Bagian Dari Rencana Allah

1 Tesalonika 3:3  supaya jangan ada orang yang goyang imannya karena kesusahan-kesusahan ini. Kamu sendiri tahu, bahwa kita ditentukan untuk itu.

Kesusahan (Yunani: thlipsis), artinya: tekanan, saling menekan, penderitaan. Kata “kesusahan” yang sama terdapat juga dalam ayat 1 Korintus 7:28  Tetapi, kalau engkau kawin, engkau tidak berdosa. Dan kalau seorang gadis kawin, ia tidak berbuat dosa. Tetapi orang-orang yang demikian akan ditimpa kesusahan badani dan aku mau menghindarkan kamu dari kesusahan itu. 

Lalu, apa yang menarik dari sebuah pernikahan? Tujuannya, yaitu: menjadi satu. Amsal 27:17  Besi menajamkan besi, orang menajamkan sesamanya. Kejadian 2:24  Sebab itu seorang laki-laki akan meninggalkan ayahnya dan ibunya dan bersatu dengan isterinya, sehingga keduanya menjadi satu daging. Gesekan antara suami istri membuat masing-masing akan semakin “tajam” (serupa dengan Kristus). 1 Petrus 3:4  tetapi perhiasanmu ialah manusia batiniah yang tersembunyi dengan perhiasan yang tidak binasa yang berasal dari roh yang lemah lembut dan tenteram, yang sangat berharga di mata Allah. Ketika suami istri bisa menerima kekurangan satu sama lain maka manusia batiniah yang tersembunyi itu akan semakin disempurnakan. Kita akan dapatkan kebahagiaan dalam pernikahan ketika kita setia menjalankan pernikahan sesuai prinsip Alkitabiah meskipun penuh pengorbanan dan penderitaan. Kunci pernikahan yang berhasil adalah ketika kita mengundang Yesus dalam pernikahan kita (contoh: pernikahan di Kana). Meskipun orang lain melihat begitu sulit yang kita hadapi tetapi kita akan bersukacita menjalaninya sebab kita tahu tujuan pernikahan kita, yaitu: menggenapi rencana Allah.

Lalu, apa saja yang harus diperhatikan dalam menjalani sebuah pernikahan?

1) Apa yang kita lihat?

    Secara berurutan, kita harus memprioritaskan: Kristus – pasangan – diri kita. Tak ada pernikahan yang kuat ketika kita selalu mengutamakan kebahagiaan diri sendiri, pernikahan kita kuat ketika kita mengutamakan kebahagiaan pasangan kita setelah Kristus.

    Filipi 2:3 

    …Sebaliknya hendaklah dengan rendah hati yang seorang menganggap yang lain lebih utama dari pada dirinya sendiri; (TB)

    Put yourself aside, and help others get ahead. (MSG)

    2) Siapa yang kita dengar?

      Mendengarkan isi hati pasangan harus diusahakan (jangan dianggap sepele). Jangan egois mengutamakan diri sendiri saja yang harus selalu didengarkan dalam segala hal dan keinginan. 

      3) Di mana Anda memulai?

      Mazmur 101:2  Aku hendak memperhatikan hidup yang tidak bercela: Bilakah Engkau datang kepadaku? Aku hendak hidup dalam ketulusan hatiku di dalam rumahku. 

      Bahkan pernikahan yang diciptakan di surga pun, perlu cara memelihara yang membumi.

      Kerendahan hati dimulai dari rumah. Orang yang bisa hidup benar di rumahnya adalah orang yang kuat sebab ia bisa mengalahkan keegoisan dirinya sendiri untuk melakukan kebenaran firman Tuhan.

      Dalam pernikahan, kita bisa saling melukai. Tetapi jangan saling berpisah, karena tak ada kehidupan dalam kesendirian. Kasih Kristus membuat kita tetap kuat.