HEAVENOUS

Hamba Yang Baik Dan Setia

Posted on: August 28, 2016

​Matius 25:24-26,30  Kini datanglah juga hamba yang menerima satu talenta itu dan berkata: Tuan, aku tahu bahwa tuan adalah manusia yang kejam yang menuai di tempat di mana tuan tidak menabur dan yang memungut dari tempat di mana tuan tidak menanam. Karena itu aku takut dan pergi menyembunyikan talenta tuan itu di dalam tanah: Ini, terimalah kepunyaan tuan! Maka jawab tuannya itu: Hai kamu, hamba yang jahat dan malas, jadi kamu sudah tahu, bahwa aku menuai di tempat di mana aku tidak menabur dan memungut dari tempat di mana aku tidak menanam? Dan campakkanlah hamba yang tidak berguna itu ke dalam kegelapan yang paling gelap. Di sanalah akan terdapat ratap dan kertak gigi.”

Malas bukan spirit, tetapi kebiasaan. Jadi kemalasan bukan ikatan roh jahat tetapi awal dari kejahatan-kejahatan. Kita harus waspada. Malas terlihat sepele tetapi akan merusak kehidupan diri sendiri dan orang lain. Kita harus rajin dan melakukan terobosan! Amsal 18:9  Orang yang bermalas-malas dalam pekerjaannya sudah menjadi saudara dari si perusak.

Ciri-ciri orang malas, yaitu:

1. Menunda-nunda pekerjaan. Amsal 19:24  Si pemalas mencelup tangannya ke dalam pinggan, tetapi tidak juga mengembalikannya ke mulut.

2. No action, talk only. Amsal 26:16  Si pemalas menganggap dirinya lebih bijak dari pada tujuh orang yang menjawab dengan bijaksana. 

Agar kita termotivasi untuk rajin, ingatlah bahwa waktu hidup kita terbatas dan kita harus mempertanggungjawabkan kehidupan kita saat dipanggil Tuhan kelak. Amsal 6:6  Hai pemalas, pergilah kepada semut, perhatikanlah lakunya dan jadilah bijak: 

Amsal 20:4  Pada musim dingin si pemalas tidak membajak; jikalau ia mencari pada musim menuai, maka tidak ada apa-apa. 

Berhentilah malas, jadilah rajin! Rajinlah seperti untuk Tuhan.

Category

%d bloggers like this: