Peperangan: Bagian Dari Kehidupan Kristen

1 Samuel 30:1-6 Ketika Daud serta orang-orangnya sampai ke Ziklag pada hari yang ketiga, orang Amalek telah menyerbu Tanah Negeb dan Ziklag; Ziklag telah dikalahkan oleh mereka dan dibakar habis. Perempuan-perempuan dan semua orang yang ada di sana, tua dan muda, telah ditawan mereka, dengan tidak membunuh seorang pun; mereka menggiring sekaliannya, kemudian meneruskan perjalanannya. Ketika Daud dan orang-orangnya sampai ke kota itu, tampaklah kota itu terbakar habis, dan isteri mereka serta anak mereka yang laki-laki dan perempuan telah ditawan. Lalu menangislah Daud dan rakyat yang bersama-sama dengan dia itu dengan nyaring, sampai mereka tidak kuat lagi menangis. Juga kedua isteri Daud ditawan, yakni Ahinoam, perempuan Yizreel, dan Abigail, bekas isteri Nabal, orang Karmel itu. Dan Daud sangat terjepit, karena rakyat mengatakan hendak melempari dia dengan batu. Seluruh rakyat itu telah pedih hati, masing-masing karena anaknya laki-laki dan perempuan. Tetapi Daud menguatkan kepercayaannya kepada TUHAN, Allahnya.

Pengalaman yang Daud alami di Ziklag ini mungkin serupa dengan yang pernah kita alami karena bisa saja hal buruk menimpa setelah kemenangan besar terjadi. Kehidupan seorang Kristen adalah sebuah peperangan. Filipi 1:29  Sebab kepada kamu dikaruniakan bukan saja untuk percaya kepada Kristus, melainkan juga untuk menderita untuk Dia,

Kita tak ingin mengalami hal yang buruk tentunya, namun peperangan tetap harus kita lalui. Kita memiliki musuh yang sama, yaitu setan. Setan berusaha mendorong kita masuk ke dalam peperangan tertentu, jika kita tidak berperang maka kita takkan tahu siapa yang menang. 

Kita harus lakukan apa yang Tuhan perintahkan untuk kita perbuat sebab Tuhan mencari orang-orang yang mau bertindak bagi-Nya melakukan suatu perintah Ilahi. Kita tak perlu takut menghadapi suatu peperangan selama kita menjalankan perintah-Nya sebab Tuhan yang menyertai kita lebih besar dibanding segala tantangan yang menghadang. 

Mazmur 121:1-3 Nyanyian ziarah. Aku melayangkan mataku ke gunung-gunung; dari manakah akan datang pertolonganku? Pertolonganku ialah dari TUHAN, yang menjadikan langit dan bumi. Ia takkan membiarkan kakimu goyah, Penjagamu tidak akan terlelap.

Ketika semua sahabat berubah jadi musuh dan tak ada yang mau menolong kita, belajarlah dari Daud yang menguatkan kepercayaannya pada Tuhan. Hanya Tuhan jawaban hidup kita, Ia sanggup lakukan apa saja dengan tak terbatas.

Advertisements