Tahun 5778 (Ayin Chet)

Tahun 5778 (Ayin Chet) dimulai tanggal 21/09/2017 – 09/09/2018.

Angka 70 (Ayin) berbicara tentang mata Tuhan yang tertuju kepada orang yang takut akan Tuhan dan berharap kepada kasih setia-Nya (Mazmur 33:18, Mazmur 32:8). Bagi orang yang seperti itu, Tuhan menjanjikan mujizat (menerima hal-hal yang mustahil) seperti tertulis dalam Yesaya 43:19 Lihat, Aku hendak membuat sesuatu yang baru, yang sekarang sudah tumbuh, belumkah kamu mengetahuinya? Ya, Aku hendak membuat jalan di padang gurun dan sungai-sungai di padang belantara.

Angka 8 (chet) berbicara tentang:

– Permulaan yang baru. Angka 7 itu simbol kepenuhan (sempurna), jadi angka 8 bisa disamakan dengan angka 1 sebagai angka pertama (awal). 2 Korintus 5:17 Jadi siapa yang ada di dalam Kristus, ia adalah ciptaan baru: yang lama sudah berlalu, sesungguhnya yang baru sudah datang. Kita harus menanggalkan kedagingan yang tercatat dalam Galatia 5:19-21. 

– Dimensi yang melampaui sesuatu yang jasmaniah (dimensi Roh Kudus, supranatural). Ketika fokus kita hanya “sukses jasmani”, berarti kita masih di “angka 7” (belum masuk “angka 8”). Kolose 3:1-4 Karena itu, kalau kamu dibangkitkan bersama dengan Kristus, carilah perkara yang di atas, di mana Kristus ada, duduk di sebelah kanan Allah. Pikirkanlah perkara yang di atas, bukan yang di bumi. Sebab kamu telah mati dan hidupmu tersembunyi bersama dengan Kristus di dalam Allah. Apabila Kristus, yang adalah hidup kita, menyatakan diri kelak, kamu pun akan menyatakan diri bersama dengan Dia dalam kemuliaan. Mulai sekarang, porsi hal-hal rohani harus lebih besar dibanding porsi hal-hal jasmani.

Bagaimana “dimensi yang melampaui jasmani” itu?

– Berkaca dari kesaksian Benny Hinn tentang bagaimana ia diberi *kesempatan kedua* oleh Tuhan, pelayanannya sudah di angka 7 (sempurna) namun tak ada yang tahu bagaimana kehidupannya yang sebenarnya di hadapan Tuhan. Mungkin kita pun seperti ini, jangan sia-siakan kesempatan kedua tsb (mulailah permulaan baru).

– Belajar dari Ayub, Alkitab mencatat tidak ada manusia di bumi yang sedemikian salehnya (Ayub 2:3, berarti ia sudah di angka 7). Setelah ia mengalami proses, barulah Ayub menyatakan “Hanya dari kata orang saja aku mendengar tentang Engkau, tetapi sekarang mataku sendiri memandang Engkau.” (Ayub 42:5). Kita harus alami proses (tidak berada di zona nyaman lagi) hingga mengalami mujizat itu sendiri (bukan hanya sekedar kata-kata), maka jangan lari dari proses tsb karena itu baik bagi kita untuk masuk dalam dimensi yang baru seperti Ayub telah dipulihkan bahkan menerima berkat 2x lipat dari sebelumnya.

Advertisements