Realita Hidup Sebagai Ciptaan Baru

2 Korintus 5:17 Jadi siapa yang ada di dalam Kristus, ia adalah ciptaan baru: yang lama sudah berlalu, sesungguhnya yang baru sudah datang.

Hubungan intim dengan Tuhan adalah esensi kekristenan yang mana dibangun melalui perenungan firman-Nya setiap hari sehingga kita “teruji” sebagai ciptaan baru. Kita akan semakin teruji sebagai ciptaan baru hanya melalui Kristus, artinya di luar Kristus tak ada ciptaan baru.

Kata “ciptaan” (Yun.) artinya:

  1. Peraturan yang baru
  2. Kelakuan yang baru
  3. Mengalami transformasi secara utuh

Roma 12:2 Janganlah kamu menjadi serupa dengan dunia ini, tetapi berubahlah (=be ye transform, KJV) oleh pembaharuan budimu, sehingga kamu dapat membedakan manakah kehendak Allah: apa yang baik, yang berkenan kepada Allah dan yang sempurna.

Kata “berubah” (=metamorpho, Yun.) artinya:

  1. Perubahan bentuk (transfigurasi). Perubahan ini bersifat total (luar dan dalam), bukan sekedar ‘perubahan casing’. Jika kita tidak berubah menjadi ciptaan yang baru, tentu kita akan hidup munafik dan menjadi batu sandungan bagi orang lain.
  2. Perubahan sesuai fakta tentang siapa kita, yaitu: Efesus 5:8-11 Memang dahulu kamu adalah kegelapan, tetapi sekarang kamu adalah terang di dalam Tuhan. Sebab itu hiduplah sebagai anak-anak terang, karena terang hanya berbuahkan kebaikan dan keadilan dan kebenaran, dan ujilah apa yang berkenan kepada Tuhan. Janganlah turut mengambil bagian dalam perbuatan-perbuatan kegelapan yang tidak berbuahkan apa-apa, tetapi sebaliknya telanjangilah perbuatan-perbuatan itu.

Pembaharuan budi diperoleh dengan Filipi 4:8 Jadi akhirnya, saudara-saudara, semua yang benar, semua yang mulia, semua yang adil, semua yang suci, semua yang manis, semua yang sedap didengar, semua yang disebut kebajikan dan patut dipuji, pikirkanlah (=menjadikan inventaris dalam otak & menjadikan sebagai pendapat, Yun.) semuanya itu.

Ketika kita memenangkan pikiran kita, pasti kita dapat memenangkan kehidupan kita!

Kata “baru” (=kainos, Yun.) artinya: baru secara penampilan luar dan baru secara substansi (watak dasar).

Kata “berlalu” (Yun.) artinya sudah binasa dan tidak ada hubungan lagi (tidak penting) sehingga patut diabaikan.

1 Yohanes 1:9 Jika kita mengaku (=mengaku secara terbuka/tidak ada yang ditutup-tutupi dan mengikat janji, Yun.) dosa kita, maka Ia adalah setia dan adil, sehingga Ia akan mengampuni segala dosa kita dan menyucikan (=melenyapkan noda & menyembuhkan tabiat berdosa, Yun.) kita dari segala kejahatan.

Advertisements