Permulaan Baru

Dari tahun 5778 (Ayin Chet):

– Angka 70 (ayin) artinya mata, yaitu mata Tuhan dan mata kita yang saling tertuju. Ini melambangkan adanya komunikasi (kode) mata antara kita dengan Tuhan, yang mana komunikasi jenis ini hanya dilakukan antar pribadi yang saling intim (mengenal dekat satu sama lain).

– Angka 8 (chet), artinya permulaan baru. 2 Korintus 5:17  Jadi siapa yang ada di dalam Kristus, ia adalah ciptaan baru: yang lama sudah berlalu, sesungguhnya yang baru sudah datang. Karena itu, kita harus memahami yang Tuhan kerjakan saat awal mula penciptaan manusia: 6 hari penciptaan + 1 hari perhentian (maka 7 hari merupakan penyempurnaan penciptaan). Angka 7 menandakan kesempurnaan secara jasmani, sedangkan angka 8 menandakan dimensi baru yang supranatural. Dengan siklus yang demikian, kita takkan bisa menapaki hari ke-8 (permulaan baru) tanpa melalui hari ke-7 (Sabath, perhentian penuh).

Apa maksud hari ke-7 dalam penciptaan? Pada hari ke-6 Allah menciptakan manusia seturut gambar-Nya (Kej. 1:26-27), lalu pada hari ke-7 Allah berhenti dari segala pekerjaan-Nya (Kej. 2:2-3; bukan untuk ‘beristirahat karena lelah’, ingat: Allah adalah Sumber kekuatan, maka tak pernah sedetik pun Allah lelah/berkurang kekuatannya seperti raga manusia). Maksud Allah ‘berhenti’ di hari ke-7, yaitu untuk menikmati ciptaan-Nya (berelasi intim). Manusia diciptakan dengan satu ruang kosong di hati yang tak dapat diisi oleh apapun secara jasmani, kecuali Allah. Sebab manusia tercipta seturut gambar Allah, berarti Allah pun memiliki ruang-ruang kosong di hati-Nya yang hanya dapat diisi oleh manusia (=ciptaan yang sepadan dengan Allah). Karena itulah Allah menciptakan manusia serupa dengan-Nya, dengan satu tujuan agar manusia dan Allah dapat saling mengasihi. Jadi, tujuan utama Yesus mati bagi kita adalah mengembalikan hubungan kita dengan Allah yang saling mengasihi tsb.

Deep calleth unto deep at the noise of thy waterspouts: all thy waves and thy billows are gone over me. (Mazmur 42:7, KJV) Artinya: hati Tuhan yang terdalam memanggil hati manusia yang terdalam untuk mendekat (bersekutu intim), kembali pada esensi kasih yang sejati. Tuhan sangat merindukan kita.

Jika kita benar-benar telah melalui “hari ke-7” tsb, maka kita akan menjadi pribadi yang penuh kasih mesra terhadap Tuhan (ringan beban), tidak lagi berada di tahap kehidupan yang selalu penuh pergumulan (terbeban). Jiwa-jiwa yang baru dituai tentunya adalah jiwa-jiwa yang hancur dan sangat membutuhkan kasih, kita tak mungkin dapat memberi kasih sejati kepada mereka jika kita tak memiliki kasih tsb (=gagal menuai).

Berikut adalah tahapan permulaan yang baru bercermin dari tahapan awal mula penciptaan manusia:

1) Yohanes 1:1 Pada mulanya adalah Firman; Firman itu bersama-sama dengan Allah dan Firman itu adalah Allah. 1 Yohanes 4:8 Barangsiapa tidak mengasihi, ia tidak mengenal Allah, sebab Allah adalah kasih (bukan sekedar memiliki sifat kasih). Dengan demikian, kita pun harus memulai awal yang baru ini dengan Allah (=kasih, LOVE). Segala sesuatu harus kita lakukan atas dasar kasih, bukan sekedar kewajiban untuk hidup yang baik.

2) Kejadian 1:3 Berfirmanlah Allah: “Jadilah terang.” Lalu terang itu jadi. Setelah kita menjadi kasih (seperti Allah), maka tentu hidup kita akan menjadi terang sejati bagi semua orang (=LIGHT) .

3) Kejadian 2:7  ketika itulah TUHAN Allah membentuk manusia itu dari debu tanah dan menghembuskan nafas hidup ke dalam hidungnya; demikianlah manusia itu menjadi makhluk yang hidup. Amsal 18:21 Hidup dan mati dikuasai lidah, siapa suka menggemakannya, akan memakan buahnya. Jika kita menjadi terang, tentu terang tsb akan menarik banyak jiwa ke arah kita. Maka dalam permulaan yang baru ini kita harus mengucapkan hal-hal yang membangun hidup orang lain (=LIVE), bukan ‘mematikan’ hidup mereka. Orang-orang tsb harus melihat Yesus dari kehidupan kita.

Advertisements