan agar menjadi kuat seperti bayi yang belajar berjalan mengalami beberapa kali jatuh bangun hingga akhirnya siap untuk berlari. 1 Samuel 17:34-37 Tetapi Daud berkata kepada Saul: “Hambamu ini biasa menggembalakan kambing domba ayahnya. Apabila datang singa atau beruang, yang menerkam seekor domba dari kawanannya, maka aku mengejarnya, menghajarnya dan melepaskan domba itu dari mulutnya. Kemudian apabila ia berdiri menyerang aku, maka aku menangkap janggutnya lalu menghajarnya dan membunuhnya. Baik singa maupun beruang telah dihajar oleh hambamu ini. Dan orang Filistin yang tidak bersunat itu, ia akan sama seperti salah satu dari pada binatang itu, karena ia telah mencemooh barisan dari pada Allah yang hidup.” Pula kata Daud: “TUHAN yang telah melepaskan aku dari cakar singa dan dari cakar beruang, Dia juga akan melepaskan aku dari tangan orang Filistin itu.” Kata Saul kepada Daud: “Pergilah! TUHAN menyertai engkau.” Jangan hindari proses, sikapi proses dengan sikap hati yang benar dan lihatlah bagaimana Tuhan mengubahkan hidup kita tepat pada waktunya! Proses tidak bisa dipercepat, bukanlah kupu-kupu indah yang akan keluar jika kepompong dibuka sebelum waktunya! Roma 8:28 Kita tahu sekarang, bahwa Allah turut bekerja dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan bagi mereka yang mengasihi Dia, yaitu bagi mereka yang terpanggil sesuai dengan rencana Allah.
  3. Berperang tidak dengan baju perang dan senjata orang lain. Jadilah diri sendiri, jangan ingin seperti orang lain sebab kita berbeda! 1 Samuel 17:38-39 Lalu Saul mengenakan baju perangnya kepada Daud, ditaruhnya ketopong tembaga di kepalanya dan dikenakannya baju zirah kepadanya. Lalu Daud mengikatkan pedangnya di luar baju perangnya, kemudian ia berikhtiar berjalan, sebab belum pernah dicobanya. Maka berkatalah Daud kepada Saul: “Aku tidak dapat berjalan dengan memakai ini, sebab belum pernah aku mencobanya.” Kemudian ia menanggalkannya. Talenta adalah karunia Tuhan, orang yang memendam 1 talentanya karena ia merasa tidak berguna sebab orang lain diberi talenta lebih banyak. Banggalah sebab kita adalah unique handmade of God! Yang bisa membawa kita sampai ke puncak adalah Roh Kudus di dalam diri kita, bukan hal-hal lain (kehebatan, uang, dll)!
  4. Datang dalam nama Tuhan semesta alam sebab mengetahui jaminan Tuhan bagi diri kita! 1 Samuel 17:45-47 Tetapi Daud berkata kepada orang Filistin itu: “Engkau mendatangi aku dengan pedang dan tombak dan lembing, tetapi aku mendatangi engkau dengan nama TUHAN semesta alam, Allah segala barisan Israel yang kautantang itu. Hari ini juga TUHAN akan menyerahkan engkau ke dalam tanganku dan aku akan mengalahkan engkau dan memenggal kepalamu dari tubuhmu; hari ini juga aku akan memberikan mayatmu dan mayat tentara orang Filistin kepada burung-burung di udara dan kepada binatang-binatang liar, supaya seluruh bumi tahu, bahwa Israel mempunyai Allah, dan supaya segenap jemaah ini tahu, bahwa TUHAN menyelamatkan bukan dengan pedang dan bukan dengan lembing. Sebab di tangan TUHANlah pertempuran dan Ia pun menyerahkan kamu ke dalam tangan kami.”
  5. Tunduklah kepada Allah dan ikutilah tuntunan-Nya, lalu lawan habis musuh. Harus ada kerjasama antara kita dan Tuhan! Tanpa Tuhan, kita tidak bisa. Tetapi tanpa kita, Tuhan tidak mau. 1 Samuel 17:48-51 Ketika orang Filistin itu bergerak maju untuk menemui Daud, maka segeralah Daud berlari ke barisan musuh untuk menemui orang Filistin itu; lalu Daud memasukkan tangannya dalam kantungnya, diambilnyalah sebuah batu dari dalamnya, diumbannya, maka kenalah dahi orang Filistin itu, sehingga batu itu terbenam ke dalam dahinya, dan terjerumuslah ia dengan mukanya ke tanah. Demikianlah Daud mengalahkan orang Filistin itu dengan umban dan batu; ia mengalahkan orang Filistin itu dan membunuhnya, tanpa pedang di tangan. Daud berlari mendapatkan orang Filistin itu, lalu berdiri di sebelahnya; diambilnyalah pedangnya, dihunusnya dari sarungnya, lalu menghabisi dia. Dipancungnyalah kepalanya dengan pedang itu (=putuskan hubungan dengan dosa). Ketika orang-orang Filistin melihat, bahwa pahlawan mereka telah mati, maka larilah mereka.

Mujizat Tulang Rusuk

Kejadian 2:18-25 TUHAN Allah berfirman [marriage is God’s initiative, no God’s word first means nothing happens]: “Tidak baik, kalau manusia itu seorang diri saja. Aku akan menjadikan penolong baginya, yang sepadan dengan dia.” Lalu TUHAN Allah membentuk [God needs time to build us better] dari tanah segala binatang hutan dan segala burung di udara. Dibawa-Nyalah semuanya kepada manusia itu untuk melihat, bagaimana ia menamainya; dan seperti nama yang diberikan manusia itu kepada tiap-tiap makhluk yang hidup, demikianlah nanti nama makhluk itu. Manusia itu memberi nama [be responsibility of our talents first] kepada segala ternak, kepada burung-burung di udara dan kepada segala binatang hutan, tetapi baginya sendiri ia tidak menjumpai penolong yang sepadan dengan dia. Lalu TUHAN Allah membuat manusia itu tidur nyenyak [keep calm, don’t be hurry by your strength, let God acts for us]; ketika ia tidur, TUHAN Allah mengambil salah satu rusuk dari padanya, lalu menutup tempat itu dengan daging. Dan dari rusuk yang diambil TUHAN Allah dari manusia itu, dibangun-Nyalah seorang perempuan, lalu dibawa-Nya kepada manusia itu. Lalu berkatalah manusia itu: “Inilah dia, tulang dari tulangku dan daging dari dagingku [Wedding Vow!]. Ia akan dinamai perempuan, sebab ia diambil dari laki-laki.” Sebab itu seorang laki-laki akan meninggalkan ayahnya dan ibunya dan bersatu dengan isterinya, sehingga keduanya menjadi satu daging. Mereka keduanya telanjang, manusia dan isterinya itu, tetapi mereka tidak merasa malu [It’s a true marriage life!].

God saves the best for the last! #LakonMenangBelakangan

Pernikahan Bahagia

Banyak pasangan menjadi ‘orang asing’ karena saling merahasiakan keuangan.

Kidung Agung 8:8-9 — Kami mempunyai seorang adik perempuan, yang belum mempunyai buah dada. Apakah yang akan kami perbuat dengan adik perempuan kami pada hari ia dipinang? Bila ia tembok, akan kami dirikan atap perak di atasnya; bila ia pintu, akan kami palangi dia dengan palang kayu aras.

Ayat tersebut menunjukkan bagaimana mempelai perempuan memikirkan untuk membiayai pernikahan adiknya (=pengeluaran tidak rutin). Kita harus membicarakan pengeluaran tidak rutin dengan pasangan sebelum menikah. Cara pasangan menangani keuangan satu sama lain terkait erat dengan aspek-aspek hubungan mereka yang lebih dalam.

Bagaimana untuk terbuka? Buatlah kesepakatan dan penyesuaian dalam pengaturan keuangan (pengeluaran, pelayanan, pemasukan, menabung rencana masa depan).

Keterbukaan memang tidak mudah, tetapi itu harus, karena menjadikan kepercayaan dan relasi dengan pasangan semakin kuat.

Lalu, bagaimana jika pasangan tidak terbuka? 1 Yohanes 4:18a Di dalam kasih tidak ada ketakutan: kasih yang sempurna melenyapkan ketakutan;

Hargai keterbukaan pasangan kita: jangan jadi pasangan yang menakutkan, bukan interogasi tetapi komunikasi. Cintai pasangan hingga ia merasa aman untuk terbuka!

Bagaimana jika kita yang tidak terbuka? Amsal 11:3, 6 Orang yang jujur dipimpin oleh ketulusannya, tetapi pengkhianat dirusak oleh kecurangannya. Orang yang jujur dilepaskan oleh kebenarannya, tetapi pengkhianat tertangkap oleh hawa nafsunya.

Kita harus menyempurnakan kasih di dalam diri, sebuah ketulusan akan menyelesaikan pertengkaran. 1 Yohanes 4:18 … sebab ketakutan mengandung hukuman dan barangsiapa takut, ia tidak sempurna di dalam kasih.

Kita harus jujur di waktu yang tepat (dalam suasana mood pasangan yang baik dan kondisi kerohanian yang cukup dewasa untuk menerima kejujuran kita). Jelaskan secara sabar dan logis, disertai alasan dan perhatikan keadilan untuk kepentingan keluarga masing-masing. Berbuat baiklah kepada keluarga pasangan terlebih dahulu, pasti kebaikan akan berbalik kepada keluarga kita!

Pernikahan adalah tempat di mana sepasang kekasih bisa berbicara apa saja, baik masa lalu, isi hati dan harapan masa depan. Persiapkan diri kita untuk “bulan madu” lagi di masa ketika anak-anak sudah dewasa dan tidak bersama kita lagi!

Kidung Agung 8:12 Kebun anggurku, yang punyaku sendiri, ada di hadapanku; bagimulah seribu keping itu, raja Salomo, dan dua ratus bagi orang-orang yang menjaga hasilnya. [Gadis sulam memberi penghasilannya kepada raja Salomo, istri yang berpenghasilan tidak menyimpan uangnya hanya bagi diri sendiri.]

Bagaimana wanita karir tetap dicintai suami? Amsal 31:12 Ia berbuat baik kepada suaminya dan tidak berbuat jahat sepanjang umurnya.

Wanita yang memenuhi hatinya dengan kebaikan, menggunakan harta sebagai alat untuk mencintai, akan menuai kebahagiaan dan kemuliaan.

2019: Tahun Kelahiran Yang Baru

Kelahiran yang baru berbicara tentang bagaimana hal-hal yang tidak ada menjadi ada. Tahun inilah momentnya!

Yehezkiel 36:26 Kamu akan Kuberikan hati yang baru, dan roh yang baru di dalam batinmu dan Aku akan menjauhkan dari tubuhmu hati yang keras dan Kuberikan kepadamu hati yang taat.

1 Korintus 2:9 Tetapi seperti ada tertulis: “Apa yang tidak pernah dilihat oleh mata, dan tidak pernah didengar oleh telinga, dan yang tidak pernah timbul di dalam hati manusia: semua yang disediakan Allah untuk mereka yang mengasihi Dia.”

Menerima hal-hal yang baru berawal dari memiliki hati yang baru, inilah yang terpenting! 2 Korintus 1:22 memeteraikan tanda milik-Nya atas kita dan yang memberikan Roh Kudus di dalam hati kita sebagai jaminan dari semua yang telah disediakan untuk kita.

Sikap hati kita menentukan masa depan kita. Yohanes 7:38-39 Barangsiapa percaya kepada-Ku, seperti yang dikatakan oleh Kitab Suci: Dari dalam hatinya akan mengalir aliran-aliran air hidup.” Yang dimaksudkan-Nya ialah Roh yang akan diterima oleh mereka yang percaya kepada-Nya; sebab Roh itu belum datang, karena Yesus belum dimuliakan.

Kisah Para Rasul 1:8 Tetapi kamu akan menerima kuasa, kalau Roh Kudus turun ke atas kamu, dan kamu akan menjadi saksi-Ku di Yerusalem dan di seluruh Yudea dan Samaria dan sampai ke ujung bumi.”

Roh Kudus berkarya tanpa batas sehingga kita memperoleh berkat-berkat yang tak terpikirkan. Ketika hati kita dimeteraikan oleh Roh Kudus maka hidup kita tidak akan tergantung keadaan melainkan tergantung Roh Kudus, shalom akan selalu ada dalam hati kita!

Ibrani 10:22 Karena itu marilah kita menghadap Allah dengan hati yang tulus ikhlas dan keyakinan iman yang teguh, oleh karena hati kita telah dibersihkan dari hati nurani yang jahat dan tubuh kita telah dibasuh dengan air yang murni.

Yang harus kita lakukan di tahun 2019 adalah menemukan tujuan hidup kita! Galatia 1:15-16 Tetapi waktu Ia, yang telah memilih aku sejak kandungan ibuku dan memanggil aku oleh kasih karunia-Nya, berkenan menyatakan Anak-Nya di dalam aku, supaya aku memberitakan Dia di antara bangsa-bangsa bukan Yahudi, maka sesaat pun aku tidak minta pertimbangan kepada manusia;

Efesus 1:4 Sebab di dalam Dia Allah telah memilih kita sebelum dunia dijadikan, supaya kita kudus dan tak bercacat di hadapan-Nya.

Bagaimana caranya supaya kita kedapatan kudus dan tak bercacat di hadapan-Nya? Roma 12:2 Janganlah kamu menjadi serupa dengan dunia ini, tetapi berubahlah oleh pembaharuan budimu, sehingga kamu dapat membedakan manakah kehendak Allah: apa yang baik, yang berkenan kepada Allah dan yang sempurna.

Dengan demikian, kita akan terus hidup semakin serupa dengan Kristus. Kita tidak perlu meminta penilaian dari manusia sebab yang terpenting adalah penilaian dari Allah. Matius 7:21-23 Bukan setiap orang yang berseru kepada-Ku: Tuhan, Tuhan! akan masuk ke dalam Kerajaan Sorga, melainkan dia yang melakukan kehendak Bapa-Ku yang di sorga. Pada hari terakhir banyak orang akan berseru kepada-Ku: Tuhan, Tuhan, bukankah kami bernubuat demi nama-Mu, dan mengusir setan demi nama-Mu, dan mengadakan banyak mujizat demi nama-Mu juga? Pada waktu itulah Aku akan berterus terang kepada mereka dan berkata: Aku tidak pernah mengenal kamu! Enyahlah dari pada-Ku, kamu sekalian pembuat kejahatan!”

Tujuan hidup kita adalah mengejar standar penilaian Tuhan, bukan manusia.

Perkataan Iman

Markus 7:24-26 Lalu Yesus berangkat dari situ dan pergi ke daerah Tirus. Ia masuk ke sebuah rumah dan tidak mau bahwa ada orang yang mengetahuinya, tetapi kedatangan-Nya tidak dapat dirahasiakan. Malah seorang ibu, yang anaknya perempuan kerasukan roh jahat, segera mendengar tentang Dia, lalu datang dan tersungkur di depan kaki-Nya. Perempuan itu seorang Yunani bangsa Siro-Fenisia. Ia memohon kepada Yesus untuk mengusir setan itu dari anaknya.

Dari ayat tsb tersirat bahwa cerita tentang Yesus di Israel sampai ke Yunani, artinya kita harus menjadi saksi-saksi Yesus tanpa takut sebab mungkin saja di belahan bumi yang lain masih ada orang yang belum pernah mendengar tentang-Nya atau bahkan ada yang pernah mendengar tentang Yesus di masa lalu tapi belum tersentuh, siapa tahu kali ini menjadi tersentuh ketika mendengar kesaksian kita. Kita harus memberitakan kepada orang-orang yang berkebutuhan khusus bahwa Yesus sanggup mengadakan mujizat bagi mereka (bukan mempromosikan hamba Tuhan, jangan salah menyampaikan pesan)!

Markus 7:27-28 Lalu Yesus berkata kepadanya: “Biarlah anak-anak kenyang dahulu, sebab tidak patut mengambil roti yang disediakan bagi anak-anak dan melemparkannya kepada anjing.” Tetapi perempuan itu menjawab: “Benar, Tuhan. Tetapi anjing yang di bawah meja juga makan remah-remah yang dijatuhkan anak-anak.”

Perkataan Yesus terkesan “kasar” bagi yang tidak mengerti budaya Yahudi, padahal secara tersirat Yesus sedang mengatakan kepada perempuan itu untuk melihat imannya, “Bukan untukmu mujizat itu (sebab Yesus diutus hanya bagi orang Israel) dan bukan waktumu untuk menerimanya, lalu bagaimana menurutmu?” Secara tersirat perempuan tsb menjawab, “Benar Tuhan memang mujizat itu bukan untukku tapi aku percaya Engkau mau menyatakannya kepadaku!”

Markus 7:29-30 Maka kata Yesus kepada perempuan itu: “Karena kata-katamu itu, pergilah sekarang sebab setan itu sudah keluar dari anakmu.” Perempuan itu pulang ke rumahnya, lalu didapatinya anak itu berbaring di tempat tidur, sedang setan itu sudah keluar.

Setelah melewati ujian iman, akhirnya Tuhan menyatakan mujizat-Nya kepada perempuan tsb. Kita harus terus memperkatakan iman kita tanpa mempedulikan bagaimanapun sulitnya keadaan yang sedang terjadi! Seringkali ketika melihat orang lain ditolong Tuhan, dan kita belum, kita cenderung berpikir ‘mungkin bukan waktu kita untuk menerima mujizat’. Padahal bukan demikian yang Tuhan pikirkan. Jika orang lain ditolong Tuhan, kita juga pasti ditolong-Nya, Ia Tuhan Maha Baik!

1 Korintus 11:27-31 Jadi barangsiapa dengan cara yang tidak layak makan roti atau minum cawan Tuhan, ia berdosa terhadap tubuh dan darah Tuhan. Karena itu hendaklah tiap-tiap orang menguji dirinya sendiri dan baru sesudah itu ia makan roti dan minum dari cawan itu. Karena barangsiapa makan dan minum tanpa mengakui tubuh Tuhan, ia mendatangkan hukuman atas dirinya. Sebab itu banyak di antara kamu yang lemah dan sakit, dan tidak sedikit yang meninggal. Kalau kita menguji diri kita sendiri, hukuman tidak menimpa kita.

Ketika kita menerima Perjamuan Kudus, kita harus menerimanya dengan iman bahwa tubuh dan darah Kristus sanggup memberi khasiat luar biasa bagi tubuh kita. Jika dengan meminum racun saja kita yakin bahwa tubuh kita akan mati, masakan ketika menerima Perjamuan Kudus kita tidak lebih diyakinkan untuk menerima hal-hal yang baik dari Tuhan? Terimalah Perjamuan Kudus dengan cara yang layak!

Starting Point

Tidak akan ada langkah ke depan tanpa sebuah titik permulaan, artinya titik permulaan ini menentukan apa yang akan terjadi ke depan.

Matius 7:12 “Segala sesuatu yang kamu kehendaki supaya orang perbuat kepadamu, perbuatlah demikian juga kepada mereka. Itulah isi seluruh hukum Taurat dan kitab para nabi. [Perikop: Jalan yang benar — ini adalah detak jantung Yesus.]

1 Yohanes 4:19 Kita mengasihi, karena Allah lebih dahulu mengasihi kita. [Allah Sang Inisiator]

Matthew 7:12 “Here is a simple, rule-of-thumb guide for behavior: Ask yourself what you want people to do for you, then grab the initiative and do it for them. Add up God’s Law and Prophets and this is what you get. (MSG)

Inisiatif adalah titik awal dari kasih, ketaatan dan mujizat.

Matius 16:19 Kepadamu akan Kuberikan kunci Kerajaan Sorga. Apa yang kauikat di dunia ini akan terikat di sorga dan apa yang kaulepaskan di dunia ini akan terlepas di sorga.” [Surga akan bekerja ketika kita berinisiatif.]

Inisiatif mengubah kronos (waktu manusia) menjadi kairos (waktu Tuhan), logos menjadi rhema, membedakan orang biasa dan luar biasa.

Hidup adalah komitmen dari inisiatif.

Markus 14:3 Ketika Yesus berada di Betania, di rumah Simon si kusta, dan sedang duduk makan, datanglah seorang perempuan membawa suatu buli-buli pualam berisi minyak narwastu murni yang mahal harganya. Setelah dipecahkannya leher buli-buli itu, dicurahkannya minyak itu ke atas kepala Yesus. [Perempuan (‘mantan pelacur’) tsb berinisiatif tanpa pernah diperintahkan untuk melakukan hal tsb. Orang yang punya inisiatif tidak dapat digagalkan oleh kegagalan masa lalu.]

Markus 14:4-5 Ada orang yang menjadi gusar dan berkata seorang kepada yang lain: “Untuk apa pemborosan minyak narwastu ini? Sebab minyak ini dapat dijual tiga ratus dinar lebih dan uangnya dapat diberikan kepada orang-orang miskin.” Lalu mereka memarahi perempuan itu. [Ada 3 pembunuh inisiatif, yaitu: nyinyir (maka jangan duduk dalam kumpulan pencemooh karena nyinyir menular), malas, kecewa ketika inisiatif ditolak.]

Markus 14:6 Tetapi Yesus berkata: “Biarkanlah dia. Mengapa kamu menyusahkan dia? Ia telah melakukan suatu perbuatan yang baik pada-Ku. [Yesus memuji perempuan tsb atas inisiatifnya, bukan karena harga minyak narwastunya.]

Markus 14:7 Karena orang-orang miskin selalu ada padamu, dan kamu dapat menolong mereka, bilamana kamu menghendakinya, tetapi Aku tidak akan selalu bersama-sama kamu. [Orang yang berinisiatif selalu hadir dalam sebuah kebutuhan, bukan lari ketika dibutuhkan.]

Markus 14:8 Ia telah melakukan apa yang dapat dilakukannya. Tubuh-Ku telah diminyakinya sebagai persiapan untuk penguburan-Ku. [Lakukan apa saja yang kita bisa bagi Tuhan.]

Markus 14:9 Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya di mana saja Injil diberitakan di seluruh dunia, apa yang dilakukannya ini akan disebut juga untuk mengingat dia.” [Seorang yang memiliki inisiatif akan menjadi history maker. Sebuah inisiatif menjamin kehidupan selanjutnya (ada penyediaan dari Tuhan). 1 Korintus 2:9 Tetapi seperti ada tertulis: “Apa yang tidak pernah dilihat oleh mata, dan tidak pernah didengar oleh telinga, dan yang tidak pernah timbul di dalam hati manusia: semua yang disediakan Allah untuk mereka yang mengasihi Dia.”]

Kelahiran Yang Baru Berawal Dari Nubuatan

Galatia 5:16 Maksudku ialah: hiduplah oleh Roh, maka kamu tidak akan menuruti keinginan daging.

Jadi, urutannya adalah pertama-tama kita semakin hidup oleh Roh maka otomatis semakin lama kedagingan kita akan mati, bukan mematikan kedagingan terlebih dahulu dan berpikir bahwa Roh akan semakin besar mempengaruhi kita. Bagaimana caranya? Melalui doa, pujian dan penyembahan kepada Tuhan setiap saat.

Tahun 2019 adalah Tahun Kelahiran Yang Baru, artinya dari yang tidak ada menjadi ada (seperti bayi yang semula tidak pernah ada di dunia menjadi terlahir). Sebelum mengalami kelahiran yang baru (melahirkan bayi-bayi rohani), kita akan mengalami ‘sakit bersalin’ (ada sesuatu yang tidak nyaman dalam roh kita).

Sebuah kehamilan memiliki masa hingga tiba saatnya melahirkan, tentu sebuah kelahiran yang baik harus terjadi di waktu yang telah ditentukan (tidak boleh dipercepat ataupun diperlambat). Secara jasmani, masa kehamilan normal adalah 9 bulan. Namun secara rohani, masa kehamilan kita berbeda-beda tergantung yang sudah Tuhan tetapkan sesuai kapasitas masing-masing.

Seorang ibu yang baik tentu menjaga diri sebaik mungkin selama masa kehamilan agar bayinya terlahir sehat, artinya kita harus sungguh-sungguh menjaga kerohanian kita agar melahirkan hal-hal yang baik (buah Roh). Buah Roh bisa dirasakan oleh orang-orang sekitar kita, jika tidak demikian berarti kita belum melahirkan buah roh.

Apa yang harus kita lakukan agar kelahiran yang baru terjadi? Banyak bernubuat. Nubuat adalah kehendak Tuhan atas masa depan yang kemudian kita perkatakan (setelah kita menerima nubuat tsb di hadirat Tuhan), bukan memperkatakan kehendak kita terhadap suatu hal agar terjadi di masa depan (padahal tidak pernah dijanjikan Tuhan). Contoh:
1) Ketika dalam saat teduh Tuhan memberi rhema tentang kebangkitan generasi Yeremia, atau yang mandul Tuhan janjikan memiliki keturunan, itu menjadi nubuat yang harus kita perkatakan terus-menerus hingga terjadi.
2) Ketika kita keluar rumah lalu melihat lawan jenis yang rupawan dan kita langsung mengatakan “dalam nama Yesus dia jadi kekasih saya”, atau melihat kendaraan orang lain lalu kita tumpang tangan atas kendaraan tsb dan berkata “dalam nama Yesus ini jadi milik saya”, yang mana semua hal tsb tdk Tuhan taruhkan untuk dinubuatkan maka inilah yg disebut doa sihir (#maksa).

Ingat Yeremia 1:9 Lalu TUHAN mengulurkan tangan-Nya dan menjamah mulutku; TUHAN berfirman kepadaku: “Sesungguhnya, Aku menaruh perkataan-perkataan-Ku ke dalam mulutmu. [Tuhan terlebih dahulu menaruh perkataan-Nya dalam mulut Yeremia, barulah Yeremia memperkatakan hal tsb kepada bangsa Israel.]

Dengan demikian, sebagai orang yang ditaruhkan perkataan Tuhan maka kita harus menjaga perkataan kita. Tentunya terlebih dahulu kita harus menjaga hati, karena dari hatilah sumber segala perkataan. Tidak mungkin dari hati yang kotor keluar perkataan mulia.

Kejadian 1:1-3 Pada mulanya Allah menciptakan langit dan bumi. Bumi belum berbentuk dan kosong; gelap gulita menutupi samudera raya, dan Roh Allah melayang-layang di atas permukaan air. Berfirmanlah Allah: “Jadilah terang.” Lalu terang itu jadi.

Tahun kelahiran yang baru merupakan tahun penciptaan dari yang tidak ada menjadi ada. Karena itu, jika kita tidak banyak bernubuat tentu tidak akan ada sesuatu yang tercipta (seperti bumi yang belum berbentuk, kosong dan gelap gulita). Ketika mencipta, Allah memperkatakan firman-Nya, bukan hanya disimpan dalam hati. Jadi, lepaskan nubuat!

2 Petrus 1:19 Dengan demikian kami makin diteguhkan oleh firman yang telah disampaikan oleh para nabi. Alangkah baiknya kalau kamu memperhatikannya sama seperti *memperhatikan pelita yang bercahaya di tempat yang gelap* sampai fajar menyingsing dan bintang timur terbit bersinar di dalam hatimu.

Alkisah, ada seorang hamba Tuhan yang sedang dalam keterpurukan lalu Tuhan menyuruhnya pergi ke pantai di malam hari. Di pantai, Tuhan bertanya padanya: “Apa yg kamu lihat?” Ia menjawab, “Tidak ada.” Lalu Tuhan menanyakan hal yang sama untuk kedua kalinya, dan tetap hamba Tuhan tsb berkata tidak melihat apa-apa karena gelap malam. Untuk ketiga kalinya, Tuhan kembali bertanya: “Coba lihat baik-baik, apakah ada sesuatu yang kamu lihat di sana?” Dan dijawab, “Ya, Tuhan, aku melihat sesuatu kali ini. Aku melihat ada 3 titik cahaya putih di ujung laut sana!” Lalu Tuhan berkata, “Nak, sekecil apapun cahaya yg kamu lihat, teruslah berfokus padanya, tanpa menghiraukan gelapnya tempat kamu berada saat ini.”

Dari kisah tsb, Tuhan menghendaki agar sekecil apapun nubuat yg kita terima (meskipun seolah ‘kegelapan hidup’ terasa lebih besar dari pada nubuat tsb), perkatakanlah itu dan pasti terjadi! Yesaya 55:11 demikianlah firman-Ku yang keluar dari mulut-Ku: ia tidak akan kembali kepada-Ku dengan sia-sia, tetapi ia akan melaksanakan apa yang Kukehendaki, dan akan berhasil dalam apa yang Kusuruhkan kepadanya.

Roma 4:17 seperti ada tertulis: “Engkau telah Kutetapkan menjadi bapa banyak bangsa” — di hadapan Allah yang kepada-Nya ia percaya, yaitu Allah yang menghidupkan orang mati dan yang menjadikan dengan firman-Nya apa yang tidak ada menjadi ada.

Seperti Abraham yang dijanjikan Tuhan tentang Ishak, kita harus percaya bahwa firman-Nya akan menjadikan apa yang tidak ada menjadi ada. 2 Korintus 4:13 Namun karena kami memiliki roh iman yang sama, seperti ada tertulis: *”Aku percaya, sebab itu aku berkata-kata”,* maka kami juga percaya dan sebab itu kami juga berkata-kata.

Hati-hati agar kesalahan yang Abraham perbuat perihal Hagar tidak kita lakukan. Kita harus peka apakah berkat tsb dari Tuhan atau bukan!