Roh Percabulan

Wahyu 2:13-14 Aku tahu di mana engkau diam, yaitu di sana, di tempat takhta Iblis; dan engkau berpegang kepada nama-Ku, dan engkau tidak menyangkal imanmu kepada-Ku, juga tidak pada zaman Antipas, saksi-Ku, yang setia kepada-Ku, yang dibunuh di hadapan kamu, di mana Iblis diam. Tetapi Aku mempunyai beberapa keberatan terhadap engkau: di antaramu ada beberapa orang yang menganut ajaran Bileam, yang memberi nasihat kepada Balak untuk menyesatkan orang Israel, supaya mereka makan persembahan berhala dan berbuat zinah.

Ayat tsb tertulis bagi Gereja di Pergamus. Gereja Pergamus adalah gereja yang kedudukannya ada di tempat yang tinggi. Oleh karena itu, Iblis mendirikan tahtanya di Pergamus sehingga Gereja Pergamus berhadapan langsung dengan Iblis. Di sisi lain, Gereja Pergamus berkembang di tengah tekanan.

Bileam adalah nabi palsu di Perjanjian Lama yang perkataannya dianggap mewakili perkataan Allah (Kitab Bilangan 22-24). Bileam lolos melewati 2 ujian pertama melalui Balak, namun ia jatuh dalam ujiam yang ketiga. Dalam perjalanannya ke tempat Balak, keledai Bileam melihat Malaikat Tuhan namun Bileam tidak melihat-Nya. Dari hal ini kita belajar bahwa mencintai mamon membuat kita tidak dapat mendengar suara Tuhan.

Ketika Bileam melihat bahwa ia tidak dapat mengutuki Israel karena Penjaganya kuat, maka Bileam menyarankan Balak untuk menawarkan perempuan-perempuan kepada bangsa Israel sehingga Israel ditulahi Allah (Bil. 31:16).

Wahyu 17:1-2 Lalu datanglah seorang dari ketujuh malaikat, yang membawa ketujuh cawan itu dan berkata kepadaku: “Mari ke sini, aku akan menunjukkan kepadamu putusan atas pelacur besar, yang duduk di tempat yang banyak airnya. Dengan dia raja-raja di bumi telah berbuat cabul, dan penghuni-penghuni bumi telah mabuk oleh anggur percabulannya.” [Pada hari-hari yang terakhir, roh percabulan melanda seluruh elemen masyarakat dari rakyat jelata hingga bangsawan.]

Tercatat dalam Alkitab, bahwa Simson (orang terkuat), Salomo (orang terpintar), Daud (orang paling berkenan), Musa (pemimpin paling terkenal), jatuh karena roh percabulan.

Dosa pertama terjadi di taman Eden, yaitu tempat di mana Allah dan manusia bekerja sama (tempat hadirat Tuhan). Jadi, jangan beranggapan bahwa kita sudah suci hanya karena kita berada di gereja.

Kejadian 3:1,4-6 Adapun ular ialah yang paling cerdik dari segala binatang di darat yang dijadikan oleh TUHAN Allah. Ular itu berkata kepada perempuan itu: “Tentulah Allah berfirman: Semua pohon dalam taman ini jangan kamu makan buahnya, bukan?” Tetapi ular itu berkata kepada perempuan itu: “Sekali-kali kamu tidak akan mati, tetapi Allah mengetahui, bahwa pada waktu kamu memakannya matamu akan terbuka, dan kamu akan menjadi seperti Allah, tahu tentang yang baik dan yang jahat.” Perempuan itu melihat, bahwa buah pohon itu baik untuk dimakan dan sedap kelihatannya, lagipula pohon itu menarik hati karena memberi pengertian. Lalu ia mengambil dari buahnya dan dimakannya dan diberikannya juga kepada suaminya yang bersama-sama dengan dia, dan suaminya pun memakannya. [Dosa selalu nikmat sehingga banyak dicari namu ingat: bukan semua yang baik di mata kita itu baik bagi kita.]

Kejadian 4:1 Kemudian manusia itu bersetubuh dengan Hawa, isterinya, dan mengandunglah perempuan itu, lalu melahirkan Kain; maka kata perempuan itu: “Aku telah mendapat seorang anak laki-laki dengan pertolongan TUHAN.”

Kejadian 4 menjelaskan awal permulaan baru setelah manusia jatuh dalam dosa, yaitu bersetubuh (karena manusia kehilangan persekutuan dengan Tuhan maka manusia mencari penggantinya). Mengapa persetubuhan? Karena persetubuhan adalah tingkat tertinggi dalam keintiman sebuah hubungan. Jadi, jika hadirat Tuhan meninggalkan kita maka kedangingab akan menguasai kita. Galatia 5:19-21 Perbuatan daging telah nyata, yaitu: percabulan, kecemaran, hawa nafsu, penyembahan berhala, sihir, perseteruan, perselisihan, iri hati, amarah, kepentingan diri sendiri, percideraan, roh pemecah, kedengkian, kemabukan, pesta pora dan sebagainya. Terhadap semuanya itu kuperingatkan kamu — seperti yang telah kubuat dahulu — bahwa barangsiapa melakukan hal-hal yang demikian, ia tidak akan mendapat bagian dalam Kerajaan Allah.

Pengkhotbah 7:26 Dan aku menemukan sesuatu yang lebih pahit dari pada maut: perempuan yang adalah jala, yang hatinya adalah jerat dan tangannya adalah belenggu. Orang yang dikenan Allah terhindar dari padanya, tetapi orang yang berdosa ditangkapnya.

Dalam persekutuan dengan Allah, kita akan merasa cukup dalam segala hal (wholeness, completeness). Jatuh dalam dosa percabulan membuat kita kehilangan penjagaan Allah sehingga Allah berbalik menulahi kita.

Talenta berbicara tentang kesetiaan, talenta merupakan sesuatu yang berharga yang harus kita pertanggungjawabkan kepada Tuhan. Efesus 5:5-13 Karena ingatlah ini baik-baik: tidak ada orang sundal, orang cemar atau orang serakah, artinya penyembah berhala, yang mendapat bagian di dalam Kerajaan Kristus dan Allah. Janganlah kamu disesatkan orang dengan kata-kata yang hampa, karena hal-hal yang demikian mendatangkan murka Allah atas orang-orang durhaka. Sebab itu janganlah kamu berkawan dengan mereka. Memang dahulu kamu adalah kegelapan, tetapi sekarang kamu adalah terang di dalam Tuhan. Sebab itu hiduplah sebagai anak-anak terang, karena terang hanya berbuahkan kebaikan dan keadilan dan kebenaran, dan ujilah apa yang berkenan kepada Tuhan. Janganlah turut mengambil bagian dalam perbuatan-perbuatan kegelapan yang tidak berbuahkan apa-apa, tetapi sebaliknya telanjangilah perbuatan-perbuatan itu. Sebab menyebutkan saja pun apa yang dibuat oleh mereka di tempat-tempat yang tersembunyi telah memalukan. Tetapi segala sesuatu yang sudah ditelanjangi oleh terang itu menjadi nampak, sebab semua yang nampak adalah terang.

2 Petrus 2:14 Mata mereka penuh nafsu zinah dan mereka tidak pernah jemu berbuat dosa. Mereka memikat orang-orang yang lemah. Hati mereka telah terlatih dalam keserakahan. Mereka adalah orang-orang yang terkutuk!

Bagaimana kita menilai apakah roh percabulan melanda Gereja? Ada keserakahan, sebab orang yang kehilangan persekutuan dengan Tuhan tidak akan pernah merasa cukup dalam hatinya. Apakah kita merasa puas dengan Tuhan ataukah kita masih mencari kepuasan dari hal-hal yang lain?

Advertisements