Saul VS Daud

Kisah Para Rasul 13:22, 36 Setelah Saul disingkirkan, Allah mengangkat Daud menjadi raja mereka. Tentang Daud Allah telah menyatakan: Aku telah mendapat Daud bin Isai, seorang yang berkenan di hati-Ku dan yang melakukan segala kehendak-Ku. Sebab Daud melakukan kehendak Allah pada zamannya, lalu ia mangkat dan dibaringkan di samping nenek moyangnya, dan ia memang diserahkan kepada kebinasaan.

Mengapa Saul harus disingkirkan terlebih dahulu sebelum Daud diangkat menjadi raja?

1 Samuel 13:19-22 Seorang tukang besi tidak terdapat di seluruh negeri Israel, sebab orang Filistin berkata: “Jangan-jangan orang Ibrani membuat pedang atau tombak.” Jadi semua orang Israel harus pergi kepada orang Filistin untuk mengasah mata bajaknya, beliungnya, kapaknya atau aritnya masing-masing — adapun bayarannya ialah dua pertiga syikal untuk mata bajak dan beliung, dan sepertiga syikal untuk mengasah kapak dan untuk memasang kusa — sehingga pada hari pertempuran itu sebilah pedang atau lembing pun tidak terdapat pada seluruh rakyat yang ada bersama Saul dan Yonatan. Tetapi Saul dan Yonatan, anaknya itu, masih mempunyainya.

Perkakas dari besi memegang peranan penting dalam berbagai aspek kehidupan orang Israel, seperti bertani, berperang, dll. Namun semua itu harus dapat diperoleh di tanah orang Filistin. Ini menggambarkan orang-orang Kristen yang sebagian besar menggunakan cara-cara dunia untuk bertahan hidup. Ketika tak ada satu pun senjata pada rakyat tetapi Saul dan Yonatan memegang senjata menandakan bahwa Saul adalah raja yang hanya mementingkan keselamatan keluarganya sendiri, tanpa mempedulikan keselamatan rakyat.

Dari cara kerja, cara mencari makan, dan cara menghasilkan uang, serta profesi yang digeluti seseorang, tercermin apakah orang tsb hidup berkenan kepada Tuhan atau tidak. Kekristenan bukan soal lambang salib yang nampak kepada orang banyak, melainkan tentang bagaimana orang lain dapat melihat bukti ketaatan kita kepada Tuhan melalui perbuatan kita sehari-hari.

1 Tawarikh 8:33 Ner memperanakkan Kish; Kish memperanakkan Saul; Saul memperanakkan Yonatan, Malkisua, Abinadab dan Esybaal.

Saul memberi nama 3 anak pertamanya dengan sebuah makna yang menandakan rasa syukurnya kepada Tuhan, tetapi anak ke-4 nya ia beri nama “Esybaal” (esy = manusia, baal = dewa sembahan orang Filistin). Ini menandakan bahwa Saul “menghilangkan” identitasnya sebagai anak Tuhan demi mempertahankan jabatannya (memilih untuk serupa dengan orang Filistin).

Di sisi lain, Daud pun bukan seorang yang sempurna tetapi selalu ada keinginan dalam hatinya untuk hidup seturut kehendak Tuhan (dan diusahakan). Karena itu, Tuhan lebih berkenan kepada Daud dibanding Saul.