Buah Kasih

Yohanes 15:16-17 Bukan kamu yang memilih Aku, tetapi Akulah yang memilih kamu. Dan Aku telah menetapkan kamu, supaya kamu pergi dan menghasilkan buah dan buahmu itu tetap, supaya apa yang kamu minta kepada Bapa dalam nama-Ku, diberikan-Nya kepadamu. Inilah perintah-Ku kepadamu: Kasihilah seorang akan yang lain.”

Wahyu 2:4-5 Namun demikian Aku mencela engkau, karena engkau telah meninggalkan kasihmu yang semula. Sebab itu ingatlah betapa dalamnya engkau telah jatuh! Bertobatlah dan lakukanlah lagi apa yang semula engkau lakukan. Jika tidak demikian, Aku akan datang kepadamu dan Aku akan mengambil kaki dianmu dari tempatnya, jikalau engkau tidak bertobat.

Kita harus berbuah dalam standar kasih mula-mula. Berdasarkan penelitian Prof. David Hawkins, seseorang dengan frekuensi getaran cinta dibawah angka 200 akan banyak terserang penyakit sedangkan jika frekuensi getaran cintanya diatas angka 700 pasti hidup bebas dari segala penyakit. Hidup sehat berawal dari hati yang penuh cinta (Amsal 17:22).

2 Korintus 5:17 Jadi siapa yang ada di dalam Kristus, ia adalah ciptaan baru: yang lama sudah berlalu, sesungguhnya yang baru sudah datang. Kita harus bergairah kembali pada cinta yang mula-mula dengan melupakan segala kenangan buruk di masa lalu. 

Penyebab seseorang tidak berbuah kasih, yaitu:

  1. Tidak mengampuni. Matius 6:15 Tetapi jikalau kamu tidak mengampuni orang, Bapamu juga tidak akan mengampuni kesalahanmu.” Matius 18:21-22  Kemudian datanglah Petrus dan berkata kepada Yesus: “Tuhan, sampai berapa kali aku harus mengampuni saudaraku jika ia berbuat dosa terhadap aku? Sampai tujuh kali?” Yesus berkata kepadanya: “Bukan! Aku berkata kepadamu: Bukan sampai tujuh kali, melainkan sampai tujuh puluh kali tujuh kali (sama dengan 70 pangkat 7 = 8.235.430.000.000). Mengampuni membuat tubuh kita sehat dan diberkati oleh Tuhan (seperti Ayub yang diberkati 2X lipat setelah dicobai Tuhan karena ia mengampuni teman-teman yang menghinanya ketika jatuh).
  2. Sikap hati yang tidak dijaga. Amsal 4:23 Jagalah hatimu dengan segala kewaspadaan, karena dari situlah terpancar kehidupan. Yesaya 32:16 Di padang gurun selalu akan berlaku keadilan dan di kebun buah-buahan akan tetap ada kebenaran. Artinya selama kita terus menuntut keadilan maka hidup kita akan selalu berada di ‘padang gurun’ (kehidupan tanpa berkat), tetapi ketika kita terus menghidupi kebenaran pasti hidup kita berada di ‘kebun buah-buahan’ (kehidupan penuh berkat). Kita harus memiliki sikap hati yang rendah hati. 
Advertisements