Lembah Penentuan

Lembah penentuan berbicara tentang keputusan sebelum kita masuk surga.

Yesaya 22:5  Sebab Tuhan, TUHAN semesta alam telah menentukan suatu hari: Ia akan menggemparkan, menginjak-injak dan mengacaukan orang: di “lembah penglihatan” tembok akan dirombak dan teriakan minta tolong sampai ke puncak gunung! 
Jadi, yang harus kita perhatikan di “hari penentuan” ini adalah persekutuan kita dengan Tuhan yang diekspresikan dalam ibadah. 1 Timotius 4:8  Latihan badani terbatas gunanya, tetapi ibadah itu berguna dalam segala hal, karena mengandung janji, baik untuk hidup ini maupun untuk hidup yang akan datang. Yang harus diperhatikan dalam ibadah, yaitu:

1) Iman, percaya dan ketaatan. 1 Timotius 3:16  Dan sesungguhnya agunglah rahasia ibadah kita: “Dia, yang telah menyatakan diri-Nya dalam rupa manusia, dibenarkan dalam Roh; yang menampakkan diri-Nya kepada malaikat-malaikat, diberitakan di antara bangsa-bangsa yang tidak mengenal Allah; yang dipercayai di dalam dunia, diangkat dalam kemuliaan.” 

2) Kekudusan. Bilangan 20:12-13  Tetapi TUHAN berfirman kepada Musa dan Harun: “Karena kamu tidak percaya kepada-Ku dan tidak menghormati kekudusan-Ku di depan mata orang Israel, itulah sebabnya kamu tidak akan membawa jemaah ini masuk ke negeri yang akan Kuberikan kepada mereka.” Itulah mata air Meriba, tempat orang Israel bertengkar dengan TUHAN dan Ia menunjukkan kekudusan-Nya di antara mereka. Ibrani 12:14  Berusahalah hidup damai dengan semua orang dan kejarlah kekudusan, sebab tanpa kekudusan tidak seorang pun akan melihat Tuhan. Kekudusan kita peroleh ketika kita berdamai dengan semua orang (bukan hanya sebagian orang). 

3) Ibadah harus menjadi gaya hidup kita, yaitu memiliki karakter Kristus [tidak dipengaruhi oleh keadaan tetapi mempengaruhi keadaan]. Yohanes 7:38-39  Barangsiapa percaya kepada-Ku, seperti yang dikatakan oleh Kitab Suci: Dari dalam hatinya akan mengalir aliran-aliran air hidup.” Yang dimaksudkan-Nya ialah Roh yang akan diterima oleh mereka yang percaya kepada-Nya; sebab Roh itu belum datang, karena Yesus belum dimuliakan. Jika Roh Kudus termaterai dalam diri kita maka kita harus menjadi seorang pembawa perubahan yang lebih baik. Kristus adalah Tuan kita maka kita harus memiliki penundukan diri terhadap Dia.

4) Sikap hati. Mazmur 106:32-33  Mereka menggusarkan Dia dekat air Meriba, sehingga Musa kena celaka karena mereka; sebab mereka memahitkan hatinya, sehingga ia teledor dengan kata-katanya. Iblis tidak suka jika kita disebut sebagai Anak Allah, menerima mahkota kemuliaan dan diurapi Tuhan (Mazmur 55:13-20). Tidak ada dasar untuk kita menjadi kecewa jika kita menempatkan diri sebagai hamba, sebab kita tahu bahwa yang diserang iblis adalah Roh Kudus yang bertahta dalam kita, bukan diri kita.

5) Perkataan. Matius 12:36-37  Tetapi Aku berkata kepadamu: Setiap kata sia-sia yang diucapkan orang harus dipertanggungjawabkannya pada hari penghakiman. Karena menurut ucapanmu engkau akan dibenarkan, dan menurut ucapanmu pula engkau akan dihukum.” [person-to-person]

Advertisements