Ujian Naik Level

Menjelang kedatangan Tuhan Yesus yang kedua, segala sesuatu di bumi ini akan digoncang; hanya Kerajaan Allah yang tak tergoncangkan. Bagi dunia, goncangan tersebut adalah hukuman, tetapi bagi orang percaya, goncangan tersebut adalah pemurnian. Sebagai pendoa syafaat, kita harus mau diupgrade untuk naik level dan untuk itu kita harus lulus (tidak gugur) dari ujian-ujian berikut:

1) Ujian iman. Ibrani 11:1  Iman adalah dasar dari segala sesuatu yang kita harapkan dan bukti dari segala sesuatu yang tidak kita lihat. 1 Petrus 1:5-9  Yaitu kamu, yang dipelihara dalam kekuatan Allah karena imanmu sementara kamu menantikan keselamatan yang telah tersedia untuk dinyatakan pada zaman akhir. Bergembiralah akan hal itu, sekalipun sekarang ini kamu seketika harus berdukacita oleh berbagai-bagai pencobaan. Maksud semuanya itu ialah untuk membuktikan kemurnian imanmu — yang jauh lebih tinggi nilainya dari pada emas yang fana, yang diuji kemurniannya dengan api — sehingga kamu memperoleh puji-pujian dan kemuliaan dan kehormatan pada hari Yesus Kristus menyatakan diri-Nya. Sekalipun kamu belum pernah melihat Dia, namun kamu mengasihi-Nya. Kamu percaya kepada Dia, sekalipun kamu sekarang tidak melihat-Nya. Kamu bergembira karena sukacita yang mulia dan yang tidak terkatakan, karena kamu telah mencapai tujuan imanmu, yaitu keselamatan jiwamu. Kunci untuk lulus dalam ujian iman ini adalah respon yang benar dalam menghadapi goncangan (ketaatan melakukan suara Tuhan sekalipun tidak masuk akal).

2) Ujian kasih. Matius 24:12-13  Dan karena makin bertambahnya kedurhakaan, maka kasih kebanyakan orang akan menjadi dingin. Tetapi orang yang bertahan sampai pada kesudahannya akan selamat. Apakah kita sudah teruji kasihnya kepada Tuhan dan kepada sesama? (Lukas 10:27) Jika kasih kita sudah menjadi dingin, maka sudah tak ada harapan lagi. Standar yang Tuhan kehendaki bagi kita adalah kasih yang mula-mula (the first love) sebab apapun yang kita tanpa lakukan tanpa kasih hanyalah kesia-siaan (Wahyu 2:1-7, 1 Korintus 13). Efesus 3:18-19  Aku berdoa, supaya kamu bersama-sama dengan segala orang kudus dapat memahami, betapa lebarnya dan panjangnya dan tingginya dan dalamnya kasih Kristus, dan dapat mengenal kasih itu, sekalipun ia melampaui segala pengetahuan. Aku berdoa, supaya kamu dipenuhi di dalam seluruh kepenuhan Allah. Kasih diuji dalam 2 sisi, yaitu sebelum dan sesudah mendapatkan mujizat.

3) Ujian hati. Matius 6:21-24  Karena di mana hartamu berada, di situ juga hatimu berada. Mata adalah pelita tubuh. Jika matamu baik, teranglah seluruh tubuhmu; jika matamu jahat, gelaplah seluruh tubuhmu. Jadi jika terang yang ada padamu gelap, betapa gelapnya kegelapan itu. Tak seorang pun dapat mengabdi kepada dua tuan. Karena jika demikian, ia akan membenci yang seorang dan mengasihi yang lain, atau ia akan setia kepada yang seorang dan tidak mengindahkan yang lain. Kamu tidak dapat mengabdi kepada Allah dan kepada Mamon.” Mata kita menjadi jahat ketika kita melihat 2 hal disaat yang bersamaan sehingga kita tidak fokus. Tuhan menghendaki kita diberkati berlimpah tetapi tidak menghendaki kita terikat kepada berkat tersebut. Kita harus kalahkan kecenderungan terhadap cinta mamon dengan mengutamakan Tuhan lebih dari apapun. Kita harus keluar sebagai pemenang dari semua ujian!

Advertisements