Perkataan Iman

Markus 7:24-26 Lalu Yesus berangkat dari situ dan pergi ke daerah Tirus. Ia masuk ke sebuah rumah dan tidak mau bahwa ada orang yang mengetahuinya, tetapi kedatangan-Nya tidak dapat dirahasiakan. Malah seorang ibu, yang anaknya perempuan kerasukan roh jahat, segera mendengar tentang Dia, lalu datang dan tersungkur di depan kaki-Nya. Perempuan itu seorang Yunani bangsa Siro-Fenisia. Ia memohon kepada Yesus untuk mengusir setan itu dari anaknya.

Dari ayat tsb tersirat bahwa cerita tentang Yesus di Israel sampai ke Yunani, artinya kita harus menjadi saksi-saksi Yesus tanpa takut sebab mungkin saja di belahan bumi yang lain masih ada orang yang belum pernah mendengar tentang-Nya atau bahkan ada yang pernah mendengar tentang Yesus di masa lalu tapi belum tersentuh, siapa tahu kali ini menjadi tersentuh ketika mendengar kesaksian kita. Kita harus memberitakan kepada orang-orang yang berkebutuhan khusus bahwa Yesus sanggup mengadakan mujizat bagi mereka (bukan mempromosikan hamba Tuhan, jangan salah menyampaikan pesan)!

Markus 7:27-28 Lalu Yesus berkata kepadanya: “Biarlah anak-anak kenyang dahulu, sebab tidak patut mengambil roti yang disediakan bagi anak-anak dan melemparkannya kepada anjing.” Tetapi perempuan itu menjawab: “Benar, Tuhan. Tetapi anjing yang di bawah meja juga makan remah-remah yang dijatuhkan anak-anak.”

Perkataan Yesus terkesan “kasar” bagi yang tidak mengerti budaya Yahudi, padahal secara tersirat Yesus sedang mengatakan kepada perempuan itu untuk melihat imannya, “Bukan untukmu mujizat itu (sebab Yesus diutus hanya bagi orang Israel) dan bukan waktumu untuk menerimanya, lalu bagaimana menurutmu?” Secara tersirat perempuan tsb menjawab, “Benar Tuhan memang mujizat itu bukan untukku tapi aku percaya Engkau mau menyatakannya kepadaku!”

Markus 7:29-30 Maka kata Yesus kepada perempuan itu: “Karena kata-katamu itu, pergilah sekarang sebab setan itu sudah keluar dari anakmu.” Perempuan itu pulang ke rumahnya, lalu didapatinya anak itu berbaring di tempat tidur, sedang setan itu sudah keluar.

Setelah melewati ujian iman, akhirnya Tuhan menyatakan mujizat-Nya kepada perempuan tsb. Kita harus terus memperkatakan iman kita tanpa mempedulikan bagaimanapun sulitnya keadaan yang sedang terjadi! Seringkali ketika melihat orang lain ditolong Tuhan, dan kita belum, kita cenderung berpikir ‘mungkin bukan waktu kita untuk menerima mujizat’. Padahal bukan demikian yang Tuhan pikirkan. Jika orang lain ditolong Tuhan, kita juga pasti ditolong-Nya, Ia Tuhan Maha Baik!

1 Korintus 11:27-31 Jadi barangsiapa dengan cara yang tidak layak makan roti atau minum cawan Tuhan, ia berdosa terhadap tubuh dan darah Tuhan. Karena itu hendaklah tiap-tiap orang menguji dirinya sendiri dan baru sesudah itu ia makan roti dan minum dari cawan itu. Karena barangsiapa makan dan minum tanpa mengakui tubuh Tuhan, ia mendatangkan hukuman atas dirinya. Sebab itu banyak di antara kamu yang lemah dan sakit, dan tidak sedikit yang meninggal. Kalau kita menguji diri kita sendiri, hukuman tidak menimpa kita.

Ketika kita menerima Perjamuan Kudus, kita harus menerimanya dengan iman bahwa tubuh dan darah Kristus sanggup memberi khasiat luar biasa bagi tubuh kita. Jika dengan meminum racun saja kita yakin bahwa tubuh kita akan mati, masakan ketika menerima Perjamuan Kudus kita tidak lebih diyakinkan untuk menerima hal-hal yang baik dari Tuhan? Terimalah Perjamuan Kudus dengan cara yang layak!

Advertisements