Miliki Integritas Yang Mantap

Kata “integritas” diwakili oleh 2 kata Bahasa Ibrani dalam Alkitab, yaitu:

1) Tummah, artinya kesalehan atau hidup bersih atau tidak bercela. Ayub 2:3 …and still he holdeth fast his integrity

2) Tom, artinya tulus hati, murni, tanpa kepura-puraan, tidak munafik, completeness, tidak terkotak-kotak (berbeda karakter di dunia sekuler dan di gereja). 1 Raja 9:4 David your father walked in integrity of hearth.

Bersama Tuhan, kita bisa menjadi umat yang berintegritas. Mari kita belajar dari Onesimus yang diubahkan Tuhan dari seorang yang disintegritas menjadi berintegritas!

Filemon 1:18 Dan kalau dia (=Onesimus) sudah merugikan engkau ataupun berhutang padamu, tanggungkanlah semuanya itu kepadaku —

Dalam bahasa aslinya, kata “merugikan” menggunakan kata “diakeo“. Sedangkan “Onesimus” artinya “useful/profitable” (berguna, menguntungkan).

Kolose 4:9 Ia kusuruh bersama-sama dengan Onesimus, saudara kita yang setia dan yang kekasih, seorang dari antaramu. Mereka akan memberitahukan kepadamu segala sesuatu yang terjadi di sini.

Kata “setia” dalam bahasa aslinya menggunakan kata “pistos“, artinya a person who show themselves faithful in the transaction of business, one who can be relied on, trustworthy.

Amsal 14:34 Kebenaran meninggikan derajat bangsa, tetapi dosa adalah noda bangsa.

Jika kita ingin Indonesia maju maka yang harus kita kejar adalah kebenaran!

Integritas membuat Onesimus berubah dari seorang yang:

useless menjadi useful. Filemon 1:11 — dahulu memang dia tidak berguna bagimu, tetapi sekarang sangat berguna baik bagimu maupun bagiku.

– dibenci menjadi dicintai. Filemon 1:12 Dia kusuruh kembali kepadamu — dia, yaitu buah hatiku —.

– merupakan hamba menjadi saudara. Filemon 1:16 bukan lagi sebagai hamba, melainkan lebih dari pada hamba, yaitu sebagai saudara yang kekasih, bagiku sudah demikian, apalagi bagimu, baik secara manusia maupun di dalam Tuhan.

Bagaimana Onesimus berubah?

1) Tanggung jawab.

Matius 25:23 Maka kata tuannya itu kepadanya: Baik sekali perbuatanmu itu, hai hambaku yang baik dan setia, engkau telah setia memikul tanggung jawab dalam perkara yang kecil, aku akan memberikan kepadamu tanggung jawab dalam perkara yang besar. Masuklah dan turutlah dalam kebahagiaan tuanmu.

1 Petrus 4:5 Tetapi mereka harus memberi pertanggungan jawab kepada Dia, yang telah siap sedia menghakimi orang yang hidup dan yang mati.

Tanggung jawab meliputi 2 aspek, yaitu:

– Berani menghadapi konsekuensi atas setiap perbuatan sehingga kita selalu bertindak dengan berhati-hati.

– Melakukan kewajiban kita sehari-hari (meskipun terlihat sepele).

2) Jujur.

Amsal 15:8 Korban orang fasik adalah kekejian bagi TUHAN, tetapi doa orang jujur dikenan-Nya.

Amsal 20:7 Orang benar yang bersih kelakuannya — berbahagialah keturunannya.

Ayub 27:3-4 selama nafasku masih ada padaku, dan roh Allah masih di dalam lubang hidungku, maka bibirku sungguh-sungguh tidak akan mengucapkan kecurangan, dan lidahku tidak akan melahirkan tipu daya.