The Last Giants

Ciri-ciri raksasa dalam kehidupan:

  1. Terlampau sukar untuk dapat dihadapi
  2. Merasa tidak punya kekuatan untuk menang
  3. Dihadapi dalam kurun waktu periode lama bahkan tidak menentu kapan berakhir
  4. Membuat tawar hati dan cemas

Apakah Goliat adalah raksasa bagi Daud? 1 Samuel 17:50 Demikianlah Daud mengalahkan orang Filistin itu dengan umban dan batu; ia mengalahkan orang Filistin itu dan membunuhnya, tanpa pedang di tangan.

Daud menghadapi raksasa yang sesungguhnya, yaitu Saul (bukan Goliat). 1 Samuel 19:2 sehingga Yonatan memberitahukan kepada Daud: “Ayahku Saul berikhtiar untuk membunuh engkau; oleh sebab itu, hati-hatilah besok pagi, duduklah di suatu tempat perlindungan dan bersembunyilah di sana. 1 Samuel 18:11 Saul melemparkan tombak itu, karena pikirnya: “Baiklah aku menancapkan Daud ke dinding.” Tetapi Daud mengelakkannya sampai dua kali.

Kunci Daud menghadapi raksasa kehidupan, yaitu:

  1. Carilah habitat yang tepat. 1 Samuel 19:18 Setelah Daud melarikan diri dan luput, sampailah ia kepada Samuel di Rama dan memberitahukan kepadanya segala yang dilakukan Saul kepadanya. Kemudian pergilah ia bersama-sama dengan Samuel dan tinggallah mereka di Nayot [=habitat, Ibr.]. Habitat adalah tempat tinggal yang punya ke-khasan tertentu. Perhatikan habitat kita selama menghadapi raksasa kehidupan, yaitu habitat yang memberi dampak positif bagi kita.
  2. Carilah keadilan dari Allah (bukan manusia). 1 Samuel 22:1 Lalu Daud pergi dari sana dan melarikan diri ke gua Adulam. Ketika saudara-saudaranya dan seluruh keluarganya mendengar hal itu, pergilah mereka ke sana mendapatkan dia. Adulam diambil dari kata ‘adlay’ yang artinya adalah keadilan dari Allah Israel.
  3. Carilah tempat perlindungan. 1 Samuel 23:14 Maka Daud tinggal di padang gurun, di tempat-tempat perlindungan. Ia tinggal di pegunungan, di padang gurun Zif. Dan selama waktu itu Saul mencari dia, tetapi Allah tidak menyerahkan dia ke dalam tangannya. Padang gurun identik dengan proses kehidupan, namun tidak semua padang gurun bermakna demikian. Zif artinya battlement (menara yang berada di benteng pertahanan yang digunakan untuk menembaki musuh). Perlengkapan senjata Allah memiliki 2 fungsi, yaitu untuk bertahan dan menyerang (Efesus 6:13-18). Ikat pinggang kebenaran, baju zirah keadilan, kasut kerelaan untuk memberitakan Injil, perisai iman dan ketopong keselamatan merupakan senjata untuk bertahan dari serangan iblis. Sedangkan senjata untuk menyerang iblis adalah pedang Roh, yaitu firman Allah, dalam segala doa dan permohonan. Berdoalah setiap waktu di dalam Roh dan berjaga-jagalah di dalam doa kita dengan permohonan yang tak putus-putusnya untuk segala orang Kudus.
  4. Carilah En-Gedi. 1 Samuel 24:1-5 Daud pergi dari sana, lalu tinggal di kubu-kubu gunung di En-Gedi. Ketika Saul pulang sesudah memburu orang Filistin itu, diberitahukanlah kepadanya, demikian: “Ketahuilah, Daud ada di padang gurun En-Gedi.” Kemudian Saul mengambil tiga ribu orang yang terpilih dari seluruh orang Israel, lalu pergi mencari Daud dan orang-orangnya di gunung batu Kambing Hutan. Ia sampai ke kandang-kandang domba di tepi jalan. Di sana ada gua dan Saul masuk ke dalamnya untuk membuang hajat, tetapi Daud dan orang-orangnya duduk di bagian belakang gua itu. Lalu berkatalah orang-orangnya kepada Daud: “Telah tiba hari yang dikatakan Tuhan kepadamu: Sesungguhnya, Aku menyerahkan musuhmu ke dalam tanganmu, maka perbuatlah kepadanya apa yang kaupandang baik. “Maka Daud bangun, lalu memotong punca jubah Saul dengan diam-diam. Ada raksasa kehidupan yang akhirnya terkalahkan, namun ada pula raksasa kehidupan yang masih belum bisa disingkirkan dari kehidupan kita. Percayalah bahwa dengan adanya raksasa kehidupan tersebut, justru kita semakin dekat dengan Tuhan hingga pada saatnya nanti raksasa kehidupan tersebut tersingkir sendirinya dari kehidupan kita. Bagi Allah tidak ada yang mustahil!
Advertisements