Financial Outlook

Firman sanggup menjadikan yang tidak ada menjadi ada, berarti firman juga sanggup menjadikan yang ada menjadi tidak ada.

Background yang bagus (usia peradaban, sumber daya alam, ras, cara berbisnis) tidak menjamin bahwa suatu negara akan bernasib bagus (menjadi negara kaya) di masa depan. Contoh: Mesir memiliki peradaban tertua di dunia namun Eropa memiliki negara-negara yang lebih kaya dibandingkan Mesir, Belgia adalah penghasil cokelat paling enak sedunia tetapi negara pengekspor cokelat terbesar bukanlah Belgia, Amerika memiliki lebih banyak orang-orang cerdas dibandingkan Afrika, tetapi pernah dipimpin oleh Obama yang berasal dari Kenya. Jadi, suatu negara kaya atau miskin ditentukan oleh sikap dan perilaku (attitude) warga negaranya (bukan backgroundnya).

Hal yang menentukan sikap dan perilaku kita adalah:

  1. Edukasi, yaitu kondisi di mana kita selalu bertemu dengan orang-orang yang memberikan berita ter-update yang bermanfaat bagi hidup kita.
  2. Kultur (budaya), yaitu gaya hidup keluarga yang berulang-ulang membentuk mindset kita.

Pola tindakan negara-negara maju:

  1. Etika
  2. Integritas (bisa dipercaya)
  3. Tanggung jawab
  4. Respek pada hukum dan regulasi
  5. Mencintai pekerjaan
  6. Dorongan untuk menabung dan investasi
  7. Keinginan untuk menjadi produktif
  8. Ketepatan waktu

Jika kita perhatikan, apa yang dilakukan negara-negara maju tsb sesuai dengan prinsip Alkitab. Maka jangan melawan firman Tuhan jika kita ingin sukses! Kemiskinan bukan karena kurang sumber daya, tetapi karena kurang sikap bijak.

Markus 12:30 Kasihilah Tuhan, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap akal budimu dan dengan segenap kekuatanmu. (kasih kita kepada Tuhan harus secara penuh diwujudkan dengan 4 hal tsb, tidak boleh kurang)

Kita perlu uang untuk memenuhi kebutuhan pangan, sandang, dan papan. Bagaimana cara mendapatkan uang? Dari:

1) Talenta. Amsal 18:16 Hadiah memberi keluasan kepada orang, membawa dia menghadap orang-orang besar. Talenta itu kudus dan tidak bisa diubah; perlu waktu untuk menemukan talenta yang tersembunyi.

2) Karakter. Amsal 18:9 Orang yang bermalas-malas dalam pekerjaannya sudah menjadi saudara dari si perusak. Amsal 22:7 Orang kaya menguasai orang miskin, yang berhutang menjadi budak dari yang menghutangi. Karakter dapat dibentuk sesuai kebenaran, tetapi harus ada tekad untuk itu.

3) Urapan. Amsal 10:22 Berkat TUHANlah yang menjadikan kaya, susah payah tidak akan menambahinya. Urapan adalah inisiatif Tuhan yang harus kita responi. Jika urapan Allah ada dalam kita, maka sejatinya kita menyatu dengan Allah. Maka tidaklah benar jika berkat malah menjauhkan kita dari Allah.

Tahun ini Tuhan curahkan urapan kreatif di tengah kesesakan seperti yang diterima oleh Yakub, Yusuf dan Daniel yang mana melepaskan kita dari krisis, jebakan, penolakan, tekanan waktu dan tipu kecerdikan manusia.

Semua sektor kehidupan di dunia dikuasai oleh orang Yahudi, karena mereka berprinsip: berinvestasi pada teknologi/pengetahuan (bukan diinvestasikan untuk memenuhi kebutuhan konsumtif semata). Contoh: uang tabungan digunakan untuk membeli buku, bukan mobil mewah yang nilai investasinya semakin menurun.

Hakim-hakim 7:5-7 Lalu Gideon menyuruh rakyat itu turun minum air, dan berfirmanlah TUHAN kepadanya: “Barangsiapa yang menghirup air dengan lidahnya seperti anjing menjilat, haruslah kaukumpulkan tersendiri, demikian juga semua orang yang berlutut untuk minum.” Jumlah orang yang menghirup dengan membawa tangannya ke mulutnya, ada tiga ratus orang, tetapi yang lain dari rakyat itu semuanya berlutut minum air. Lalu berfirmanlah TUHAN kepada Gideon: “Dengan ketiga ratus orang yang menghirup itu akan Kuselamatkan kamu: Aku akan menyerahkan orang Midian ke dalam tanganmu; tetapi yang lain dari rakyat itu semuanya boleh pergi, masing-masing ke tempat kediamannya.”

Ayat di atas mengingatkan kita tentang pengendalian diri dalam sebuah situasi berkat (air diperoleh dengan cuma-cuma, tanpa suatu usaha). Tahun 2018 adalah tahun terbaik untuk memulai hal-hal yang baru, tahun penuh anugerah besar (=perekonomian Indonesia membaik) sebelum penuaian jiwa yang terbesar dan terakhir terjadi. Cara kita menikmati berkat Tuhan menentukan apakah kelak Tuhan akan mengikutsertakan kita atau tidak dalam rencana-Nya. Tuhan mengasihi semua orang tapi untuk sebuah maksud tertentu, Tuhan memilih seseorang (tidak semua orang).

Advertisements