HEAVENOUS

How Do You See

Posted on: August 6, 2016

Kehidupan kita ditentukan dari bagaimana cara kita melihat sesuatu. Matius 6:22-23  Mata adalah pelita tubuh. Jika matamu baik, teranglah seluruh tubuhmu; jika matamu jahat, gelaplah seluruh tubuhmu. Jadi jika terang yang ada padamu gelap, betapa gelapnya kegelapan itu.

Kedewasaan tidak berhubungan dengan usia, penampilan lahiriah ataupun berapa lama kita menjadi Kristen, kedewasaan adalah proses kehidupan. Yang membedakan antara anak-anak dan orang dewasa adalah cara pandangnya, cara berpikir menentukan kedewasaan seseorang. Orang yang kekanak-kanakan melihat sesuatu dengan perspektif yang sempit. Jika kita memiliki perspektif seperti Allah, kita akan diangkat oleh Allah ke level-Nya.

Yesaya 55:8  Sebab rancangan-Ku bukanlah rancanganmu, dan jalanmu bukanlah jalan-Ku, demikianlah firman TUHAN. Rencana Tuhan selalu lebih tinggi dan Ia selalu berusaha membawa kita kepada levelnya Allah. Jika kita mampu melihat seperti Allah melihat, sebenarnya setiap masalah tidak berarti karena kita cakap menanggung segala masalah bersama Tuhan yang memberi kekuatan kepada kita. Nothing is impossible. Bagaimana kita melihat masalah itu lebih penting dibandingkan masalah yang kita lihat.

Kehendak Allah itu selalu tentang berkat, kelimpahan dan kemakmuran. Tetapi jika kita salah melihat rencana-Nya seperti kebanyakan pengintai Israel di tanah Kanaan, maka kita tidak akan bisa masuk ke Tanah Perjanjian. Bilangan 13:27-28  Mereka menceritakan kepadanya: “Kami sudah masuk ke negeri, ke mana kausuruh kami, dan memang negeri itu berlimpah-limpah susu dan madunya, dan inilah hasilnya. Hanya, bangsa yang diam di negeri itu kuat-kuat dan kota-kotanya berkubu dan sangat besar, juga keturunan Enak telah kami lihat di sana.

Kita harus memiliki perspektif dan visi Allah. Berikut pandangan Allah vs pandangan manusia:

1) Pandangan Allah itu kekal tetapi pandangan manusia itu sementara. Banyak orang tidak sabar dalam menghadapi masalah sehingga menginginkan masalah tersebut selesai dengan cepat dan instant. Hal tersebut membuat manusia memilih jalan pintas dalam menyelesaikan masalah, bahkan dengan cara bunuh diri. Kita harus bisa melihat masalah yang sementara ini dengan cara pandang Allah yang kekal, pasti masalah kita akan terselesaikan. 2 Korintus 4:18  Sebab kami tidak memperhatikan yang kelihatan, melainkan yang tak kelihatan, karena yang kelihatan adalah sementara, sedangkan yang tak kelihatan adalah kekal.

2) Pandangan Allah itu lengkap tetapi pandangan manusia itu sebagian. Pengkhotbah 3:11  Ia membuat segala sesuatu indah pada waktunya, bahkan Ia memberikan kekekalan dalam hati mereka. Tetapi manusia tidak dapat menyelami pekerjaan yang dilakukan Allah dari awal sampai akhir. Kita belum melihat video kehidupan kita seluruhnya, jadi jangan beranggapan masalah dan kegagalan adalah akhir hidup kita. Tetapi biarkanlah Allah berkarya sesuai skenario-Nya dengan lengkap dan kita akan melihat bahwa keseluruhan perjalanan hidup kita itu indah. Bersabarlah dengan Tuhan.

3) Pandangan Allah itu seimbang tetapi manusia sering “pilih-pilih”. Hanya Allah yang bisa melihat setiap hal dengan lengkap sehingga Ia memandang segalanya seimbang, karenanya kita harus seperti Allah melihat segalanya seimbang.

Lalu, bagaimana agar kita bisa masuk dalam perspektifnya Allah?

1) Lupakan hal yang negatif dan menyakitkan. Kita semua memiliki masa lalu yang tidak baik tetapi tidak seharusnya kita menyangkal itu semua. Filipi 3:13  Saudara-saudara, aku sendiri tidak menganggap, bahwa aku telah menangkapnya, tetapi ini yang kulakukan: aku melupakan apa yang telah di belakangku dan mengarahkan diri kepada apa yang di hadapanku, Mungkin kita memandang diri kita negatif tetapi Tuhan melihat kita dengan iman sebagai “man of God”. Abraham dan tokoh Alkitab lainnya bukanlah orang yang sempurna, mereka memiliki masa lalu yang buruk juga, tetapi Allah menyebut mereka sebagai “pahlawan iman” dalam Ibrani 11 (tidak mengingat kesalahan mereka di masa lalu). Kejadian 41:51  Yusuf memberi nama Manasye kepada anak sulungnya itu, sebab katanya: “Allah telah membuat aku lupa sama sekali kepada kesukaranku dan kepada rumah bapaku.” 

2) Fokus pada hal yang positif. Yesus memiliki pilihan ketika berada di salib, yaitu apakah meminta pertolongan malaikat atau meneruskan pengorbanan-Nya bagi kita. Tetapi bersyukurlah karena Yesus lebih memilih berkorban bagi kita. Yesus bertahan karena Ia melihat sukacita di masa depan ketika kita disembuhkan dan dilepaskan dari segala belenggu si jahat, bukan fokus pada penderitaan-Nya saat itu. Jika kita bisa fokus pada hal yang positif, kita selalu bisa merasakan kebaikan Tuhan bagi kita.

3) Bingkailah cerita masa depan kita. Ibrani 11:3  Karena iman kita mengerti, bahwa alam semesta telah dijadikan [dibingkai, dijadikan lengkap, dipulihkan, telah diatur tatanannya]  oleh firman Allah, sehingga apa yang kita lihat telah terjadi dari apa yang tidak dapat kita lihat. Apakah yang selama ini menopang kehidupan kita? Tuntutan orang-orang sekitar, ide-ide dunia, ataukah Firman allah? Kehidupan kita harus selalu ditopang oleh Firman Tuhan yang tak tergoncangkan, jangan biarkan kehidupan masa depan kita dibingkai oleh hal-hal yang tergoncangkan. Izinkan Firman Allah membentuk pola pikir dan masa depan kita, bukan oleh keadaan ataupun perkataan orang tentang kita. Dan lihatlah bahwa segala sesuatu mendatangkan kebaikan bagi orang yang mengasihi Allah. Mazmur 118:24  Inilah hari yang dijadikan TUHAN, marilah kita bersorak-sorak dan bersukacita karenanya! 

Category

%d bloggers like this: