We Are The Messenger Of The Third Pentacost

Kita adalah pembawa pesan Pentakosta ke-3 bagi seluruh dunia! Untuk itu kita perlu Roh Kudus, tanpa Roh Kudus tentu Pentakosta ke-3 tak akan terjadi. Kita memerlukan kesetiaan untuk memahami pesan Tuhan yang kita terima, sebab mungkin pewahyuannya tidak langsung kita terima saat itu juga.

Beberapa prinsip pelayanan doa dalam Pentakosta ke-3, yaitu:

  1. Firman Allah sifatnya kreatif (mencipta). Meskipun tidak terlihat, firman Allah yang diucapkan akan ‘ambil posisi’ di alam roh dan mewujudkan diri. Dengan demikian, firman Allah harus diperkatakan.
  2. Perkataan profetik bersifat membangun. Hal tsb (isi hati Tuhan) ditaruhkan Allah dalam hati kita untuk diperkatakan (bahkan jika kita tulis, hal tsb akan semakin cepat terwujud). Apa yang terjadi sekarang ini merupakan perkataan profetik generasi sebelum kita sebagai pondasi hal-hal yang akan terjadi di masa depan (dari hal-hal profetik yang kita perkatakan di masa sekarang). 1 Korintus 14:3 Tetapi siapa yang bernubuat, ia berkata-kata kepada manusia, ia membangun, menasihati dan menghibur. Sebelum perkataan profetik tsb terjadi bagi orang lain, tentu kita akan menerimanya terlebih dahulu!
  3. Berperang dengan perkataan profetik. Iblis selalu berusaha menyerang kita agar visi Tuhan tidak terjadi, karenanya kita harus memeranginya! Sebagai imam, bagian kita adalah bersyafaat dan melepaskan berkat bagi umat Tuhan. Sebagai raja, bagian kita adalah berperang (tidak bisa diwakilkan). Jangan takut sebab kita memiliki otoritas Allah! Allah berjanji bahwa Ia akan berperang bagi kita! Yakobus 4:7 Karena itu tunduklah kepada Allah, dan lawanlah Iblis, maka ia akan lari dari padamu!
  4. Kita harus mengaktifkan iman. Roma 1:16-17 Sebab aku mempunyai keyakinan yang kokoh dalam Injil, karena Injil adalah kekuatan Allah yang menyelamatkan setiap orang yang percaya, pertama-tama orang Yahudi, tetapi juga orang Yunani. Sebab di dalamnya nyata kebenaran Allah, yang bertolak dari iman dan memimpin kepada iman, seperti ada tertulis: “Orang benar akan hidup oleh iman.” Ibrani 11:1 Iman adalah dasar dari segala sesuatu yang kita harapkan dan bukti dari segala sesuatu yang tidak kita lihat. Iman adalah keyakinan akan janji Tuhan yang lahir dari keintiman kita dengan-Nya. Iman harus disertai dengan tindakan iman! Yakobus 2:26 Sebab seperti tubuh tanpa roh adalah mati, demikian jugalah iman tanpa perbuatan-perbuatan adalah mati.
  5. Berjalan dalam ketaatan. Kita harus memahami waktu-waktu profetik dimana nubuatan Tuhan sedang bekerja! Kita harus menyelaraskan diri dengan momentum Allah sehingga perkataan-perkataan nubuat tsb terjadi: Pentakosta ke-3!
Advertisements