Hari Akhir

Yoel 2:28, 30 “Kemudian dari pada itu akan terjadi, bahwa Aku akan mencurahkan Roh-Ku ke atas semua manusia (=pada orang percaya Tuhan, juga pada orang yang belum percaya Tuhan agar mereka bisa bertobat), maka anak-anakmu laki-laki dan perempuan akan bernubuat; orang-orangmu yang tua akan mendapat mimpi, teruna-terunamu akan mendapat penglihatan-penglihatan. Aku akan mengadakan mujizat-mujizat (=mofet) di langit dan di bumi: darah (=aniaya) dan api (=kerusuhan) dan gumpalan-gumpalan asap (=perang).

Kata mujizat tertulis dalam 2 makna, yaitu:

1) seymayon: mengarah ke mujizat kesembuhan, kelepasan, dsb

2) mofet: mengarah ke pertanda fisik di alam untuk memberitahukan kedatangan Tuhan

Firman Tuhan sangat sah, jadi tidak boleh diragukan/diuji. Tetapi penglihatan/mimpi/nubuatan harus diuji apakah sesuai dengan firman Tuhan atau tidak.

Seorang anak kecil menggambar pedang ksatria “yang baru”/pedang lain selain pedang Roh yang sudah ada (atas tuntunan Tuhan), arti profetiknya: Ini pedang emas. Lukas 22:38 Kata mereka: “Tuhan, ini dua pedang.” Jawab-Nya: “Sudah cukup.” Menjelang akhir zaman, kita harus memiliki 2 pedang.

Penjelasan pedang lebih detail:

– Pedangnya putih terang dengan pegangan dari emas

– Bilah pedang berupa petir yang dapat langsung membunuh musuh (jadi jangan gunakan pedang Roh/firman Tuhan untuk ‘membunuh’ sesama)

– Bilah petir tsb tidak boleh terkena wajah kita karena bisa fatal, artinya tidak boleh mencuri kemuliaan Tuhan (kita ini faceless & nameless)

– Pembawa pedang adalah malaikat tentara putih terang, bertubuh sangat tinggi besar dengan wajah sangat marah pada musuh (pakaiannya tertulis 4 pola pengajaran pertanda gereja sehat: keselamatan, berkat kesembuhan Ilahi, Roh Kudus, second coming). Malaikat tsb menolong kita berperang (menggunakan pedang), sedangkan Tuhan melihat dari atas dan memberikan kita “skor kemenangan” (hanya yang menang yang akan masuk surga).

Tuhan berbicara kepada anak tsb:

– Jika kita hidup benar, kita diberi otoritas atas bangsa-bangsa

– Hanya prajurit yang gaya hidupnya doa pujian dan penyembahan yang akan diberi pedang oleh Tuhan, bukan diberi pedang dahulu baru menjadi prajurit

– Mereka yang tidak mendapat pedang akan kalah dan meninggal karena serangan musuh

– Mereka yang menerima pedang akan menang, juga karena bantuan para malaikat

– Tgl 5 Mei 2017, pedang diberikan untuk tentara manusia. Jika musuhnya mati, maka tentara diberi sayap untuk naik ke surga. Di lain tempat (yg mana mereka tidak saling mengenal), ternyata Rabi di Israel pun mendapatkan penglihatan tentang Elia (pertanda Mesias segera datang bagi orang Israel) & melihat 5 pintu anugerah (4 pintu sudah tertutup, tinggal 1 pintu masih ditahan oleh Elia sambil berkata “cepat, cepat, waktu semakin singkat!”).

Mujizat besar, tentu goncangan besar juga. Goncangan membuat gereja Tuhan dari semua denominasi bersatu berdoa untuk suatu hal yg baik (unity).

Pesan Tuhan:

– Beberapa anak Tuhan yang telah “selesai tugas” akan dibawa pulang ke rumah Bapa

– Kaum Kedar akan kembali pada panggilan Tuhan (=tuaian besar)

– Anak Tuhan diminta membereskan hati dan memperhatikan pemulihan keluarga (menjadi Elia, mempersiapkan jalan bagi kedatangan Tuhan)

– Akan muncul lawatan di luar nalar manusia karena pekerjaan Roh Kudus

– Tuhan menghendaki pertobatan di akhir zaman (urgent)

– Jika fokus hidup kita mencari uang, lama-kelamaan kita akan terhisap ke dalam jebakan iluminati dan diinfuskan chip Antikris (jadi penyembah berhala dan diikat/didampingi oleh seorang setan). Kita jangan menilai manusia berdasarkan uang, kita harus mengutamakan hidup benar. Yang akan rapture hanya orang Kristen yang sukacita.

– Tulisan tangan seorang anak menuliskan “AMX TUHAN”, artinya tank baja versi AMX. Akan ada perang besar-besaran di dunia.

– Banyak foto-foto yg diambil oleh Pak Aruna & tim memperlihatkan naga di langit beberapa kota di Indonesia, ini pertanda kita harus berdoa lebih sungguh-sungguh. Jaga anak-anak kita, ini bukan saatnya melepaskan mereka sesuka hati! Jika suatu tempat doanya kuat, maka naga tsb akan menjadi lemah dan mati (kemudian mencari teman untuk bersatu di tempat lain). Tapi jika doanya lemah, maka naganya akan semakin kuat dan bertelur.

Raja Salman memberi pedang emas saat berkunjung ke Indonesia pertanda bahwa “perang dimulai”.

Peperangan itu dilakukan dalam skala besar (bersama-sama) tetapi problema hidup yg harus dihadapi sendiri merupakan pergumulan (bukan peperangan). Dalam peperangan harus ada strategi & unity.

Tidak ada waktu lagi untuk menunda-nunda hidup benar bagi Tuhan secara total!

Advertisements