Api Tuhan

Matius 22:37-40 Jawab Yesus kepadanya: “Kasihilah Tuhan, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap akal budimu. Itulah hukum yang terutama dan yang pertama. Dan hukum yang kedua, yang sama dengan itu, ialah: Kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri. Pada kedua hukum inilah tergantung seluruh hukum Taurat dan kitab para nabi.”

Apa kata Tuhan tentang cinta? Kidung Agung 8:6 — Taruhlah aku seperti meterai pada hatimu, seperti meterai pada lenganmu, karena cinta kuat seperti maut, kegairahan gigih seperti dunia orang mati, nyalanya adalah nyala api, seperti nyala api TUHAN!

Cinta seperti maut, tak ada yang bisa menghindarinya. Jika cinta kita kepada Tuhan seperti maut, gereja akan kuat! Jika kita mencintai Tuhan, kita akan gigih mencari wajah-Nya. Kejadian 29:20 Jadi bekerjalah Yakub tujuh tahun lamanya untuk mendapat Rahel itu, tetapi yang tujuh tahun itu dianggapnya seperti beberapa hari saja, karena cintanya kepada Rahel.

1 Korintus 13:1-3 Sekalipun aku dapat berkata-kata dengan semua bahasa manusia dan bahasa malaikat, tetapi jika aku tidak mempunyai kasih, aku sama dengan gong yang berkumandang dan canang yang gemerincing. Sekalipun aku mempunyai karunia untuk bernubuat dan aku mengetahui segala rahasia dan memiliki seluruh pengetahuan; dan sekalipun aku memiliki iman yang sempurna untuk memindahkan gunung, tetapi jika aku tidak mempunyai kasih, aku sama sekali tidak berguna. Dan sekalipun aku membagi-bagikan segala sesuatu yang ada padaku, bahkan menyerahkan tubuhku untuk dibakar, tetapi jika aku tidak mempunyai kasih, sedikit pun tidak ada faedahnya bagiku.

Mengapa Tuhan kerap melambangkan Diri-Nya sebagai api?

Perhatikan, api memiliki warna yang beragam dan bergerak secara dinamis tanpa pola yang pasti. Ini menandakan bahwa Tuhan selalu baru (kreatif)! Persembahan tanpa api Tuhan (kasih mula-mula) tidaklah bermakna. Di hari-hari terakhir Tuhan akan menguji kita dengan api hingga membuat kasih kita menjadi dingin (tawar). Hal terpenting adalah seberapa besar kasih yang kita salurkan bagi kebaikan dunia.

Yakobus 3:6 Lidah pun adalah api; ia merupakan suatu dunia kejahatan dan mengambil tempat di antara anggota-anggota tubuh kita sebagai sesuatu yang dapat menodai seluruh tubuh dan menyalakan roda kehidupan kita, sedang ia sendiri dinyalakan oleh api neraka.

Roket memerlukan api untuk mencapai langit, demikian pula Tuhan memerlukan api untuk membawa kita terus naik dan tidak turun. Tuhan akan mengangkat kita mengatasi goncangan ketika semakin diuji semakin kasih kita muncul bagi-Nya.

Saat masa pengujian tiba, kita akan dikondisikan pada satu titik di mana tak ada seorang pun menolong. Seperti ketika ujian sekolah di mana kita tidak boleh mencontek, sebab dengan mencontek menandakan bahwa kita tidak layak lulus dalam ujian tersebut.

Advertisements