Mempersiapkan Kirbat Yang Baru

Tahun 2019 adalah tahun kelahiran yang baru, ini berbicara tentang dari yang tidak ada menjadi ada. 1 Korintus 2:9 Tetapi seperti ada tertulis: “Apa yang tidak pernah dilihat oleh mata, dan tidak pernah didengar oleh telinga, dan yang tidak pernah timbul di dalam hati manusia: semua yang disediakan Allah untuk mereka yang mengasihi Dia.”

Markus 2:12 Dan orang itu pun bangun, segera mengangkat tempat tidurnya dan pergi ke luar di hadapan orang-orang itu, sehingga mereka semua takjub lalu memuliakan Allah, katanya: “Yang begini belum pernah kita lihat.”

Tahun tsb merupakan tahun pengalaman yang baru maka kita pun harus mempersiapkan kirbat yang baru. Dengan cara bagaimana? Jangan menoleh ke belakang! Lukas 17:28-32 Demikian juga seperti yang terjadi di zaman Lot: mereka makan dan minum, mereka membeli dan menjual, mereka menanam dan membangun. Tetapi pada hari Lot pergi keluar dari Sodom turunlah hujan api dan hujan belerang dari langit dan membinasakan mereka semua. Demikianlah halnya kelak pada hari, di mana Anak Manusia menyatakan diri-Nya. Barangsiapa pada hari itu sedang di peranginan di atas rumah dan barang-barangnya ada di dalam rumah, janganlah ia turun untuk mengambilnya, dan demikian juga orang yang sedang di ladang, janganlah ia kembali. Ingatlah akan isteri Lot!

Lalu, apa yang harus kita tanggalkan untuk mempersiapkan kirbat yang baru tsb?

  1. Tanggalkan kepahitan dan luka di masa lalu dengan melepaskan pengampunan kepada orang yang menyakiti kita. Ada 2 zat dalam tubuh kita yang bekerja dengan bertolak belakang, yaitu: beta endorfin menyehatkan tubuh kita (zat ini aktif ketika kita bersukacita), nor adrenalin menghancurkan tubuh kita seperti racun yang mematikan (zat ini aktif ketika kita kepahitan). Efesus 4:31 Segala kepahitan, kegeraman, kemarahan, pertikaian dan fitnah hendaklah dibuang dari antara kamu, demikian pula segala kejahatan.
  2. Tanggalkan kegagalan dan kesalahan di masa lalu dengan terus memperbaiki diri (semakin intim dengan Tuhan sehingga lebih peka mendengar suara-Nya). Kita harus meneladani Daud dalam hal ini, bagaimana Daud yang meskipun seorang ahli perang namun dalam situasi darurat (terdesak), Daud mencari Tuhan terlebih dahulu (bukan mengandalkan kemampuan sendiri). 1 Samuel 30:4, 6-8 Lalu menangislah Daud dan rakyat yang bersama-sama dengan dia itu dengan nyaring, sampai mereka tidak kuat lagi menangis. Dan Daud sangat terjepit, karena rakyat mengatakan hendak melempari dia dengan batu. Seluruh rakyat itu telah pedih hati, masing-masing karena anaknya laki-laki dan perempuan. Tetapi Daud menguatkan kepercayaannya kepada TUHAN, Allahnya. Lalu Daud memberi perintah kepada imam Abyatar bin Ahimelekh: “Bawalah efod itu kepadaku.” Maka Abyatar membawa efod (=perlengkapan doa) itu kepada Daud. Kemudian bertanyalah Daud kepada TUHAN, katanya: “Haruskah aku mengejar gerombolan itu? Akan dapatkah mereka kususul?” Dan Ia berfirman kepadanya: “Kejarlah, sebab sesungguhnya, engkau akan dapat menyusul mereka dan melepaskan para tawanan.” Dalam hal sekecil apapun, pertama-tama kita harus berdoa dan menanyakan petunjuk Tuhan!
  3. Tanggalkan ketakutan akan masa depan dengan teguh beriman dan percaya kepada Tuhan. Yeremia 29:11 Sebab Aku ini mengetahui rancangan-rancangan apa yang ada pada-Ku mengenai kamu, demikianlah firman TUHAN, yaitu rancangan damai sejahtera dan bukan rancangan kecelakaan, untuk memberikan kepadamu hari depan yang penuh harapan. Dalam hal ini kita harus meneladani Abraham bagaimana ia terlebih dahulu mempersilahkan Lot untuk memilih tempat yang terbaik (secara mata jasmani) karena tidak memungkinkan untuk mereka tinggal di satu tempat, dengan demikian Abraham hanya mendapatkan tempat sisa. Namun demikian, Abraham memandang masa depannya di tempat tsb dengan mata rohani sehingga Tuhan pun berkenan mengikat perjanjian dengannya (berbanding terbalik dengan akhir hidup Lot). Kejadian 12:1-3 Berfirmanlah TUHAN kepada Abram: “Pergilah dari negerimu dan dari sanak saudaramu dan dari rumah bapamu ini ke negeri yang akan Kutunjukkan kepadamu; Aku akan membuat engkau menjadi bangsa yang besar, dan memberkati engkau serta membuat namamu masyhur; dan engkau akan menjadi berkat. Aku akan memberkati orang-orang yang memberkati engkau, dan mengutuk orang-orang yang mengutuk engkau, dan olehmu semua kaum di muka bumi akan mendapat berkat.” Seperti Abraham, kita boleh tenang menghadapi masa depan karena kita percaya bahwa rencana Tuhan adalah yang terbaik bagi kita!
  4. Tanggalkan dosa dengan hidup dalam pertobatan dan takut akan Tuhan.
Advertisements