HEAVENOUS

Karakteristik, Fungsi dan Tugas Pendoa Syafaat

Posted on: October 21, 2016

  • In: Ps. Sandra Nair
  • Comments Off on Karakteristik, Fungsi dan Tugas Pendoa Syafaat

Panggilan sebagai pendoa syafaat adalah panggilan yang tinggi, meski tidak masuk dalam 5 jawatan panggilan. Tuhan memakai kita sebagai juru bicara-Nya dan memberi beban doa pada kita seiring dengan kesetiaan kita melayani Dia. Ketika Tuhan memberikan beban doa tersebut, kita tak akan pernah puas berdoa hingga terjadi terobosan. Jika kita adalah seorang pendoa yang peka mendengar suara Tuhan, kita akan paham mengapa Tuhan menghendaki moment-moment tertentu untuk kita berdoa.

KARAKTERISTIK PENDOA SYAFAAT

Seorang pendoa syafaat adalah seorang yang entah karena panggilan Tuhan atau bawaan dirinya memilih untuk menjadi pribadi yang menjembatani antara Tuhan dan manusia. Istilah pendoa syafaat berasal dari Bahasa Ibrani “poga” yang berarti berhadapan, menemui, menjangkau, menyentuh batasan, atau melakukan serangan demi orang lain. Jadi, seorang pendoa syafaat mengajukan suatu permohonan kepada Tuhan demi kepentingan orang lain. Tentunya pendoa syafaat tersebut “berkorban” (waktu, tenaga, dll) untuk kepentingan orang lain. Pendoa syafaat berbeda dengan seorang yang hanya berdoa; berdoa berarti berbicara kepada Tuhan untuk kepentingan pribadi tetapi berdoa syafaat menaikkan permohonan kepada Tuhan demi kebaikan hidup orang lain. Semua orang bisa berdoa tetapi tidak semua bisa bersyafaat. Jika kita tidak membiasakan diri untuk mendengar suara Tuhan setiap hari, tentu kita tidak akan peka mendengar suara Tuhan.

FUNGSI PENDOA SYAFAAT

1) Seorang pendoa syafaat itu berani mengambil resiko dan mengorban kan hidupnya demi kepentingan orang lain, contoh:

– Abraham. Kejadian 18:22  Lalu berpalinglah orang-orang itu dari situ dan berjalan ke Sodom, tetapi Abraham masih tetap berdiri di hadapan TUHAN. Abraham memiliki hati yang berbelaskasihan kepada orang-orang yang akan ditimpa malapetaka Tuhan.

– Yesus, bersyafaat mendamaikan kita dengan Allah dan mengorbankan diri-Nya bagi keselamatan kita. Roma 6:10  Sebab kematian-Nya adalah kematian terhadap dosa, satu kali dan untuk selama-lamanya, dan kehidupan-Nya adalah kehidupan bagi Allah.

– Marta. Yohanes 11:21-22  Maka kata Marta kepada Yesus: “Tuhan, sekiranya Engkau ada di sini, saudaraku pasti tidak mati. Tetapi sekarang pun aku tahu, bahwa Allah akan memberikan kepada-Mu segala sesuatu yang Engkau minta kepada-Nya.”

– Stefanus, rela mati demi Injil dan mendoakan orang-orang yang telah menganiayanya sebelum meninggal. Kisah Para Rasul 7:59-60  Sedang mereka melemparinya Stefanus berdoa, katanya: “Ya Tuhan Yesus, terimalah rohku.” Sambil berlutut ia berseru dengan suara nyaring: “Tuhan, janganlah tanggungkan dosa ini kepada mereka!” Dan dengan perkataan itu meninggallah ia.

– Ester, memberanikan diri menghadap raja meski tak diundang sehingga mengorbankan nyawanya sendiri untuk menyelamatkan bangsanya. Ester 4:15-16  Maka Ester menyuruh menyampaikan jawab ini kepada Mordekhai: “Pergilah, kumpulkanlah semua orang Yahudi yang terdapat di Susan dan berpuasalah untuk aku; janganlah makan dan janganlah minum tiga hari lamanya, baik waktu malam, baik waktu siang. Aku serta dayang-dayangku pun akan berpuasa demikian, dan kemudian aku akan masuk menghadap raja, sungguhpun berlawanan dengan undang-undang; kalau terpaksa aku mati, biarlah aku mati.”

2) Seorang pendoa syafaat itu hatinya penuh belas kasihan (tidak menghendaki Tuhan menimpakan murkanya terhadap seseorang). Kita berbelaskasihan karena Tuhan menaruhkan hati-Nya di hati kita. Di awal berdoa, kita mungkin hanya berdoa biasa bagi orang lain. Tetapi kita harus masuk dalam level yang lebih tinggi, yaitu ketika kita mulai “mengerang dalam Roh”. Jangan menyerah berdoa di level ini, karena di saat itulah doa kita tak lama lagi akan dijawab. Kita memang ‘tidak dibayar’ untuk itu, namun inilah panggilan pensyafaat: memiliki kesukaan (semangat) berdoa bagi orang lain. Sadarkah kita bahwa Tuhan memberi kuasa yang besar bagi kita untuk mengubah keadaan lingkungan, kehidupan seseorang, bahkan bangsa-bangsa? Kita memegang peranan penting bagi dunia ini. Kita memiliki perkenanan spesial dari Tuhan karena kita menjadi mediator orang lain yang meminta kemurahan-Nya, bukan penghakiman-Nya atas orang tersebut. Hosea 4:6  Umat-Ku binasa karena tidak mengenal Allah; karena engkaulah yang menolak pengenalan itu maka Aku menolak engkau menjadi imam-Ku; dan karena engkau melupakan pengajaran Allahmu, maka Aku juga akan melupakan anak-anakmu. Kita harus menjadi mediator bagi orang-orang yang tidak sungguh-sungguh mengenal Tuhan agar mereka memperoleh pengenalan yang benar akan Tuhan dan tidak binasa. Namun sebelumnya, kita harus sungguh-sungguh memiliki pengenalan yang benar akan Tuhan agar kita tidak ‘salah berdoa’. Jangan berfokus pada penderitaan kitanyang sekarang ini tetapi fokuslah pada kemenangan Yesus 2000 tahun lalu, yaitu: Ia telah menyembuhkan kita, Ia menangbatas maut.

APA YANG DILAKUKAN PENDOA SYAFAAT?

a) Yohanes 12:24  Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya jikalau biji gandum tidak jatuh ke dalam tanah dan mati, ia tetap satu biji saja; tetapi jika ia mati, ia akan menghasilkan banyak buah. Hasil dari pendoa syafaat, yaitu: doa-doa yang dijawab dan menghasilkan generasi pensyafaat baru. Kita adalah ‘benih/biji’ itu, yaitu mematikan ego kita bagi kebaikan orang lain (biji akan selalu bermultiplikasi). Tuhan mengijinkan kita mengalami “api” agar kita semakin murni memenuhi panggilan-Nya sebagai pendoa syafaat.
b) Pendoa syafaat adalah para sukarelawan. Ini bukan panggilan yang dipaksakan oleh Tuhan/orang lain, melainkan diterima dengan senang hati. Pendoa syafaat itu harus selalu memberi (waktu, tenaga, dll) dan senantiasa berdoa, sehingga pendoa syafaat selalu menjadi “most wanted people” bagi orang-orang yang membutuhkan.

c) Pendoa syafaat memiliki iman yang besar untuk meyakini sesuatu yang didoakan pasti terjadi, tidak berhenti berdoa hingga Tuhan menjawab doa. Kita harus menjaga rahasia pesan Tuhan bagi kita jika Tuhan tidak mengijinkan kita mengatakannya. Tugas kita hanya berdoa, bukan bergosip.

Category

%d bloggers like this: