Para Pencari Tuhan

Matius 13:34-36 Semuanya itu disampaikan Yesus kepada orang banyak dalam perumpamaan, dan tanpa perumpamaan suatu pun tidak disampaikan-Nya kepada mereka supaya genaplah firman yang disampaikan oleh nabi: “Aku mau membuka mulut-Ku mengatakan perumpamaan, Aku mau mengucapkan hal yang tersembunyi sejak dunia dijadikan.” Maka Yesus pun meninggalkan orang banyak itu, lalu pulang. Murid-murid-Nya datang dan berkata (=mendesak) kepada-Nya: “Jelaskanlah kepada kami perumpamaan tentang lalang di ladang itu.”

Berdasarkan ayat tsb, ada dua kelompok pendengar firman Tuhan, yaitu:

  1. Kelompok orang banyak. Orang-orang yang mendengar firman sebatas rutinitas saja, tanpa peduli apakah mereka mengerti atau tidak akan firman tsb.
  2. Kelompok murid-murid. Orang-orang yang mendengar firman dan tidak mudah puas terhadap firman yang diterimanya sampai benar-benar memahami firman tsb.

Kita harus berpindah dari kelompok orang-orang banyak ke kelompok murid-murid Yesus, sebab kekristenan adalah pengalaman bersama Tuhan yang tidak ada habisnya. Beri waktu ekstra untuk memaknai hubungan kita dengan Tuhan! Tuhan bukan manusia yang terbatas dalam hal sumber daya, Ia sangat senang kepada orang-orang yang “mendesak” untuk mengenal-Nya lebih dalam.

Matius 7:7

“Mintalah, maka akan diberikan kepadamu; carilah, maka kamu akan mendapat; ketoklah, maka pintu akan dibukakan bagimu. (TB)

Keep on asking and it will be given you; keep on seeking and you will find; keep on knocking [reverently] and [the door] will be opened to you. (AMP)

Kata “keep on” dalam versi Bahasa Inggris Matius 7:7 tsb menggambarkan kata kerja yang berkelanjutan, ini menandakan bahwa Tuhan menghendaki kita agar “meminta terus” kepada-Nya (meminta berkat selanjutnya).

Matius 5:6 Berbahagialah orang yang lapar dan haus akan kebenaran, karena mereka akan dipuaskan.

Kehidupan kekristenan seharusnya bukan sesuatu yang membosankan sebab selalu baru berkat yang Tuhan beri bagi kita. Mulailah membangun sikap hati yang selalu mengharapkan hal yang baru ketika menghampiri-Nya!

Lukas 24:27-29 Lalu Ia menjelaskan kepada mereka apa yang tertulis tentang Dia dalam seluruh Kitab Suci, mulai dari kitab-kitab Musa dan segala kitab nabi-nabi. Mereka mendekati kampung yang mereka tuju, lalu Ia berbuat seolah-olah (=acting) hendak meneruskan perjalanan-Nya. Tetapi mereka sangat mendesak-Nya, katanya: “Tinggallah (=bersekutu, fellowship) bersama-sama dengan kami, sebab hari telah menjelang malam dan matahari hampir terbenam.” Lalu masuklah Ia untuk tinggal bersama-sama dengan mereka.

Dari hal ini tercermin bahwa Tuhan tidak keberatan dengan permintaan kita untuk bersekutu dengan-Nya, maka jangan sungkan meminta lebih dari Tuhan! (Budaya ketimuran terkadang mempengaruhi kita untuk tidak menerima hal yang maksimal dari Tuhan, ini salah satu bentuk intimidasi iblis yang selalu mengingatkan kita bahwa kita tidak layak di hadapan Tuhan.)

Lukas 24:32-34 Kata mereka seorang kepada yang lain: “Bukankah hati kita berkobar-kobar, ketika Ia berbicara dengan kita di tengah jalan dan ketika Ia menerangkan Kitab Suci kepada kita?” Lalu bangunlah mereka dan terus kembali ke Yerusalem. Di situ mereka mendapati kesebelas murid itu. Mereka sedang berkumpul bersama-sama dengan teman-teman mereka. Kata mereka itu: “Sesungguhnya Tuhan telah bangkit dan telah menampakkan diri kepada Simon.”

Setelah hati kedua murid tsb diubah oleh Tuhan, mereka kembali ke Yerusalem meskipun di sana sedang terjadi penangkapan besar-besaran terhadap orang Kristen (mereka tidak gentar), dan terjadilah Pentakosta pertama!

Jangan lagi berpikir bahwa hal-hal rohani hanya perlu dimengerti oleh hamba-hamba Tuhan, melainkan kita semua harus bertumbuh menjadi dewasa rohani sebagai murid-murid Kristus! Tuhan akan memuaskan kita sesuai dengan kerinduan kita!

Mazmur 34:9 Kecaplah (=taste) dan lihatlah, betapa baiknya TUHAN itu! Berbahagialah orang yang berlindung pada-Nya!

Jangan tertipu dan mengambil tindakan yang salah seperti bangsa Israel ketika mendengar bahwa Tuhan hendak menampakkan diri kepada mereka, yaitu Keluaran 20:19, 21 Mereka berkata kepada Musa: “Engkaulah berbicara dengan kami, maka kami akan mendengarkan; tetapi janganlah Allah berbicara dengan kami, nanti kami mati.” Adapun bangsa itu berdiri jauh-jauh, tetapi Musa pergi mendekati embun yang kelam di mana Allah ada.

Setelah bangsa Israel “jaga jarak” terhadap Tuhan maka muncul ide penyembahan berhala yang mendatangkan murka Allah atas mereka. Keluaran 32:1 Ketika bangsa itu melihat, bahwa Musa mengundur-undurkan turun dari gunung itu, maka berkumpullah mereka mengerumuni Harun dan berkata kepadanya: “Mari, buatlah untuk kami allah, yang akan berjalan di depan kami sebab Musa ini, orang yang telah memimpin kami keluar dari tanah Mesir — kami tidak tahu apa yang telah terjadi dengan dia.”

Ibrani 4:16 Sebab itu marilah kita dengan penuh keberanian (=leluasa, tanpa sungkan) menghampiri takhta kasih karunia, supaya kita menerima rahmat dan menemukan kasih karunia untuk mendapat pertolongan kita pada waktunya.

Advertisements

Mengelola Keuangan Keluarga

ISHAK DI NEGERI ORANG FILISTIN (KEJADIAN 26:1-33)

Kita bisa mengambil hikmah dari peristiwa tersebut dengan mengerti step by step yang Ishak lalui ketika krisis keuangan terjadi, yaitu:

Step 1 – Ada krisis ekonomi dunia setelah pernikahan. Kejadian 26:1 Maka timbullah kelaparan di negeri itu. —Ini bukan kelaparan yang pertama, yang telah terjadi dalam zaman Abraham. Sebab itu Ishak pergi ke Gerar, kepada Abimelekh, raja orang Filistin. Masalah keuangan bukanlah masalah zaman now, melainkan terjadi dari zaman dahulu. Selama melajang masalah keuangan tidak terlalu menjadi beban, tetapi setelah menikah masalah keuangan menjadi hal yang sangat vital. Mengapa? Karena ketika melajang semua dapat diputuskan sendiri, tetapi ketika menikah tidak mudah menyamakan dua pikiran yang berbeda dalam mengelola keuangan.

Step 2 – Sepakat untuk “banting stir” atas perintah Tuhan. Kejadian 26:2 Lalu TUHAN menampakkan diri kepadanya serta berfirman: “Janganlah pergi ke Mesir, diamlah di negeri yang akan Kukatakan kepadamu. Jangan pergi ke Mesir artinya jangan mengandalkan cara manusia ketika krisis menimpa. Ishak pergi kepada Abimelekh, hal ini serupa dengan yang dilakukan Abraham ketika terjadi krisis di masa lalu. Hal yang harus kita perhatikan adalah pentingnya sejarah krisis hidup orang tua (bukan hanya sejarah keberhasilan) diceritakan kepada anak agar suatu saat ketika anak mengalami hal serupa pun akan meneladani apa yang pernah dilakukan orang tuanya untuk kembali ‘menyelamatkan hidup’. Jika teladan di kala krisis tidak diceritakan, anak hanya tahu bagaimana menikmati hidup dalam kekayaan tapi tidak tahu bagaimana membangun hidup dalam kemiskinan. Prinsip keuangan dimulai dari didikan keluarga.

Step 3 – Berkemah bukan menetap (konsep persiapan). Kejadian 26:3 Tinggallah di negeri ini sebagai orang asing, maka Aku akan menyertai engkau dan memberkati engkau, sebab kepadamulah dan kepada keturunanmu akan Kuberikan seluruh negeri ini, dan Aku akan menepati sumpah yang telah Kuikrarkan kepada Abraham, ayahmu. Tinggal sebagai orang asing berarti menjadi seorang perantau di negeri orang. Prinsip orang perantau yang tidak dimiliki oleh orang menetap, yaitu prinsip persiapan sesuatu untuk masa depan. Abraham, Ishak, dan Yakub adalah perantau; dan terbukti bahwa orang-orang perantau sebagian besar lebih sukses dibandingkan orang-orang yang menetap. Miliki mindset “berkemah” karena kita tidak selamanya menetap di bumi. Tanpa persiapan untuk keluar dari “zona nyaman”, tak akan ada kemajuan (malah kehancuran). Hidup harus ada persiapan, jangan ber-mindset “gimana nanti lah” tapi harus ber-mindset “nanti gimana?”.

Step 4 – Menjaga hubungan keluarga. Kejadian 26:8 Setelah beberapa lama ia ada di sana, pada suatu kali menjenguklah Abimelekh, raja orang Filistin itu dari jendela, maka dilihatnya Ishak sedang bercumbu-cumbuan dengan Ribka, isterinya. Dari hal ini terbukti bahwa dalam keadaan krisis sekalipun, hubungan Ishak dan isterinya tetap harmonis. Uang gampang bocor jika keluarga tidak harmonis.

Step 5 – Mulai menabur untuk usaha. Kejadian 26:12 Maka menaburlah Ishak di tanah itu dan dalam tahun itu juga ia mendapat hasil seratus kali lipat; sebab ia diberkati TUHAN. Tidak ada seseorang yang menanam buah kemudian memanennya di tahun yang sama. Ini artinya Ishak menerima unusual miracle. Jika Alkitab mencatat bahwa unusual miracle pernah terjadi, pasti kita pun bisa mengalaminya. Mazmur 1:1-3 Berbahagialah orang yang tidak berjalan menurut nasihat orang fasik, yang tidak berdiri di jalan orang berdosa, dan yang tidak duduk dalam kumpulan pencemooh, tetapi yang kesukaannya ialah Taurat TUHAN, dan yang merenungkan Taurat itu siang dan malam. Ia seperti pohon, yang ditanam di tepi aliran air, yang menghasilkan buahnya pada musimnya (=berkat itu tidak sama sepanjang waktu melainkan ‘bermusim’), dan yang tidak layu daunnya; apa saja yang diperbuatnya berhasil.

Step 6 – Mencari sumur di padang pasir. Kejadian 26:19-22 Ketika hamba-hamba Ishak menggali di lembah itu, mereka mendapati di situ mata air yang berbual-bual airnya. Lalu bertengkarlah para gembala Gerar dengan para gembala Ishak. Kata mereka: “Air ini kepunyaan kami.” Dan Ishak menamai sumur itu Esek, karena mereka bertengkar dengan dia di sana. Kemudian mereka menggali sumur lain, dan mereka bertengkar juga tentang itu. Maka Ishak menamai sumur itu Sitna. Ia pindah dari situ dan menggali sumur yang lain lagi, tetapi tentang sumur ini mereka tidak bertengkar. Sumur ini dinamainya Rehobot, dan ia berkata: “Sekarang TUHAN telah memberikan kelonggaran kepada kita, sehingga kita dapat beranak cucu di negeri ini.” Esek artinya perdebatan, Sitna artinya perselisihan; Rehobot artinya tempat yang luas. Hal ini menandakan bahwa memperluas suatu usaha bukanlah hal yang mudah, selalu penuh perjuangan dan persaingan.

Step 7 – Sumur Abraham, yaitu Bersyeba. Kejadian 26:23,26-33 Dari situ ia pergi ke Bersyeba. Datanglah Abimelekh dari Gerar mendapatkannya, bersama-sama dengan Ahuzat, sahabatnya, dan Pikhol, kepala pasukannya. Tetapi kata Ishak kepada mereka: “Mengapa kamu datang mendapatkan aku? Bukankah kamu benci kepadaku, dan telah menyuruh aku keluar dari tanahmu?” Jawab mereka: “Kami telah melihat sendiri, bahwa TUHAN menyertai engkau; sebab itu kami berkata: baiklah kita mengadakan sumpah setia, antara kami dan engkau; dan baiklah kami mengikat perjanjian dengan engkau, bahwa engkau tidak akan berbuat jahat kepada kami, seperti kami tidak mengganggu engkau, dan seperti kami semata-mata berbuat baik kepadamu dan membiarkan engkau pergi dengan damai; bukankah engkau sekarang yang diberkati TUHAN.” Kemudian Ishak mengadakan perjamuan bagi mereka, lalu mereka makan dan minum. Keesokan harinya pagi-pagi bersumpah-sumpahanlah mereka. Kemudian Ishak melepas mereka, dan mereka meninggalkan dia dengan damai. Pada hari itu datanglah hamba-hamba Ishak memberitahukan kepadanya tentang sumur yang telah digali mereka, serta berkata kepadanya: “Kami telah mendapat air.” Lalu dinamainyalah sumur itu Syeba. Sebab itu nama kota itu adalah Bersyeba, sampai sekarang. Ada saja orang yang iri ketika Tuhan telah memberkati kita berlimpah-limpah, kita harus berdamai dengan mereka.

JANJI TUHAN YESUS

  1. Matius 18:19 Dan lagi Aku berkata kepadamu: Jika dua orang (suami istri) dari padamu di dunia ini sepakat (dengan yakin, juga harus sama-sama tahu dan mau) meminta (bersifat rahasia) apa pun juga, permintaan mereka itu akan dikabulkan oleh Bapa-Ku yang di sorga.
  2. Matius 19:5-6 Dan firman-Nya: Sebab itu lakilaki akan meninggalkan ayah dan ibunya dan bersatu dengan isterinya, sehingga keduanya itu menjadi satu daging. Demikianlah mereka bukan lagi dua, melainkan satu. Karena itu, apa yang telah dipersatukan Allah, tidak boleh diceraikan manusia.” (jika suami istri telah sepakat maka tak ada satupun kuasa manusia yang dapat membatalkannya)

SEPAKAT

Suami istri harus sepakat secara roh, jiwa dan tubuh. Jika tidak demikian, tentu berpengaruh terhadap 4 hal vital kehidupan manusia, yaitu: KEUANGAN, KESEHATAN, HUBUNGAN, DAN EMOSI. Keempat hal tersebut harus seimbang komposisinya, sebab akan menjadi penentu maju atau tidaknya kehidupan kita.

Contoh: ketika masalah KEUANGAN terjadi, jika tidak menjaga hati tentu suami istri akan mudah EMOSI sehingga HUBUNGAN menjadi renggang dan berdampak pada menurunnya kualitas KESEHATAN.

Jika salah satu dari keempat hal vital tersebut hancur, maka 3 hal lainnya pun turut hancur. Jadi, jika ada 1 hal diantaranya sedang bermasalah, pertama-tama kita harus mendoakan 3 hal lain yang sedang tidak bermasalah, terakhir kita doakan 1 hal yang sedang bermasalah. Jika dari awal kita hanya fokus mendoakan 1 hal yang sedang bermasalah tersebut tanpa memperhatikan 3 hal lainnya, tentu setelah 1 hal yang bermasalah tersebut membaik sebenarnya 3 hal lain yang tidak ‘terperhatikan’ sudah diserang selama masa pemulihan 1 hal yang bermasalah tadi. Tentu kita tidak menginginkan “1 sembuh, 3 kambuh”.

KONSEP TURUNAN

  1. Milik bersama – WE concept (bukan ME concept), artinya semua barang milik masing-masing bebas pakai tanpa perlu izin tertulis. Suami istri adalah satu tubuh, jadi mindset-nya: jika saya salah maka pasangan saya jadi korban, jika pasangan saya salah maka saya jadi korban. Dengan demikian, suami istri akan saling menjaga barang-barang milik pasangannya. Jangan saling menyalahkan!
  2. Keterbukaan informasi dan akses keuangan (saling tahu income masing-masing). Lukas 12:34 Karena di mana hartamu berada, di situ juga hatimu berada. Pernikahan bukanlah dua pribadi yang hidup sendiri-sendiri tapi tinggal bersama, dalam pernikahan segala sesuatunya harus sepengetahuan bersama.
  3. Tidak ada gaji menggaji antara suami istri. Total gaji adalah uang bersama, harus bisa saling mengambil uang. Yang menjadi pengatur keuangan adalah yang paling bisa mengelola uang (tidak mesti harus selalu istri). Suami istri tidak bisa menyatu dalam hal-hal lain jika tidak bisa bersatu dalam hal keuangan. Nasihat orang tua yang berkata, “Perempuan itu harus bisa cari uang sendiri, nanti kalau suami macem-macem tinggal tendang, ga rugi!” itu salah besar, sebab menanamkan prinsip pemisahan keuangan antara suami dan istri. Puji Tuhan jika suami istri sama-sama menghasilkan nafkah, tapi tidak boleh ada pemisahan keuangan.
  4. Tidak ada saling pinjam bahkan hutang. Tidak ada istilah hutang kepada diri sendiri. Jika suami istri adalah satu, tentu tidak bisa saling berhutang.
  5. Pembagian tugas dan beban. Suami istri harus saling berbagi pemahaman agar sama-sama mengerti dalam mengerjakan suatu hal bisa saling back-up. Jangan sampai saling tidak mau tahu tentang pekerjaan masing-masing, justru suami istri harus saling mendukung (meskipun bukan ahli di bidang yang digeluti oleh pasangan). Menjadikan orang lain sebagai ‘tangan kanan’ kita lebih dari pada pasangan kita (dalam hal kepercayaan, pemahaman, penolong dalam pekerjaan) sangat tidak dianjurkan karena bisa merenggangkan hubungan suami istri bahkan menimbulkan perselingkuhan.

Masalah keuangan muncul akibat komunikasi yang tidak baik antara suami dan istri. Komunikasi yang baik lahir dari suami istri yang sepakat dan bersatu.

POLA KEUANGAN

Pola keuangan adalah masalah input & output. Input (pemasukan) harus lebih banyak dibandingkan output (pengeluaran). Jangan besar pasak dari pada tiang!
INPUT

  1. MENGGALI SUMUR. Ini tahap ketika Ishak menggali Esek & Sitna hingga memperoleh Rehobot, kita harus memiliki:
    • Calling (panggilan), diperoleh dari Tuhan maka harus banyak berkomunikasi dengan Tuhan. Jangan “buka sumur” tanpa panggilan Tuhan!
    • Competency (kompetensi/talenta), diperoleh dari kelas-kelas pengembangan diri baik formal maupun informal. Semakin kita mengenal talenta kita maka semakin kita mengerti panggilan kita karena talenta akan mengisi panggilan kita.
    • Courage (keberanian), diperoleh dari pengalaman demi pengalaman akhirnya kita berani mengambil suatu keputusan untuk melangkah lebih maju dalam karir kita (ada instinct).
    • Coaching (mentoring), diperoleh dari komunitas yang saling membangun dalam karir. Jaga jarak terhadap orang-orang yang ‘tidak bermanfaat’ dalam mengembangkan karir kita, contoh: teman-teman yang selalu ajak ngerumpi dan nongkrong tanpa memikirkan masa depan.
  2. MENJAGA SUMUR, di tahap ini kita harus memiliki:
    • Kegigihan/ketangguhan (persistensi)
    • Keyakinan (jangan ada keraguan dalam melangkah)
    • Standar kualitas (kita harus kreatif dalam berkarir tapi tidak melenceng dari standar yang telah baku)
  3. MENGEMBANGKAN SUMUR. Kesuksesan dalam kekristenan itu bertahap didaki seperti tangga, bukan cepat naik turun seperti roda. Hanya perkenanan Tuhan-lah yang membawa kita bisa sampai ke tahap ini, sehingga kita memiliki:
    • Karakter
    • Koneksi
    • Komunikasi
    • Keteraturan (manajemen doa)
    • Kreativitas
  4. MEMBANGUN NILAI. Ini tahap ketika Ishak tiba di Bersyeba, kita harus membangun:
    • Komunitas sosial (selain komunitas bisnis)
    • Nilai keluarga dan pribadi (sesuai panggilan yang Tuhan taruhkan di hati kita, contoh: membiayai anak-anak putus sekolah, mengunjungi panti jompo, dll)

OUTPUT (utamakan poin 1,2 dibandingkan poin 3,4,5)

  1. Belanja rohani, seperti: persepuluhan, menabur bagi pembangunan rumah gereja, mengikuti kelas pemahaman Alkitab, membeli CD lagu rohani, dll.
  2. Tabungan & investasi. Tabungan sifatnya menahan uang agar tidak terpakai tapi nilai uang tidak berkembang (bahkan cenderung berkurang jika terpotong biaya administrasi bank ataupun tergerus inflasi), sedangkan investasi sifatnya mengembangkan uang di instrumen-instrumen yang dapat menambah nilai uang kita sehingga tidak tergerus inflasi (contoh: membeli tanah, saham, membeli alat musik akustik – yang mana semakin lama harga barang-barang tersebut akan semakin naik, bukan turun). Hindari membeli barang-barang yang nilai jualnya semakin lama semakin turun. Paling tidak 10% dari pendapatan kita selalu disisihkan untuk keperluan masa depan. Don’t put you eggs in one basket!
  3. Belanja gaya hidup, seperti membeli mobil dan handphone (jangan melampaui investasi).
  4. Belanja rutin, seperti beras, shampoo, listrik, dll.
  5. Belanja investasi tak berwujud, seperti: memasukkan anak ke les menggambar (belum tentu anak akan sukses di bidang menggambar), memasukkan anak ke sekolah tari (belum tentu anak akan bekerja sebagai penari). Maka kita harus menyesuaikan kelas-kelas kursus dengan talenta yang dimiliki agar tidak sia-sia (anak pun tidak terpaksa mengikutinya).

PERTANYAAN AWAL USAHA

Sebelum memulai sebuah usaha, kita harus tanyakan kepada diri sendiri:

  1. Produknya barang atau jasa, atau keduanya? Harus disesuaikan dengan talenta.
  2. Siapa pembelinya? Harus ada komunitas yang berpotensi menjadi konsumen.
  3. Siapa pengendalinya? Ini berhubungan dengan manajerial dan pemilihan lini produk. Contoh: dari sebuah usaha bakmi ayam, ada banyak bagian yang bekerja sama, yaitu produsen mie, produsen mangkuk, petani sayuran sawi, pemasok ayam, dll. Fokus kita mau “pegang” bagian yang mana? Mulailah dari hal-hal kecil.
  4. Ketersediaan waktu? Kita akan terjun langsung ke lapangan (usaha utama) atau hanya sebagai ‘pendukung’ (usaha sampingan)?
  5. Pioneer atau pengikut? Perlu originalitas jika hendak menyandang gelar pioneer, dan perlu kreativitas atau modifikasi jika kita menjadi pengikut.

FOKUS KEGIATAN USAHA

Bisnis kita ditopang oleh 4 hal berikut, yaitu:

  • MAN (sumber daya manusia), harus ada orang yang bertalenta.
  • MONEY (uang), harus ada manajemen agar semua teratur.
  • MACHINE (mesin penggerak), harus ada karakter yang kuat untuk menopang kesuksesan kita.
  • METHOD (metode), harus ada jejaring. Apakah kita akan terus terjun di lapangan ketika usaha semakin berkembang sedangkan tenaga kita semakin merosot akibat faktor usia? Apakah cara menjual kita akan selalu face to face sedangkan zaman berubah dengan cepat dan semua dituntut untuk online? Kita harus memikirkan bagaimana mewariskan skill pada orang yang bisa dipercaya dan memperbaharui strategi penjualan kita agar bisnis tidak bangkrut.

“Pernikahan merupakan panggilan mulia dari Tuhan. Karena itu, seharusnya hidup kita semakin naik setelah menikah, bukan semakin turun.”

Total Solution (Solusi Total)

Yohanes 16:7

Namun benar yang Kukatakan ini kepadamu: Adalah lebih berguna bagi kamu, jika Aku pergi. Sebab jikalau Aku tidak pergi, Penghibur itu tidak akan datang kepadamu, tetapi jikalau Aku pergi, Aku akan mengutus Dia kepadamu. (TB)

However, I am telling you nothing but the truth when I say it is profitable (good, expedient, advantageous) for you that I go away. Because if I do not go away, the Comforter (Counselor, Helper, Advocate, Intercessor, Strengthener, Standby) will not come to you [into close fellowship with you]; but if I go away, I will send Him to you [to be in close fellowship with you]. (AMP)

Tuhan Yesus 100% Allah dan 100% manusia ketika hidup di bumi, karenanya Ia tidak serba hadir. Maka dari itu, adalah lebih baik jika Roh Kudus hadir menggantikan keberadaan Yesus Kristus di bumi sebab Roh Kudus itu Maha Hadir. Apa peran Roh Kudus bagi kita?

  1. Penasihat
  2. Penolong
  3. Pembela
  4. Pendoa syafaaat
  5. Penguat
  6. Pendamping

Roh Kudus hadir bagi kita semata-mata agar kita memiliki hubungan yang intim dengan Tuhan di dalam roh, jiwa dan tubuh.

Tubuh meliputi kepala, badan, anggota tubuh. Jiwa meliputi perasaan, keinginan, kehendak. Roh meliputi hati nurani, intuisi, persekutuan. Tubuh kembali ke tanah, sedangkan roh kembali kepada Tuhan (Yang mengaruniakan). Dengan demikian, roh adalah bagian terpenting dalam diri kita maka kepentingan roh harus selalu diutamakan. Roh Kudus-lah total solution kita!

Nehemia Bagi Indonesia

Pendoa syafaat harus tajam melihat keadaan seperti Tuhan melihat, salah satunya kita belajar pemetaan (lingkungan, calon pemimpin, dll) berdasarkan aspek historis, fisik dan rohani. Contoh: calon walikota adalah si A, B dan C, maka kita harus tau profil mereka masing-masing, meliputi latar belakang kehidupan mereka (historis), spanduk-spanduk program kerja mereka (fisik), dan kriteria pemimpin yang Tuhan kehendaki (rohani). Dengan demikian kita menjadi bertanggung jawab atas apa yang kita pilih (entah nanti mereka akan menang atau kalah dalam Pilkada), Tuhan ingin para pendoa yang mengerti apa yang sedang dikerjakan. Ini dimulai dari hal-hal kecil sebelum kelak kita melangkah dalam Pemilihan Presiden.

Nehemia 1:4-5 Ketika kudengar berita ini, duduklah aku menangis dan berkabung selama beberapa hari. Aku berpuasa dan berdoa ke hadirat Allah semesta langit,
kataku: “Ya, TUHAN, Allah semesta langit, Allah yang maha besar dan dahsyat, yang berpegang pada perjanjian dan kasih setia-Nya terhadap orang yang kasih kepada-Nya dan tetap mengikuti perintah-perintah-Nya, berilah telinga-Mu dan bukalah mata-Mu dan dengarkanlah doa hamba-Mu yang sekarang kupanjatkan ke hadirat-Mu siang dan malam bagi orang Israel, hamba-hamba-Mu itu, dengan mengaku segala dosa yang kami orang Israel telah lakukan terhadap-Mu. Juga aku dan kaum keluargaku telah berbuat dosa.

Kita yakin bahwa yang berdosa adalah orang Israel tapi tidak termasuk Nehemia dan keluarganya. Namun dari doa Yeremia ini kita belajar tentang kerendahan hati mengakui dosa pribadi (meskipun kita tidak melakukannya). Kita harus rendah hati introspeksi diri sendiri sebelum memohon pengampunan Tuhan atas kesalahan orang lain. Yakobus 4:7 Karena itu tunduklah kepada Allah, dan lawanlah Iblis, maka ia akan lari dari padamu!

Kita diwajibkan berpuasa selama 52 hari sebelum Pilkada. Kita percaya bahwa apa yang kita lakukan ini seperti puasa yang Nehemia lakukan, yaitu sambil membangun tembok Yerusalem. Nehemia artinya penghibur (pembawa sukacita), jadi kita sedang membangun tembok-tembok yang menangkal setiap intimidasi dan ketakutan dalam masa Pilkada di Indonesia.

Partnership Allah Dan Manusia

KEJADIAN MANUSIA

Kejadian 1:26-28 Berfirmanlah Allah: “Baiklah Kita menjadikan manusia menurut gambar dan rupa Kita, supaya mereka berkuasa atas ikan-ikan di laut dan burung-burung di udara dan atas ternak dan atas seluruh bumi dan atas segala binatang melata yang merayap di bumi.” Maka Allah menciptakan manusia itu menurut gambar-Nya, menurut gambar Allah diciptakan-Nya dia; laki-laki dan perempuan diciptakan-Nya mereka. Allah memberkati mereka, lalu Allah berfirman kepada mereka: “Beranakcuculah dan bertambah banyak; penuhilah bumi dan taklukkanlah itu, berkuasalah atas ikan-ikan di laut dan burung-burung di udara dan atas segala binatang yang merayap di bumi.”

Kita diciptakan seturut gambar Allah maka jika kita hendak melihat Allah, lihatlah kepada diri sendiri. Setiap ciptaan Tuhan didesain untuk sukses masing-masing sesuai tujuan Tuhan atasnya (bukan untuk rusak/gagal). Analogikan seperti handphone, setiap handphone disertai manual book yang mencatatkan bila terjadi kerusakan harus dibawa ke service center resmi (tidak boleh dibongkar sendiri). Jika kita bersikeras memperbaiki sendiri dan berujung kegagalan, mungkin saja kita menyalahkan produsen handphone tsb (sehingga merusak citra produsen). Demikian juga kita bila ‘sedang rusak’ maka harus diperbaiki oleh Sang Pencipta, tentu hidup akan semakin ruwet ketika kita berusaha memperbaiki diri dengan cara manusia (sehingga tidak memuliakan nama Tuhan). Seperti produsen handphone memberikan manual book agar handphone tsb berfungsi sesuai desainnya (sehingga citra produsen terjaga), demikian juga Tuhan memerintahkan kita untuk mentaati manual book kehidupan (yaitu Alkitab) agar kita dapat berfungsi sesuai maksud penciptaan Tuhan (sehingga nama Tuhan tetap mulia). Handphone didesain untuk menyukseskan komunikasi, ikan didesain untuk sukses berenang, burung didesain untuk sukses terbang (tentu akan gagal jika ikan hendak terbang, ataupun burung hendak berenang). Demikian juga jauh sebelum kita dilahirkan, Tuhan telah selesai mendesain kita semata-mata untuk sukses memuliakan nama-Nya.

Kejadian 2:7 ketika itulah TUHAN Allah membentuk manusia itu dari debu tanah dan menghembuskan nafas hidup ke dalam hidungnya; demikianlah manusia itu menjadi makhluk yang hidup.

Jadi, manusia adalah persatuan antara debu tanah dan Roh Allah. Kata “manusia” berasal dari kata “humus”, sehingga dalam bahasa Inggris tertulis “human”, dengan kata sifat “humble” (rendah hati). Maknanya, hanya orang-orang yang rendah hatilah yang akan dihembusi nafas hidup (Roh Allah). Dengan menciptakan manusia dari debu tanah, berarti Allah telah melegalkan manusia untuk memiliki otoritas penuh atas seluruh bumi. Maka Allah tidak lagi berotoritas atas bumi, namun Allah tetap memiliki kuasa dahsyat yang tidak dimiliki oleh manusia. Karena itulah Allah dan manusia harus bermitra (partnership). Allah sangat membutuhkan manusia sebab tanpa manusia, kuasa Allah tidak dapat dinyatakan di bumi. Kita sangat penting bagi Allah demi mewujudkan rencana-Nya atas bumi.

PARTNER ALLAH

Tuhan adalah Roh, sedangkan bumi tercipta secara fisik (jasmaniah); maka Tuhan memerlukan ‘perantara secara jasmani’ ketika Tuhan hendak berurusan dengan bumi, yaitu manusia. Tuhan tidak serta merta melakukan rencana-Nya atas bumi seperti sulap karena otoritas atas bumi sudah diberikan sepenuhnya kepada manusia, maka Tuhan memerlukan ‘izin’ dari manusia untuk berperkara atas bumi. Ketika kita berkata, “Ya” (=berdoa) barulah surga bekerja. Contoh: ketika Tuhan hendak menyeberangkan bangsa Israel melalui Laut Teberau, Tuhan menghendaki agar Harun memukulkan tongkatnya di tepi sungai terlebih dahulu, juga ketika Tuhan hendak menyatukan kembali Laut Teberau saat pasukan Mesir mengejar bangsa Israel, Harun harus memukulkan tongkatnya kembali – barulah air laut menyeruak menenggelamkan pasukan Mesir. Demikian halnya dengan kita, surga menunggu kita ‘mengizinkan’ kuasa Allah dinyatakan di bumi.

Iblis juga berbentuk roh; dengan menduplikasi cara kerja Tuhan, iblis pun memerlukan tubuh jasmani untuk bermanifestasi di bumi. Contoh: iblis merasuki ular untuk menipu Hawa. Tuhan tidak langsung melarang Hawa ketika sedang berbicara dengan ular sebab Tuhan berbentuk Roh sehingga Ia tidak memiliki otoritas atas hal-hal jasmani di bumi. Iblis membujuk Hawa untuk berpikir seperti iblis (ingin menyamai Tuhan), sehingga kepentingan iblis atas bumi dapat terwujud ketika Hawa sepakat dengan mindset iblis. Karena begitu pentingnya peran tubuh manusia bagi kepentingan Allah maupun iblis di muka bumi, maka manusia selalu ‘diperebutkan’ oleh Allah dan iblis. Roma 12:1 Karena itu, saudara-saudara, demi kemurahan Allah aku menasihatkan kamu, supaya kamu mempersembahkan tubuhmu sebagai persembahan yang hidup, yang kudus dan yang berkenan kepada Allah: itu adalah ibadahmu yang sejati. Jika kita memberi tubuh kita kepada Tuhan berarti Tuhan bebas ‘menumpang’ (tinggal) di dalam diri kita. Sebaliknya, jika kita tidak menjaga hati (pintu kehidupan), tentu iblislah yang akan mengambil alih kehidupan kita. Tanda ketika iblis telah menguasai kita, yaitu kita terbiasa melakukan hal-hal yang tidak wajar tanpa merasa bersalah.

Kejadian 3:14-15 Lalu berfirmanlah TUHAN Allah kepada ular itu: “Karena engkau berbuat demikian, … Aku akan mengadakan permusuhan antara engkau dan perempuan ini, antara keturunanmu dan keturunannya; keturunannya (=Yesus Kristus) akan meremukkan kepalamu, dan engkau akan meremukkan tumitnya.”

Matius 1:23 “Sesungguhnya, anak dara itu akan mengandung dan melahirkan seorang anak laki-laki, dan mereka akan menamakan Dia Imanuel” – yang berarti: Allah menyertai kita.

Karena kepentingan Allah atas bumi melalui Adam dan Hawa gagal, maka Allah mewujudkan rencana-Nya melalui Yesus Kristus. Dalam bahasa aslinya, “Imanuel” berarti Allah di dalam manusia [im = dalam, man = manusia, El = Allah]. Jadi, Allah sah untuk berperkara di bumi karena ada Yesus Kristus. Allah tidak dapat berbuat apa-apa tanpa manusia Yesus Kristus. Sebagaimana Allah memakai Yesus Kristus, demikian pula Allah memakai kita untuk mewujudkan rencana-Nya bagi lingkungan sekitar kita. Tanpa Allah, manusia tak mampu. Tanpa manusia, Allah tak mau.

DOA

Doa adalah jalur kerja sama kita dengan Allah (penghubung bumi dan surga). Doa adalah bahasa kita memberikan izin kepada Tuhan untuk turut campur dalam segala perkara di muka bumi.

Wahyu 8:3-5 Maka datanglah seorang malaikat lain, dan ia pergi berdiri dekat mezbah dengan sebuah pedupaan emas. Dan kepadanya diberikan banyak kemenyan untuk dipersembahkannya bersama-sama dengan doa semua orang kudus di atas mezbah emas di hadapan takhta itu. Maka naiklah asap kemenyan bersama-sama dengan doa orang-orang kudus itu dari tangan malaikat itu ke hadapan Allah. Lalu malaikat itu mengambil pedupaan itu, mengisinya dengan api dari mezbah, dan melemparkannya ke bumi. Maka meledaklah bunyi guruh, disertai halilintar dan gempa bumi.

Artinya, tanpa doa orang kudus tak akan ada “ledakan bunyi guruh disertai halilintar” (ledakan kuasa Allah) dari surga ke muka bumi. Maka dari itu, kita tidak boleh berhenti berdoa. Doa-doa kita adalah penyemangat bagi surga untuk menyatakan kuasa Allah.

Alkitab menuliskan bahwa Yesus adalah Anak Allah, di sisi lain Yesus adalah Anak Manusia. Artinya: sebagai Anak Allah, Yesus mempunyai kuasa yang besar, dan di sisi lain sebagai Anak Manusia, Yesus mempunyai otoritas. Kedua hal ini harus ada bersamaan sebagai ‘lisensi’ bagi terwujudnya kuasa Allah di bumi. Jadi, tubuh kita adalah senjata Allah yang paling berbahaya karena dengan tubuh jasmani ini kita memiliki otoritas yang sah atas bumi. Singkatnya, kita adalah pemegang otoritas Allah di bumi, tetapi kuasa berasal dari Allah.

Matius 16:19 Kepadamu akan Kuberikan kunci Kerajaan Sorga. Apa yang kauikat di dunia ini akan terikat di sorga dan apa yang kaulepaskan di dunia ini akan terlepas di sorga.”

Mazmur 23:3 Ia menyegarkan jiwaku. Ia menuntun aku di jalan yang benar oleh karena nama-Nya. Ayat ini menekankan kepada kita bahwa oleh karena nama-Nya maka Allah memberi segala kebaikan kepada kita. Dengan demikian, kita seharusnya berdoa meminta setiap kebaikan (kesembuhan, kelepasan, kemenangan, dll) agar kita bisa memuliakan nama-Nya (bukan semata-mata untuk kepentingan diri sendiri).

PUASA

Imamat 16:29-31 Inilah yang harus menjadi ketetapan untuk selama-lamanya bagi kamu, yakni pada bulan yang ketujuh, pada tanggal sepuluh bulan itu kamu harus merendahkan diri dengan berpuasa dan janganlah kamu melakukan sesuatu pekerjaan, baik orang Israel asli maupun orang asing yang tinggal di tengah-tengahmu. Karena pada hari itu harus diadakan pendamaian bagimu untuk mentahirkan kamu. Kamu akan ditahirkan dari segala dosamu di hadapan TUHAN. Hari itu harus menjadi sabat, hari perhentian penuh, bagimu dan kamu harus merendahkan diri dengan berpuasa. Itulah suatu ketetapan untuk selama-lamanya.

Kata “puasa” dalam bahasa aslinya bermakna “afflict your soul” (menyebabkan jiwamu sakit), maksudnya merendahkan diri dengan perasaan hancur hati sampai pada titik tak ingin makan (walaupun makanannya lezat) karena sadar bahwa kita lebih membutuhkan Tuhan untuk campur tangan atas sebuah perkara genting/darurat dibanding kita membutuhkan makanan. Berpuasa bukanlah sebuah program diet, melainkan harus dilakukan dengan pengertian rohani dan sikap hati yang benar. Berpuasa bukan ukuran prestasi kerohanian seseorang, melainkan cara kita menyampaikan betapa kita tidak mampu dan membutuhkan campur tangan Tuhan.

Finishing Well

Robert Clinton menuliskan dalam bukunya yang ditulis berdasarkan riset selama 50 tahun bahwa hanya sekitar 15-20% dari orang Kristen yang masuk surga. Penghalang finishing well (mencapai garis akhir di surga) yaitu:

  1. Masalah keluarga. Suami dan istri harus saling mendukung dalam melayani Tuhan, bukan saling menghalangi ataupun hanya mengandalkan salah satu pasangan untuk membawa keluarga ke surga (ingat: ke surga membutuhkan perjuangan pribadi, bukan sistem rombongan). Kita harus memberi perhatian khusus bagi keluarga kita.
  2. Masalah seksual. Sedahsyat apapun urapan Tuhan atas kita tanpa diimbangi dengan attitude yang benar hanyalah sia-sia.
  3. Masalah keuangan. Matius 6:21 Karena di mana hartamu berada, di situ juga hatimu berada. Mazmur 62:11b … apabila harta makin bertambah, janganlah hatimu melekat padanya.
  4. Masalah kesombongan (tidak mau ditegur/diperbaiki seturut kehendak Tuhan).
  5. Masalah plateuing (kondisi gereja yang sedang turun) – kita harus peka terhadap kondisi hal ini. Plateuing terjadi seiring dengan masalah kesombongan yang tidak dibenahi.

Kiranya di detik-detik akhir perjalanan hidup kita, kita dapat mengatakan 2 Timotius 4:7 Aku telah mengakhiri pertandingan yang baik, aku telah mencapai garis akhir dan aku telah memelihara iman.

Bagaimana agar kita finishing well?

  1. Constant renewal yaitu pembaharuan terus-menerus supaya tetap intim dengan Tuhan. Hal ini dapat dilakukan dengan masuk doa fajar dan menara doa. Doa fajar adalah karakter Yesus seperti tertulis dalam Markus 1:35 Pagi-pagi benar, waktu hari masih gelap, Ia bangun dan pergi ke luar. Ia pergi ke tempat yang sunyi dan berdoa di sana.
  2. Disiplin, melalui doa, puasa dan menjadi pelaku firman. 1 Korintus 9:27 Tetapi aku melatih tubuhku dan menguasainya seluruhnya, supaya sesudah memberitakan Injil kepada orang lain, jangan aku sendiri ditolak. Matius 7:21 Bukan setiap orang yang berseru kepada-Ku: Tuhan, Tuhan! akan masuk ke dalam Kerajaan Sorga, melainkan dia yang melakukan kehendak Bapa-Ku yang di sorga.
  3. Memiliki banyak mentor rohani yang berani menegur kita. Sangat berbahaya jika kita tidak ada mentor (=tidak ada covering).

Para teroris saja begitu radikal dengan imannya yang tidak benar, terlebih kita yang beriman pada kebenaran bagaimana mungkin tidak radikal?

Intercessor Prayer (Pendoa Syafaat)

Pendoa syafaat itu mengajukan permohonan-permohonan kepada Tuhan bagi kebaikan hidup orang lain (pengantara), beberapa contoh di Alkitab yaitu: Daniel, Musa, Ester, Abraham, bahkan Tuhan Yesus. Tokoh-tokoh yang dipanggil Tuhan sebagai pendoa syafaat hidupnya penuh pengorbanan.

Keluaran 32:32 Tetapi sekarang, kiranya Engkau mengampuni dosa mereka itu — dan jika tidak, hapuskanlah kiranya namaku dari dalam kitab yang telah Kautulis.” (Doa Musa ini mencerminkan pengorbanannya sebagai pendoa syafaat). Bentuk pengorbanan lain dilakukan oleh Abraham ketika ia tawar-menawar demi keselamatan penduduk Sodom dan Gomora.

Matius 26:39 Maka Ia maju sedikit, lalu sujud dan berdoa, kata-Nya: “Ya Bapa-Ku, jikalau sekiranya mungkin, biarlah cawan ini lalu dari pada-Ku, tetapi janganlah seperti yang Kukehendaki, melainkan seperti yang Engkau kehendaki.” (Yesus mengorbankan hidupnya demi keselamatan umat manusia). Hal serupa dilakukan Ester di mana ia memberanikan diri menghadap raja tanpa dipanggil (mempertaruhkan nyawanya demi keselamatan bangsanya).

Berdoa dan berdoa syafaat adalah hal yang berbeda. Semua orang bisa berdoa tetapi tidak semua orang dipanggil sebagai pendoa syafaat. Seorang pendoa syafaat secara otomatis memiliki belas kasih atas jiwa-jiwa yang ‘berkebutuhan khusus’ meskipun tidak mengenal mereka. Kita akan semakin exciting dengan hal tsb, bukan terbeban.

Pendoa syafaat memiliki hubungan yang intim dengan Tuhan dan mendapat pewahyuan khusus tentang orang-orang yang didoakan serta menyampaikan pesan Tuhan tsb dengan tepat. Disinilah karunia hikmat dan berkata-kata dengan pengetahuan kita berfungsi (tidak semua hal harus diberitahukan kepada orang-orang). Tuhan beri kita solusi atas permasalahan orang lain, dan kita perlu peka akan hal ini. Sebagai pengantara antara jiwa-jiwa dengan Tuhan, kita harus membawa masalah mereka kepada Tuhan dan membawa pesan khusus dari Tuhan kepada mereka. Namun kita harus hati-hati dengan roh kesombongan ketika kita merasa ‘dipakai’ Tuhan. Bagian kita hanya berdoa, bukan ikut campur menyelesaikan masalah orang-orang tanpa memperhatikan privasi mereka.

Hal lain yang perlu kita perhatikan adalah maksud Tuhan di balik setiap peristiwa. Tidak semua “hal yang menyenangkan” berasal dari Tuhan, mungkin Tuhan izinkan “hal tidak menyenangkan” terjadi pada kita agar kita terhindar dari “jebakan iblis” yang berselubung “hal yang menyenangkan” tsb. Orang-orang yang berpotensi dipakai Tuhan akan selalu dicobai iblis. Disinilah roh yang peka terhadap tuntunan Roh Kudus itu bekerja!

Kita harus sungguh-sungguh berdoa kepada Tuhan dan mendapatkan kepastian dari-Nya. Adalah lelah jika kita hanya berdoa dan berdoa tanpa mendapat kepastian apakah Tuhan akan menjawab doa kita atau tidak. Kita harus mendapatkan solusi dari Tuhan atas setiap doa-doa kita!

Kita harus membuka telinga rohani kita terhadap suara Tuhan dan berjalan dalam ketaatan untuk melakukannya. Yohanes 10:27 Domba-domba-Ku mendengarkan suara-Ku dan Aku mengenal mereka dan mereka mengikut Aku,

Contoh peristiwa: ketika mendoakan seseorang yang sakit jantung, mungkin saja seorang pendoa syafaat merasakan sakit yang dialami orang tsb (bukan mengidap penyakit tsb, tetapi turut menanggungnya). Hal ini sejenis ‘peralihan beban’ yang Tuhan izinkan dialami pendoa syafaat.

Ketika kita mendapatkan sebuah penglihatan, kita harus berhati-hati mengujinya. Jika memang hal tsb dari Tuhan, tentu Ia akan semakin memperjelas hal tsb kepada kita dan meneguhkannya. Jika hal tsb selalu samar-samar, tentulah bukan dari Tuhan.

Nubuat Tahun 2018

Sungguh sebuah kehormatan untuk bisa kembali ke Indonesia, mengapa? Saya suka karena cara menyambah kami sama seperti orang di Indonesia. Dan saya merasakan bagaimana Tuhan itu melihat ke bawah tentang apa yang kita lakukan dan Dia berkenan atasnya. Ini adalah waktu, kunci yang penting untuk kita membuat sebuah kemajuan. Apa yang kita lakukan pada hari ini adalah untuk membawa atmosfir Tuhan turun atas kita. Dan kita mau agar Saudara bebas merdeka untuk menyembah. Ini adalah waktunya kita membuka surga, dan kemudian ada berkat baru yang dicurahkan.

Sekarang ini adalah waktunya untuk kita mulai keluar dari pola pikir yang lama/kuno, karena ada musim yang Tuhan ciptakan untuk masa tuaian. Kita sedang mengalami masa tuaian terbesar sepanjang sejarah, tetapi kita tidak bisa berpola pikir dengan cara yang sama. Oleh sebab itu, kita harus mempersiapkan diri untuk tuaian dari Tuhan.

Ketika Dia memberikan Firman, maka Firman itu dibentuk mental tentang tuaian. Karena Tuhan mau kita memiliki mentalitas tuaian itu. Tidak peduli siapakah Saudara, apapun yang engkau lakukan, dan Dia mau supaya kita memikirkan tentang tuaian. Pada musim in, di mana kita hidup adalah musim terobosan.

Tuhan mengajarkan kepada umat-Nya bagaimana Dia menggunakan gelombang untuk membawa ikan-ikan datang, dan ketika saya menyaksikan pulau-pulau yang ada di tanah ini, maka saya melihat bahwa ikan-ikan itu mulai bergerak. Tuhan katakan, “Bersiap-siaplah, ada satu kelimpahan yang akan datang. Bersiaplah supaya engkau menyiapkan masa depanmu, Aku akan melakukan terobosan sebagaimana yang belum pernah engkau saksikan sebelumnya”. Karena ini adalah musim tentang satu terobosan yang baru, artinya sesuatu yang bleum ada di masa lalu, atau kita mendapatkan satu akses yang lebih besar lagi dibandingkan apa yang pernah kita ambil sebelumnya.

Saya percaya bahwa di kawasan ini Saudara sedang mendapatkan akses yang baru, yang lebih besar lagi. Tahun 2018, di mana 18 merupakan angka  yang sangat menarik. Angka 8 itu berkaitan dengan permulaan yang baru. Tetapi 18 berarti kita maju untuk memperoleh kemenangan. Apapun yang Saudara ambil di tahun ini akan membawa Saudara berkemenangan di tahun berikutnya. Apa yang terjadi sekarang adalah percepatan, apa yang kita mulai sekarang itu akan menciptakan kegerakan di masa depan. Nyatakan kalau sekarang kita berada dalam pergerakan yang tepat.

Inilah yang perlu kita pahami, ada tiga perkataan yang perlu dipahami, ketika kita bergerak pada suatu pergerakan baru. Saudara harus berpikir tentang perubahan:

  1. Sebetulnya perubahan itu dipakai dalam istilah musik untuk naik, dimana suara itu tangga nada mengalami kenaikan. Perubahan bisa dikaitkan pada perubahan bentuk dari satu bentuk ke bentuk lain. Jadi kita harus waspada sekarang ini, ada banyak hal perkara yang terus berubah, di tengah segala perubahan kita harus belajar untuk mengharapkan kemenangan. Jangan biarkan kekalahan kita di musim lalu menjadi halangan yang menghentikan kita di musim yang akan datang.
  2. Perubahan itu berkaitan dengan ekspektasi dan ekspektasi itu berkaitan dengan emosi kita, oleh sebab itu emosi kita harus memberikan kompas kepada kita untuk musim yang terakhir ini. Dan emosi ekspektasi berkatitan dengan kata “harapan”, ekspektasi itu berkaitan dengan kata “masa depan” artinya bahwa Tuhan sudah mempersiapkan segala sesuatu yang jauh lebih besar di masa yang akan datang dibandingkan dengan apa yang engkau alami saat ini.

Saya mau Saudara meletakkan tangan Anda di dada Saudara dan nyatakan supaya ada sesuatu yang lebih besar di masa yang akan datang dibandingkan dengan paa yang engkau alami saat ini. Dan engkau akan mulai berkata, inilah yang sedang terjadi, engkau mulai mengakuinya, dan Saudara mencoba untuk menjelaskannya kepada orang lain, engkau hanya katakana saja, “Inilah yang sedang Tuhan kerjakan”, kemudian Dia akan mulai melakukan satu hal yang tidak biasa yang belum pernah kita saksikan sebelumnya.

Kita berada di penghujung dimana kita akan mulai bergerak maju menerobos pada musim yang baru ini. Saya akan membagikan sebuah kisah di Alkitab yang berkaitan dengan angka 18, yaitu tahun dimana kita hidup saat ini. Angka 18 juga artinya kita menerobos kelemahan kita, apa yang melemahkan engkau di masa lalu, maka Roh Tuhan bersiap untuk mematahkan engkau dari kelemahan itu.

Ada seorang wanita yang kita temukan di dalam Alkitab. Selama 18 tahun wanita ini sudah terbungkuk demikian. Saudara bisa bayangkan di tahun 2000 engkau mengalami itu, lalu 18 thaun engkau masih berjalan menatap kakimu, ketika engkau bungkuk, maka sulit sekali untuk mendapatkan visi ke depan. Yang dapat engkau lakukan adalah berhati-hati dengan langkah yang engkau ambil, tetapi entah bagaimana wanita itu mendengar bahwa Tuhan Yesus sedang lewat ke tempat itu, kemudian Tuhan uga memperhatikan kondisi bungkuk wanita itu. Tuhan katakana kepada wanita yang bungkuk ini, bahwa “Roh yang diutus dari iblis (berkaitan dengan kelemahan yang dialami wanita, artinya ada roh dari si musuh yang mencoba untuk melemahkan langkahmu), Aku perintahkan pergi!” dan tiba-tiba wanita itu bisa berdiri tegak.

Coba bayangkan apa yang dilihat oleh wanita itu, ketika dia berhasil berdiri dengan tegak. Itulah arti dari tahun ini, tahun ini artinya di mana engkau akan berdiri dan menatap lebih jatuh dari apa yang belum pernah engkau lihat sebelumnya. Tahun in iadalah berbicara soal bagaimana engkau menatap sesuatu yang lain, yang belum pernah engkau lakukan sebelumnya. Tahun ini berbicara kepada sumber-sumber daya yang belum pernah engkau temukan. Tahun ini berbicara tentang berdiri, kemudian mematahkan kuasa kelemahan dan melihat melampaui yang ada. Ada visi yang baru darang kepadamu.

  1. Angka 8 juga memiliki arti yang lain. Setiap angka memiliki gambar, setiap angka mempunyai suara, dan angka mempunyai arti dalam kata-kata, dan kata-kata mempunyai angkanya. Saya teringat, ketika saya datang di Indonesia dan menyembah di sebuah gereja yang besar beberapa tahun lalu, mereka sedang menyanyikan lagu dalam bahasa Indonesia, dan saya menemukan beberapa kata dalam bahasa Indonesia itu berkaitan dengan kata-kata di bahasa Ibrani.

Tahun ini dalam penanggalan Ibrani adalah tahun 5778, yang sepertinya sedikit berbeda dengan 2018, tetapi artinya ketika engkau keluar dari pembuangan, itulah arti 70 dan Tuhan memperhatikan bahaimana engkau akan bergerak maju thaun ini. Angka 70 juga berarti engkau akan sanggup melihat sesuatu yang tidak mampu engkau lihat sebelumnya. Angka 70 berkaitan dengan malaikat, sehingga 3 tahun ke depan ini kita akan melihat aktivitas malaikat yang lebih besar lagi, karena ada visi yang baru Tuhan berikan kepada umat-Nya. Tuhan juga akan mengirimkan malaikat-malaikat untuk menolong kita agar dapat menggenapinya. Angka 8 juga berkaitan dengan bagaimana kita menerobos masuk ke dalam sebuah pintu gerbang. Kita sudah perkatakan angka 8 merupakan sebuah permulaan yang baru.

Angka 8 berbicara mengenai mematahkan kelemahan, karena Tuhan sudah menyediakan pintu gerbang kepada kita yang harus kita masuki. Dan di balik pintu gerbang itu disediakan sumber-sumber daya yang jauh melampaui lebih banyak dari apa yang kita miliki saat ini. Di balik pintu gerbang itu akan lebih banyak peperangan rohani. Di sisi yang lain di balik pintu gerbang itu ada tujuan baru yang belum pernah engkau temui sebelumnya. Tuhan mengatakan kepada umat-Nya bahwa engkau akan memasuki pintu gerbang yang baru. Ini adalah pengumuman sebuah perubahan, ada pergeseran perubahan yang terjadi, dan peperangan rohani yang sesungguhnya akan ada padamu. Dan di tengah-tengah semua itu kita harus terus bergerak maju.

Angka 8 berbicara tentang identitas kita di masa depan, engkau akan menjadi seperti apa? Apakah engkau akan membiarkan dunia menentukan jalan hidupmuu atau engkau mau mengalami terobosan seperti Tuhan menyediakan terobosan bagimu.

Identitas 8 adalah ekspresi sebagaimana Tuhan menciptakan Saudara. Saat ini kita memasuki masa di mana Tuhan akan menyingkapkan sesuatu yang belum pernah Dia lakukan sebelumnya, karena engkau terpanggil untuk berkelimpahan, engkah telah dipanggil untuk berkeuntungan. Ketika engkau diciptakan, engkau ditentukan untuk menjadi orang-orang sukses, tetapi bukan berarti kita tidak pernah mengalami kekalahan, artinya ada sukses di dalam diri kita yang sudah ditentukan dan ditempatkan oleh Tuhan sendiri yang membuat kita ini dilahirkan untuk menjadi sukses.

Dikatakan apapun yang dikerjakan tanganmu, lakukan dengan baik. Jadi sukses tidak hanya berkaitan dengan kekayaan, tetapi sukses berkaitan dengan pencapaian-pencapaian, di mana engkau harus mencapai apa yang sanggup engkau kerjakan, dan ada kuasa yang berkaitan dengan kesuksesan.

Pada Yosua 1, umat Israel memasuki apa yang memang harus dimasuki, dan Tuhan mengingatkan kepada mereka bagaimana mereka bisa sampai ke tempat itu. Selama 40 tahun sebelumnya mereka mengalami kekekalan, bukan berarti engkau mengalami kekalahan, Tuhan melupakanmu, kemudian Tuhan berbicara kepada Yosua, karena ia yang akan memimpin ke Tanah Perjanjian, dikatakan-Nya, “Kuatkan dan teguhkanlah hatimu dan kalau engkau merenungkannya siand dan malam apa yang Aku katakana padamu, maka setiap hati engkau akan berkemenangan”.

Merenungkan itu artinya adalah kita bepikir sebagaimana Tuhan berpikir. Inilah waktunya ketika Tuhan akan membuat kita berpikir dengan cara yang berbeda, dan ada kuasa yang berkaitan dengan kelimpahan. Dikatakan bahwa Dia akan memberikan kuasa untuk mendapatkan kekayaan, artinya bahwa Dia memberikan kuasa, kekuatan untuk kita memperoleh kekuatan, sehingga kita bisa masuk dengan kemenangan, untuk mendapatkan sumber-sumber yang membuat kita maju, dan tidak peduli apabila engkau terisolasi sendirian. Kata ‘sukses’ dalam bahasa Ibrani artinya di sepanjang jalanmu, Tuhan telah menetapkan orang-orang yang akan membuatmu sukses, bahwa Tuhan telah menempatkan orang-orang di sepanjang hidupmu yang akan memberikan perkenanan kepadamu, dan Tuhan menempatkan orang-orang yang akan memberikan kepada Saudara hikmat, tentang bagaimana engkau bisa mengalahkan musuh dan melanjutkan perjalanan, tetapi Saudara harus mau bersedia menjadi pribadi yang Dia kehendaki, ini adalah sebuah proses.

Saya ingat dalam kehidupan saya sendiri, saya selalu berpikir bahwa saya akan menjadi dokter, dan Tuhan memberkati saya dengan luar biasa dengan kemampuan untuk berpikir, lalu tibalah suatu waktu saya mendengar Tuhan berbicara, “Aku telah memanggil engkau untuk kesembuhan bangsa-bangsa”. Lalu saya berpikir bahwa saya akan lulus di kedokteran dan saya akan pergi ke Afrika atau bangsa-bangsa lain. Tetapi semakin saya mencari Tuhan dan semakin saya mengikuti Dia, dan bahkan saya semakin menolak dengan apa yang Tuhan katakan, Tuhan terus menuntun saya dan membawa saya ke jalan yang Dia mau untuk saya lalui.

Lihatlah apa yang sudah Tuhan tentukan untuk saya jalani, panggilan Tuhan untuk menyembuhkan bangsa-bangsa bukan dalam istilah medis saja, dan sekarang saya sudah berkeliling dunia ke-160 negara. Tuhan memiliki rencana bahwa Dia mampu memulihkan segala sesuatunya, apapun yang telah terjadi di suatu negara, maka Tuhan mampu menyembuhkan tanah itu, Tuhan bisa menyembuhkan perpecahan suatu bangsa dan membawa kepada tingkat rancangan yang terbaru.

Saya mendengungkan di Indonesia bukan soal kesembuhan saja, tetapi sebuah akselerasi kegerakan, di mana Tuhan mulai bergerak kepada orang-orang yang mencari wajah-Nya bagi bangsa-bangsa. Saudara boleh memberkati orang tersebut dengan cara yang baru dan engkau akan memberikan dampak kepada seluruh dunia untuk menghadapi masa depan.

Sekarang bagaimana kita bisa mendapatkan identitas yang baru ini? Saya begitu suka dengan apa yang dikatakan Alkitab dalam Yesaya 41, pada waktu itu nabi sedang menubuatkan Yakub, bahwa Israel adalah Yakub. Dan dia katakan akan memastikan bahwa Aku akan menolong engkau, tetapi supaya Aku bisa menolong engkau, engkau harus melakukan sebuah perubahan dan berapa banyak dari Saudara yang membutuhkan pertolongan Tuhan saat ini? Angkat tanganmu dan katakana Tuhan aku ingin mengalami terobosan!
Dikatakan Yakub, engkau akan melepaskan rasa takutmu bahwa perasaan takut itu sangat menguasai. Rasa takut itu bukan hanya kita memperoleh sesuatu yang akan terjadi, tetapi rasa takut itu adalah roh yangmau menginvasi kita dan engkau begitu takut akan masa depan, seperti engkau begitu takut akan orang di sekelilingmu. Dikatakan bahwa jangan takut, Aku yang akan menyertaimu, “Janganlah takut, hai sic acing Yakub, hai si ulat Israel! Akulah yang menolong engkau, demikianlah firman TUHAN, dan yang menebus engkau ialah Yang Mahakudus, Allah Israel.” (Yesaya 31:14)

Apakah engkau suka, bila Tuhan memanggil  Anda “si cacing”? Tetapi seringkali kita memperoleh identitas kita sebagaimana cacing. Kita memiliki identitas tidak seperti yang Tuhan inginkan, salah satu alasan saya suka datang ke Indonesia, kita bisa turun ke bawah sini menyembah, menari tanpa rasa takut, maka ketika Tuhan melihat kita menyembah tanpa rasa takut, Dia mulai melakukan sesuatu dalam hidup kita. Dia mulai mengubahkan sekeliling kita.

Dikatakan bahwa “Hai Yakub, si cacing, Aku membuat engkau menjadi papan pengirik yang tajam dan baru, dengan gigi dua jajar;” Itu adalah ciri-ciri yang begitu berbeda dengan seekor cacing. Tuhan sanggup melakukan sesuatu yang baru dalam hidupmu. Saudara jangan menjadi cacing lagi, Tuhan memiliki rencana yang dahsyat dalam hidupmu. Lalu dikatakan ini yang akan mengubah identitasnya, tetapi sebelum dilanjutkan, Saudara harus menerima perkataan Tuhan dalam hidupmu. Tuhan mau agar Saudara bisa bersama-sama, Saudara harus belajar menyukai jati diri Saudara, saya tidak mengartikan bahwa Saudara suka terhadap apa yang Saudara lakukan. Kalau Saudara menyukai tentang segala sesuatu yang Tuhan sudah tentukan Saudara menjadi satu pribadi, maka Saudara akan melakukan hal-hal dengan benar.

Dan kemudian dikatakan kepada Yakub: dengan cara demikianlah engkau mengubahkan identitasmu, engkau akan melihat gunung-gunung itu yang telah menghentikan engkau di musim sebelumnya dan engkau yang akan melumpuhkan gunung-gunung itu. Karena identitas yang engkau miliki saat ini bukanlah cacing yang sedang berjalan dengan perutnya, tapi pengirikan yang tajam; yang akan menghancurkan setiap gunung-gunung yang mencoba menghentikan engkau di musim sebelumnya.

Nabi yang lain adalah Zakharia. Diperlukan waktu yang lama untuk Israel menemukan jati diri mereka yang sebenarnya. Kita menghabiskan banyak waktu untuk menemukan siapa diri kita. Bisa saja Tuhan sudah menunjukkan sesuatu, tetapi Indonesia membutuhkan waktu yang lama untuk mengenalinya. Mungkin saja dibutuhkan waktu bertahun-tahun, namun dalam seketika Saudara menyadarinya, ternyata aku diciptakan untuk melakukan ini, dan tiba-tiba Tuhan mencurahkan perkenanan-Nya dengan cara yang terbaru. Dia mulai menggerakkan Saudara dengan cara yang baru, dan Tuhan memberikan kemampuan kepada Saudara untuk melakukan apa yang Dia perintahkan untuk dilakukan.

Zakharia 3, kita berbicara tentang ratusan tahun berikutnya, mereka masih bergumul, mereka masuk di dalam pembuangan selama 70 tahun, tetapi Zakharia adalah nabi yang selalu berkata, “Tuhan akan segera datang. Tuhan akan menyembuhkan engkau, Tuhan memiliki masa depan bagimu”. Saudara masih belum menyaksikan apapun juga, yang terbaik masih ada di hadapanmu, dan tiba-tiba ada waktu yang menciptakan momentum untuk masa depanmu.

Sudah tiba waktunya bagi Yosua untuk memimpin umat masuk ke tempat yang baru. Ini bukan Yosua yang sama yang tadi kita baca, dan Tuhan masih menantikan mereka ratusan tahun lamanya, supaya mereka bergerak ke tempat yang baru. Di dalam Zakharia ini, Yosua adalah imam besar yang membawa umat Israel dalam penyembahan yang baru. Pada saat kita tiba di waktu yang sudah ditetapkan, maka iblis akan datang dan mulai menghakimi, menuntut kepada kita, dan iblis akan selalu mengingatkan kita pada masa lalumu. Pada saat engkau siap masuk ke masa depanmu, dan saya suka sekali cara Tuhan membela Yosua. Dia katakan, “Aku tahu bagaimana kacaunya mereka di masa lalu”. Tuhan tahu semua kegagalan Saudara di masa lalu, Dia tahu semua perasaan takutmu di masa lalu, kemudian Tuhan katakan, “Aku menengking engkau iblis, karena Aku akan membawa umat-Ku masuk ke tempat yang baru”. Inilah waktunya untuk masa depan Indonesia.

Kemudia Dia katakan, “Aku akan menanggalkan pakaian kotormu itu”. Sepanjang sejarah Alkitab, Tuhan menanggalkan pakaian kotor dari umat-Nya, dan di dalam nubuatan-Nya bahwa dia masih mengenakan baju yang lama (masa lalunya). Untuk dapat memasuki masa depanmu, engkau harus menanggalkan masa lalumu, dan Tuhan tidak mau engkau memakai sesuatu dari masa lalumu yang menghalangi engkau masuk ke masa depanmu. Dikatakan, “Aku memiliki pakaian yang baru bagimu, Aku memiliki sebuah hiasan kepala yang baru untukmu. Aku akan memberikan tanda, ketika engkau sudah mendapatkan pakaian yang baru”. Ini sangat penting, apapun yang Saudara kenakan sebagai pakaian baru, “dan Aku akan memberikan tanda-tanda, supaya engkau dapat maju ke depan”, kemudian tiba-tiba malaikat Tuhan menampakkan diri, dan menolong dia untuk dapat bergerak maju, lalu membawanya kepada sebuah gunung.

Kita ingat apa yang sudah dinubuatkan Yesaya ratusan tahun sebelumnya, bahwa mereka akan menjadi pengirikan yang tajam dan baru, sehingga mereka akan sukses berhasil untuk mengirik dan menghancurkan gunung-gunung yang mencoba menghentikan mereka. Dan di sini kita melihat waktu yang berbeda, tempat yang berbeda, dan Tuhan katakan bahwa ini sudah waktunya. Kemudian dia berdiri di hadapan gunung-gunung, dan berteriak kepada gunung-gunung itu “kasih karunia!”.

“Aku sekarang memberikan identitas baru yang telah menghentikan engkau di masa yang lalu, dan ketika engkau mulai berteriak, maka hal itu mulai runtuh”. Tiba-tiba gunung itu runtuh di hadapan mereka dan mereka berhasil untuk masuk ke masa depannya. Doakan apapun yang mencoba menghalangi kita untuk maju, saat ini diruntuhkan, supaya bisa masuk ke hari yang baru. Mari kita doakan agar semua itu digenapi, apa yang menghalangi kita untuk masuk ke masa depan sudah dihancurkan.

Kelimpahan adalah sebuah sifat utama, yang artinya bahwa Saudara itu mendapatkan kekuatan atau dikuatkan, Saudara dipulihkan. Mungkin Saudara telah ditinggalkan, dikhianati, digosipkan, tetapi Saudara sudah dipulihkan, supaya bisa masuk ke musim yang baru.

Uang bisa menjadi sesuatu yang buruk, tetapi di dalam Kerajaan Tuhan bahwa uang itu akan digunakan untuk memajukan kerajaan-Nya dan dipakai untuk sesuatu yang baik, sehingga kita mendapatkan profit itu. Letakkan tanganmu di dadamu sekali lagi, Saudara sudah diciptakan agar kelimpahan menjadi inti dari dirimu. Dan Saudara mungkin bertanya kepada Tuhan apakah Saudara akan mendapatkan profit di level yang baru. Kalau Saudara berkata “Ya”, maka ini yang akan terjadi kepadamu.

Akan ada sebuah pewahyuan yang tidak konvensional, artinya bahwa Tuhan menunjukkan kepada Saudara untuk berpikir dengan cara yang berbeda, kemudian Tuhan akan menunjukkan hal tertentu yang akan kita lakukan, supaya mendapatkan terobosan. Oleh sebab itu, Saudara akan amemasuki kesuksesan. Tahun ini kita akan memasuki era sukses dan era kekayaan yang baru, tahun kelimpahan kekayaan. Ini adalah waktunya untuk mematahkan penundaan-penundaan yang menghambat kita untuk mengalami kegerakan, dan Tuhan memiliki strategi bagi Saudara untuk memasuki level kekayaan ini, serta menciptakan kekayaan di tahun ini. Tuhan memiliki kemampuan agar Saudara memiliki dimensi yang baru, supaya Saudara menemukan emas.

Emas itu berkaitan dengan pengujian yang kita alami. Tahun ini berkaitan dengan emas yang akan kita dapatkan, yang belum kita temuai sebelumnya. Tahun ini adalah berbicara mengenai peningkatan pewahyuan, mengalami terobosan yang belum pernah Saudara alami.

Ketika Tuhan siap menggerakkan umat-Nya ke tempat yang baru, maka:

  • Dia akan memberikan sebuah teriakan yang baru.
  • Dia akan memberikan identitas yang baru.
  • Dia memanggil kita untuk berpikir dengan cara yang berbeda.
  • Dia memberikan kemampuan untuk menghancurkan segala sesuatu yang telah menahan kita di musim sebelumnya.
  • Dia melepaskan sebuah kuasa kasih karunia baru yang melimpah, dan kebanyakan orang tidak tahu bagaimana cara untuk menerima kelimpahan kasih karunia Tuhan.

Di dalam Markus 2, Dia akan mengampun orang yang lumpuh. Orang-orang percaya kepada kesembuhan, dan memang mereka percaya ada orang-orang yang memiliki karunia kesembuhan pada zaman itu. Waktu itu Tuhan sedang mengajar banyak orang, pada saat orang berkerumun mencoba untuk masuk, ada satu orang lumpuh yang tidak berhasil memasuki tempat itu. Kemudian teman-teman orang lumpuh ini mencoba untuk membawa masuk ke tempat di mana kuasa Tuhan menjadi sebuah kenyataan.

Satu hal yang perlu Saudara pahami di dalam kehidupan ini adalah ada kuasa yang besar yang akan menghadang Ssaudara di masa depan, jauh lebih besar dari kuasa yang sebelumnya, sehingga orang itu harus membuka atap untuk menurunkan orang lumpuh di hadapan Tuhan. Tuhan begitu kagum dengan iman mereka, dan saya begitu terkagum-kagum melihat iman orang-orang yang saya temui dua hari yang lalu.

Kalau Tuhan datang hari ini apa yang Dia cari di muka bumi ini? Saya juga begitu luar biasa kagum dengan teman-teman kita di sini, dan saya juga kagum dengan orang-orang yang memiliki iman bahwa mereka akan memiliki kekayaan untuk mengubahkan bangsa ini. Sekarang Saudara harus bertanya kepada Tuhan. “Di level mana aku sudah beroperasi di dalam imanku?”

Engkau memiliki iman terhadap sesuatu, mungkin imanmu terpatok kepada dirimu, tetapi apa yang engkau miliki dengan imanmu itu yang akan melepaskan kuasa kreatifitas bagi masa depanmu. Tidak dikatakan tentang iman orang lumpuh itu, tetapi teman-teman orang lumpuh itu yang memiliki iman. Kadang-kadang Saudara akan diberikan iman untuk mengubahkan kondisi orang lain. Mungkin Tuhan akan memberikan iman kepadamu, supaya satu bangsa bisa diubahkan, kemudian apa yang dilakukan oleh Tuhan? Dia melihat kepada orang lumpuh itu, Dia berkata, “Dosamu sudah diampuni”, dan pikiran beberapa orang yang tidak ada kaitannya dengan kesembuhan, bahkan orang-orang tidak pernah akan menduga kalau Tuhan akan menguvapkan kata-kata itu yang menyebabkan kelemahan orang itu nampak.

Kemudian orang-orang agamawi pada saat itu mulai mengejek Tuhan, karena Dia melepaskan kasih karunia pengampunan-Nya. Tuhan tahu apa yang menjadi pikiran orang-orang itu, dan bahkan Tuhan akan memberikan kemampuan kepada Saudara untuk memahami apa yang dipikirkan oleh orang lain.

Kemudian Tuhan mulai menatap orang lumpuh itu dan berkata, “Bangunlah, berjalanlah dan sembuhlah”. Dengan kata-kata itu Tuhan sedang menyinggung orang-orang yang tidak mau masuk kepada dimensi rohani yang lebih besar. “Baik, kalau engkau tidak mau bergerak di dimensi rohani yang baru, maka Aku akan menggunakan dimensi yang baru ini untuk menyembuhkan orang lumpuh itu”. Inilah yang akan saya sampaikan, ketika Saudara memasuki sebuah musim yang baru, kita masuk ke pintu gerbang yang baru. Kita harus memiliki level kasih karunia yang baru. Ketika kita mulai meneriakkan kasih karunia itu, maka segala sesuatunya akan mulai dibukakan untuk masa depan. Ketika kita bergerak di level iman itu, maka segala sesuatu mulai bekerja untuk Saudara.

Ada seorang sahabat saya yang selama empat puluh tahun ini saya berdoa bersama dengan dia. Anak laki-lakinya mendapatkan kecelakaan sepeda motor, sangat tragis. Kepalanya hancur, dokter mengatakan sudah tidak ada pengharapan. Kami mulai berdoa, lalu bertanya kepada Tuhan apakah ini sudah waktunya untuk anak laki-laki muda ini kembali ke Rumah-Mu? Tuhan katakan “Aku akan menyembuhkan dia”.

Pada saat itu memang situasi begitu sulit, tetapi kalau Tuhan sudah berbicara, kita harus percaya. Lalu anak ini dipindahkan dari satu tempat sampai ke Houston. Anak muda itu dalam status koma selama satu tahun, tidak pernah terjaga. Mereka memanggil teman saya, “Bapak harus segera datang ke Houston”, peristiwa tentang kecelakaan itu sudah satu tahun, koma terus dan tidak pernah ada perubahan. Dokter katakan sepertinya anak ini tidak bisa bertahan lebih jauh lagi. Teman saya menuju Houston dalam perjalanan lima jam itu.

Waktu itu kami sedang ada pertemuan doa, Ann Martin juga berada di pertemua doa itu. Teman saya menelepon saya sambil menangis, karena dia berpikir anak laki-lakinya akan tiada. Saya katakan, “Ayo kita berdoa, kita sedang ada pertemuan doa saat ini”. Otak anak itu sudah tidak bisa berfungsi lagi. Kami berdoa, tiba-tiba dalam pertemuan doa itu saya mendapat penglihatan dimana telunjuk Tuhan turun. Tuhan katakan “Perhatikan apa yang dapat Aku lakukan dengan jari-Ku!”. Tuhan meletakkan jari-Nya dan masuk ke dalam otak anak muda itu dan mulai melakukan beberapa perubahan.

Satu jam kemudian ayah anak itu menelpon saya kembali, dia menangis terisak-isak. Saya tidak bisa mengerti apa yang dia katakan. Saya katakan, “James, jari Tuhan masuk ke otak anakmu dan mulai melakukan sesuatu. Anak laki-lakimu akan baik-baik saja”. Saya tidak bisa mamahami, karena dia tidak bisa mengendalikan dirinya, dia terus menangis. Dia katakan, “Tiga puluh menit sebelumnya anak laki-laki saya terjaga, lalu dia bangun melihat kepada dokter. Aku perlu menelpon ayahku”.

Mereka kemudian menuliskan sebuah buku tentang anak ini, dan yang ingin saya sampaikan kepada Saudara adalah Tuhan memiliki cara-Nya untuk melepaskan kasih karunia-Nya yang baru kepada Saudara. Tidak peduli siapa Saudara atau latar belakang Saudara, Dia memiliki kemampuan untuk membuatmu memiliki kasih karunia.

Inilah yang akan saya katakan kepada bangsa ini, “Dalam tahun ke depan, akan ada teriakan kasih karunia. Bangsa ini akan menyorakkan karih karunia, yang akan membuat penyelarasan terhadap segala sesuatu yang perlu diselaraskan bagi masa depan bangsa ini”. Hari ini mari kita sorakkan kasih karunia, dan lihatlah bagaimana segala halangan itu akan runtuh. Ada kasih karunia yang baru yang akan Tuhan berikan padamu, dan ada sorak sorai kasih karunia yang keluar dari tubuhmu yang akan menerobos bangsa ini melakukan penyelarasan, menerobos segala sesuatunya.

Saya mau Saudara memikirkan hal-hal yang merintangi Saudara di masa lalu, ada dinding tembok yang menghalangi Saudara di masa lalu, artinya ketika Saudara mencapai satu titik yang tidak bisa ditembus pada tahun sebelumnya. Oleh karena musim yang kita alami saat ini, hari ini Tuhan mengawasi apa yang sedang kita lakukan dari titik masuk kita sampai kita menerobos, artinya bahwa Tuhan memberikan kepada Saudara bagaimana caranya. Dia akan membantu Saudara untuk menjalani sebuah jalur yang baru.

Tahun ini adalah tentang gerbang, pintu, malaikat-malaikat, kekayaan, bunyi-bunyian dan peperangan, juga soal memberi. Bagaimana lewat pemberian itu akan membukakan pintu-pintu, dan yang menarik ada satu bagian dimana mereka menemukan tentang malaikat, yaitu di Kejadian 16. Hagar, dia adalah yang menolong Sarah, kemudian dia bersama Abraham memperoleh seorang anak, bernama Ismael. Kemudian Sarah dan Hagar mempunyai perbedaan pendapat.

Hagar bersama Ismael meninggalkan Abraham, tetapi padang gurun sangat panas, kemudian Hagar sampai di suatu tempat di padang gurun. Dia berpikir bahwa dia akan mati karena kehausan, kemudian Tuhan mengutus malaikat untuk mendatanginya, dan malaikat menunjukkan tempat untuk mendapatkan air.

Saya merasa ini merupakan hal yang penting untuk Indonesia, karena yang saya saksikan adalah bagaimana Tuhan menunjukkan orang-orang di Indonesia untuk melakukan sesuatu demi masa depan mereka. Tuhan akan mengutus malaikat-malaikat-Nya untuk membantu kita, bagaimana cara supaya kita bisa masuk ke tanah perjanjian kita. Tetapi mereka harus percaya dan belajar untuk mendengar suara-Nya.

Semuanya itu berfokus bagaimana kita memperoleh akses. Murid-murid Tuhan bertanya, “Ajari kami untuk berdoa Tuhan”, lalu Tuhan katakan, “Ketika engkau berdoa, katakan: Bapa kami yang di sorga, Dikuduskanlah nama-Mu, dan kita mau memuliakan nama-Nya dan menghormati-Nya”.

Tuhan yang membantu Saudara melihat, ketika Saudara tersesat tidak bisa melihat jalanmu, supaya Saudara dapat melihat jalan-Nya. Dan ketika ingin menjamah atau berkoneksi dengan kehendak Bapa di sorga, lalu Saudara membawa kehendak-Nya turun ke alam semesta. Saya mau Saudara membayangkan bahwa di pintu surga sana ada jalan, sehingga mereka dapat memulai akses kepada Bapa di surga. Setiap dari kita memiliki Roh, tetapi sampai Roh Tuhan itu datang dan diam di dalam diri kita, sampai kita melihat ada Roh Tuhan di dalam diri kita.

Sebetulnya roh kita itu hidup di dalam kegelapan dan terbatas, tetapi melalui kuasa kebangkitan Yesus Kristus, kita mendapatkan akses kepada Roh Kristus, kemudian Roh-Nya dapat berdiam di dalam kita. Setiap kita di sini mempunyai hati nurani, dan ketika Roh Tuhan itu ada di dalam kita, maka jendela itu bersama kita, maka jendela itu mempunyai akses ke surgawi. Saat hal itu terjadi, maka kita bisa melihat tentang kesempatan masa depan kita di tahun ini. Banyak sejkali kemampuan untuk membuat kita melihat alam-alam yang belum pernah kita saksikan sebelumnya. Ketika kita selaras dengan surga, lalu jendela surga Saudara sudah diakrifkan, kita dibawa untuk melihat masa depan kita. (bersambung)

Realita Hidup Sebagai Ciptaan Baru

2 Korintus 5:17 Jadi siapa yang ada di dalam Kristus, ia adalah ciptaan baru: yang lama sudah berlalu, sesungguhnya yang baru sudah datang.

Hubungan intim dengan Tuhan adalah esensi kekristenan yang mana dibangun melalui perenungan firman-Nya setiap hari sehingga kita “teruji” sebagai ciptaan baru. Kita akan semakin teruji sebagai ciptaan baru hanya melalui Kristus, artinya di luar Kristus tak ada ciptaan baru.

Kata “ciptaan” (Yun.) artinya:

  1. Peraturan yang baru
  2. Kelakuan yang baru
  3. Mengalami transformasi secara utuh

Roma 12:2 Janganlah kamu menjadi serupa dengan dunia ini, tetapi berubahlah (=be ye transform, KJV) oleh pembaharuan budimu, sehingga kamu dapat membedakan manakah kehendak Allah: apa yang baik, yang berkenan kepada Allah dan yang sempurna.

Kata “berubah” (=metamorpho, Yun.) artinya:

  1. Perubahan bentuk (transfigurasi). Perubahan ini bersifat total (luar dan dalam), bukan sekedar ‘perubahan casing’. Jika kita tidak berubah menjadi ciptaan yang baru, tentu kita akan hidup munafik dan menjadi batu sandungan bagi orang lain.
  2. Perubahan sesuai fakta tentang siapa kita, yaitu: Efesus 5:8-11 Memang dahulu kamu adalah kegelapan, tetapi sekarang kamu adalah terang di dalam Tuhan. Sebab itu hiduplah sebagai anak-anak terang, karena terang hanya berbuahkan kebaikan dan keadilan dan kebenaran, dan ujilah apa yang berkenan kepada Tuhan. Janganlah turut mengambil bagian dalam perbuatan-perbuatan kegelapan yang tidak berbuahkan apa-apa, tetapi sebaliknya telanjangilah perbuatan-perbuatan itu.

Pembaharuan budi diperoleh dengan Filipi 4:8 Jadi akhirnya, saudara-saudara, semua yang benar, semua yang mulia, semua yang adil, semua yang suci, semua yang manis, semua yang sedap didengar, semua yang disebut kebajikan dan patut dipuji, pikirkanlah (=menjadikan inventaris dalam otak & menjadikan sebagai pendapat, Yun.) semuanya itu.

Ketika kita memenangkan pikiran kita, pasti kita dapat memenangkan kehidupan kita!

Kata “baru” (=kainos, Yun.) artinya: baru secara penampilan luar dan baru secara substansi (watak dasar).

Kata “berlalu” (Yun.) artinya sudah binasa dan tidak ada hubungan lagi (tidak penting) sehingga patut diabaikan.

1 Yohanes 1:9 Jika kita mengaku (=mengaku secara terbuka/tidak ada yang ditutup-tutupi dan mengikat janji, Yun.) dosa kita, maka Ia adalah setia dan adil, sehingga Ia akan mengampuni segala dosa kita dan menyucikan (=melenyapkan noda & menyembuhkan tabiat berdosa, Yun.) kita dari segala kejahatan.

Stand Still Where You Are

2 Tawarikh 20:1-4, 14-15, 17, 20 Setelah itu bani Moab dan bani Amon datang berperang melawan Yosafat bersama-sama sepasukan orang Meunim. Datanglah orang memberitahukan Yosafat: “Suatu laskar yang besar datang dari seberang Laut Asin, dari Edom, menyerang tuanku. Sekarang mereka di Hazezon-Tamar,” yakni En-Gedi. Yosafat menjadi takut, lalu mengambil keputusan untuk mencari TUHAN. Ia menyerukan kepada seluruh Yehuda supaya berpuasa. Dan Yehuda berkumpul untuk meminta pertolongan dari pada TUHAN. Mereka datang dari semua kota di Yehuda untuk mencari TUHAN. Lalu Yahaziel bin Zakharia bin Benaya bin Matanya, seorang Lewi dari bani Asaf, dihinggapi Roh TUHAN di tengah-tengah jemaah, dan berseru: “Camkanlah, hai seluruh Yehuda dan penduduk Yerusalem dan tuanku raja Yosafat, beginilah firman TUHAN kepadamu: Janganlah kamu takut dan terkejut karena laskar yang besar ini, sebab bukan kamu yang akan berperang melainkan Allah. Dalam peperangan ini tidak usah kamu bertempur. Hai Yehuda dan Yerusalem, tinggallah berdiri di tempatmu, dan lihatlah bagaimana TUHAN memberikan kemenangan kepadamu. Janganlah kamu takut dan terkejut. Majulah besok menghadapi mereka, TUHAN akan menyertai kamu.” Keesokan harinya pagi-pagi mereka maju menuju padang gurun Tekoa. Ketika mereka hendak berangkat, berdirilah Yosafat, dan berkata: “Dengar, hai Yehuda dan penduduk Yerusalem! Percayalah kepada TUHAN, Allahmu, dan kamu akan tetap teguh! Percayalah kepada nabi-nabi-Nya, dan kamu akan berhasil!”

Yakobus 1:2-3 Saudara-saudaraku, anggaplah sebagai suatu kebahagiaan, apabila kamu jatuh ke dalam berbagai-bagai pencobaan, sebab kamu tahu, bahwa ujian terhadap imanmu itu menghasilkan ketekunan.

Masalah adalah salah satu alat Tuhan untuk mendewasakan kita. Salah satu cara yang Tuhan kehendaki agar kita lakukan di tengah himpitan masalah adalah berdiam diri. Dengan demikian, Tuhan bermaksud agar kita:

  1. Bertahan menghadapi para lawan kita tanpa perlu melawannya. Roma 8:31 Sebab itu apakah yang akan kita katakan tentang semuanya itu? Jika Allah di pihak kita, siapakah yang akan melawan kita? Kejadian 50:20 Memang kamu telah mereka-rekakan yang jahat terhadap aku, tetapi Allah telah mereka-rekakannya untuk kebaikan, dengan maksud melakukan seperti yang terjadi sekarang ini, yakni memelihara hidup suatu bangsa yang besar.
  2. Belajar untuk menolak refleks/naluri manusiawi yang selalu bereaksi membalas kejahatan.
  3. Berdiri di tempat yang Tuhan sudah tentukan (berdiri di atas firman) dan mengandalkan Tuhan.
  4. Fokus kepada Tuhan, lihatlah bagaimana Tuhan memberikan kemenangan pada kita!
  5. Percaya kepada Tuhan dan tuntunan yang disampaikan oleh hamba-hamba-Nya demi kebaikan kita.

Yesaya 30:15 Sebab beginilah firman Tuhan ALLAH, Yang Mahakudus, Allah Israel: “Dengan bertobat dan tinggal diam kamu akan diselamatkan, dalam tinggal tenang dan percaya terletak kekuatanmu.”