Para Pencari Tuhan

Matius 13:34-36 Semuanya itu disampaikan Yesus kepada orang banyak dalam perumpamaan, dan tanpa perumpamaan suatu pun tidak disampaikan-Nya kepada mereka supaya genaplah firman yang disampaikan oleh nabi: “Aku mau membuka mulut-Ku mengatakan perumpamaan, Aku mau mengucapkan hal yang tersembunyi sejak dunia dijadikan.” Maka Yesus pun meninggalkan orang banyak itu, lalu pulang. Murid-murid-Nya datang dan berkata (=mendesak) kepada-Nya: “Jelaskanlah kepada kami perumpamaan tentang lalang di ladang itu.”

Berdasarkan ayat tsb, ada dua kelompok pendengar firman Tuhan, yaitu:

  1. Kelompok orang banyak. Orang-orang yang mendengar firman sebatas rutinitas saja, tanpa peduli apakah mereka mengerti atau tidak akan firman tsb.
  2. Kelompok murid-murid. Orang-orang yang mendengar firman dan tidak mudah puas terhadap firman yang diterimanya sampai benar-benar memahami firman tsb.

Kita harus berpindah dari kelompok orang-orang banyak ke kelompok murid-murid Yesus, sebab kekristenan adalah pengalaman bersama Tuhan yang tidak ada habisnya. Beri waktu ekstra untuk memaknai hubungan kita dengan Tuhan! Tuhan bukan manusia yang terbatas dalam hal sumber daya, Ia sangat senang kepada orang-orang yang “mendesak” untuk mengenal-Nya lebih dalam.

Matius 7:7

“Mintalah, maka akan diberikan kepadamu; carilah, maka kamu akan mendapat; ketoklah, maka pintu akan dibukakan bagimu. (TB)

Keep on asking and it will be given you; keep on seeking and you will find; keep on knocking [reverently] and [the door] will be opened to you. (AMP)

Kata “keep on” dalam versi Bahasa Inggris Matius 7:7 tsb menggambarkan kata kerja yang berkelanjutan, ini menandakan bahwa Tuhan menghendaki kita agar “meminta terus” kepada-Nya (meminta berkat selanjutnya).

Matius 5:6 Berbahagialah orang yang lapar dan haus akan kebenaran, karena mereka akan dipuaskan.

Kehidupan kekristenan seharusnya bukan sesuatu yang membosankan sebab selalu baru berkat yang Tuhan beri bagi kita. Mulailah membangun sikap hati yang selalu mengharapkan hal yang baru ketika menghampiri-Nya!

Lukas 24:27-29 Lalu Ia menjelaskan kepada mereka apa yang tertulis tentang Dia dalam seluruh Kitab Suci, mulai dari kitab-kitab Musa dan segala kitab nabi-nabi. Mereka mendekati kampung yang mereka tuju, lalu Ia berbuat seolah-olah (=acting) hendak meneruskan perjalanan-Nya. Tetapi mereka sangat mendesak-Nya, katanya: “Tinggallah (=bersekutu, fellowship) bersama-sama dengan kami, sebab hari telah menjelang malam dan matahari hampir terbenam.” Lalu masuklah Ia untuk tinggal bersama-sama dengan mereka.

Dari hal ini tercermin bahwa Tuhan tidak keberatan dengan permintaan kita untuk bersekutu dengan-Nya, maka jangan sungkan meminta lebih dari Tuhan! (Budaya ketimuran terkadang mempengaruhi kita untuk tidak menerima hal yang maksimal dari Tuhan, ini salah satu bentuk intimidasi iblis yang selalu mengingatkan kita bahwa kita tidak layak di hadapan Tuhan.)

Lukas 24:32-34 Kata mereka seorang kepada yang lain: “Bukankah hati kita berkobar-kobar, ketika Ia berbicara dengan kita di tengah jalan dan ketika Ia menerangkan Kitab Suci kepada kita?” Lalu bangunlah mereka dan terus kembali ke Yerusalem. Di situ mereka mendapati kesebelas murid itu. Mereka sedang berkumpul bersama-sama dengan teman-teman mereka. Kata mereka itu: “Sesungguhnya Tuhan telah bangkit dan telah menampakkan diri kepada Simon.”

Setelah hati kedua murid tsb diubah oleh Tuhan, mereka kembali ke Yerusalem meskipun di sana sedang terjadi penangkapan besar-besaran terhadap orang Kristen (mereka tidak gentar), dan terjadilah Pentakosta pertama!

Jangan lagi berpikir bahwa hal-hal rohani hanya perlu dimengerti oleh hamba-hamba Tuhan, melainkan kita semua harus bertumbuh menjadi dewasa rohani sebagai murid-murid Kristus! Tuhan akan memuaskan kita sesuai dengan kerinduan kita!

Mazmur 34:9 Kecaplah (=taste) dan lihatlah, betapa baiknya TUHAN itu! Berbahagialah orang yang berlindung pada-Nya!

Jangan tertipu dan mengambil tindakan yang salah seperti bangsa Israel ketika mendengar bahwa Tuhan hendak menampakkan diri kepada mereka, yaitu Keluaran 20:19, 21 Mereka berkata kepada Musa: “Engkaulah berbicara dengan kami, maka kami akan mendengarkan; tetapi janganlah Allah berbicara dengan kami, nanti kami mati.” Adapun bangsa itu berdiri jauh-jauh, tetapi Musa pergi mendekati embun yang kelam di mana Allah ada.

Setelah bangsa Israel “jaga jarak” terhadap Tuhan maka muncul ide penyembahan berhala yang mendatangkan murka Allah atas mereka. Keluaran 32:1 Ketika bangsa itu melihat, bahwa Musa mengundur-undurkan turun dari gunung itu, maka berkumpullah mereka mengerumuni Harun dan berkata kepadanya: “Mari, buatlah untuk kami allah, yang akan berjalan di depan kami sebab Musa ini, orang yang telah memimpin kami keluar dari tanah Mesir — kami tidak tahu apa yang telah terjadi dengan dia.”

Ibrani 4:16 Sebab itu marilah kita dengan penuh keberanian (=leluasa, tanpa sungkan) menghampiri takhta kasih karunia, supaya kita menerima rahmat dan menemukan kasih karunia untuk mendapat pertolongan kita pada waktunya.