HEAVENOUS

Tahun Ayin Zayin (5777)

Posted on: November 17, 2016

Tahun Ayin Zayin (5777) dimulai dari tanggal 3 Oktober 2016 hingga 20 September 2017.

A. Huruf Ayin (angka 70) memiliki beberapa makna, yaitu:

1) Mata Tuhan. Mata Tuhan sedang terbuka melihat orang-orang sengsara, hendaknya kita pun berlaku demikian.

2) Komunikasi keintiman dengan Tuhan. I will instruct you and teach you in the way you should go; I will guide you with my eye. (Psalm 32:8) Tuhan hendak menuntun kita dengan mata-Nya, jadi kita tidak bisa mendapat tuntunan Tuhan jika tidak melihat mata-Nya. Kita akan mendapatkan impartasi karakter langsung dari Tuhan ketika kita memandang wajah-Nya sehingga Kristus makin besar dan kita makin kecil. Ibrani 12:2  Marilah kita melakukannya dengan mata yang tertuju kepada Yesus, yang memimpin kita dalam iman, dan yang membawa iman kita itu kepada kesempurnaan, yang dengan mengabaikan kehinaan tekun memikul salib ganti sukacita yang disediakan bagi Dia, yang sekarang duduk di sebelah kanan takhta Allah.

3) Mata Baik vs. Mata Jahat. Ayub 31:1  “Aku telah menetapkan syarat [terjemahan Inggris: ‘covenant’ (perjanjian)] bagi mataku, masakan aku memperhatikan anak dara? Jadi, mata seperti apa yg harus kita miliki?

a) Mata rajawali, yaitu mata yang bisa memandang luas dan jauh (untuk mengintai musuh).

b) Mata merpati, yaitu mata yang hanya bisa melihat sesuatu dalam jarak dekat (hanya bisa memandang kekasihnya); dalam hal ini mata kita hanya memandang Tuhan.

4) Pandangan profetik. Matius 5:8  Berbahagialah orang yang suci hatinya, karena mereka akan melihat Allah. Kita harus menanggalkan segala pergumulan dan paradigma kita ketika menghadap Tuhan (dengan suci hati) agar kita dapat memandang segalanya dari ‘kacamata’ Tuhan.

B. Huruf Zayin (angka 7) memiliki beberapa makna, yaitu:

1) Sabat, intim dengan Tuhan. He who dwells in the secret place of the Most High Shall abide under the shadow of the Almighty (Psalm 91:1) Tempat rahasia ini tak dapat dijangkau oleh siapapun selain kita sendiri dan Roh Kudus, jadi Sabat maksudnya adalah ketika manusia rohani kita berada di alam roh bersekutu erat dengan Roh Allah. Tidak ada yang dapat membatasi keintiman kita dengan Tuhan, bahkan jarak dan waktu sekalipun sebab kita selalu terhubung bersama-Nya di tempat rahasia itu.

2) Shalom berarti ‘completeness’ (lengkap) dan damai (tidak ada perselisihan). Ketika kita memiliki shalom itu maka kita akan merasa lengkap (nothing missing, nothing broken, nothing wanting); yaitu merasa ‘berkecukupan’ dalam segala hal (meski kenyataannya kita tidak sempurna) sehingga tak mudah terpengaruh dengan keadaan apapun di dunia. Shalom merupakan kunci menghadapi tahun Ayin Zayin. Roma 16:20  Semoga Allah, sumber damai sejahtera, segera akan menghancurkan Iblis di bawah kakimu. Kasih karunia Yesus, Tuhan kita, menyertai kamu! Kita harus berperang dari alam shalomnya Tuhan bukan dari keterpurukan kita, sebab dalam alam shalomlah kita mendapat kemenangan. 

Daniel 11:32  Dan orang-orang yang berlaku fasik terhadap Perjanjian akan dibujuknya sampai murtad dengan kata-kata licin; tetapi umat yang mengenal Allahnya akan tetap kuat dan akan bertindak. [terjemahan Inggris: People who know their God shall be strong, and carry out great exploits.] Orang yang intim dengan Tuhan akan tetap kuat dan membawa ‘ledakan yang besar’ (sesuatu hal yang bahkan dari jauh pun bisa terlihat).

3) Manusia yang dimahkotai, yaitu Yesus Kristus. Tahun 5777 ini Tuhan hendak menyatakan diri-Nya. Bisa dibayangkan, apakah yang terjadi maka Tuhan sampai harus menyatakan diri-Nya?

4) Pedang kerajaan, yaitu firman Tuhan. Tuhan menghendaki kita untuk bukan sekedar membaca dan mendeklarasikan firman, tetapi merenungkannya (memeditasikannya) dengan seluruh panca indera (sungguh-sungguh dibayangkan, didengarkan, dirasakan). Kita harus selalu bertobat setiap saat, sehingga firman yang kita lepaskan itu besar kuasanya. Pedang juga berbicara tentang penghakiman dan pemisahan, juga kairos Tuhan (penggenapan rencana Tuhan). Tahun ini adalah tahun peperangan sabat, yaitu peperangan keintiman dengan Tuhan (banyak hal akan mengganggu keintiman kita dengan Tuhan).

5) Alat penuaian, kita sedang berada di era penuaian jiwa yang terakhir dan terbesar sepanjang sejarah kehidupan.

Dalam peperangan ada hukum perang (law of warfare), berikut hal yang harus diperhatikan tentang hukum perang tersebut, yaitu:

1) Kita harus mengenal komandan kita, yaitu Tuhan Yesus (secara global) dan Pdt. Ir. Niko Njotorahardjo (secara lokal).

2) Kita harus tahu keadaan kita, yaitu menyelidiki keadaan hati kita agar segala tindakan kita tidak jadi batu sandungan bagi orang lain. Kita harus menyadari warisan yang layak kita terima sebagai manusia baru dan mengenakan selengkap senjata Allah. Kita harus merapatkan barisan (jangan ada celah).

3) Kita harus mengidentifikasi musuh kita. Kita harus yakin dan percaya bahwa semua musuh Tuhan adalah musuh kita dan mereka sudah tidak memiliki otoritas/kuasa lagi karena Tuhan Yesus telah mengalahkan mereka melalui kuasa kebangkitan-Nya.

Otoritas kita sebagai orang percaya harus seimbang dengan keintiman kita dengan Tuhan, tanpa keintiman dengan Tuhan tak mungkin ada otoritas Ilahi dalam diri kita.

Siapakah musuh kita di tahun 5777?

Yesaya 27:1  Pada waktu itu TUHAN akan melaksanakan hukuman dengan pedang-Nya yang keras, besar dan kuat atas Lewiatan, ular yang meluncur, atas Lewiatan, ular yang melingkar, dan Ia akan membunuh ular naga yang di laut. 

Makna Lewiatan di ayat tersebut, yaitu:

a) Ular yang meluncur: mengambil kesempatan (memanfaatkan celah dalam pasukan Tuhan) dan menunggangi.

b) Ular yang melingkar: memutarbalikan fakta. Ayub 41:34  (41-25) Segala yang tinggi takut kepadanya; ia adalah raja atas segala binatang yang ganas.” Lewiatan adalah raja segala orang yang angkuh, dengan mulutnya ia menciptakan kesaksian palsu, mengutuk, memutarbalikan fakta dan sangat berhasrat untuk menguasai raja-raja di bumi. Jika kita tidak menggunakan otoritas sebagai orang percaya, tentunya Lewiatanlah yang akan menyedot otoritas kita melalui intimidasi negatif. Akan terjadi peperangan yang tidak masuk akal di tahun 5777, dan kita takkan bisa berperang tanpa keintiman dengan Tuhan. Kita harus intim dan membereskan segala hal dengan Tuhan, berperang dalam kesatuan roh (spirit of unity), bergerak dalam segala kerendahan hati (berbanding terbalik dengan musuh kita sangat angkuh), barulah mendeklarasikan firman Tuhan sebagai senjata kita dalam berperang.

c) Ular naga yang di laut: menghalangi terjadinya penuaian jiwa. Mazmur 104:25-26  Lihatlah laut [lautan manusia, ladang tuaian] itu, besar dan luas wilayahnya, di situ bergerak, tidak terbilang banyaknya, binatang-binatang [roh-roh jahat] yang kecil dan besar. Di situ kapal-kapal berlayar [pelayanan-pelayanan yang ada dalam ladang tuaian] dan Lewiatan yang telah Kaubentuk untuk bermain [mempermainkan pelayanan Tuhan: memutarbalikan fakta] dengannya.

Lewiatan juga berada di sungai, sungai berbicara tentang aliran Roh Kudus. Ini artinya Lewiatan pun merusak pergerakan Roh Kudus. Hanya dengan melakukan kebenaran firman Tuhanlah [bertolak belakang dengan pekerjaan Lewiatan] kita dapat berperang melawan Lewiatan ini, sebab jika kita tidak berada di pihak Tuhan, dengan siapakah kita sedang berpihak?

Category

%d bloggers like this: