Daud VS Goliat

Tahun Mujizat Penuaian tinggal 28 hari lagi, sudahkah kita terima mujizat penuaian yang seutuhnya?

1 Samuel 17:4-7  Lalu tampillah keluar seorang pendekar dari tentara orang Filistin. Namanya Goliat, dari Gat. Tingginya enam hasta sejengkal (=hampir 3 meter). Ketopong tembaga ada di kepalanya, dan ia memakai baju zirah yang bersisik; berat baju zirah ini lima ribu syikal tembaga. Dia memakai penutup kaki dari tembaga, dan di bahunya ia memanggul lembing tembaga. Gagang tombaknya seperti pesa tukang tenun, dan mata tombaknya itu enam ratus syikal besi beratnya. Dan seorang pembawa perisai berjalan di depannya.

Berdasarkan ayat di atas, adakah manusia biasa seperti kita setara Goliat? Memakai baju zirahnya saja tidak mungkin! Jadi, Daud VS Goliat adalah hal yang sangat mustahil ibarat kita VS problema hidup yang tidak dapat diselesaikan oleh tangan manusia sehebat apapun, sungguh bukan perbandingan yang setara. Hal ini bermakna lebih dalam dari “kisah klasik” yang biasa kita dengar tentang Daud VS Goliat, kita perlu mujizat untuk mengalahkan goliat-goliat dalam hidup kita.

Lalu, bagaimana cara kita mengalahkannya? Mari belajar dari yang dilakukan Daud!

1) 1 Samuel 17:40  Lalu Daud mengambil tongkatnya (=melambangkan kuasa Tuhan) di tangannya, dipilihnya dari dasar sungai lima batu yang licin (=angka 5 melambangkan Taurat/firman Tuhan) dan ditaruhnya dalam kantung gembala yang dibawanya, yakni tempat batu-batu, sedang umbannya dipegangnya di tangannya. Demikianlah ia mendekati orang Filistin itu. Jadi, Daud berperang mengandalkan firman & kuasa Tuhan.

2) ‎1 Samuel 17:45  Tetapi Daud berkata kepada orang Filistin itu: “Engkau mendatangi aku dengan pedang dan tombak dan lembing, tetapi aku mendatangi engkau dengan nama TUHAN semesta alam, Allah segala barisan Israel yang kautantang itu. Daud tidak fokus pada “senjata-senjata Goliat” (yang mengintimidasi dan melemahkan iman), melainkan fokus pada Nama di atas segala nama yang berkuasa menaklukan segala jenis goliat dalam hidupnya.

3) ‎1 Samuel 17:46  Hari ini juga TUHAN akan menyerahkan engkau ke dalam tanganku dan aku akan mengalahkan engkau dan memenggal kepalamu dari tubuhmu; hari ini juga aku akan memberikan mayatmu dan mayat tentara orang Filistin kepada burung-burung di udara dan kepada binatang-binatang liar, supaya seluruh bumi tahu, bahwa Israel mempunyai Allah, Daud memperkatakan iman, meskipun ia belum melihat kemenangan terjadi. Tahukah Anda? Ketika kita perkatakan “pergumulan saya selesai hari ini juga”, tetapi kenyataannya tidak demikian. Ternyata dengan begitu kita sedang mengaktifkan iman dan Tuhan pun segera melaksanakan janji-Nya bagi kita. Mujizat lagi on the way. Hal ini serupa dengan jawaban Abraham kepada Ishak, Kejadian 22:7-8  Lalu berkatalah Ishak kepada Abraham, ayahnya: “Bapa.” Sahut Abraham: “Ya, anakku.” Bertanyalah ia: “Di sini sudah ada api dan kayu, tetapi di manakah anak domba untuk korban bakaran itu?” Sahut Abraham: “Allah yang akan menyediakan anak domba untuk korban bakaran bagi-Nya, anakku.” (padahal belum terlihat tanda-tanda hal tsb akan terjadi) Demikianlah keduanya berjalan bersama-sama.

4) ‎1 Samuel 17:47  dan supaya segenap jemaah ini tahu, bahwa TUHAN menyelamatkan bukan dengan pedang dan bukan dengan lembing. Sebab di tangan TUHANlah pertempuran (=berarti pergumulan kita adalah “pergumulan” Tuhan juga) dan Ia pun menyerahkan kamu (=goliat) ke dalam tangan kami.” Berdoalah seakan Tuhan ada di dalam kita, ini berarti mengakui bahwa Tuhan yang memegang kendali atas segala hal. Contoh: kita berdoa “Tuhan sembuhkan aku.” (ini berdoa seperti Tuhan itu ‘orang luar’ (bukan bagian dari diri kita), maka berdoalah “Tuhan, aku ini Bait-Mu, aku percaya Engkau yang bertahta di dalamku, akan menyerahkan penyakit ini ke dalam tanganku (=penyakit itu tak menguasai kita lagi).”

Perkatakan dengan iman: Hari ini juga saya alami mujizat penuaian, bukan besok, bukan tahun depan! Gbu.

    Advertisements