HEAVENOUS

Prinsip: Attitude Dalam Bekerja

Posted on: June 16, 2016

  • In: Yulianawati
  • Comments Off on Prinsip: Attitude Dalam Bekerja

Matius 6:1,2,5 “Ingatlah, jangan kamu melakukan kewajiban agamamu di hadapan orang supaya dilihat mereka, karena jika demikian, kamu tidak beroleh upah dari Bapamu yang di sorga. Jadi apabila engkau memberi sedekah, janganlah engkau mencanangkan hal itu, seperti yang dilakukan orang munafik di rumah-rumah ibadat dan di lorong-lorong, supaya mereka dipuji orang. Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya mereka sudah mendapat upahnya. “Dan apabila kamu berdoa, janganlah berdoa seperti orang munafik. Mereka suka mengucapkan doanya dengan berdiri dalam rumah-rumah ibadat dan pada tikungan-tikungan jalan raya, supaya mereka dilihat orang. Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya mereka sudah mendapat upahnya.

Setiap hal yang kita lakukan selalu Tuhan beri upah, tetapi jika apa yang kita perbuat dengan motivasi untuk dilihat manusia maka kita telah mendapat upahnya dari manusia dan Tuhan tidak merasa perlu untuk memberi upah kepada kita.

Kolose 3:22-23  Hai hamba-hamba, taatilah tuanmu yang di dunia ini dalam segala hal, jangan hanya di hadapan mereka saja untuk menyenangkan mereka, melainkan dengan tulus hati karena takut akan Tuhan. Apa pun juga yang kamu perbuat, perbuatlah dengan segenap hatimu seperti untuk Tuhan dan bukan untuk manusia.

Jika kita memiliki prinsip untuk menyenangkan hati Tuhan, maka kita akan selalu bekerja dengan penuh semangat dan totalitas.

Ciri orang yang melakukan segala sesuatu untuk Tuhan:
1) Mengerahkan semua upaya yang terbaik (all out).
2) Fokusnya: Tuhan disenangkan, karena hatinya mengasihi Tuhan.

Dampak ketika kita melakukan segala sesuatu seperti untuk Tuhan:
1) Perkenanan Tuhan turun
2) Orang lain akan merasa diberkati/dipulihkan/dibangkitkan dengan apa yang kita lakukan

Kita akan merasakan perbedaan jika kita menyadari apakah pekerjaan yang kita lakukan demi kepentingan Tuhan atau kepentingan diri sendiri.

Ibrani 13:17a Taatilah pemimpin-pemimpinmu dan tunduklah kepada mereka, sebab mereka berjaga-jaga atas jiwamu, sebagai orang-orang yang harus bertanggung jawab atasnya.

Ketaatan dan kesetiaan dimulai dari hal-hal kecil dan Tuhan sangat memperhitungkannya.

Sebagai pemimpin, apakah kita sudah berjaga-jaga atas pasukan yang Tuhan percayakan? Ketika pasukan sedang dalam “padang gurun” (proses), kita harus siap sedia menopang doa atas mereka agar mereka tidak “berputar-putar di padang gurun”. Covering dari pemimpin untuk pasukan itu sangat diperlukan.

Demikian juga sebagai pasukan, kita harus menopang doa untuk para pemimpin kita. Jadi harus ada timbal balik covering agar si jahat tidak mudah menyusup ke dalam pasukan.

Tidak perlu menunggu waktu khusus untuk berdoa bagi orang lain tetapi kapanpun kita bisa mendoakan orang, itulah yang disebut dengan berdoa siang dan malam. Tuhan mau kita menangkap isi hati-Nya, yaitu belas kasihan atas jiwa-jiwa. Maukah kita ditaruhkan Tuhan “isi hati-Nya” (beban doa syafaat Tuhan)? Tuhan sedang mencari orang-orang yang mau menjadi partner Tuhan untuk bersyafaat.

Category

%d bloggers like this: