Nehemia Bagi Indonesia

Pendoa syafaat harus tajam melihat keadaan seperti Tuhan melihat, salah satunya kita belajar pemetaan (lingkungan, calon pemimpin, dll) berdasarkan aspek historis, fisik dan rohani. Contoh: calon walikota adalah si A, B dan C, maka kita harus tau profil mereka masing-masing, meliputi latar belakang kehidupan mereka (historis), spanduk-spanduk program kerja mereka (fisik), dan kriteria pemimpin yang Tuhan kehendaki (rohani). Dengan demikian kita menjadi bertanggung jawab atas apa yang kita pilih (entah nanti mereka akan menang atau kalah dalam Pilkada), Tuhan ingin para pendoa yang mengerti apa yang sedang dikerjakan. Ini dimulai dari hal-hal kecil sebelum kelak kita melangkah dalam Pemilihan Presiden.

Nehemia 1:4-5 Ketika kudengar berita ini, duduklah aku menangis dan berkabung selama beberapa hari. Aku berpuasa dan berdoa ke hadirat Allah semesta langit,
kataku: “Ya, TUHAN, Allah semesta langit, Allah yang maha besar dan dahsyat, yang berpegang pada perjanjian dan kasih setia-Nya terhadap orang yang kasih kepada-Nya dan tetap mengikuti perintah-perintah-Nya, berilah telinga-Mu dan bukalah mata-Mu dan dengarkanlah doa hamba-Mu yang sekarang kupanjatkan ke hadirat-Mu siang dan malam bagi orang Israel, hamba-hamba-Mu itu, dengan mengaku segala dosa yang kami orang Israel telah lakukan terhadap-Mu. Juga aku dan kaum keluargaku telah berbuat dosa.

Kita yakin bahwa yang berdosa adalah orang Israel tapi tidak termasuk Nehemia dan keluarganya. Namun dari doa Yeremia ini kita belajar tentang kerendahan hati mengakui dosa pribadi (meskipun kita tidak melakukannya). Kita harus rendah hati introspeksi diri sendiri sebelum memohon pengampunan Tuhan atas kesalahan orang lain. Yakobus 4:7 Karena itu tunduklah kepada Allah, dan lawanlah Iblis, maka ia akan lari dari padamu!

Kita diwajibkan berpuasa selama 52 hari sebelum Pilkada. Kita percaya bahwa apa yang kita lakukan ini seperti puasa yang Nehemia lakukan, yaitu sambil membangun tembok Yerusalem. Nehemia artinya penghibur (pembawa sukacita), jadi kita sedang membangun tembok-tembok yang menangkal setiap intimidasi dan ketakutan dalam masa Pilkada di Indonesia.

Advertisements