HEAVENOUS

Rahasia Penyertaan Tuhan

Posted on: September 18, 2016

​1 Raja-raja 17:1-6  Lalu berkatalah Elia, orang Tisbe, dari Tisbe-Gilead, kepada Ahab: “Demi Tuhan yang hidup, Allah Israel, yang kulayani, sesungguhnya tidak akan ada embun atau hujan pada tahun-tahun ini, kecuali kalau kukatakan.” Kemudian datanglah firman TUHAN kepadanya: “Pergilah dari sini, berjalanlah ke timur dan bersembunyilah di tepi sungai Kerit di sebelah timur sungai Yordan. Engkau dapat minum dari sungai itu, dan burung-burung gagak telah Kuperintahkan untuk memberi makan engkau di sana.” Lalu ia pergi dan ia melakukan seperti firman TUHAN; ia pergi dan diam di tepi sungai Kerit di sebelah timur sungai Yordan. Pada waktu pagi dan petang burung-burung gagak membawa roti dan daging kepadanya, dan ia minum dari sungai itu.

Tidak dijelaskan asal usul Elia seperti apa, tetapi dalam ayat pertama nama Elia disebutkan di Alkitab, Elia tercatat sedang melayani Ahab. Ini pertanda Elia adalah orang yang cakap dalam pekerjaannya. Kunci penyertaan Tuhan atas Elia terlihat dari cara bicaranya dalam menyebut Tuhan, yaitu “Demi Tuhan yang hidup…” (tidak menyebut Tuhan secara formal seperti orang kebanyakan). Hal ini berarti Elia memiliki pengenalan akan Tuhan (intim dengan Tuhan). Selain itu, Elia dengar-dengaran akan suara Tuhan dan taat melakukannya. Bayangkan, Elia menemui Ahab yang notabene raja yang ‘hobinya’ memenggal kepala para nabi. Tuhan sertai Firman-Nya, jadi jika kita melakukan Firman-Nya pasti Tuhan menyertai kita. Tempat paling aman di dunia adalah melakukan kehendak Tuhan. Jika kita tidak melakukan kehendak-Nya, pasti tidak akan disertai Tuhan. Alkitab berisi perintah dan janji berkat. Jika kita lulus dalam ‘ujian pertama’ dari Tuhan (taat pada perintah-Nya), pasti Tuhan akan menggenapi janji-Nya. Jika tidak lulus, pasti kita akan selalu diuji dalam hal tersebut sampai kita lulus. Tuhan memegang hari esok kita, Ia pasti akan memberikan yang terbaik bagi kita. Kita hanya perlu percaya, meskipun Tuhan tidak memberitahukan masa depan kita seluruhnya sebab Tuhan menuntun kita step by step (heart to heart). Kita harus melangkah dulu, baru melihat kemuliaan Tuhan. Langkah Tuhan berbeda dengan rencana kita, bahkan bukan seperti drama yang ber’sequel’. Bersyukur jika Tuhan beri kesempatan kedua bagi kegagalan kita, kita tidak boleh gagal lagi di kesempatan kedua. Kita harus tahu penempatan Allah dalam hidup kita, contoh: Tuhan memerintahkan burung gagak ke Sungai Kerit, jadi Elia harus ke sana untuk mendapatkan makanan (bukan ke sungai lain). Kita harus berjalan sesuai kehendak Tuhan dalam hidup kita, itulah sukses. Bukan berjalan sesuai apa yang menurut kita baik (itu bukan Sungai Kerit kita). Jika kita berada tepat di “Sungai Kerit” kita, pasti ada pengurapan Tuhan atas apa yang kita kerjakan. Kita harus ada di “posisi” yang Tuhan urapi.

Matius 6:33  Tetapi carilah dahulu Kerajaan Allah dan kebenarannya, maka semuanya itu akan ditambahkan kepadamu. Jika Tuhan minta ‘nasi goreng’, jangan diberi ‘mie goreng’ karena Tuhan tidak akan ‘membayar’ apa yang Ia tidak pesan. Jika kita berada di tempat yang Tuhan tidak suruh, tidak akan ada penyertaan Tuhan. Sebaliknya, jika kita berada di tempat yang Tuhan suruh, bahkan neraka pun tidak berkuasa atas kita. Jangan suruh Tuhan melakukan apa yang Tuhan suruh kita lakukan. Tuhan menyertai kita di alam jasmani dan rohani, mujizat tak ada rumusnya. Tapi Tuhan memberikan kita hikmat untuk melakukan bagian kita juga, bukan hanya menggunakan mujizat untuk jadi ‘pemalas’ (bersantai dan hanya mengandalkan mujizat).

Category

%d bloggers like this: