Sinyal Tuhan

– 21 Agustus 2017 seluruh dunia (bukan hanya belahan bumi tertentu) akan melihat kejadian alam yang sangat langka, yaitu: gerhana matahari total yang garisnya membelah benua Amerika menjadi dua

– 23 September 2017 jika langit cerah, kita dapat melihat rasi bintang yang menggenapi firman Tuhan dalam Wahyu 12:1-2 (pertanda awal masa kesusahan besar), kita harus sudah siap rapture sebelum ini

– Yoel 2:28 “Kemudian dari pada itu akan terjadi, bahwa Aku akan mencurahkan Roh-Ku ke atas semua manusia (baik yg sudah percaya Tuhan maupun yg belum percaya, supaya mereka bisa menerima Tuhan sebagai Juruselamat), maka anak-anakmu laki-laki dan perempuan akan bernubuat; orang-orangmu yang tua akan mendapat mimpi, teruna-terunamu akan mendapat penglihatan-penglihatan. 

– Bulan September/Oktober 2017 Dewan Keamanan PBB akan mengadakan voting kedua untuk menyatakan bahwa Israel membuat tindakan ilegal karena telah membangun perumahan Yahudi di tanah Palestina; 70 negara (termasuk Indonesia) mengusulkan agar Israel dibagi 2, sesuai firman di Yoel 2, Tuhan berkata barangsiapa yang mencerai-beraikan Israel akan digoncang. Negara-negara penuntut Israel ini jadi dipersulit untuk berwisata ke Israel.

– Kita harus punya hati yang mengerti “sinyal Tuhan” melalui kegoncangan demi kegoncangan. Tanda-tanda alam sedang berjalan sesuai firman Tuhan, maka kita pun harus berjalan sesuai firman Tuhan.

– Masalah kita memang belum selesai, tetapi kita sudah mendapat janji Tuhan bahwa semuanya beres. Jadi hati kita tetap tenang di tengah goncangan. Sinyal seperti inilah yang harus kita miliki, jangan acuh dgn “pertanda2 kecil” dan baru sadar saat kehidupan kita sudah “diluluhlantahkan” Tuhan, segera bertobat dan perbaiki diri!

– Saat murid-murid menangkap 153 ikan setelah semalam-malaman gagal, mereka tidak bertanya Tuhan “siapakah Engkau?” sebab mereka mengerti angka 153 secara gematria dalam Bahasa Ibrani artinya “Akulah Tuhan”. Dalam kisah Yesus memberi makan dengan 5 roti dan 2 ikan, murid-murid tak banyak tanya lagi setelah Yesus bilang “suruh orang-orang itu duduk berkelompok-kelompok, masing-masing 50 orang per kelompok” sebab angka 50 mewakili kalimat “Akulah Penebus, Akulah Pemberi Makan” sehingga murid-murid dengan iman bertindak. Dari 2 kisah ini kita belajar, Tuhan tidak gamblang menyatakan Diri-Nya tapi dengan sinyal-sinyal maka kita harus peka dengar suara Tuhan.

Advertisements