2018: Tahun Permulaan Yang Baru

Mengawali tahun ini kita harus membaca Mazmur 91.

Amos 3:7 Sungguh, Tuhan ALLAH tidak berbuat sesuatu tanpa menyatakan keputusan-Nya kepada hamba-hamba-Nya, para nabi.

Sesuai kalender Ibrani, kita sedang memasuki tahun 5778 (Ayin Het). Ayin (angka 70) berbicara tentang mata Tuhan yang tertuju kepada kita dan mata kita yang tertuju pada Tuhan (mau diajar, dituntun, ditegur). Sedangkan Het (angka 8) berarti permulaan yang baru.

Permulaan yang baru berbicara tentang:

  1. Yang lama sudah berlalu, sesungguhnya yang baru sudah datang. Sebab itu Tuhan memberi tema: “Tahun 2018: Tahun Permulaan Yang Baru”.
  2. Perubahan (pembentukan). 2 Korintus 5:17 Jadi siapa yang ada di dalam Kristus, ia adalah ciptaan baru: yang lama sudah berlalu, sesungguhnya yang baru sudah datang. Artinya kita tidak boleh menggunakan sifat lama kita, yaitu perbuatan daging. Galatia 5:19-21 Perbuatan daging telah nyata, yaitu: percabulan, kecemaran, hawa nafsu, penyembahan berhala, sihir, perseteruan, perselisihan, iri hati, amarah, kepentingan diri sendiri, percideraan, roh pemecah, kedengkian, kemabukan, pesta pora dan sebagainya. Terhadap semuanya itu kuperingatkan kamu — seperti yang telah kubuat dahulu — bahwa barangsiapa melakukan hal-hal yang demikian, ia tidak akan mendapat bagian dalam Kerajaan Allah. Untuk berubah memang tidak gampang, tetapi Roh Kudus & Firman Allah memampukan kita melakukannya hingga menjadi serupa dengan gambar Yesus yang tak bercacat dan bercela. Orang-orang seperti ini yang akan diangkat/dimuliakan Tuhan. Kolose 3:1-4  Karena itu, kalau kamu dibangkitkan bersama dengan Kristus, carilah perkara yang di atas, di mana Kristus ada, duduk di sebelah kanan Allah. Pikirkanlah perkara yang di atas, bukan yang di bumi. Sebab kamu telah mati dan hidupmu tersembunyi bersama dengan Kristus di dalam Allah. Apabila Kristus, yang adalah hidup kita, menyatakan diri kelak, kamu pun akan menyatakan diri bersama dengan Dia dalam kemuliaan. Segala hal yang kita lakukan harus berdasarkan pertimbangan-pertimbangan rohani agar kita siap kapanpun Tuhan Yesus datang kelak.
  3. Pemisahan. Kejadian 1:3-4  Berfirmanlah Allah: “Jadilah terang.” Lalu terang itu jadi. Allah melihat bahwa terang itu baik, lalu dipisahkan-Nyalah terang itu dari gelap. Tahun 2018, Tuhan akan dengan jelas memisahkan orang-orang benar dari orang-orang jahat. Wahyu 22:11  Barangsiapa yang berbuat jahat, biarlah ia terus berbuat jahat; barangsiapa yang cemar, biarlah ia terus cemar; dan barangsiapa yang benar, biarlah ia terus berbuat kebenaran; barangsiapa yang kudus, biarlah ia terus menguduskan dirinya!” Maleakhi 3:18  Maka kamu akan melihat kembali perbedaan antara orang benar dan orang fasik, antara orang yang beribadah kepada Allah dan orang yang tidak beribadah kepada-Nya. Tuhan akan memberikan perlakuan khusus pada orang-orang benar di tahun ini!
  4. Membuat sesuatu yang baru. Yesaya 43:18-19  firman-Nya: “Janganlah ingat-ingat hal-hal yang dahulu, dan janganlah perhatikan hal-hal yang dari zaman purbakala! Lihat, Aku hendak membuat sesuatu yang baru, yang sekarang sudah tumbuh, belumkah kamu mengetahuinya? Ya, Aku hendak membuat jalan di padang gurun dan sungai-sungai di padang belantara. Bagi Allah tidak ada yang mustahil! 1 Korintus 2:9  Tetapi seperti ada tertulis: “Apa yang tidak pernah dilihat oleh mata, dan tidak pernah didengar oleh telinga, dan yang tidak pernah timbul di dalam hati manusia: semua yang disediakan Allah untuk mereka yang mengasihi Dia.” Tuhan mengadakan mujizat yang tidak lazim (unusual miracle). Hal ini dialami oleh nabi Elia di tengah kekeringan yang diberi makan oleh burung gagak dan janda Sarfat yang miskin (1 Raja-raja 17:1-24). Janda Sarfat tsb mengalami mujizat karena ketaatannya [1 Raja-raja 17:15-16  Lalu pergilah perempuan itu dan berbuat seperti yang dikatakan Elia; maka perempuan itu dan dia serta anak perempuan itu mendapat makan beberapa waktu lamanya. Tepung dalam tempayan itu tidak habis dan minyak dalam buli-buli itu tidak berkurang seperti firman TUHAN yang diucapkan-Nya dengan perantaraan Elia.], jadi Elia & janda tsb sama-sama diberkati; ini artinya pekerjaan Tuhan tidak terbengkalai dan kita pun diberkati berlimpah-limpah. Kuncinya: berikan kepada Tuhan terlebih dahulu apa yang Ia minta, barulah sisanya menjadi bagian kita (jangan dibalik). Kolose 3:23-24  Apa pun juga yang kamu perbuat, perbuatlah dengan segenap hatimu seperti untuk Tuhan dan bukan untuk manusia. Kamu tahu, bahwa dari Tuhanlah kamu akan menerima bagian yang ditentukan bagimu sebagai upah. Kristus adalah tuan dan kamu hamba-Nya. 1 Tesalonika 5:18  Mengucap syukurlah dalam segala hal, sebab itulah yang dikehendaki Allah di dalam Kristus Yesus bagi kamu. Amsal 3:9-10  Muliakanlah TUHAN dengan hartamu dan dengan hasil pertama dari segala penghasilanmu, maka lumbung-lumbungmu akan diisi penuh sampai melimpah-limpah, dan bejana pemerahanmu akan meluap dengan air buah anggurnya. Kita harus mempersembahkan harta kita terlebih dahulu kepada Tuhan di awal tahun ini, yaitu buah sulung. Hal ini berbicara tentang permulaan yang baru. Ishak pun mengalami mujizat yang tidak lazim di masa kelaparan. Ishak pergi ke Gerar sesuai perintah Tuhan, bukan ke Mesir; artinya Ishak menggunakan cara-cara Allah, bukan cara-cara dunia. Ke depan ini akan terjadi kelaparan secara jasmani maupun rohani, dan kita tidak boleh menyelesaikannya dengan cara-cara dunia. Salah satu cara dunia cirinya adalah sombong. Kejadian 26:12-13  Maka menaburlah Ishak di tanah itu dan dalam tahun itu juga ia mendapat hasil seratus kali lipat; sebab ia diberkati TUHAN. Dan orang itu menjadi kaya, bahkan kian lama kian kaya, sehingga ia menjadi sangat kaya. 
Advertisements