Melangkah Dengan Iman

[Perikop: Pengharapan di tengah-tengah penderitaan] Mazmur 126:1-6 Nyanyian ziarah. Ketika TUHAN memulihkan keadaan Sion, keadaan kita seperti orang-orang yang bermimpi. Pada waktu itu mulut kita penuh dengan tertawa, dan lidah kita dengan sorak-sorai. Pada waktu itu berkatalah orang di antara bangsa-bangsa: “TUHAN telah melakukan perkara besar kepada orang-orang ini!” TUHAN telah melakukan perkara besar kepada kita, maka kita bersukacita. Pulihkanlah keadaan kami, ya TUHAN, seperti memulihkan batang air kering di Tanah Negeb! Orang-orang yang menabur dengan mencucurkan air mata, akan menuai dengan bersorak-sorai. Orang yang berjalan maju dengan menangis sambil menabur benih, pasti pulang dengan sorak-sorai sambil membawa berkas-berkasnya.

Jika hingga kini kita belum menerima jawaban doa, berarti kita harus mengenakan kirbat yang baru, sebab anggur baru (mujizat) takkan dicurahkan ke dalam kirbat lama. Attitude kita harus berubah seperti kehendak Tuhan.

Matius 22:37 Jawab Yesus kepadanya: “Kasihilah Tuhan, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap akal budimu. Kata “akal budi” dalam bahasa aslinya bermakna “imajinasi”, ini dimaksudkan agar kita mengasihi Tuhan meski tidak melihat-Nya.

Mazmur 119:105 Firman-Mu itu pelita bagi kakiku dan terang bagi jalanku. Pelita hanya menerangi sedikit jalan di depan kita, tidak sampai jauh ke depan. Ini berarti kita harus memiliki iman akan firman Tuhan, ketika taat melangkah maka sedikit jalan di depan kita akan terlihat. Meskipun Tuhan beri tahu seluruh rencana-Nya, tetapi tanpa iman tentu kita takkan mau melangkah.

Markus 11:24 Karena itu Aku berkata kepadamu: apa saja yang kamu minta dan doakan, percayalah bahwa kamu telah menerimanya, maka hal itu akan diberikan kepadamu.

Yakobus 5:16b Doa orang yang benar, bila dengan yakin didoakan, sangat besar kuasanya. Doa adalah tanda bahwa kita percaya pada Tuhan dan akan dikabulkan-Nya. Jangan jemu-jemu berdoa!

Mujizat terjadi agar bangsa-bangsa yang tidak mengenal Tuhan menjadi mengenal-Nya (penuaian jiwa), itulah tujuan Tuhan. Kita harus menabur agar menuai, yang harus kita tabur pertama-tama adalah perkataan iman kemudian perbuatan.

Advertisements