HEAVENOUS

Kelalaian Yang Fatal

Posted on: June 26, 2016

Mari kita belajar dari kelalaian Lot yang fatal, yaitu:
1) Memilih dengan mata duniawi. Kejadian 13:5-11  Juga Lot, yang ikut bersama-sama dengan Abram, mempunyai domba dan lembu dan kemah. Tetapi negeri itu tidak cukup luas bagi mereka untuk diam bersama-sama, sebab harta milik mereka amat banyak, sehingga mereka tidak dapat diam bersama-sama. Karena itu terjadilah perkelahian antara para gembala Abram dan para gembala Lot. Waktu itu orang Kanaan dan orang Feris diam di negeri itu. Maka berkatalah Abram kepada Lot: “Janganlah kiranya ada perkelahian antara aku dan engkau, dan antara para gembalaku dan para gembalamu, sebab kita ini kerabat. Bukankah seluruh negeri ini terbuka untuk engkau? Baiklah pisahkan dirimu dari padaku; jika engkau ke kiri, maka aku ke kanan, jika engkau ke kanan, maka aku ke kiri.” Lalu Lot melayangkan pandangnya dan dilihatnyalah, bahwa seluruh Lembah Yordan banyak airnya, seperti taman TUHAN, seperti tanah Mesir, sampai ke Zoar. — Hal itu terjadi sebelum TUHAN memusnahkan Sodom dan Gomora. —  Sebab itu Lot memilih baginya seluruh Lembah Yordan itu, lalu ia berangkat ke sebelah timur dan mereka berpisah. Lot hidup bersama Abraham tetapi prinsip hidupnya masih seperti dunia, yaitu Lot mengabaikan hutang budi terhadap Abraham dan tidak memiliki sungkan. Lot mengesampingkan hubungan baik dengan Abraham dan lebih mementingkan harta. Lot tidak mementingkan pertumbuhan rohaninya jika ia memilih Sodom dan Gomora yang penduduknya hidup jahat.
2) Mengabaikan pendidikan rohani bagi keluarga. Kejadian 19:16-17, 26  Ketika ia berlambat-lambat, maka tangannya, tangan isteri dan tangan kedua anaknya dipegang oleh kedua orang itu, sebab TUHAN hendak mengasihani dia; lalu kedua orang itu menuntunnya ke luar kota dan melepaskannya di sana. Sesudah kedua orang itu menuntun mereka sampai ke luar, berkatalah seorang: “Larilah, selamatkanlah nyawamu; janganlah menoleh ke belakang, dan janganlah berhenti di mana pun juga di Lembah Yordan, larilah ke pegunungan, supaya engkau jangan mati lenyap.” Tetapi isteri Lot, yang berjalan mengikutnya, menoleh ke belakang, lalu menjadi tiang garam. Apa yang kita sukai akan menentukan keputusan hidup kita. Hati istri Lot terikat pada hartanya di Sodom dan Gomora, istri Lot tidak berfungsi sebagai penopang keluarga yang takut akan Tuhan sehingga anak-anaknya memilih pasangan hidup yang tidak takut akan Tuhan dan calon menantunya pun meremehkan peringatan Lot bahwa Tuhan akan menghukum Sodom dan Gomora. Ingat bahwa kita tidak bisa mengabdi kepada Tuhan dan Mamon. Kita harus mengutamakan persekutuan dengan Kristus dibanding hal-hal yang hebat menurut dunia karena itulah pondasi iman kita yang membuat kita tahan di tengah goncangan. Hari-hari yang jahat ada di depan kita, karenanya marilah kita semakin memperdalam pondasi iman kita. Kehidupan orang tua tidak mempengaruhi anak-anaknya untuk hidup takut akan Tuhan, melainkan masing-masing orang harus memelihara imannya untuk takut akan Tuhan.
3) Hidup Lot mandul secara rohani sehingga ia tidak mampu mempengaruhi lingkungannya (hidup tidak berdampak). Kejadian 19:13  sebab kami akan memusnahkan tempat ini, karena banyak keluh kesah orang tentang kota ini di hadapan TUHAN; sebab itulah TUHAN mengutus kami untuk memusnahkannya.” Apa yang dikeluhkesahkan orang tentang kita, itu sampai ke hadapan Tuhan meskipun kita mengabaikannya. Biarlah hendaknya hidup kita menjadi kesaksian yang baik bagi banyak orang sehingga kehidupan kita pun yang sampai ke hadapan Tuhan adalah kesaksian yang baik. Kita harus memiliki integritas, yaitu tetap berlaku sama di manapun berada (tidak munafik). Tuhan akan memberikan upah untuk setiap perbuatan kita, entah itu baik atau jahat. Mari kita berubah meneladani Abraham, agar tidak tertimpa murka seperti Lot.

Category

%d bloggers like this: