Perbuatan Daging VS Perbuatan Roh

Tahun 2018 : “Tahun Permulaan Yang Baru” (The New Beginnings).

You can’t improve your past, but you can improve your future. Semua itu tergantung keputusan kita hari ini. Tuhan memberikan kita pilihan: berkat atau kutuk. Jika kita memutuskan untuk memilih berkat, tentu perbuatan kita pun harus sesuai dengan pilihan tersebut. Jika tidak, tentulah kutuk yang kita peroleh.

Sebagai pendoa syafaat, seharusnya kita menjadi orang yang paling percaya akan firman-Nya sebab kita adalah orang yang paling intim dengan Tuhan. Ketika Tuhan belum menjawab doa kita, berarti ada suatu maksud Tuhan untuk mendewasakan kita dibalik hal tsb.

Roma 12:1-2 Karena itu, saudara-saudara, demi kemurahan Allah aku menasihatkan kamu, supaya kamu mempersembahkan tubuhmu sebagai persembahan yang hidup, yang kudus dan yang berkenan kepada Allah: itu adalah ibadahmu yang sejati. Janganlah kamu menjadi serupa dengan dunia ini, tetapi berubahlah oleh pembaharuan budimu, sehingga kamu dapat membedakan manakah kehendak Allah: apa yang baik, yang berkenan kepada Allah dan yang sempurna.

Roh menghidupkan kita, jadi persembahan yang hidup adalah persembahan yang berasal dari Roh, yaitu buah-buah Roh. Kita harus menjadi pendoa syafaat yang jujur (berintegritas), bukan munafik.

Galatia 5:19-23 Perbuatan daging telah nyata, yaitu: percabulan, kecemaran, hawa nafsu, penyembahan berhala, sihir, perseteruan, perselisihan, iri hati, amarah, kepentingan diri sendiri, percideraan, roh pemecah, kedengkian, kemabukan, pesta pora dan sebagainya. Terhadap semuanya itu kuperingatkan kamu — seperti yang telah kubuat dahulu — bahwa barangsiapa melakukan hal-hal yang demikian, ia tidak akan mendapat bagian dalam Kerajaan Allah. Tetapi buah Roh ialah: kasih, sukacita, damai sejahtera, kesabaran, kemurahan, kebaikan, kesetiaan, kelemahlembutan, penguasaan diri. Tidak ada hukum yang menentang hal-hal itu.

Kolose 3:14 Dan di atas semuanya itu: kenakanlah kasih, sebagai pengikat yang mempersatukan dan menyempurnakan.

Kita harus memutuskan untuk berubah ke arah yang lebih baik (menghasilkan buah-buah Roh) setiap hari, kasih mula-mula terhadap Tuhan harus tetap menyala-nyala di hati kita. Betapa dalamnya kita telah jatuh jika hidup tanpa kasih mula-mula tsb.

Lukas 10:27 Jawab orang itu: “Kasihilah Tuhan, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap kekuatanmu dan dengan segenap akal budimu, dan kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri.” Jadi tak mungkin kita dapat berkata mengasihi Tuhan tapi membenci sesama.

Kita adalah utusan-utusan Kerajaan Allah (perantara bumi dan surga), jadi kita harus menjadi seorang pendoa syafaat yang dapat dipercaya. Kita harus terus memperbaiki diri selama masih diberi kesempatan hidup. Pendoa syafaat harus “lentur”, artinya menjadi orang yang paling mudah dibentuk Tuhan menjadi serupa dengan gambaran-Nya.

2 Korintus 5:17-20 Jadi siapa yang ada di dalam Kristus, ia adalah ciptaan baru: yang lama sudah berlalu, sesungguhnya yang baru sudah datang. Dan semuanya ini dari Allah, yang dengan perantaraan Kristus telah mendamaikan kita dengan diri-Nya dan yang telah mempercayakan pelayanan pendamaian itu kepada kami. Sebab Allah mendamaikan dunia dengan diri-Nya oleh Kristus dengan tidak memperhitungkan pelanggaran mereka. Ia telah mempercayakan berita pendamaian itu kepada kami. Jadi kami ini adalah utusan-utusan Kristus, seakan-akan Allah menasihati kamu dengan perantaraan kami; dalam nama Kristus kami meminta kepadamu: berilah dirimu didamaikan dengan Allah.

Sebagai pendoa syafaat, kita harus mendamaikan jemaat dengan Tuhan. Karena itu, terlebih dulu kita harus berdamai dengan Tuhan. Jika kita terus berprasangka buruk terhadap Tuhan, tentulah sangat mendukakan Roh Kudus yang telah dimateraikan dalam diri kita. Inilah kunci mendapatkan mujizat yang tak lazim (unusual miracle), yaitu: memiliki cara pandang seperti Kristus. Kita harus berubah sesuai standar Tuhan, bukan standar manusia.

Advertisements