Fokus Mengusahakan Talentamu!

Hal-hal yang harus kita persiapkan menuju akhir zaman, yaitu:

  1. Readiness (kesiapan). Kita harus siap dengan segala perubahan zaman yang begitu cepat sebab Iblis akan memanfaatkan titik di mana kita sulit untuk beradaptasi dengan hal-hal baru.
  2. Responsibility (tanggung jawab). Untuk masuk surga kita harus bertanggung jawab (lulus) dalam ujian iman dan pelipatgandaan talenta.

1 Korintus 15:45 Seperti ada tertulis: “Manusia pertama, Adam menjadi makhluk yang hidup”, tetapi Adam yang akhir menjadi roh yang menghidupkan.

Kita adalah manusia surga yang hidup di bumi, maka cara kita hidup di bumi harus sesuai dengan prinsip surga. Adam adalah manusia pertama, Alkitab mencatat bahwa tidak pernah ada percakapan antara Adam dan Iblis (bisa dibilang bahwa Adam tidak pernah ditemui oleh Iblis), juga Adam merupakan satu-satunya ciptaan Tuhan yang jika bermasalah tidak memiliki rekan untuk bertukar pikiran, selain Tuhan. Adam tercipta begitu serupa dengan gambar Allah (sebelum jatuh dalam dosa). Lalu, bagaimana cara Adam mengerjakan tanggung jawabnya di bumi sebagai manusia surga?

Kejadian 2:8 Selanjutnya TUHAN Allah membuat taman di Eden, di sebelah timur; disitulah ditempatkan-Nya manusia yang dibentuk-Nya itu.

Berdasarkan peta, terlihat Eden berbentuk seperti mezbah, artinya Tuhan menetapkan kita selalu berada di mezbah (hidup dalam hadirat Tuhan).

Kejadian 2:9, 15 Lalu TUHAN Allah menumbuhkan berbagai-bagai pohon dari bumi, yang menarik dan yang baik untuk dimakan buahnya; dan pohon kehidupan di tengah-tengah taman itu, serta pohon pengetahuan tentang yang baik dan yang jahat. TUHAN Allah mengambil manusia itu dan menempatkannya dalam taman Eden untuk mengusahakan dan memelihara taman itu.

Tuhan menumbuhkan berbagai-bagai pohon dari bumi, namun menempatkan Adam di taman Eden untuk mengusahakan dan memelihara hanya taman itu (bukan seluruh bumi). Artinya tidak semua hal yang terjadi di bumi perlu kita urus, yang Tuhan kehendaki agar kita hanya fokus mengurus ‘taman eden’ kita (yaitu talenta kita). Eden artinya delight (sukacita), jadi talenta adalah hal yang menjadi kesukaan kita.

Perlu diingat bahwa taman Eden telah Tuhan sediakan (Tuhan yang membuat) untuk kita usahakan dan pelihara. Kesalahan terbesar kita adalah berusaha membuat taman kita sendiri yang tak pernah bisa terselesaikan. Hidup di luar talenta yang telah ditetapkan Tuhan adalah awal dari semua kekacauan, sebab hal tersebut merupakan tindakan mengambil apa yang bukan bagian kita.

Lalu, apa yang ada di taman Eden? Kejadian 2:10 Ada suatu sungai mengalir dari Eden untuk membasahi taman itu, dan dari situ sungai itu terbagi menjadi empat cabang.

  1. Kejadian 2:11-12 Yang pertama, namanya Pison, yakni yang mengalir mengelilingi seluruh tanah Hawila, tempat emas ada. Dan emas dari negeri itu baik; di sana ada damar bedolah dan batu krisopras. Pison artinya kelimpahan. Di tempat ini, emas terletak dekat damar bedolah dan batu krisopras (emas tidak terletak dekat ‘rongsokan’) artinya bersahabatlah dengan orang-orang yang berkualitas jika kita ingin menjadi seorang yang berkualitas. We are what we friend.
  2. Kejadian 2:13 Nama sungai yang kedua ialah Gihon, yakni yang mengalir mengelilingi seluruh tanah Kush. Gihon artinya kemenangan. Kemenangan kita tergantung Tuhan, bukan tergantung jerih payah manusia. Kita tidak perlu mencari kemenangan karena kita tercipta sebagai pemenang!
  3. Kejadian 2:14a Nama sungai yang ketiga ialah Tigris, yakni yang mengalir di sebelah timur Asyur. Tigris artinya sebuah keinginan untuk berlari dengan cepat untuk memeluk (intim). Dalam hal ini, ada keintiman dengan Tuhan.
  4. Kejadian 2:14b Dan sungai yang keempat ialah Efrat. Efrat artinya subur, menandakan bahwa apa yang kita kerjakan akan berhasil berkali lipat ganda.

Dalam hidup ini ada hal yang bisa kita kendalikan (faktor internal) dan ada hal yang tidak bisa kita kendalikan (faktor eksternal).

A. Faktor internal, meliputi hal yang kita sukai dan menjadi mahir ketika kita lakukan berulang-ulang. Fokuslah terhadap faktor ini! Ketika kita menyukai suatu hal dan mahir mengerjakannya, itulah passion (ada sepenuh hati).

B. Faktor eksternal, meliputi hal yang orang lain butuhkan dan bersedia membayarnya. Serahkanlah faktor ini kepada Tuhan! Ketika orang lain membutuhkan hal yang menjadi passion kita dan bersedia membayarnya, terciptalah lapangan pekerjaan.

Faktor internal dan eksternal harus seimbang, artinya ada unsur: suka, mahir, butuh, dan bersedia membayar. Berikut relasi antara faktor internal dan eksternal yang tidak seimbang:

  • Ketika kita menyukai suatu hal tapi tidak mahir, dan ada orang lain yang membutuhkan untuk melakukan hal tsb tapi tidak bersedia membayar, ini yang disebut misi kemanusiaan.
  • Ketika kita menyukai suatu hal dan mahir mengerjakannya, juga ada orang lain yang membutuhkan untuk melakukan hal tsb dan bersedia membayar, ini yang disebut sebagai profesi.
  • Ketika kita tidak menyukai suatu hal tapi mahir mengerjakannya (karena tekun atau ada tanggung jawab moral), juga ada orang lain yang membutuhkan untuk melakukan hal tsb dan bersedia membayar, pada satu titik kita akan mengalami kehampaan hidup karena terus-menerus melakukan hal yang tidak disukai.
  • Ketika kita menyukai suatu hal tapi tidak mahir mengerjakannya, juga ada orang lain yang membutuhkan untuk melakukan hal tsb dan bersedia membayar, kita akan merasa tidak aman (takut kehilangan pekerjaan, takut tergantikan oleh orang lain yang lebih mahir dan berpotensi menghalalkan segala cara demi mempertahankan pekerjaan tsb).
  • Ketika kita menyukai suatu hal dan mahir mengerjakannya, juga ada orang lain yang bersedia membayar tapi tidak ada yang membutuhkan hal tsb, pada satu titik kita akan merasa seperti seorang yang tidak berguna. Inilah tantangan akhir zaman! Perubahan kebutuhan manusia menuntut kita harus bisa fleksibel menghadapinya.

Titus 3:14 Dan biarlah orang-orang kita juga belajar melakukan pekerjaan yang baik untuk dapat memenuhi keperluan hidup yang pokok, supaya hidup mereka jangan tidak berbuah.

Kehidupan yang berbuah berawal dari “belajar” [dalam hal ini mengasah talenta]. Ketika kita fokus pada talenta kita seperti Adam fokus mengusahakan dan memelihara taman Eden, maka kita akan menikmati sungai kelimpahan, kemenangan, keintiman, dan keberhasilan berkali lipat ganda selama masih ada lapangan pekerjaan bagi passion kita!

Advertisements